Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KINERJA KARYAWAN BERBASIS KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Tin Isnaini; Heru Sulistyo
Jurnal Ekonomi dan Bisnis 2011: EKOBIS (Vol.12 No.1 2011)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Islam Sutan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ekobis.12.1.106-121

Abstract

The objective of this study is to analize and examine the optimalitation of transformational leadership and its influence on employee performance with employee’s affective commitment, continuans commitment, normative commitment and employee’s creativity variable as intervening variable at Bappeda Kabupaten Jepara. Respondents of this study are all employeesof Bappeda Kabupaten Jepara as many as 50 people, by sampling random sampling methods.With the analytical techniques by using Partial Least Square (PLS).Based on the analysis and discussion in this study obtained a general conclusion that the positive effect of transformational leadership on affective commitment, normative commitment, continuans commitment, and creativity of employees significantly. And affective commitment, normative commitment and commitment kontinuans, and employee creativity positively affected performance significantly.Keyword: transformational leadership, affective commitment, normative commitment, continuans commitment, creativity, performance.
Peran Ukuran Perusahaan Dalam Memoderasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Financial Distress Febrianti Nur Khikmah; Heru Sulistyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5830

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakstabilan ekonomi pasca-pandemi yang meningkatkan risiko financial distress pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh likuiditas terhadap financial distress dan peran moderasi ukuran perusahaan pada 46 perusahaan manufaktur BEI periode 2023-2024. Jenis penelitian kuantitatif explanatory menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan Moderated Regression Analysis (MRA). Populasi penelitian seluruh perusahaan manufaktur di BEI dengan sampel purposive berdasarkan kriteria keuangan dan risiko distress. Data sekunder diolah menggunakan SmartPLS 4.0 dan SPSS 26 dengan validasi model melalui bootstrapping. Hasil menunjukkan likuiditas berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Ukuran perusahaan juga berperan sebagai moderator yang memperlemah hubungan antara likuiditas dan financial distress, menandakan perusahaan besar lebih tahan tekanan keuangan. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan likuiditas harus disesuaikan dengan ukuran perusahaan untuk memitigasi risiko financial distress. Temuan ini memberikan panduan bagi manajer dan investor dalam pengambilan keputusan keuangan.
Analisis Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional dan Komite Audit Pada Kinerja Keuangan yang Dimoderasi oleh Non-Performing Loan pada Perbankan Syariah Dina Ameylia; Heru Sulistyo
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3186

