Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup Sekitar Kegiatan Kehutanan M. Fikri Hernandi; Erna Rositah; Wartomo; Abdul Rasyid Zarta
Poltanesa Vol 22 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.135 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v22i2.884

Abstract

Kualitas pelaporan belum sepenuhnya memenuhi Pedoman Kepmen LH Nomor 45/2005 terutama format laporan dan subtansi pelaporan. Realisasi jenis dampak yang wajib dikelola dan dipantau kategori “baik”. Tingkat capaian implementasi kegiatan pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan pada kategori “cukup baik” Implementasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan belum optimal disebabkan oleh permasalahan koordinasi dan komitmen perusahaan, fokus kebijakan sektoral (PHPL dan Proper), jadwal dan kapasitas laboratorium, kapasitas pengetahuan dan kompetensi staf serta tidak ada umpan balik/koreksi. Penilaian pelaksanaan RKL-RPL oleh Instansi Lingkungan Hidup belum optimal disebabkan oleh permasalahan jumlah, kapasitas pengetahuan dan kompetensi staff. Evaluasi terhadap beberapa dampak hasil pemantauan masih memenuhi ketentuan/standar ilmiah. laju erosi kategori “Kelas III” atau “TBE sedang”. Kualitas air sungai sebesar 93,33% kategori “memenuhi BML” dan 6,67% kategori “telah melampaui BML”. Parameter air pada tingkat kritis “rendah” (68,89%). Indeks Pencemaran (IP) 66,67% tercemar “ringan” (IP 2,11–3,23) dan 33,33% kondisi “baik” (IP 0,29-0,84). Parameter air sungai yang tidak memenuhi BML meliputi timbal, DO, CaCO3, nitrit. Indeks keanekaragaman Shannon–Wiener vegetasi termasuk kriteria “tinggi”. Indeks keanekaragaman Shannon–Wiener fauna termasuk kriteria “sedang”. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener untuk plankton termasuk kriteria stabilitas komunitas biota sedang atau kualitas air tercemar sedang, sebaliknya untuk bentos termasuk kriteria stabilitas komunitas biota rendah atau kualitas air tercemar berat. Rekruitmen tenaga kerja lokal sebesar 90% atau meningkat 29,57% dari sebelum operasional.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides Lin) Terhadap Escherichia Coli, Propionibacterium Acnes, dan Streptococcus Sobrinus Farida Aryani; Wartomo; Nur Maulida Sari; Misnah Wati; Fikri Hernandi; Erna Rositah
Poltanesa Vol 22 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.117 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v22i2.891

Abstract

Daun bandotan (Ageratum conyzoides Lin) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional daun bandotan mempunyai berbagai khasiat, salah satunya sebagai antibakteri Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri ekstrak daun bandotan terhadap pertumbuhan bakteri Propionumbacterium acnes, Escherichia coli, dan Streptococcus mutan. Simplisia daun bandotan diekstrak menggunakan etanol pada suhu kamar, kemudian dilakukan pemekatan ekstrak menggunakan vacuum rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kasar. Analisis fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder yang meliputi flavonoid, alkaloid, tanin, saponin terpenoid dan steroid. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 100, 200, 400, dan 600 µg/well untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum. Chlorampenicol digunakan sebagai kontrol positif dan aseton sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian dinyatakan bahwa ekstrak daun bandotan mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, saponin, tannin, dan steroid. Sedang alkaloid dan terpenoid tidak terdeteksi. Hasil pengujian aktivitas antibakteri eksrak etanol daun bandotan berpotensi sebagai bahan antibakteri dengan KHM pada E.coli antara100-200 µg/well dan pada P. acne dan S. Sobrinus di bawah 100 µg/well.
STUDI SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA DESA BATU KAJANG KECAMATAN MALINAU SELATAN HILIR, KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA Wartomo Wartomo; Abdul Rasyid Zarta; M. Fikri Hernandi; Erna Rositah
JURNAL AGRIMENT Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.884 KB)

