Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi IoT Pada Budidaya Ikan Di Kel. Limus Nunggal, Cileungsi, Bogor Dwi Yulianti, Susana; Malik Matin, Iik Muhamad; Iswara, Ratna Widya; Arnaldy, Defiana; Oktivasari, Prihatin; Suhandana, Ariawan Andi; Hermawan, Indra; Zain, Ayu Rosyida; Wirawan, Chandra
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i3.212

Abstract

Program perikanan di KRL Kampoeng Berseri merupakan inisiatif pemanfaatan lahan untuk memberikan nilai ekonomi. Namun, keterbatasan pengetahuan dalam pengelolaan perikanan menjadi kendala utama, terutama dalam pengontrolan kualitas air kolam yang masih dilakukan secara manual dan tanpa standar. Pengontrolan ini mencakup parameter penting seperti kandungan air, pH, oksigen terlarut, amonia, dan kecerahan. Kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan ikan dan menyebabkan produksi yang tidak optimal. Untuk menjawab permasalahan di KRL Kampoeng Berseri, Desa Limus Nunggal, Kec. Cileungsi, Kabupaten Bogor, diusulkan penerapan teknologi IoT sebagai sistem kontrol kualitas air dalam budidaya ikan nila. Teknologi IoT memungkinkan pemantauan parameter kualitas air secara otomatis, seperti pH, oksigen terlarut, amonia, dan kecerahan, guna menciptakan lingkungan budidaya yang optimal. Implementasi IoT ini merupakan langkah awal dari pengabdian masyarakat pada tahun pertama, sebagai upaya mengatasi permasalahan prioritas agar kegiatan pengabdian dapat terus dikembangkan di masa mendatang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman peserta terhadap teknologi IoT. Berdasarkan hasil kuesioner mengenai tingkat kepuasan mitra, 57,1% peserta menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan seminar dan workshop. Selain itu, 66,7% responden menyatakan bahwa perangkat IoT yang diperkenalkan sangat membantu dalam proses budidaya ikan, menunjukkan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan kolam ikan di KRL Kampoeng Berseri.
A Novel Approach for Bali Cattle Classification: Integrating the Fuzzy Inference System with Certainty Factor and Morphometric Parameters Arnaldy, Defiana; Seminar, Kudang Boro; Neyman, Shelvie Nidya; Sukoco, Heru; Muladno, -
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 4 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.4.3218

Abstract

Enhancing the productivity and quality of Balinese cattle is a crucial goal for improving livestock management practices in Indonesia. Traditional evaluation methods used by farmers are often subjective and inconsistent, leading to inaccuracies in cattle classification and limiting the effectiveness of breeding and selection processes. To address these challenges, this study proposes a Fuzzy Inference System with Certainty Factor (FIS-CF) to improve cattle classification by providing more objective and reliable grading criteria. The model utilizes key physical parameters, including shoulder height, body length, and chest circumference, as input features to categorize cattle into three quality classes. A diverse dataset was collected from the People's Animal Husbandry School (SPR) and various farms across Indonesia to evaluate the model's performance. The FIS-CF model achieved a classification accuracy of 95.93% and a balanced accuracy of 96.20%, outperforming traditional methods that rely on subjective assessment. These results demonstrate that the proposed model provides a consistent, scalable, and data-driven solution for livestock classification, helping farmers make more informed decisions in cattle selection and breeding. Additionally, the model addresses key limitations of current practices by reducing reliance on manual evaluations, which often vary between assessors. The findings highlight the potential for wider adoption of the FIS-CF model across the livestock sector to improve productivity and streamline herd management processes. Future research will aim to refine the model further by incorporating additional parameters, such as age and weight, and expanding its validation to larger datasets covering different cattle breeds and farming environments to ensure broader applicability in sustainable livestock management.
Implementasi Network Monitoring System Nagios dengan Event Handler dan Notifikasi Telegram Messenger Habibullah, Tubagus; Arnaldy, Defiana
MULTINETICS Vol. 2 No. 1 (2016): MULTINETICS Mei (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v2i1.1042

Abstract

Jaringan komputer sekarang ini sudah seperti sebuah kebutuhan, sehingga diperlukan adanya pemeliharaan dan kontrol teratur untuk menjamin agar jaringan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu diperlukan sebuah fasilitas pendukung yaitu network monitoring system agar network administrator dapat memonitor suatu perangkat ataupun service pada suatu jaringan meskipun tidak di depan komputer secara langsung. Nagios merupakan salah satu aplikasi open source untuk network monitoring dan memiliki banyak fitur seperti monitoring, notifikasi alert, report, Event Handler dan lain-lain. Dalam penelitian ini diimplementasikan network monitoring system menggunakan Nagios dengan Event Handler dan notifikasi Telegram Messenger yang dapat melakukan monitoring perangkat dan services pada jaringan, dapat mengirimkan notifikasi melalui Telegram Messenger jika host atau service mengalami gangguan, serta dapat melakukan restart terhadap service yang gagal fungsi secara otomatis. Pengujian sistem dilakukan dengan menguji fungsionalitas kinerja sistem Nagios. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa Nagios dapat mendeteksi perubahan status dengan selang waktu interval 5 menit untuk hosts dan 10 menit untuk services, notifikasi alert dapat terkirim kepada Group Telegram dengan selang waktu rata-rata 5-10 menit setelah Nagios mendeteksi adanya perubahan status down/recovery, dan Event Handler dapat melakukan restart terhadap services yang gagal fungsi dengan rata-rata waktu aksi 2 menit. Hal ini membuktikan bahwa Nagios dapat memonitoring perangkat dan services pada jaringan dengan baik sesuai dengan konfigurasi yang telah dilakukan.
Analisis Penyambungan Kabel Fiber Optik Akses dengan Kabel Fiber Optik Backbone pada Indosat Area Jabodetabek Hanif, Irfan; Arnaldy, Defiana
MULTINETICS Vol. 3 No. 2 (2017): MULTINETICS Nopember (2017)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v3i2.1131