Abstract

Kajian ini menginvestigasi bagaimana kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan komite audit memengaruhi kinerja keuangan bank syariah yang tercatat di BEI pada periode 2022–2024. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan agar hubungan antarvariabel dapat ditafsirkan secara terukur. Data sekunder berasal dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Analisis dilakukan melalui SmartPLS dengan tahapan uji outer model, inner model, serta bootstrapping. Temuan menunjukkan bahwa seluruh variabel kepemilikan dan tata kelola menghasilkan kontribusi positif dan signifikan. Kondisi ini menegaskan bahwa keselarasan kepentingan antara pemegang saham dan manajemen serta pengawasan komite audit yang efektif mampu mendorong peningkatan kinerja keuangan. Pada sisi lain, variabel Non-Performing Loan (NPL) tidak terbukti memoderasi hubungan antara variabel kepemilikan atau mekanisme audit dengan kinerja keuangan. Ketidakmampuan moderasi ini mengindikasikan bahwa risiko pembiayaan bermasalah tidak menjadi faktor yang mengubah kekuatan atau arah hubungan tersebut dalam periode penelitian. Rekomendasi berfokus pada penguatan struktur kepemilikan dan peningkatan efektivitas komite audit sebagai strategi untuk menjaga kinerja. Selain itu, bank syariah perlu mengendalikan rasio NPL secara lebih disiplin agar kualitas aset tetap terjaga.
Peran Work Life Balance Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Psychological Well-Being Sebagai Variabel Intervening pada Kanwil Kemenag Provinsi Jateng Regitasari Setyaning Uttami; Heru Sulistyo
eCo-Fin Vol. 7 No. 2 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i2.2433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance terhadap kinerja karyawan, dengan psychological well-being sebagai variabel mediasi pada Kanwil Kemenag Provinsi Jateng. Adanya perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis ini menuntut setiap organisasi, termasuk instansi pemerintah untuk memastikan kinerja yang optimal dari setiap karyawannya. Sehingga diperlukannya pengelolaan sumber daya manusia yang bertujuan untuk menyeimbangkan antara kepentingan karyawan dan kemampuan organisasi. Dan manajemen sumber daya manusia ini juga dapat berguna untuk memaksimalkan kinerja karyawan. Populasi di penelitian ini yaitu pegawai di Kanwil Kemenag Agama Provinsi Jateng, Semarang. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 120 responden sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui penyebaran Kuesioner. Analisis data dilakukan Smart PLS 4.0, melalui tahapan pengujian Outer Model, Inner Model, serta pengujian Hipotesis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya nilai R2 untuk kinerja karyawan sebesar 0,67 dengan pengaruh langsung tidak langsung yang signifikan (p < 0,000). Jadi, dapat disimpulkan jika Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan kepada Kinerja Karyawan, Work Life Balace berpengaruh terhadap Psychological Well-being, Psychological Well-being mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Psychological well-being dapat memediasi antara Work Life Balance dan Kinerja Karyawan.
Peran E-WOM, Label Halal, Store Atmosphere Dalam Meningkatkan Minat Beli Ulang Mie Gacoan di Semarang Dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Moderasi Asri Widhari Setyowati; Heru Sulistyo; Diah Ayu Kusumawati
eCo-Fin Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i3.2889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari eWOM, Label Halal, dan Store Atmosphere terhadap kemungkinan pelanggan membeli kembali produk, dengan kepuasan konsumen berperan sebagai faktor moderasi di kalangan konsumen Mie Gacoan di Semarang. Motivasi di balik penelitian ini berasal dari meningkatnya popularitas budaya makanan dan persaingan yang semakin ketat di industri makanan cepat saji, terutama di sektor mie. Metodologi kuantitatif diterapkan, dengan sampling terarah terhadap 100 peserta, sementara data dianalisis melalui regresi linier berganda dan uji Sobel. Temuan menunjukkan bahwa Label Halal, Store Atmosphere, dan Kepuasan Konsumen secara signifikan dan positif mempengaruhi Niat Membeli Kembali, sedangkan eWOM menunjukkan efek positif namun tidak signifikan secara statistik. Selain itu, Kepuasan Konsumen diidentifikasi sebagai moderator dalam hubungan antara Label Halal dan Store Atmosphere dengan Niat Pembelian Ulang, tetapi tidak untuk hubungan antara eWOM dan Niat Pembelian Ulang. Hasil ini menyoroti pentingnya kualitas layanan, suasana makan, dan sertifikasi halal dalam membangun loyalitas pelanggan. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pemilik usaha kuliner dalam mengembangkan strategi pemasaran yang memprioritaskan kepuasan konsumen dan mendorong pembelian ulang.
Increasing Impulsive Buying Through Sales Promotions Among TikTok Shopee Users (A Case Study on TikTok Shopee E-Commerce) Anita Anggraini Manurung; Heru Sulistyo
eCo-Fin Vol. 8 No. 1 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i1.3645

Abstract

This study aims to examine the effect of sales promotion on impulsive buying among TikTok Shop users, with shopping motivation as a moderating variable. The rapid growth of social commerce has encouraged businesses to intensively use sales promotions such as discounts, free shipping, and flash sales, which can trigger unplanned purchasing behaviour. This research employs a quantitative approach using a survey method conducted on TikTok Shop users who have previously made purchases. The sample was selected through purposive sampling, and the data were analysed using the Partial Least Square (PLS) method with the assistance of SmartPLS software. The results indicate that sales promotion has a positive and significant effect on impulsive buying. Furthermore, shopping motivation is proven to moderate the relationship between sales promotion and impulsive buying, strengthening the impact of promotional activities on consumers with higher shopping motivation. This study contributes to consumer behaviour literature and provides practical insights for businesses in designing effective promotional strategies on TikTok Shop.
Peningkatan Perilaku Konsumtif Melalui Financial Literacy Pada Generasi Z di Semarang Salsabila; Heru Sulistyo
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3224