Abstract

Desa Batu Kajang merupakan desa pedalaman yang perkembangannya menurun akibat beberapa perusahaan kayu di sekitar wilayah desa berhenti beroperasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat Desa Batu Kajang yang meliputi demografi desa, ekonomi dan budaya masyarakat desa. Kondisi demografi desa adalah jumlah penduduk 441 jiwa, sex rasio 1,18; kepadatan penduduk 5,99 jiwa/Km2, usia produktif 61,22%, mayoritas beragama Kristen, mata pencaharian utama penduduk petani/peladang, pertumbuhan penduduk minus (-) 2,22%, dan pengangguran 10,10%.Kondisi ekonomi masyarakat desa adalah rata-rata pendapatan Rp 1.067.700,-/bulan, kepemilikan lahan berdasarkan warisan dan beli dari orang lain, serta kesempatan bekerja 74,19% dan kesempatan berusaha 4,52%. Kondisi budaya masyarakat desa adalah mayoritas penduduk Suku Dayak Kenyah, adat istiadat yang berlaku adalah adat istiadat Dayak Kenyah, serta pengelolaan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan Ketua Adat.
STUDI SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA DESA BENHES KECAMATAN MUARA WAHAU, KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Wartomo; Abdul Rasyid Zarta; M. Fikri Hernandi; Erna Rositah
JURNAL AGRIMENT Vol 2 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.346 KB)

Abstract

Desa Benhes merupakan desa pedalaman di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat Desa Benhes yang meliputi demografi desa, ekonomi dan budaya masyarakat desa. Kondisi demografi desa adalah jumlah penduduk 988 jiwa, sex rasio 1,06; kepadatan penduduk 40,93 jiwa/Km2, usia produktif 52,02%, mayoritas beragama Katolik, mata pencaharian utama penduduk petani sawit dan karyawan perusahaan, dan pengangguran 28,40%. Kondisi ekonomi masyarakat desa adalah rata-rata pendapatan per keluarga perbulan Rp 2.000.000,- sampai dengan Rp 3.000.000,-, kepemilikan lahan berdasarkan warisan dan beli dari orang lain, serta terbatasnya sarana dan prasarana ekonomi. Kondisi budaya masyarakat desa adalah mayoritas penduduk Suku Dayak Wehea, adat istiadat yang berlaku adalah adat istiadat Dayak Wehea, serta tempat yang dilindungi adalah goa leseq, goa peapug, goa ngeong dan goa balaqla.
PENGARUH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA KARYAWAN PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. DSN Mohamad Ali Widodo; Erna Rositah; Budi Winarni
JURNAL AGRIMENT Vol 6 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.395 KB) | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v6i2.595

Abstract

This research is based on the importance of applying occupational health and safety to employees of palm oil mills, It is worth noting that by providing awareness to factory employees about occupational health and safety will improve the performance of these employees.The purpose of this research is to know the characteristics of factory employees in the production section and the influence of occupational health and safety on the performance of employees of palm oil mills production parts.The time and place of this research was conducted on December 2 to December 21, 2020 and took place at PT. DSN and located in Muara Wahau District. The research method used is quantitative by using the dissemination of statement questionnaires with variables of health, safety, and employee performance. Researcher data processing techniques use validity tests, reliability tests, and multiple linear regression analysis through spss 22 applications.From the results of research activities that have been conducted by researchers obtained data that shows that there is a positive and significant influence between occupational health and safety variables to the performance variables of factory employees.
VALUASI JASA LINGKUNGAN HUTAN TROPIS: STUDI KASUS BEBERAPA KAMPUNG DI KALIMANTAN TIMUR Nuzula Elfa Rahma; Erna Rositah; Dwi Agung Pramono; Dyah Widyasasi; Fariyanti Fariyanti
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v2i2.58

