Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : MUSTEK ANIM HA

Komparasi Kinerja ADO dan ODBC dalam memanipulasi RDBMS Pada Jaringan Model Client-Server Gerzon J Maulany; Daniel Parenden
MUSTEK Vol 1 No 1 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

   Perkembangan pemrograman jaringan komputer untuk mengakses dan memanipulasi database berkembangan dengan cepat, namun demikian pemrograman client/server yang mengakses database masih memperoleh tempat yang sangat berpengaruh, tidak hanya disebabkan oleh masih banyaknya perusahaan skala menengah ke bawah yang menggunakannya tetapi juga karena model pemrograman client/server ini juga dikombinasikan dengan programan multi-tier oleh perusahaan menengah sampai perusahaan berskala Enterprise.Mengakses database yang berada pada komputer server dari komputer client secara jarak jaruh terdapat dua mekanisme yang disediakan oleh Microsoft yaitu ODBC(Open Database Connectivity) dan OLEDB(Objects Linking Embedded Database) yang menggunakan interface ADO (ActiveX Data Object), dua mekanisme ini diciptakan untuk kegunaan yang sama yaitu akses database namun peruntukan detailnya terdapat perbedaan untuk itulah dalam penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dari kedua mekanisme tersebut dalam mengakses RDBMS (Relational Database Management System), sebab penggunaan mekanisme yang tepat akan berpengaruh terhadap unjuk kerja pengaksesan dan berpengaruh pada keluaran dari sistem.Penelitian dilakukan dengan menganalisis permasalahan koneksi database dan mendisain sistem yang akan dibuat serta dilakukan pengujian untuk mendapatkan hasil dari kedua mekanisme tersebut pada proses pembacaan dan proses penulisan dari dan pada database sehingga diperoleh gambaran kinerja yang dihasilkan oleh kedua mekanisme koneksi dalam mengakses database dan memanipulasinya. 
PERFORMANSI DESTILASI AIR BENTUK DASAR, REFLEKTOR DAN PARABOLA Daniel Parenden; Purwoko Slamet
MUSTEK Vol 2 No 1 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performansi suatu alat destilasi surya dinyatakan oleh efisiensi dan jumlah air bersih yang dapat dihasilkan persatuan waktu dan luas alat destilasi. Banyak faktor yang mempengaruhi jumlah air destilasi yang dapat dihasilkan diantaranya: keefektifan absorber dalam menyerap energi surya, keefektifan kaca dalam mengembunkan uap air, ketinggian air yang ada di alat destilasi, jumlah energi surya yang datang dan temperatur air masuk kedalam alat destilasi.Tujuan penelitian ini adalah meneliti perbedaan perfomansi yang dihasilkan alat destilasi air energi surya yang menggunakan reflektor bentuk, reflektor dan r parabola. Destilator berukuran panjang 1 meter dan lebar 0,5 meter. Destilator yang digunakan sebanyak tiga buah, satu destilator reflektor, satu destilator parabola dan satu destilator bentukdasar. Alat destilasi dilengkapi dengan pengatur ketinggian air di dalam destilator, Ketinggian air di dalam destilator divariasikan setinggi 5 mm, 7,5 mm, dan 10 mm.Hasil penelitian menunjukkan air destilasi maksimum yang dihasilkan sebesar 0,850 liter selama 2 jam dengan efisiensi rata-rata 49,2% dihasilkan destilator dengan mengguakan reflektor dengan ketinggian air destilasi setinggi 5 mm. Hasil air destilasi maksimum pada ketinggian air destilator 10 mm sebesar 0,20 liter selama 2 jam dihasilkan destilator dengan menggunakan kolektor parabola silinder.
