Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STUDI PERTAMBAHAN PANJANG SULUR LIANA BERDAU LEBAR (Merremia peltata) DI AREAL KAMPUS POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA M. Fadjeri; Emi Malaysia; Dwinita Aquastini
JURNAL AGRIMENT Vol 6 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.806 KB) | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v6i1.493

Abstract

The purpose of this research is to find out the increase in the length of long Liana Broad-leavedtendrils ( Merremia Peltata) in the Area of Samarinda State Agricultural Polytechnic Campus. Theresearch was conducted for 2 months in the area Campus of Agricultural Polytechnic StateSamarinda which includes preparation and marking activities of selected liana, making ajir, wrappingliana to stick where to vine, data retrieval, data processing and reporting. The data taken in this studyare: (1) Increase in the length of tendrils Liana Broad-leaved ( Merremia Peltata) that is deliberatelyallowed to creep above the surface of the ground (treatment 1st); (2) increase in the length of tendrilsLiana Broad-leaved ( Merremia Peltata) deliberately bought on stick where to vine (treatment 2nd);dan (3) the number of Liana twists on each stick where to vine.Sampling is done intentionally(purposive sampling), namely by searching for liana in campus areas that are eligible for use inresearch. The number of samples for lyanas that are deliberately left to creep above ground level anddeliberately wrapped around stick where to vine each 30 individuals. The results of the study are asfollows: (1) the increase in the length of tendrils Liana Broad-leaved (Merremia Peltata) that isdeliberately allowed to creep above the ground (treatment 1st) is the amount of increase in tendrillength 12945.10 cm and average 431.50 cm / 6 weeks;(2) increase in the length of tendrils LianaBroad-leaved ( Merremia Peltata) deliberately bought on ajir (treatment 2) is the amount of increase intendril length 12835.10 cm and average 427.84 cm / 6 weeks; and (3) the increase of Liana BroadLeaved (Merremia Peltata) in stick where to vine is the amount of 214.00 twists and an average of7.13 twists.
PENGARUH PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTAMBAHAN TINGGI ANAKAN JENGKOL (Pithecolobium jiringa) PASCA TIGA BULAN PENYAPIHAN M. Fadjeri; Hasanudin Hasanudin; Dwinita Aquastini; Emi Malaysia; M. Masrudy; Noorhamsyah
JURNAL AGRIMENT Vol 8 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v8i1.2532

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of composting on the height increase of Jengkol (Pithecolobium jiringa) puppies after three months of weaning at the Samarinda State Agricultural Polytechnic Nursery. This study used a completely randomized design, with 4 types of treatment on weaning media and 10 replications. The treatments were N0 (pure sub soil), N1 (75% sub soil + 25% compost), N2 (50% sub soil + 50% compost) and N3 (25% sub soil + 75% compost). Based on the results of the study, it was shown that the height of jengkol (Pithecolobium jiringa) seedlings was treated with different growth media, namely planting media (subsoil) without compost (N0), planting media with a ratio of subsoil and compost compared to 75% : 25% (N1), planting media with a ratio of subsoil and compost 50% : 50% (N2) and planting media with a ratio between subsoil and compost 25% : 75% (N3). that all growing media gave a positive response to the height increase of jengkol (Pithecolobium jiringa) seedlings. Treatment N2 showed greater height gain, but based on the Least Significant Difference Test (LSD) at the 95% confidence level, treatments N1 and N2 were not significantly different.
Hubungan Diameter dan Tinggi Pohon Ekaliptus (Eucalyptus pellita) di Areal Hutan Tanaman Industri PT. ITCI HUTANI MANUNGGAL, Kabupaten Kutai Kartanegara Hasanudin Hasanudin; Muhammad Masrudy; Emy Malaysia; Dwinita Aquastini; Muhammad Fadjeri
Buletin Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2411

