Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Occurrence of Nutritional Status Problems (Stunting) in Cities and Villages in Children in Kediri Maria Yusiana; Sandy Kurniajati; Srinalesti Mahanani; Dewi Ika Sari HP
Journal of Ners and Midwifery Vol 8 No 3 (2021)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v8i3.ART.p348-354

Abstract

The current trend of maternal and child health problems is stunting. Health development 2015-2019 is focused on decreased in maternal and infant mortality, a decreased in the prevalence of short toddler (Stunting). The purpose of the study was compared stunting in the cities and village to children in Kediri. The research method used a comparative observation with the population of children in the City of Bangsal Kediri and Dusun Bulakdawung, Parang Kediri Village, with a sample of 49 children. Sampling using Nutritional Status based on BB/U and TB/U. Data was collected by observing spring and microtoise scales. The analysis used is Mann-Whitney. Nutritional status based on BB/U nutritional problems in the city 13.8% and in the village 5%, nutritional problems TB/U (stunting) in the city 3.4% and in the village 10%. Comparison of nutritional status based on BB/U p = 0.34 and TB/U p = 0.362 there is not significant. The main factor in nutritional problems is that the nutrients consumed are not appropriate, both in quality and quantity.The community in Parang Banyakan Village, Kediri is a mountainous community, the dominant vegetable protein rather than animal. Secondary factors of insufficient nutrition are caused by disruptions in the utilization of nutrients. In Kediri City Ward, children's malnutrition problems are not always caused by inadequate nutritional intake, child health factors such as disorders in children that cause nutrition cannot be absorbed by the body, and children experience the frequency of recurrent infections, so the child's nutrition is not for growth and development but to fight infection.
PENINGKATAN KESEHATAN PADA LANSIA MELALUI SKRINING RESIKO JATUH PADA LANSIA DI GTDI TETES EMBUN PARON KEDIRI Sandy Kurniajati; Mariana Puspita
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/4wa2e236

Abstract

Lansia yang kurang memperhatikan kemampuan fisiknya yang telah mengalami penurunan keseimbangan, penurunan otot tungkai bawah, penurunan penglihatan dan pendengaran, sehingga akan sangat berisiko jatuh. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada Minggu pukul 08.00-10.30 WIB bertempat di GTDI Tetes Embun Desa Paron Kab. Kediri. Pelaksana PKM terdiri 2 dosen dan 8 mahasiswa serta tim pelayanan kesehatan dari eXBM Kediri. Tahapan pelaksanaan dimulai dari pendaftaran, skrining resiko jatuh, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, pengobatan dan penyuluhan serta pemberian makanan tambahan. Sasaran yang diperiksa sejumlah 57 lansia. Hasil kegiatan PKM didapatkan bahwa lansia memiliki resiko jatuh yang tinggi, hasil skrining pada lansia didapatkan resiko jatuh berdasarkan faktor intrinsik 22,8%, faktor ekstrinsik 22,8%, dan faktor situasional 68,4%. Lansia mengalami hipertensi lebih dari 50% (61,4%), Asam urat (38,8%), Diabetes Milletus  (8,8%). Disimpulkan PKM peningkatan derajat kesehatan pada lansia di GTDI Tetes Embun Paron Kediri diperoleh hasil skrining resiko jatuh meliputi resiko faktor intrinsik, faktor ekstrinsik, dan faktor situasional yang tinggi pada lansia dengan temuan kasus hipertensi yang utama dan asam urat serta diabetes milletus. Pendidikan kesehatan melalui skrining ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lansia untuk mencegah jatuh dan komplikasinya.