Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Uji Karakteristik Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dengan Variasi Karbopol dan HPMC Nurlely Nurlely; Aulia Rahmah; Prima Happy Ratnapuri; Valentina Meta Srikartika; Khoerul Anwar
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i2.9346

Abstract

Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L) mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, antrakuinon, glikosida dan terpenoid yang secara empiris digunakan sebagai obat luka. Gel merupakan sediaan farmasi yang lebih mudah diaplikasikan secara topical, tidak berminyak dan mudah untuk dibersihkan untuk menyembuhkan luka yang menggunakan gelling agent HPMC dan Karbopol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi HPMC dan karbopol terhadap karakteristik fisik sediaan gel ekstrak etanol daun kirinyuh (C. odorata). Sediaan gel dibuat dengan menggunakan ekstrak etanol daun kirinyuh 0,5% dan gelling agent HPMC dan karbopol dengan variasi konsentrasi dalam 3 formula serta bahan tambahan gel lainnya. Perbandingan HPMC dan karbopol untuk formula 1,2 dan 3 berturut-turut adalah : 70%:30% ; 50%:50% dan 30%:70%. Setelah itu dilakukan uji karakteristik fisik yaitu organoleptis, homegenitas, daya sebar, daya lengket, viskositas dan pH untuk ketiga formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel pada ketiga formula adalah berwarna hijau olive, berbau khas, konsistensi kental hingga sangat kental, homogen, daya sebar : 5,8-8,6 cm, daya lekat; 2,19-6,76 detik, viskositas: 3600-18000 cps dan pH: 5,1 – 5,88. Pada formula 1 dihasilkan daya sebar dan daya lekat yang belum memenuhi persyaratan sediaan gel yang baik sedangkan formula 2 dan 3 telah memenuhi semua persyaratan pada hasil uji karakteristik fisik sediaan gel. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa HPMC dan Karbopol memberikan pengaruh terhadap karakteristik sediaan gel ekstrak etanol daun kirinyuh (C. odorata). Kata Kunci: Kirinyuh, Gel, Karakteristik Fisik         Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L) containing alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, anthraquinone, glicoside and terpenoid possess an activity as wound healing empirically. Gel is one of pharmaceutical preparations containing HPMC and Carbopol as gelling agents. It is also cosmetically acceptable, tends to be drying easily, and can be easily removed from the skin. This research aimed to determine the effect of gel of ethanol extract of Kirinyuh leaves (C. odorata) contained various concentrations of gelling agent of HPMC and Carbopol in 3 formulas. Gel was formulated with 0.5% ethanol extract of Kirinyuh leaves (C. odorata) and used variation concentration of gelling agent of HPMC and Carbopol in formula 1, 2 and 3 of 70%:30% ; 50%:50% and 30%:70% respectively. Physical characteristics of gel included organoleptic, homogeneity, spreadability, adhesion, viscosity and pH value were analysed for all formulas. All prepared gels were acceptable in organoleptic tests, homogeneity test, speadibility : 5,8-8,6 cm, adhesion: 2. 19-6.76 sec, viscosity: 3600-18000 cps and pH: 5.1 – 5.88. Spreadibility and adhesion in Formula 1 did not meet al..l of the requirements for good gel formulations while Formula 2 and 3 have met al..l of the requirements. Therefore, it can be concluded that HPMC and Carbopol possess an effect on the physical characteristics of gel of ethanol extract of kirinyuh leaves (C. odorata)
Kesesuaian Penggunaan Obat di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Banjarbaru Tahun 2019 Ditinjau dari Indikator Peresepan Menurut WHO Herningtyas Nautika Lingga; Oktaviani Nadia Aulia; Prima Happy Ratnapuri; Jingga Septiandy
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.15491

Abstract

Penggunaan obat rasional sangat penting dalam mendukung ketercapaian kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Ketidakrasionalan penggunaan obat berdampak buruk dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan obat di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Banjarbaru dilihat dari indikator peresepan World Health Organization. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan adalah resep pasien rawat jalan tahun 2019 sebanyak 195 sampel. Hasil dari penelitian ini secara berturut-turut yaitu rata-rata item obat perlembar resep 2,3; persentase peresepan antibiotik 21.02%; persentase penggunaan obat sesuai formularium 82,81%; persentase peresepan obat generik 89,50%; persentase peresepan sediaan injeksi 0%. Kesimpulannya terdapat 3 indikator yang sesuai dengan indikator WHO yaitu persentase peresepan obat generik, persentase persepan antibiotik dan persentase peresepan sediaan injeksi. Kata Kunci: Indikator Peresepan, Indikator WHO 1993, Penggunaan Obat, Puskesmas, Rasionalitas   Rational drug use is very important to achieve quality of life and better public welfare and provide benefits to society from an economic perspective. Irrational drugs use can raise a danger such as unwanted reaction. This study aimed to describe drugs use at Cempaka primary healthcare Banjarbaru based on  prescribing indicators by WHO. This study was observational with descriptive design. Data collection was conducted retrospectively. Sample of this study was outpatient prescription in 2019 as much as 195. Results of this study showed that average number of drugs per encounter was 2,3; percentage of antibiotics was 21,02%; percentage of drugs prescribed from essential drugs list was 82,81%; percentage of using generic drugs was 89,50%, percentage of injection was 0%. In conclusion, 3 indicators were obtained in accordance with the WHO indicator, namely the percentage of using generic drugs, percentage of antibiotic and percentage of injection.