Abstract

ABSTRAKDalam perumusan kebijakan terkait pengelolaan lingkungan hidup, khususnya terkait ekosistem hutan hujan tropis di Kalimantan Timur, perlu didasarkan pada kajian yang berbasis sains. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini dilaksanakan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai manfaat jasa lingkungan dari keberadaan ekosistem hutan hujan tropis yang berada di kawasan beberapa kampung di Kalimantan Timur. Empat kampung yang menjadi area studi meliputi Bea Nehas, Merabu, Dumaring, dan Long Duhung. Valuasi dilakukan dengan metode benefit transfer, dengan memanfaatkan database TEEB (The Economics of Ecosystems and Biodiversity) sebagai acuan. Hasil studi menunjukkan bahwa TEV (Total Economic Value) untuk kampung Bea Nehas adalah sebesar 1,25 milyar USD/tahun atau setara dengan 18,2 triliun rupiah/tahun; TEV untuk kampung Merabu adalah sebesar 314,1 juta USD/tahun atau setara dengan 4,6 triliun rupiah/tahun; TEV untuk kampung Dumaring adalah sebesar 325,9 juta USD/tahun atau setara dengan 4,7 trilyun rupiah/tahun; sedangkan, kampung Long Duhung memiliki TEV sebesar 202,8 juta USD/tahun atau setara dengan 2,9 trilyun rupiah. Dari nilai TEV kampung-kampung tersebut, proporsi nilai jasa pendukung adalah sebesar 0,1%, jasa penyediaan sebesar 45,2%, jasa pengaturan sebesar 17,3%, dan jasa kultural sebesar 37,4%. Kata kunci: jasa lingkungan, hutan hujan tropis, Kalimantan Timur, valuasi, TEEB database ABSTRACTPolicy formulation for environmental management needs to be founded by science-based evidence, particularly in regard of East Kalimantan tropical rainforest ecosystem. Thus, the establishment of this research. Moreover, the research aims to estimate the value of tropical rainforest ecosystem services in several kampongs within the boundary of the East Kalimantan province. The study takes into account four kampongs, Bea Nehas, Merabu, Dumaring, and Long Duhung. The valuation employs the benefit transfer method by using the TEEB (The Economics of Ecosystems and Biodiversity) database as reference. The result shows that the TEV (Total Economic Value) for Bea Nehas amounts to 1,25 billion USD/year, 314,1 million USD/year for Merabu, 325,9 million USD/year for Dumaring, and 202,8 million USD/year for Long Duhung. In term of TEV proportion, for all kampongs, supporting services take 0,1%, provisioning services take 45,2%, regulating services take 17,3%, and cultural services take 37,4%. Keywords: ecosystem services, tropical rainforest, East Kalimantan, valuation, TEEB database
Valuasi Jasa Ekosistem Hutan Tropis di Kalimantan Timur dengan Metode Benefit Transfer Nuzula Elfa Rahma; Erna Rositah; Dwi Agung Pramono; Dyah Widyasasi; Fariyanti
Buletin Loupe Vol 16 No 01 (2020): Edisi Juli 2020
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.64 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v16i01.73

Abstract

Ekosistem hutan hujan tropis merupakan sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Sayangnya keberadaan hutan di Kalimantan Timur sering hanya dilihat dalam perspektif ekonomi saja. Untuk itu perlu adanya studi untuk mengetahui nilai manfaat jasa ekosistem yang dimiliki oleh hutan tropis di Kalimantan Timur secara menyeluruh bukan hanya aspek ekonomi saja, tetapi juga aspek ekologis dan sosial. Dengan tujuan itulah, penelitian ini dilakukan. Metode valuasi yang digunakan adalah metode benefit transfer dengan memanfaatkan database valuasi jasa ekosistem TEEB (The Economics of Ecosystems and Biodiversity), serta data luasan hutan Kalimantan Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai total ekonomi (Total Economic Value/TEV) ekosistem hutan tropis di Kalimantan Timur adalah sebesar 90.806.238.765 USD/tahun. Nilai TEV tersebut mencakup nilai manfaat jasa pendukung sebesar 0,24%, jasa penyediaan sebesar 45,11%, jasa pengaturan sebesar 17,31%, dan jasa kultural sebesar 37,34%.
Struktur Anatomi Kayu Mangium (Acacia mangium) di Areal Reklamasi Lahan Pasca Tambang Batubara Wartomo; Rasyid Zarta; Erna Rositah; Syafi'i
Buletin Loupe Vol 18 No 01 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.003 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i01.1012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur anatomi kayu Acacia mangium yang tumbuh di areal reklamasi lahan pascatambang batubara. Kayu Mangium yang digunakan untuk penelitian berdiameter > 22 cm dan berumur ± 7 tahun (berasal dari reklamasi lahan area KotaTenggarong). Penelitian dilakukan di Laboratorium Sifat Kayu dan Analisis Produk, Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Pembuatan dan pengujian struktur anatomi kayu menggunakan standar IAWA. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap dalam Percobaan Faktorial 3x3 dengan 3 x ulangan untuk struktur anatomi. Adapun hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa struktur anatomi kayu Mangium hasil reklamasi sama dengan yang berasal dari hutan tanaman yakni memiliki pori berbentuk oval, tata baur, soliter, ganda radial 2 – 3, bidang perporasi sederhana; jari-jari homogen berseri satu dan banyak, mengandung kristal; parenkim aksial bertipe paratrakeal jarang; Struktur anatomi kayu Mangium hasil reklamasi memiliki klasifikasi yakni sel pori : diameter (sangat besar), tinggi (pendek), jumlah per mm2 (sangat halus); sel jari-jari : tinggi (sangat halus), lebar (luar biasa pendek), jumlah per mm2 (sedang); serat : panjang (sedang), diameter (besar), lumen (sangat besar), dinding sel (tipis); letak contoh uji berdasarkan arah vertikal batang berpengaruh signifikan terhadap struktur anatomi kayu pada lebar dan persentase sel jari-jari; Letak contoh uji berdasarkan arah radial batang berpengaruh signifikan terhadap struktur anatomi pada jumlah sel pori; lebar, tinggi, jumlah dan persentase sel jari-jari; diameter serat dan lumen. Degradasi lahan (perubahan daya dukung tanah) dan tingkat kesuburan tanah yang rendah di areal reklamasi tambang batubara tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan struktur anatomi kayu pada kayu Mangium terhadap degradasi lahan bekas tambang.
TEKNIK BUDIDAYA JAMUR SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK AGROFORESTRY DI KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) MEKAR BAKTI, KARANG JOANG, BALIKPAPAN Elisa Herawati; Agustina Murniyati; Erna Rositah; Adelia Juli Kardika; Rusdiana Ningsih; Putri Patricia Lubis
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.2186

