Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RANGCAN BANGUN MENJADI GURU YANG MERDEKA Samsul Bahri; Zainuddin Zainuddin; Hasan Basri; Halimatun Sakdiah
Irfani (e-Journal) Vol. 17 No. 2 (2021): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v17i2.2174

Abstract

Abstrak Kajian ini berjudul Rancang bangun menjadi guru yang merdeka, adapun metode yang dipakai adalah deskriftif –analitis dengan pendekatan sejarah, ilmu pendiidkan, serta komparatif. Studi ini membuktikan bahwa menjadi guru yang merdeka adalah bagian profetik guru dalam proses pembelajaran, hanya saja proses pembelajaran masih memakai model lama yakni praktik pendidikan terlalu overkognitif. Kajian ini juga menemukan untuk membangun guru merdeka, maka permasalah guru harus diselesaikan secara komprehensif yang menyangkut dengan semua aspek yang terkait, yaitu aspek kualifikasi, kualitas, pembinaan, training profesi, perlindungan profesi, manajemen, kesejahteraan guru, dan tersedianya fasilitas yang memadai. Kata kunci: guru, merdeka Abstract This study is entitled Design to become an independent teacher, while the method used is descriptive-analytical with historical, educational, and comparative approaches. This study proves that being an independent teacher is a part of the teacher's prophetic in the learning process, it's just that the learning process still uses the old model, namely the practice of education is too overcognitive. This study also found that in order to build independent teachers, teacher problems must be solved comprehensively involving all related aspects, namely aspects of qualification, quality, coaching, professional training, professional protection, management, teacher welfare, and the availability of adequate facilities. Keywords: teacher, independence
Metode Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Mengubah Perilaku Siswa Aknia Nur Cahaya; St Fatimah; Samsul Bahri
Jurnal Wawasan Sarjana Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Wawasan Sarjana
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/juwara.v3i2.7192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: gambaran perilaku siswa di kelas V MIN 2 Konawe Selatan, metode pembelajaran Akidah Akhlak yang digunakan oleh guru dalam mengubah perilaku siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini diklasifikasi menjadi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa perilaku siswa kelas V di MIN 2 Konawe Selatan awalnya belum memenuhi kriteria akhlak yang baik khususnya pada pembelajaran Akidah Akhlak, dimana perilaku tidak terpuji siswa diantaranya meliputi: sering berkata kasar, sering mengganggu temannya pada proses pembelajaran, dan sering bermain pada saat jam pembelajaran berlangsung. Tetapi seiring berjalannya waktu perilaku siswa berubah menjadi lebih baik dengan diterapkannya beberapa metode pembelajaran oleh guru yang terdiri dari metode tilawah/tartil, metode tazkiyah, dan metode nasehat. Penggunaan ketiga metode ini dinilai sangatlah efektif dan efisien dalam mengubah perilaku buruk siswa, terlihat setelah guru menggunakan metode tersebut siswa lebih saling menghargai, bekerja sama, saling tolong menolong temannya, dan memaki temannya dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak.
Orientasi Perubahan Kurikulum Pendidikan Pesantren : Studi Kasus Pesantren Ummus Shabri Kendari Sulawesi Tenggara Samsul Bahri
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v14i2.2492

Abstract

AbstrakKajian ini orientasi perubahan kurikulum pendidikan pesantren (studi kasus pesantren ummusshabri Kendari. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian lapangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan sosiologis, sejarah,  komparatif. Studi ini membuktikan bahwa oreintasi perubahan kurikulum pesantren dalam perspektif historis telah dilakukan pesantren Ummushabri Kendari dengan membuka MTS dan MA sebagai sistem pendidikan modern. Namun perubahan itu menyebabkan sistem pendidikan tradisional ditinggalkan siswanya, karena itu, pendidikan tradisional pesantren telah kehilangan fungsinya sebagai lembaga pesantren, yang justru medominasi adalah kurikulum madrasah dan sekolah umum. Studi ini juga menemukan tidak semua pesantren melakukan perubahan meninggalkan tradisinya, hal ini terlihat pembaharuan pendidikan pesantren Lirboyo yang berhasil mempertahankan fungsi utama lembaga pesantren  yakni trasnmisi ilmu pengetahuan keislaman, pemeliharaan tradisi Islam serta penciptaan kader-kader ulama, dan menjadikan model pembaharuan pensantren Lirboyo sebagai perbandingan. Abstract                    This study orientation changes in the pesantren education curriculum (case study of the Islamic boarding school of the Islamic Boarding School in Kendari. This study uses a field research instrument. The method used is descriptive-analytical with a sociological, historical, comparative approach. Ummushabri Kendari by opening MTS and MA as a modern education system.But the change caused the traditional education system abandoned by students, therefore, traditional pesantren education has lost its function as a pesantren institution, which instead is dominated by the madrasa curriculum and public schools. all pesantren make changes leaving their tradition, this can be seen from the renewal of the Lirboyo pesantren education which succeeded in maintaining the main function of the pesantren institution namely the transmission of Islamic science, the maintenance of Islamic traditions the creation of ulama cadres, and made the Lirboyo pesantren renewal model as a comparison. Â