PEMANFAATAN GAS BUANG MOTOR DIESEL DAN PROSES PERPINDAHAN PANAS PADA DESTILATOR AIR LAUT Daniel Parenden; Peter Sahupala
MUSTEK Vol 3 No 1 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar proses perpindahan panas yang terjadi padadestilator denganpemanfaatan  panas gas buang.Penelitian dilakukan Laboratorium Universitas Musamus Merauke, dengan menggunakan metode pengujian. Adapun data-data yang diambil adalah Temperatur air pada bagian-bagian destilator maupun temperatur gas pada dinding pipa exaust manifold. Pengujian menggunakan motor Diesel selinder tungga dengan daya 8,5 HP dan putaran motor adalah 2600 rpm.Hasil dan kisimpulan menunjukkan bahwa Putaran motor 2600 rpm, temperatur air mulai konstan pada menit 90 yaitu 80oC begitu juga temperatur permukaan pipa yaitu 80oC, pada kondisi tersebut temperatur gas buang 127oC dan temperatur air 60oC dicapai dengan waktu 180 menit temperatur gas buang yang keluar dari destilator akan berada pada temperatur 60 oC. Kalor hasil pembakaran adalah sebesar   dan laju alir massa gas buang adalah sebesar .  Koefisien perpindahan pada pada bagian luar pipa adalah , sedangkan perpindahan panas menyeluruh adalah 22,1204 W/m2.oC. Penelitian destilasi air laut dengan memanfaatkan panas gas buang mesin Diesel dengan luas destilator 0,073656 m2 . 
ANALISA UNJUK KERJA MOTOR DIESEL BERBAHAN BAKAR BIODIESEL JARAK PAGAR DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS BAHAN BAKAR Daniel Parenden
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel. Biodiesel diproduksi dari bahan domestik yang merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.Biodiesel tidak mengandung petroleum, tapi dapat dicampur dengan petroleumdiesel pada beberapa level untuk membuat suatu campuran biodiesel, dan dapat digunakan dalam kompressi penyalaan mesin diesel dengan modifikasi yang tidak terlalu besar.Penelitian ini bertujuan Menganalisa unjuk kerja mesin diesel tipe DY 23-2D berbahan bakar biodiesel dengan penambahan pemanas bahan bakar.Hasil penelitian ini diperoleh bahwa hasil pembakaran yang sempurna dipengaruhi oleh kualitas bahan bakar dengan viskositas, nilai kalor, angka cetan dan titik nyala.Bahan bakar biodiesel dengan titik nyala yang tinggi memerlukan proses pemanasan untuk menaikan temperatur bahan bakar sehingga mendekati titik nyala bahan bakar biodiesel untuk mempermudah proses penyalaan bahan bakar dalam ruang bakar.
STUDI PEMANFAATAN CANGKANG DAN SERABUT KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR TERHADAP PROSES PEMBAKARAN PADA KETEL UAP PT. KORINDO GROUP MERAUKE Peter Sahupala; Daniel Parenden
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Medco merupakan suatu badan usaha yang bergerak mengelola hutan tanaman industri dan salah satu cabang perusahaan tersebut berada di Papua Selatan – Merauke. Perusahaan ini mengelola kayu untuk diolah menjadi bahan baku kertas dan keperluan lainnya. Aktivitas produksi kayu yang menghasilkan limbah dalam volume yang sangat besar, limbah-limbah tersebut ternyata masih memiliki nilai kalor yang cukup tinggi yang pemanfaatannya akan menghasilkan bahan bakar yang bisa di pakai, salah satunya sebagai bahan bakar ketel uap untuk pembangkit tenaga. Pada dasarnya semua limbah pada pabrik pengolahan kayu dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kawasan pabrik tersebut yaitu sebagai bahan bakar ketel uap untuk memasok kebutuhan uap panas guna pembangkit listrik disamping itu juga untuk proses pengolahan kayu pada industri. Potongan-potongan kayu kecil atau dikenal dengan  nama Waste wood chips and barks (Sisa Kepingan dan kulit kayu) dipergunakan sebagai energi alternatif pengganti kepingan dan kulit kayu dan minyak bumi yang biasanya digunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).Proses