Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

RANGCAN BANGUN MENJADI GURU YANG MERDEKA Samsul Bahri; Zainuddin Zainuddin; Hasan Basri; Halimatun Sakdiah
Irfani (e-Journal) Vol. 17 No. 2 (2021): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v17i2.2174

Abstract

Abstrak Kajian ini berjudul Rancang bangun menjadi guru yang merdeka, adapun metode yang dipakai adalah deskriftif –analitis dengan pendekatan sejarah, ilmu pendiidkan, serta komparatif. Studi ini membuktikan bahwa menjadi guru yang merdeka adalah bagian profetik guru dalam proses pembelajaran, hanya saja proses pembelajaran masih memakai model lama yakni praktik pendidikan terlalu overkognitif. Kajian ini juga menemukan untuk membangun guru merdeka, maka permasalah guru harus diselesaikan secara komprehensif yang menyangkut dengan semua aspek yang terkait, yaitu aspek kualifikasi, kualitas, pembinaan, training profesi, perlindungan profesi, manajemen, kesejahteraan guru, dan tersedianya fasilitas yang memadai. Kata kunci: guru, merdeka Abstract This study is entitled Design to become an independent teacher, while the method used is descriptive-analytical with historical, educational, and comparative approaches. This study proves that being an independent teacher is a part of the teacher's prophetic in the learning process, it's just that the learning process still uses the old model, namely the practice of education is too overcognitive. This study also found that in order to build independent teachers, teacher problems must be solved comprehensively involving all related aspects, namely aspects of qualification, quality, coaching, professional training, professional protection, management, teacher welfare, and the availability of adequate facilities. Keywords: teacher, independence
Metode Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Mengubah Perilaku Siswa Aknia Nur Cahaya; St Fatimah; Samsul Bahri
Jurnal Wawasan Sarjana Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Wawasan Sarjana
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/juwara.v3i2.7192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: gambaran perilaku siswa di kelas V MIN 2 Konawe Selatan, metode pembelajaran Akidah Akhlak yang digunakan oleh guru dalam mengubah perilaku siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini diklasifikasi menjadi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa perilaku siswa kelas V di MIN 2 Konawe Selatan awalnya belum memenuhi kriteria akhlak yang baik khususnya pada pembelajaran Akidah Akhlak, dimana perilaku tidak terpuji siswa diantaranya meliputi: sering berkata kasar, sering mengganggu temannya pada proses pembelajaran, dan sering bermain pada saat jam pembelajaran berlangsung. Tetapi seiring berjalannya waktu perilaku siswa berubah menjadi lebih baik dengan diterapkannya beberapa metode pembelajaran oleh guru yang terdiri dari metode tilawah/tartil, metode tazkiyah, dan metode nasehat. Penggunaan ketiga metode ini dinilai sangatlah efektif dan efisien dalam mengubah perilaku buruk siswa, terlihat setelah guru menggunakan metode tersebut siswa lebih saling menghargai, bekerja sama, saling tolong menolong temannya, dan memaki temannya dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak.
Orientasi Perubahan Kurikulum Pendidikan Pesantren : Studi Kasus Pesantren Ummus Shabri Kendari Sulawesi Tenggara Samsul Bahri
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v14i2.2492