Abstract

Jamur adalah salah satu alternatif bahan pangan kaya gizi dan antioksidan alami. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur yang paling banyak dibudidayakan. Jamur tiram banyak dipelajari karena memiliki rasa dan kandungan nutrisi dan khasiat sebagai obat, sebagai sumber nutrisi, karbohidrat, vitamin ,kalsium dan zat besi. Mitra dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Mekar Bakti. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh KTH ini yaitu pandemi covid-19 masih ada; hasil komoditi yang diusahakan petani bersifat musiman; diperlukan jenis komoditi yang yang dapat dipanen setiap hari; limbah pertanian dan lahan yang tersedia belum benar-benar dimanfaatkan secara optimal; dan masyarakat petani KTH Mekar Bakti belum memiliki pengalaman, kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia khususnya dalam hal budidaya jamur. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa pemaparan domestikasi jamur konsumsi dan praktik pelatihan domestikasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini telah memberikan manfaat pengetahuan berupa pengenalan jamur yang dapat dikonsumsi dan dibudidayakan serta pengembangan kemampuan dalam berwirausaha para angota KTH Mekar Bakti. Kegiatan pembudidayaan ini mendorong para angota untuk mempraktekkan secara langsung, yang nantinya dapat mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari ataupun dapat dijual. Tentunya dengan kondisi seperti ini, produktivitas masyarakat dapat ditingkatkan. Pembudidayaan ini juga melalui kegiatan konsumsi jamur dapat menambah gizi bagi orang-orang yang mengkonsumsinya.
SOSIALISASI DAN EDUKASI GREEN LIFESTYLE SEBAGAI MITIGASI PERUBAHAN IKLIM PADA KOMUNITAS PEREMPUAN DASAWISMA ALAMANDA DI KELURAHAN SIDODADI KOTA SAMARINDA Erna Rositah
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i1.12248

Abstract

Perubahan iklim menjadi permasalahan global yang berdampak pada kehidupan di muka bumi dimana untuk pengendaliannya memerlukan intervensi dari semua pihak. Perempuan memiliki peran strategis dalam memitigasi perubahan iklim melalui kegiatan domestik rumah tangga. Hanya saja dalam konteks lingkungan tidak banyak perempuan yang menyadari dan paham akan posisi dan perannya. Oleh karenanya diperlukan sosialisasi dan edukasi gaya hidup yang mendukung keberpihakan kepada lingkungan. Kelompok sasaran sosialisasi dan edukasi adalah perempuan anggota Dasawisma Alamanda Kelurahan Sidodadi Samarinda Kota. Metode yang digunakan adalah presentasi, tanya jawab dan diskusi serta pemutaran video-video pendek yang relevan dengan perempuan dan perubahan iklim. Perempuan merupakan agent perubahan yang memiliki peran strategis dalam penyelamatan lingkungan melalui aksi-aksi kecil dan nyata dari lingkup domestik rumah tangga. Hemat dalam menggunakan energi, bijak memanfaatkan air, cerdas memilih peralatan rumah tangga dan terampil dalam memilah dan mengolah sampah merupakan perilaku yang berpihak terhadap lingkungan. Disiplin mempraktikkan sikap dan perilaku yang mencerminkan cinta lingkungan dalam rumah tangga akan menular kepada anggota keluarga lain dan lingkungan sekitar. Pada gilirannya akan menjadi green lifestyle yang berkontribusi positif terhadap perbaikan lingkungan. Kata Kunci: Perempuan, Perubahan Iklim, Mitigasi, Green Lifestyle