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh hubungan (keeratan) diameter dengan tinggi pohon Ekaliptus (Eucalyptus pellita) umur 3 tahun yang ditanam di areal Hutan Tanaman Industri PT. ITCI Hutani Manunggal. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 pohon yang terdiri dari 35 pohon untuk menyusun suatu model penaksiran tinggi dan 15 pohon untuk validasi dari model yang terpilih. Pohon sampel dan pohon untuk validasi diambil dari lokasi yang sama dan dengan cara pengukuran yang sama. Berdasarkan hasil pengukuran data diperoleh sebaran diameter antara 6.0-14,2 cm dan tinggi antara 9,2 – 16.7 m. Hasil analisis didapat hubungan diameter dengan tinggi pohon ekaliptus (eucalyptus pellita) umur 3 tahun, yaitu log H = 0.4412261 + 0.67606319 log D atau H = 2.80622579D0.67606319 besarnya koefisien korelasi (r) 0.965929 dan koefisien determinasi sebesar 93.30%. Hasil validasi persamaan dengan menggunakan uji T didapat bahwa t-hitung lebih kecil dibandingkan dengan t-tabel. Hal ini menunjukan bahwa persamaan tersebut dapat digunakan untuk menaksir tinggi pohon pada areal tersebut.
PENGARUH PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTAMBAHAN TINGGI ANAKAN JENGKOL (Pithecolobium jiringa) PASCA TIGA BULAN PENYAPIHAN M. Fadjeri; Hasanudin Hasanudin; Dwinita Aquastini; Emi Malaysia; M. Masrudy; Noorhamsyah
JURNAL AGRIMENT Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v8i1.2532

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of composting on the height increase of Jengkol (Pithecolobium jiringa) puppies after three months of weaning at the Samarinda State Agricultural Polytechnic Nursery. This study used a completely randomized design, with 4 types of treatment on weaning media and 10 replications. The treatments were N0 (pure sub soil), N1 (75% sub soil + 25% compost), N2 (50% sub soil + 50% compost) and N3 (25% sub soil + 75% compost). Based on the results of the study, it was shown that the height of jengkol (Pithecolobium jiringa) seedlings was treated with different growth media, namely planting media (subsoil) without compost (N0), planting media with a ratio of subsoil and compost compared to 75% : 25% (N1), planting media with a ratio of subsoil and compost 50% : 50% (N2) and planting media with a ratio between subsoil and compost 25% : 75% (N3). that all growing media gave a positive response to the height increase of jengkol (Pithecolobium jiringa) seedlings. Treatment N2 showed greater height gain, but based on the Least Significant Difference Test (LSD) at the 95% confidence level, treatments N1 and N2 were not significantly different.
PENYULUHAN PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK DI DASA WISMA LILY I KELURAHAN HARAPAN BARU SAMARINDA Dwinita Aquastini
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i1.12126

Abstract

Penyuluhan pemanfaatan sampah plastik Di Dasa Wisma Lily I Kelurahan Harapan Baru Samarinda ini mempunyai tujuan mengembangkan sekelompok masyarakat untuk memperluas wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan sampah khususnya sampah plastik sehingga dapat membantu meningkatkan ketrampilan, kreatifitas dan kesejahteraan keluarga. Target yang ingin dicapai pada pengusulan program pengabdian pada masyarakat ini adalah Kelompok Dasa Wisma Lily I Kelurahan Harapan Baru Samarinda dapat memanfaatkan sampah non organik khususnya sampah plastik menjadi berbagai macam barang daur ulang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis sehingga diharapkan dengan kegiatan ini dapat menambah penghasilan, kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya lingkungan bersih, mengurangi limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga terutama plastik dan semakin menjadikan masyarakat hidup sehat.Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut di atas adalah pertama-tama melakukan kegiatan survei lapangan. Pada kegiatan survei lapangan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi Dasa Wisma Lily I Kelurahan Harapan Baru Samarinda. Kegiatan penyuluhan memanfaatkan sampah plastik yang berasal daerah daerah sekitar menjadi barang daur ulang seperti sampah plastik menjadi dompet, tas, lampion, assesoris, bunga palsu. Kata kunci : sampah plastik, penyuluhan, pemanfaatan sampah
Hubungan Diameter dan Tinggi Pohon Ekaliptus (Eucalyptus pellita) di Areal Hutan Tanaman Industri PT. ITCI HUTANI MANUNGGAL, Kabupaten Kutai Kartanegara: Diameter and Height Relationship The Ecalyptus Tree (eucalyptus pellita) in The Industrial Plant Forest Area of PT. ITCI HUTANI MANUNGGAL, Kutai Kartanegara District Hasanudin; Muhammad Masrudy; Emy Malaysia; Dwinita Aquastini; Muhammad Fadjeri
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2411

