Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Syair Fakih Saghir: Sosial Status dan Ritual Kematian di Minangkabau Abad ke-19 Alfida, Alfida
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.9

Abstract

This article examines the digital manuscript entitled Syair Fakih Saghir of Surau Calau collection, Sijunjung City, West Sumatra. This manuscript has been digitized by Tim Kajian Poetika of Andalas University in collaboration with the Indonesian Association of Nusantara Manuscripts (Manassa) and Tokyo University of Foreign Studies (TUFS-CDATS), Japan, with code CL.SJJ.2011.67F. Syair Fakih Saghir contains an overview about the enure of the charismatic shaykh and greatly admired by his murid. In the context of thistext, the murid is Fakih Saghir who admired his shaykh, Tuanku Nan Tuo Koto Tuo. This admiration was shown in a homage ritual that is celebrated by the society when the shaykh has died. Therefore, this text has shown the importance of the social status of ulama among the society symbolized by the cult at the time of their death ritual celebration. Through such depictions, the text shows theidentity, integrity, and text functions in society. === Artikel ini mengkaji naskah digital yang berjudul Syair Fakih Saghir koleksi Surau Calau, Sijunjung, di Sumatera Barat. Naskah ini didigitalkan oleh Tim Kajian Poetika Universitas Andalas bekerjasama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS-CDATS), Jepang, dengan kode CL.SJJ.2011.67F. Syair Fakih Saghir berisi gambaran sosok syekh yang kharismatik dan sangat dikagumi oleh muridnya. Dalam konteks teks ini, murid yang dimaksud adalah Fakih Saghir yang mengagumi gurunya yaitu Tuanku Nan Tuo Koto Tuo. Ungkapan kekaguman ini diperlihatkan melalui ritual penghormatan yang dilakukan oleh masyarakat saat sang guru meninggal dunia. Oleh karena itu, teks ini telah memperlihatkan pentingnya status sosial ulama di kalangan masyarakat yang disimbolkan dengan pemujaan pada saat perayaan ritual kematian terhadap ulama. Melalui penggambaran tersebut teks ini memperlihatkan identitas, integritas, serta fungsi teks dalam masyarakat.
Aristocratic Agency and Religious Transformation: The Role of Pajajaran Elites in the Islamization of Banten didin, saepudin; Zubair, Zubair; Irfani, Fahmi; Alfida, Alfida
Buletin Al-Turas Vol. 32 No. 1 (2026): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v32i1.50210

Abstract

Purpose This study aimed to explain the role of the Pajajaran Kingdom's nobility in the Islamization process of Banten. It focuses on tracing how local elites contributed to the region’s emerging Islamic identity and participated in the socio-religious transformation that accompanied the early spread of Islam.  Method The research employed a qualitative, descriptive-historical approach. Primary sources — including manuscripts, chronicles, archival materials, and historical documents—were analyzed through textual examination and historical reconstruction to uncover the political, cultural, and religious dynamics linking Pajajaran nobles with key actors in Banten’s Islamization.  Results/findings The study finds that Pajajaran nobles played an active role in Islamization, not as marginal figures but as agents of transformation. Figures such as Syarif Hidayatullah, Maulana Hasanuddin, Ki Agus Jo, and Mas Jong used persuasive strategies grounded in Sufi values, facilitating broad acceptance of Islam. Their efforts consolidated Banten’s position as a prominent Islamic sultanate in the Nusantara between the sixteenth and eighteenth centuries.  Conclusion The findings reaffirmed that Islamization in Indonesia unfolded through peaceful and cultural means rather than religious hegemony. Future research is encouraged to investigate the contributions of other local actors within the wider Islamization networks of the archipelago.
Transformasi Digital Perpustakaan SMK Labor Pekanbaru: Mewujudkan Akses Informasi di Era Modern Suriani, Suriani; Alfida Alfida; Eva Susilawati; Nilam Badriyah; Maryati; Elvi Restuanini
Librarianship in Muslim Societies Vol. 4 No. 1 (2025): Librarianship in Muslim Societies
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/lims.v4i1.46218

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memahami  secara  mendalam  proses  transformasi Perpustakaan SMK Labor Pekanbaru menuju perpustakaan digital, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis data mengikuti  model  Miles  dan  Huberman,  meliputi  reduksi  data,  penyajian  data,  dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan SMK Labor secara  aktif  melakukan  berbagai  upaya  untuk  mendukung  digitalisasi,  di  antaranya pemberdayaan sumber daya manusia, penyediaan sarana-prasarana, serta pengembangan koleksi digital dan sistem otomasi menggunakan Senayan Library Management System (SLiMS) dan pemanfaatan QR Code untuk mengakses koleksi dan berbagai informasi yang  tersedia  di  perpustakaan.  Tantangan  yang  dihadapi  dalam  membangun perpustakaan  digital  adalah  pengembangan  infrastruktur,  sumber  daya  manusia  kolaborasi antara berbagai pihak di lingkungan sekolah sebagai kunci dalam mendorong perubahan  ini.  Transformasi  perpustakaan  berbasis  teknologi  informasi  tidak  hanya meningkatkan  akses  informasi,  tetapi  juga  memperkuat  budaya  literasi  digital  di lingkungan sekolah. Upaya pengembangan menjadi perpustakaan digital menunjukkan komitmen  kuat  SMK  Labor  Pekanbaru  dalam  menghadirkan  layanan  perpustakaan modern  yang  adaptif  terhadap  kebutuhan  era  digital,  sekaligus  berkontribusi  pada pengembangan literasi informasi peserta didik secara berkelanjutan.