Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Purnami, I Gusti Ayu Putu; Hindriyawati, Wiwin; Ekawati, Desi; Kismoyo, Christina Pernatun
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 4 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v4i2.983

Abstract

Long-acting reversible conceptions (LARCs) can be a solution to reduce poverty, unemployment and maternal mortality. The interest of couples of childbearing age in using LARC is still low. The low use of LARCs has resulted in the unmet need for family planning which caused by multiple factors. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and knowledge of couples of childbearing age (CCA) about long-term contraceptive methods (LARCs) in Gupakwarak Hamlet, Sendangsari. This research is an analytic observational study using a cross-sectional design. The sampling technique used is simple random sampling with 134 respondents. The results showed that there is no significant relationship between education level and knowledge of fertile couples about LARC (p-value 0.109) in Gupakwarak Hamlet, Sendangsari. Knowledge is not only obtained through formal education but also from informal education such as counseling, actively seeking information on social media, antenatal classes, working environment, and/or counseling about LARC in Posyandu. It is recommended that midwives continue to provide counseling regarding LARC to pregnant women to provide consolidation regarding understanding of LARC, prevent misinformation, and help determine the right method for them.
Korelasi Kadar Gula Darah Puasa dengan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Lubuk Basung Febrianti, Ika Kurnia; Ekawati, Desi
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.299

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dengan komplikasi yang memyebabkan masalah serius di bidang kesehatan secara global. Ketidaksesuaian antara kadar gula darah puasa (GDP) dan HbA1c sebagai standar pemeriksaan diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dapat menyebabkan interpretasi klinis yang berbeda. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui korelasi antara kadar GDP dengan kadar HbA1c pada pasien DMT2 di RSUD Lubuk Basung. Metode: Penelitian observasional dengan cross sectional study. Penelitian dilakukan bulan Januari-November 2025. Sampel digunakan sebanyak 120 data pasien DMT2 secara consecutive sampling yang ada di laboratorium patologi klinik RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Data kategorik ditampilkan dalam bentuk frekuensi dan persentase, data numerik ditampilkan dalam bentuk rerata dan standar deviasi. Dilakukan analisis korelasi antara kadar GDP dengan kadar HbA1c pada pasien DMT2, dinyatakan dalam koefisien korelasi Pearson bila data terdistribusi normal, atau uji korelasi Spearman bila tidak terdistribusi normal. Data diolah dengan SPSS 21.0, dihitung nilai kemaknaannya, bermakna jika p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan umur rata-rata pasien 59,61±12,53 tahun (termuda 24 tahun, tertua 96 tahun. Kadar GDP rata-rata 191,500 ± 92,218 mg/dl, (minimum 76,00 mg/dl, maksimum 504,00mg/dl). Kadar GDP normal 36 orang (30%), kadar GDP tinggi 84 orang (70%). Kadar HbA1c rata-rata 8,904±3,178 %, ( minimum 4,00%, maksimum 15,00%). Nilai HbA1c normal 5 orang (4,167%), dan HbA1c tinggi 115 orang (95,833%). Terdapat korelasi positif kuat antara GDP dan HbA1c pada pasien DMT2 (r=0,8678, dan p<0,05). Kesimpulan: Terdapat korelasi positif yang kuat antara kadar GDP dan HbA1c pada pasien DMT2. Kadar GDP yang tinggi cenderung diikuti HbA1c yang tinggi, sehingga GDP dapat digunakan sebagai indikator awal kontrol glikemik, dan HbA1c tetap menjadi pemeriksaan standar untuk evaluasi jangka panjang.