pembakaran Sisa Kepingan dan kulit kayu menghasilkan uap yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, membutuhkan analisis pada nilai bahan bakar dan spesifikasi ketel uap, selanjutnya untuk menetukan proses pembakaran yang sempurna, dilakukan perhitungan kebutuhan jumlah udara pembakaran yang terdiri dari jumlah udara primer dan jumlah udara sekunder. Dart data bahan bakar dan setelah itu menganalisa proses pembakaran didalam ketel uap dengan menggunakan metode BTU.Dari hasil perhitungan proses pembakaran pada ketel uap (PLTU)  1 x 7 MW PT. Medco menunjukkan Carbon  (C) 34,47 %, Hydrogen (H2)  4,22 %, Sulfur (S) 0,06 %, Oksigen (O2) 30,75 %, Nitrogen (N2) 0,22 %, Water (H2O) 27,80 %,  Ash 2,48 % dan nilai kalor sebesar Hight Heating Value  (HHV) 9160,8 Btu/lb, Excess air  30% serta  komsumsi bahan bakar 16784 kg/jam. Laju aliran massa uap 35 ton atau 66150 lb/h dengan temperatur gas pembakaran yang diperoleh sebesar 1490oC dan temperatur adiabatik yang terbentuk didalam furnace yaitu sebesar 1075oC. kebutuhan udara primer adalah sebesar 43594,91 kg udara dan kebutuhan udara sekunder 18727,24 kg udara. energi kalor yang dimasukkan ke ketel uap dari hasil proses pembakaran 98,24 x 106 BTU/h  atau sebesar 28,77204 MW, kalor tersebut yang dimanfaatkan untuk proses perubahan fase fluida cairan didalam pipa air disepanjang dinding ketel hanya sebesar 83,038 x 106 BTU/h atau sebesar 24,31975425 MW. Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadi kehilangan energi sebesar 15,2020 x 106 BTU/h atau 4,452286 MW.
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS Daniel Parenden
MUSTEK Vol 1 No 3 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelumas merupakan sarana pokok dari mesin untuk dapat bekerja secara optimal, dan  memberikan pelumas yang salah dapat mengakibatkan mesin mengalami kerusakan.  Sedangkan Viskositas (Viscosity), adalah suatu angka yang menyatakan besarnya perlawanan/hambatan dari suatu bahan cair untuk mengalir atau ukuran besarnya tahanan geser dar ibahan cair.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap nilai viscositas dari masing-masing pelumas (meditran, castrol dan penzoil).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai viscositas dari masing – masing  minyak pelumas selalu menurun apabila temperatur dinaikkan. Viscositas minyak pelumas akan menurun apabila temperatur dinaikkan. Minyak pelumas merk Penzoil pada temperatur 280C (6,513 dyne.s/cm3) ke temperatur 1000C (1,065 dyne.s/cm3) terjadi penurunan sebesar 83.11%, untuk merk Meditran pada temperatur 280C (6,173 dyne.s/cm3) ke temperatur 1000C (1,039 dyne.s/cm3), penurunan sebesar 83.17 % dan untuk merk Castrol pada temperatur 280C (5,475 dyne.s/cm3) ke temperatur 1000C (1,034 dyne.s/cm3), penurunan sebesar   81.11%. Jadi hasil pengujian menunjukkan bahwa minyak pelumas merk Castrol lebih baik dari ketiga merk yang digunakan. 
PERENCANAAN COLD STORAGE PADA RUANG PALKA KAPAL IKAN ARUJAYA 30 GT Daniel Parenden
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Refrigerasisebagai proses pendinginan atau  produksi dan pemeliharaan tingkat suhu darisuatu bahan atau ruangan pada tingkat yang lebih rendah dari pada suhu lingkungan atau atmosfirsekitarnya dengan cara penyerapan atau pengambilan panas dari bahan atau ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan alternatif sistim pendingin udara pada kapalArujaya 30 GT, yang mengguna es batu sebagai pendingin, guna meningkatkan kapasitas muat padakapal tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa perencanaan Sistem Pendingin Udara diketahui bahwadengan sitem ini kapasitas muat pada ruang palka Kapal Arujaya menjadi lebih banyak dibandingkandengan menggunakan es batu sehingga pendapatan bertambah besar.