Abstract

AbstrakKajian ini orientasi perubahan kurikulum pendidikan pesantren (studi kasus pesantren ummusshabri Kendari. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian lapangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan sosiologis, sejarah,  komparatif. Studi ini membuktikan bahwa oreintasi perubahan kurikulum pesantren dalam perspektif historis telah dilakukan pesantren Ummushabri Kendari dengan membuka MTS dan MA sebagai sistem pendidikan modern. Namun perubahan itu menyebabkan sistem pendidikan tradisional ditinggalkan siswanya, karena itu, pendidikan tradisional pesantren telah kehilangan fungsinya sebagai lembaga pesantren, yang justru medominasi adalah kurikulum madrasah dan sekolah umum. Studi ini juga menemukan tidak semua pesantren melakukan perubahan meninggalkan tradisinya, hal ini terlihat pembaharuan pendidikan pesantren Lirboyo yang berhasil mempertahankan fungsi utama lembaga pesantren  yakni trasnmisi ilmu pengetahuan keislaman, pemeliharaan tradisi Islam serta penciptaan kader-kader ulama, dan menjadikan model pembaharuan pensantren Lirboyo sebagai perbandingan. Abstract                    This study orientation changes in the pesantren education curriculum (case study of the Islamic boarding school of the Islamic Boarding School in Kendari. This study uses a field research instrument. The method used is descriptive-analytical with a sociological, historical, comparative approach. Ummushabri Kendari by opening MTS and MA as a modern education system.But the change caused the traditional education system abandoned by students, therefore, traditional pesantren education has lost its function as a pesantren institution, which instead is dominated by the madrasa curriculum and public schools. all pesantren make changes leaving their tradition, this can be seen from the renewal of the Lirboyo pesantren education which succeeded in maintaining the main function of the pesantren institution namely the transmission of Islamic science, the maintenance of Islamic traditions the creation of ulama cadres, and made the Lirboyo pesantren renewal model as a comparison.  
Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid Tentang Sistem Pendidikan Pesantren Samsul Bahri
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2018): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v4i1.795

Abstract

Abstract This dissertation is based on the demand of changes towards boarding school institution, which becomes academic debates about tradition and modernization of boarding school education system by Islamic scholars and thus becomes challenges for boarding schools. This research discussed boarding school education system based on the point of view of KH. Abdurrahman Wahid. This research design by using library research as the instrument with a descriptive analysis of historical approach and pedagogical comparative. The primary source of the data is the work by KH. Abdurrahman Wahid, such as Menggerakkan Tradisi; Esai-Esai Pesantren, BungaRampai Pesantren: Kumpulan KaryaTulis Abdurrahman Wahid, “Pesantren as a subkultur, in M. Dawam Rahardjo (ed), Pesantren dan perubahan, Islam kosmopolitan, Islamku Islam Anda Islam Kita, as primary sources. This paper concludes that the thinking of KH. Abdurrahman Wahid about boarding school education system is essential in responding to the changes by keep referring to the boarding schools subcultures. It can be seen from some of KH Abdurrahman Wahid’s thoughts, such as, first, the aim of boarding school education is dynamic does not only mean to tafaqqu fi al-din, but also to gain knowledge on religious sciences and others. So that students have extensive knowledge, religious knowledge, and general knowledge and skills. Second, the educational program of boarding school education is adaptively by maintaining integrated the curriculum of Islamic sciences and others by simplifying the boarding school curriculum and adjusting it into the development of sciences and technology. Third, the process of boarding school education is innovative by maintaining learning methods sorogan and wetonanthe main characters of boarding school education; however, efforts to the perfect educational system at boarding school must be continually made, especially those related to methods of teaching and implementation of materials in the boarding school. Besides promoting the important findings above, this dissertation recommends to manager and development of boarding school education system to be more competitive, relevant to the needs of society, and able to answer the demands of the times in accordance with the potential and distinctiveness Islamic boarding schools. Abstrak Disertasi ini dilatarbalakangi pada terjadinya tuntutan perubahan terhadap institusi pendidikan pesantren yang menjadi debat akademik tentang tradisi dan modernisasi sistem pendidikan pesantren yang dikemukakan para tokoh-tokoh pendi dikan Islam yang banyak memunculkan tantangan bagi pesantren. Karena itu, penelitian ini dirumuskan untuk mendeskripsikan sistem pendidikan pesantren berdasarkan pemikiran KH. Abdurrahman Wahid. Kajian ini, menggunakan instrumen penelitian kepustakaan (library research), berdasarkan metode deskriptis-analitis dengan pendekatan historis, paedagogik serta komparatif. Sumber utama Menggerakkan Tradisi; Esai-Esai Pesantren. Bunga Rampai Pesantren; Kumpulan Karya Tulis Abdurrahman Wahid, sebagai sumber primer melalui metode dokumentasi. Disertasi ini berhasil menyimpulkan bahwa pemikiran KH. Abdurrahman Wahid tentang sistem pendidikan pesantren adalah bersifat integral dalam merespon perubahan dengan tetap merujuk pada subkultur pesantren. Kebenaran kesimpulan ini didasarkan pada beberapa aspek yaitu: Pertama, aspek tujuan pendidikan pesantren bersifat dinamis tidak hanya pada upaya tafaqquh fi al-din, tetapi juga diperluas dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga santri memiliki wawasan yang luas, menguasai ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum serta keterampilan. Dengan demikian, tujuan bergerak ke arah integrasi tujuan yaitu keseimbangan antara keimanan, ketaqwaan (Imtaq) dan penguasaan ilmu pengetahuan (Iptek). Tujuan ini harus dirumuskan secara tertulis. Kedua, aspek program pendidikan bersifat adaptif dengan tetap mempertahankan kitab-kitab klasik untuk mempertahankan reproduksi ulama, dan menggunakan integrasi kurikulum antara ilmu-ilmu agama dan umum, dengan menyederhanakan kurikulum pesantren, yang disesuaikan dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi. Ketiga, aspek proses pendidikan pesantren, bersifat inovatif dengan tetap menerapkan metode pembelajaran sorogan dan wetonan yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren, namun sebaiknya ada usaha-usaha untuk menyempurnakan sistem pengajaran yang ada di pesantren harus diteruskan, dan mengenai materi pelajaran sepanjang menyangkut tata nilai dan pandangan hidup yang ditimbulkannya di pesantren, harus tetap dikembangkan karena memiliki cukup banyak kelebihan. Selain mempromosikan temuan penting di atas, disertasi ini merekomendasikan kepada pengelolah dan pengembangan sistem pendidikan pesantren untuk lebih kompetitif, relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab tuntutan zaman, sesuai dengan potensi dan kekhasan pendidikan pesantren itu sendiri, dengan tetap mempertahankan budaya pesantren. Kata Kunci: sistem pendidikan pesantren karakter bangsa
Pendidikan Madrasah Berbasis 4.0 dalam Bingkai Manajemen Mutu Samsul Bahri
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 5 No. 1 (2019): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v5i1.962