Abstract

Fiber optik (FO) adalah kabel berbahan serat optik yang menggunakan cahaya sebagai media transmisinya untuk mengirim data. FO terkenal akan kecepatannya dalam mentransmisikan data. Selain itu, FO memiliki bandwidth yang besar dan redaman yang kecil. Sehingga tidak heran jika FO sering menjadi unggulan oleh banyak provider, salah satunya Indosat. Dari semua kuntungan yang didapat dari FO terdapat beberapa kendala dan juga kekurangan dalam penggunaan FO. Salah satunya adalah kabel FO lebih rapuh dari jenis media transmisi yang lain, sehingga membuat redaman FO menjadi tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan kabel FO memiliki redaman tinggi. Dan masalah yang sering ditemui diantaranya adalah kabel tertekuk (bending), disusul port dan konektor yang kurang bagus atau kotor, lalu sambungan FO yang kurang bagus. Untuk masalah sambungan yang kurang bagus, hal ini biasa terjadi pada proses pembuatan jalur baru atau penyambungan kabel FO backbone. Maka dari itu, untuk mencegah hal tersebut ada beberapa cara yang perlu dilakukan
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DI BANK SAMPAH KAMPUNG RAMAH LINGKUNGAN KAMPOENG BERSERI, KECAMATAN CILEUNGSI, KABUPATEN BOGOR Matin, Iik Muhamad Malik; Iswara, Ratna Widya; Kadarwati, Dinda; Oktivasari, Prihatin; Zain, Ayu Rosyida; Agustin, Maria; Arnaldy, Defiana; Hermawan, Indra
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1285

Abstract

Program bank sampah di KRL Kampoeng Berseri merupakan upaya pemanfaatan sampah sebagai nilai ekonomi. Namun pengelolaan tabungan yang masih dilakukan secara manual sehingga petugas dirasa sulit ketika warga tidak membawa catatan. Akibatnya, tabungan yang terkumpul diambil saat itu juga sehingga warga disekitar kurang mendapatkan manfaat. Hal ini menyebabkan antusias nasabah bank sampah di Kampoeng Berseri menurun sehingga program bank sampah tidak berjalan secara optimal. sehingga perlu diterapkan teknologi informasi. Untuk itu, diterapkan teknologi informasi untuk pengelolaan tabungan sampah dan memberikan pelatihan teknologi informasi pengelolaan tabungan sampah pada pengurus bank sampah sebagai pengelola dan warga lingkungan KRL Kampoeng Berseri. Kegiatan Pengabdian ini dimulai dari persiapan dengan identifikasi masalah, menentukan solusi dan pengembangan aplikasi. Kemudian pelaksanaan yang teridri dari hibah dan pelatihan pada mengurus bank Sampah dan warga sekitar desa Limus Nunggal. Terakhir, evaluasi untuk mengukur hasil kegiatan pengabdian masyakarat. Berdasarkan hasil survei menunjukan pelaksanaan pengabdian dapat menigkatkan ketertarikan warga dalam menggunakan aplikasi. Selain itu warga juga menyatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki manfaat yang baik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan setuju untuk melanjutkan program pengabdian ini dimasa yang akan dating. Program pengabdian masyarakat berhasil memperbaiki pengelolaan tabungan sampah dengan teknologi informasi dan meningkatkan partisipasi serta dukungan warga untuk program tersebut.
Design of Livestream Video System and Classification of Rice Disease Agustin, Maria; Hermawan, Indra; Arnaldy, Defiana; Muharram, Asep Taufik; Warsuta, Bambang
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.7.1.1336

Abstract

One of the agricultural products which is an important aspect of the life of Indonesian people is rice. Rice disease has a devastating effect on rice production, while detecting rice diseases in real-time is still difficult. Therefore, this study designed a Livestream video system that is equipped with a rice disease Classification system. The Livestream system utilizes 4G network communication and is assisted by the WebSocket protocol to communicate in real-time and for the rice disease Classification system using YOLO algorithm. In addition, Livestream uses the raspberry pi camera V2 to take video stream data. In analyzing the performance of the Livestream system, four tests were carried out, namely: functionality test, connectivity test, classification performance test, and implementation performance test. The test was carried out using the wireshark and conky tools, while the classification training used 5447 images from the Huy Minh do dataset that he provided on the Kaggle website. The results show that all programs run well and get a good QoS value according to the index of the parameter results, it is also found that sending non-base64 can reduce the size of the data to approximately 200,000 bytes/s and the performance of the classification system is good because it has an average accuracy of 80% even though it is quite burdening the raspberry pi. This system can still be optimized and developed further to support research in the field of data transmission and the performance of machine learning in a microcontroller.