Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Penyimpanan ASI Dilengkapi Indikator Kadaluarsa Berbasis Arduino Uno Alyah, Risnawaty; Fatimang, St. Fatimang
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 2 No. 2 (2021): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v2i2.224

Abstract

Breast milk storage is a tool used to store breast milk by cooling it using a certain temperature. Its function is to maintain the durability of breast milk so that the content in breast milk remains stable. Breast milk heater is a device that is used to warm breast milk by heating it to the temperature of the human body in general. Its function is to warm breast milk when it is cooled. Breast milk storage has a storage time of 24 hours with a temperature of 15°C, while the heating process uses a temperature of 37°C according to the temperature of the human body in general. In this research, the module uses the LM35 sensor as a hot room temperature sensor and a cold room temperature sensor. The temperature measurement detected by the LM35 is measured using a thermometer. The temperature data was taken 6 times. Based on the results of the analysis of measurements on breast milk storage at a temperature of 15°C, it has a standard deviation of 0.148, an error of 1.33% and an uncertainty of 0.013. And the results of the measurement analysis on heating breast milk with a temperature of 37°C have a standard deviation of 0.034, an error of -0.27% and an uncertainty of 0.06.
Rancang Bangun Timbangan Otomatis Granula Obat Yang Dilengkapi Chamber Berbasis Arduino Uno Hasmah, Hasmah; Alyah, Risnawaty; Umar, Usman; Fatimang, Sitti; Dandi, LD Muh
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2023): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v4i1.328

Abstract

The terms granule and granulation are familiar terms in the pharmaceutical field. Granulation activities cannot be separated from the weighing process. Granules are lumps of smaller particles with an uneven shape that become like a single larger particle. In general, pharmacists still use analytical balances to weigh. Weighing using an analytical balance tends to be inefficient because it takes a long time. In this study, a weighing system was designed with the function of automatically weighing drug granules and equipped with a container to accommodate the granules so that there is no need to manually load the granules onto the scales. The purpose of designing this tool is to make it easier for pharmacists to weigh drugs during granulation and make drug preparations. The design of this tool uses a load cell sensor, a servo motor to open and close the flow rate of drug granules from the container automatically, and a DC motor to help accelerate the flow rate of drug granules to the container, which is detected by the load cell sensor. Implementation of the results of this study can be used by laboratory personnel to weigh chemical substances in the form of powders and pharmacists to make it easier to weigh medicine granules. The results of the readings from the automatic weighing device are compared with the results from digital scales, which show an average deviation of 40%.
DETEKSI CAIRAN INFUS MELALUI SMS BERBASIS MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO Alyah, Risnawaty
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, oktober 2017
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.853 KB) | DOI: 10.24252/instek.v2i2.4020

Abstract

 Infus disebut juga dengan Intravenous Fluid Drops (IVFD), diartikan sebagai jalur masuk cairan melalui pembuluh vena. namun pada kenyataannya cairan infus meiliki jenis yang macam – macam, sehingga tidak serta merta dikatan bahwa infus adalah makanan pengganti bagi orang sakit.Alat infus yang khususnya sering digunakan pada pasien ruang rawat inap masih menggunakan sistem pemantauan secara manual dan bisa saja perawat atau keluarga pasien yang mengawasi pasien tidak memperhatikan tetesan cairan infus karna sedang tidur, terutama apabila pada jam–jam istirahat pada malam hari alat infus ini terkadang tidak terpantau jika suatu waktu alat infus ini berhenti menetes. Penelitian ini mengajukan suatu gagasan untuk medeteksi   tetesan infus dengan sistem informasi melalui SMS yang akan dikirim ke perawat yang berada di ruangan perawat maupun di ruangan lainnya, perawat dapat mengetahui lebih cepat kondisi cairan infus setiap pasien di ruangan perawatan. Metodologi  penelitian ini melakukan study literatur, dan merancang  alat yang dapat bekerja secara automatis dengan menggunakan modul GSM. Serta sistem kontrol menggunakan  Arduino Uno. Hasil yang diperoleh setelah  dilakukan pengujian waktu pengiriman SMS ke perawat dengan kesalahan 3% dari waktu pengiriman sms dari modul gsm yang diprogram pada SIM800L ke handpone operator selama 8 detik. Sehingga alat ini layak untuk digunakan pada ruang, ICU.dan ruangan Perawatan lainnya. Kata kunci : Mikrokontroler arduino uno, sensor photodiode, dan SMS.
PEMANTAUAN HEMOGLOBIN DARAH DENGAN NON-INVASIVE MENGGUNAKAN SENSOR NEAR INFRARED LED IR 940NM UMAR, USMAN; ALYAH, RISNAWATY
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 5 No 1 (2020): APRIL
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.142 KB) | DOI: 10.24252/instek.v5i1.13690

Abstract

Kandungan hemoglobin umumnya digunakan dalam analisis klinis dalam mendiagnosis anemia, mengidentifikasi perdarahan, dan mengelola transfusi sel darah merah.. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur hemoglobin darah sistem noninvasif. Sistem noninvasif ini menggunakan sensor Near Infrared (NIR) dengan LED dan Photodiodes dengan panjang gelombang 940 nm. Metode pengembangan alat ini dengan tahapan, antara lain, persiapan pembuatan alat dengan melakukan studi literatur menghasilkan model dan pembuatan alat serta alat pengujian. dengan membandingkan teknik invasif dan non-invasif. Hasil penelitian ini menghasilkan alat ukur hemoglobin yang sederhana, mudah digunakan dan tanpa mengambil sampel darah untuk secara rutin mengukur hemoglobin dengan biaya rendah. Analisis hasil pegujian dengan menggunakan analysis varian dan uji-t yang menunjukkan bahwa alat yang didesain dapat digunakan untuk memantau hemoglobin darah...Kata Kunci:  Hemoglobin, Invasive .non-invasive, Sensor, ANOVA