Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Panggung

Kesundaan dalam Keindonesiaan: Memahami Sajak Sunda Tahun 1950-an Teddi Muhtadin
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2620

Abstract

Tulisan ini berfokus pada pemahaman sajak Sunda yang ditulis tahun 1950-an. Tujuannya untuk mengungkap representasi kesundaan dalam bingkai keindonesiaan. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan teori semantik semiotika. Hasilnya untuk mengungkapkan bahwa secara semantik, sajak Sunda didominasi oleh tanda ikonis diagramatis dan tanda ikonis metaforis. Tanda ikonis diagramatis menempatkan keindonesiaan di depan kesundaan dan tanda ikonis metaforis menggambarkan bahwa keindonesiaan dapat dijelaskan dengan tradisi kesundaan. Artinya bahwa keindonesiaan terkandung di dalam kesundaan. Selain itu, terungkap pula identitas kesundaan berubah seiring berubahnya bingkai keindonesiaan. Ketika pada tahun 1950-an bingkai keindonesiaan menyempit dan menjadikan kesundaan tereksklusi, maka kesempatan tersebut dipakai untuk melihat dan memahami kesundaan kembali. Dalam pertemuannya dengan keindonesiaan yang menjadi tujuan kesundaan, kesundaan pun menemukan kesundaan yang paling primordial sekaligus berusaha mengatasi kesundaan yang berorientasi kejawaan. Kata kunci: sajak, sunda, gerakan kesundaan
Interkulturalisme dalam Tari Kontemporer: “Anak Ciganitri” Karya Alfiyanto Wening Sari Anzailla; Tisna Prabasmoro; Teddi Muhtadin
PANGGUNG Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i3.3559

Abstract

ABSTRAK Meskipun keragaman budaya menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan tari kontemporer, masih sedikit koreografer yang menggunakannya sebagai acuan dalam berproses dan berproduksi seni. Salah satu koreografer di Indonesia, Alfiyanto, merepresentasikan keragaman tradisi dari Sunda, Minangkabau, dan Jawa melalui tari kontemporer. “Anak Ciganitri” merupakan karya tari kontemporer yang menampilkan dimensi budaya dialogis dari berbagai etnis yang saling berkelindan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan interkulturalisme pada karya “Anak Ciganitri”. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui studi pustaka, studi lapangan, wawancara, dan observasi. Dialog pertemuan etnis yang saling berkelindan dalam karya “Anak Ciganitri” menjadi realisasi Alfiyanto dalam meningkatkan pengayaan keberagaman berdasarkan hasil dari gabungan beberapa budaya dan membangun toleransi yang bersifat aktif. Penelitian ini berpendapat bahwa interkulturalisme yang dilakukan Alfiyanto dapat memberi stimulus bagi penari dan penonton untuk mengetahui keunikan dan rasa yang dihadirkan dari etnis lain. Gagasan ini memungkinkan Alfiyanto mewujudkan solidaritas budaya dan keterbukaan terkait etnis dari tari di luar Sunda. Kata kunci: Interkulturalisme, Tari kontemporer, Alfiyanto, Anak Ciganitri