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi efek literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif Generasi Z di Kota Semarang, dengan teknologi keuangan (FinTech) dijadikan sebagai variabel moderasi. Fenomena meningkatnya perilaku konsumtif di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital dijadikan sebagai latar belakang penelitian. Tingkat literasi keuangan yang masih rendah dan intensitas penggunaan FinTech yang tinggi diduga menjadi faktor pendorong perilaku konsumtif berlebihan di kalangan Generasi Z. Pendekatan kuantitatif dengan metode verifikatif diterapkan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri atas Generasi Z di Kota Semarang yang telah memiliki penghasilan serta menggunakan layanan FinTech secara aktif. Sebanyak 265 responden diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) untuk menilai efek langsung dan efek moderasi antar variabel. Berdasarkan hasil analisis, literasi keuangan ditemukan berefek negatif signifikan terhadap perilaku konsumtif, sedangkan teknologi keuangan berefek positif signifikan terhadap perilaku tersebut. Selain itu, teknologi keuangan terbukti memoderasi hubungan keduanya, di mana penggunaan FinTech secara bijak mampu menekan kecenderungan konsumtif. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan dan edukasi penggunaan FinTech secara bertanggung jawab diperlukan untuk membentuk perilaku keuangan Generasi Z yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Peningkatan Perilaku Konsumtif Melalui Financial Literacy pada Generasi Z di Semarang Salsabila Salsabila; Heru Sulistyo
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3299

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi efek literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif Generasi Z di Kota Semarang, dengan teknologi keuangan (FinTech) dijadikan sebagai variabel moderasi. Fenomena meningkatnya perilaku konsumtif di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital dijadikan sebagai latar belakang penelitian. Tingkat literasi keuangan yang masih rendah dan intensitas penggunaan FinTech yang tinggi diduga menjadi faktor pendorong perilaku konsumtif berlebihan di kalangan Generasi Z. Pendekatan kuantitatif dengan metode verifikatif diterapkan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri atas Generasi Z di Kota Semarang yang telah memiliki penghasilan serta menggunakan layanan FinTech secara aktif. Sebanyak 265 responden diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) untuk menilai efek langsung dan efek moderasi antar variabel. Berdasarkan hasil analisis, literasi keuangan ditemukan berefek negatif signifikan terhadap perilaku konsumtif, sedangkan teknologi keuangan berefek positif signifikan terhadap perilaku tersebut. Selain itu, teknologi keuangan terbukti memoderasi hubungan keduanya, di mana penggunaan FinTech secara bijak mampu menekan kecenderungan konsumtif. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan dan edukasi penggunaan FinTech secara bertanggung jawab diperlukan untuk membentuk perilaku keuangan Generasi Z yang lebih sehat dan berkelanjutan
Peran E-WOM, Product Design dalam Meningkatkan Brand Image dan Repurchase Intantion Pada Produk Iphone di Semarang Lailatu Rohmah; Heru Sulistyo
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan desain produk terhadap brand image serta dampaknya pada repurchase intention konsumen iPhone di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Sampel penelitian terdiri dari pengguna iPhone di Semarang yang pernah melakukan pembelian dan berpotensi melakukan pembelian ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-WOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image serta repurchase intention. Desain produk juga ditemukan memiliki pengaruh positif terhadap brand image dan repurchase intention. Selanjutnya, brand image berperan sebagai variabel penting yang memperkuat hubungan antara E-WOM, desain produk, dan niat beli ulang. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran digital serta mengoptimalkan kualitas desain produk untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.