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh hubungan (keeratan) diameter dengan tinggi pohon Ekaliptus (Eucalyptus pellita) umur 3 tahun yang ditanam di areal Hutan Tanaman Industri PT. ITCI Hutani Manunggal. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 pohon yang terdiri dari 35 pohon untuk menyusun suatu model penaksiran tinggi dan 15 pohon untuk validasi dari model yang terpilih. Pohon sampel dan pohon untuk validasi diambil dari lokasi yang sama dan dengan cara pengukuran yang sama. Berdasarkan hasil pengukuran data diperoleh sebaran diameter antara 6.0-14,2 cm dan tinggi antara 9,2 – 16.7 m. Hasil analisis didapat hubungan diameter dengan tinggi pohon ekaliptus (eucalyptus pellita) umur 3 tahun, yaitu log H = 0.4412261 + 0.67606319 log D atau H = 2.80622579D0.67606319 besarnya koefisien korelasi (r) 0.965929 dan koefisien determinasi sebesar 93.30%. Hasil validasi persamaan dengan menggunakan uji T didapat bahwa t-hitung lebih kecil dibandingkan dengan t-tabel. Hal ini menunjukan bahwa persamaan tersebut dapat digunakan untuk menaksir tinggi pohon pada areal tersebut.
Kalender Musim dan Peran Gender dalam Perladangan Masyarakat Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak pada Masa Perubahan Iklim: Seasonal Calendar and Gender Roles in the Farming Practices of The Bulusu Dayak Community in Pungit Village, Sekatak Sub District During Climate Change Erna Rositah; Muhammad Fikri Hernandi; Nur Maulida Sari; Abdul Rasyid Zarta; Rudi Djatmiko; Dwinita Aquastini; Aprilianus Robert Lau
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2926

Abstract

Secara historis masyarakat Dayak Bulusu tidak bisa dilepaskan dari sumber daya hutan. Secara ekonomi, lahan hutan menjadi tempat masyarakat berladang yaitu pertanian pada lahan kering dengan sistem gilir balik, menggunakan kearifan lokal dan tahapan perladangan yang dipraktekkan secara turun temurun. Fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini berdampak terhadap makhluk hidup dan lingkungan, termasuk ancaman bagi pertanian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kalender musim perladangan dalam 1 periode tanam di tengah masa perubahan iklim dan peran gender dalam perladangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pungit Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara pada Bulan Juli-Agustus 2022. Pengambilan data dilakukan dengan teknik triangulasi yaitu FGD, observasi lapangan dan kajian literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Kegiatan berladang Dayak Bulusu Desa Pungit Sekatak dilakukan dengan tahapan tertentu dimulai dari tahap pemilihan lokasi berladang dan penebasan pada Bulan Mei; penebangan dan pemotongan dahan ranting pada bulan Juni; pengeringan selama bulan Juni-Juli; pembakaran pada bulan kering yaitu Bulan Agustus-September; penanaman dilakukan Bulan September-Oktober dimana sudah mulai musim hujan; pemeliharaan yaitu setelah masa tanam hingga memasuki Bulan Pebruari yang dilanjutkan dengan pemanenan hingga bulan Maret. Laki-laki dan perempuan berperan penting dalam setiap tahap kegiatan berladang sesuai dengan porsi dan perannya masing-masing.
Utilization of the DJI Phantom 3 Advance Quadcopter Type Drone Vehicle for Area Mapping of the Samarinda State Agricultural Polytechnic Campus Dyah Widyasasi; Dwi Agung Pramono; Hasanudin Hasanudin; Dwinita Aquastini; Emi Malaysia; Rudi Djatmiko
Jurnal Loupe Vol 20 No 01 (2024): June 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i01.3029

Abstract

This research is motivated by the fact that currently remote sensing technology continues to develop, both in terms of data collection and processing. This is characterized by the existence of data collection techniques using unmanned aerial vehicles for aerial photo mapping. The advantage of using this technology is that it is effective and efficient both in terms of time and human resources for mapping in areas that are not too large. Another advantage is that it can produce clearer photos, because the plane's flying height is below 400 meters above ground level so that during the shooting process there is no cloud interference. The aim of this research is to create an aerial photo map at the Samarinda State Agricultural Polytechnic, validate objects in aerial photos and in the field, and provide information about the area, boundaries and topography of the Samarinda State Agricultural Polytechnic campus area. The implementation of activities and research objects is the Samarinda State Agricultural Polytechnic campus area. This research uses a small format aerial photo mapping method using a Quadcopter, making it easier to determine where to start taking off and landing. With a Quadcopter vehicle, grounding problems are no longer an obstacle. The research results showed that photography carried out with a Quadcopter at a height of 200 m above the ground produced an area of 28.17 Ha and a spatial resolution of 8.40 cm/pixel. The validation results in aerial photos and in the field using drones have a small difference between 0-4 cm with an average of 1.625 cm/photo. From the digitization results of campus objects, there are 30 objects on campus with a total area of 2.67 Ha. As for the topography results in the campus area, the highest point is 107.5 meters above sea level and the lowest point is 60 meters above sea level.