Abstract

This paper examines 4.0-based madrasa education in a quality management frame with descriptive historical methods. This study discusses the world of madrasa education has many opinions, therefore, the application of the 4.0-based quality management system in improving quality to produce products that have cognitive and affective, psychomotor intelligence and maintain schools with distinctive characteristics of character and noble identity based on values religious values and being able to self-regulate in the 4.0 era. not maximal, it requires government policy by providing sufficient budget, so that madrasas can support their teachers, complete their educational facilities and infrastructure, provide digital-based textbooks, God willing, which can be easily resolved. The National Education System Law, which was passed several years ago, would provide an opportunity for the government to give adequate attention to all educational institutions, including madrasa education.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Upaya Pemahaman Moderasi Beragama Bagi Peserta Didik Studi Kasus SMA Negeri 1 Pomalaa Samsul Bahri
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 2 (2024): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v10i2.4056

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana peranan guru pendidikan agama Islam dalam memberikan pemahaman tentang konsep moderasi beragama bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Pomalaa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 komponen mendasar yang menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini yaitu: Pertama, implementasi moderasi beragama dalam lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Pomalaa telah berjalan dengan baik, hal tersebut terlihat dengan tidak pernahnya terjadi kekerasan dalam sekolah tersebut yang mengatasnamakan agama; Kedua, penanaman indikator-indikator moderasi beragama yang menjadi jalan untuk menentukan kontentasi dan pergumulan nilai kemoderatan yang ada; Ketiga, peranan guru pendidikan agama Islam dalam memberikan pemahaman moderasi beragama bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Pomalaa dapat dilihat dengan nilai-nilai moderasi beragama yang telah diaplikasikan, adapun nilai-nilai moderasi beragama yang telah diaplikasikan tersebut adalah At-Tawassuth (Tengah-Tengah), I’tidal (Tegak Lurus), Asy Syura (Musyawarah), Al-Ishlah (Perbaikan), Al-Qudwah (Kepeloporan). Kesimpulan penelitian ini bahwa guru pendidikan agama Islam telah berperan aktif dalam memahamkan peserta didik di SMA Negeri 1 Pomalaa tentang konsep moderasi beragama.