RANCANGAN MODEL TURBIN SAVONIUS SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK Daniel Parenden; ferdi H. Sumbung
MUSTEK Vol 2 No 3 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin angin merupakan suatu alat yang mampu mengubah energi angin menjadi energi mekanik dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik melalui generator. Turbin angin poros vertikal rotor tipe savonius mampu bekerja optimum pada kecepatan angin yang rendah. Secara umum turbin angin savonius hanya memanfaatkan drag force dari angin, sehingga semakin besar drag force, maka efisiensi turbin juga semakin besar.Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat turbin savonius sebagai pembangkit listrik serta menguji kinerja turbin savonius.Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan turbin angin savonius yang dibuat diperoleh bahwa pada kecepatan angin minimal (3,8 m/s) didapatkan daya output 1,6 Watt dan efisiensi  sebesar 18,8  % sedangkan pada kecepatan angin maksimumm  (5,4 m/s) didapatkan daya output 5,46  Watt dan efisiensi  sebesar 10,65  %
ANALISIS INSTALASI POMPA PEMADAM KEBAKARAN PADA KOMPLEKS TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK MERAUKE Agus Samsul Arifin; Peter Sahupala; Daniel Parenden
MUSTEK Vol 3 No 3 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari suatu instalasi pompadengan memperhitungkan total kerugian head serta ketersediaan daya pompa padakeseluruhan instalasi yang dihitung apakah akan terjadi kavitasi ataukah tidak, padaKompleks Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina Merauke. Adapun data-data yangdiambil adalah data reservoar, panjang pipa, sudut belokan pipa, diameter pipa dan datapompa serta gambaran instalasi yang ada. Pengolahan data dilakukan dengan metodeHazen-Williams. Data dianalisis melalui perhitungan head pompa untuk mendapatkanNPSH yang tersedia dan NPSH yang dibutuhkan.  Perhitungan Head Loses menunjukkan bahwa kecepatan air pada pipa akhiradalah sebesar 20,762 m/detik, kecepatan aliran air yang masuk ke pompa adalah2,9197m/detik, kapasitas debit 341,126 m3/jam sedangkan kapasitas yang terpasang adalahsebesar 340,687 m3/jam dengan kebutuhan daya sebesar 27,205 kW, sedangkan dayayang terpasang adalah sebesar 28 kW. Head Isap Positip Neto yang tersedia adalah 5,76m dan Head Isap Positip Neto yang diperlukan adalah 5,76 m, Head Total adalah sebesar72 m sedangkan Head maksimum pada pompa adalah sebesar 80 m sehingga dapatdinyatakan pompa bekerja dalam keadaan aman dan tanpa mengalami kavitasi.
TINJAUAN KEMAMPUAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN ALSINTAN (ALAT DAN MESIN PERTANIAN) MASYARAKAT PETANI Andriyono Andriyono; Andi Azizah; Daniel Parenden
MUSTEK Vol 8 No 1 (2019): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v8i1.2059

Abstract

Beberapa permasalahan perawatan dan perbaikan Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) di Kampung Matara adalah minimnya pengetahuan petani dalam ketrampilan dan penguasaan perawatan alsintan. Jauhnya jarak yang harus ditempuh petani apabila ada kerusakan pada Alsintan menyebabkan mahalnya biaya perbaikan. Tujuan kegiatan penelitian adalah ingin mengetahui seberapa besar kemapuan petani dalam memperbaiki Alsintan yang rusak dan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi petani di Kampung Matara tentang cara perawatan Alsintan. Sehingga petani dapat melakukan perawatan pada Alsintan yang mereka miliki. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan tahapan dari observasi, wawancara (petani dan ketua kelompok tani), pelatihan secara teori serta langsung mempraktekkan teknik perawatan dan perbaikan pada Alsintan milik petani yang ada. Hasil penelitian di Kampung Matara terdapat oleh 2 kelompok Tani, antara lain; 1). Kelompok Tani Mayo 1, dan 2). Kelompok Tani Mayo 2 dengan jumlah peserta sebanyak 8 orang operator Alsintan (4 orang Kelompok Tani Mayo 1 dan 4 orang Kelompok Tani Mayo 2), 1 teknisi, 1 teknisi merangkap mahasiswa dan dalam penelitian melibatkan 3 orang mahasiswa jurusan teknik mesin Universitas Musamus. Dari hasil observasi dan wawancara diketahui hampir semua peserta belum terlalu mengetaui masalah perawatan dan perbaikan Alsintan, setelah yang pelatihan penguasaan materi oleh peserta pelatihan meningkat. Sedangkan Alsintan dari kelompok tani yang rusak dapat diperbaiki dan dioperasikannya. Alat-alat yang rusak baik rusak ringan, rusak sedang maupun yang rusak berat serta dapat digunakan secara langsung untuk menggarap sawah pada musim gaduhan.