Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Model Collaborative Learning pada Matakuliah Ekologi Tanaman di Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Deden deden
Humanis Vol. 22, No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i1.36232

Abstract

Kebutuhan akan orientasi baru dalam pendidikan terasa begitu kuat dan nyata dalam berbagai aspek dan bidang kajian. Lesson study pada hakekatnya adalah merupakan salah satu upaya signifikan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme Dosen dalam memfasilitasi proses pembelajaran yang dirancang sebagai bagian penting dari internal quality assurance terhadap kompetensi pedagogi dan profesionalisme Dosen. Matakuliah Ekologi Pertanian mengandung integrasi antara kondisi lingkungan dengan karakteristik tanaman dengan tujuan untuk menghasilkan produksi yang optimal. Pengembangan karakter dalam perkuliahan harus dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai etika dasar (core ethical values) sebagai basis bagi karakter yang baik dalam proses perkuliahan. Salah satu upaya untuk mewujudkan perihal diatas adalah dengaan penerapan collaborative learning pada matakuliah Ekologi Tanaman, karena di dalam pembelajaran kolaboratif Mahasiswa dituntut untuk aktif melalui learning by doing sehingga Mahasiswa belajar didasari motivasi intrinsik untuk saling bekerja sama bila menemukan materi, terori maupun praktikum perkuliahan yang agak sulit dimengerti. Tujuan penerapan collaborative learning adalah 1). untuk mengetahui gambaran hasil belajar Matakuliah Ekologi Tanaman yang diajar menggunakan metode collaborative learning dan 2). mendeskripsikan aktifitas Mahasiswa pada Matakuliah Ekologi Tanaman yang diajar menggunakan metode collaborative learning. Hasil pembelajaran dengan metode Collaborative Learning mampu meningkatkan kerjasama, prestasi dan minat belajar mahasiswa. Secara kuantitas, terdapat perbedaan hasil yang nyata metode pembelajaran Collaborative Learning bila dibandingkan Kontrol. Hasil nilai belajar kelas eksperimen metode pembelajaran Collaborative Learning mencapai skor maksimum 96 dan pada kelas kontrol nilai maksimum 88. Nilai minimum pada kelas eksperimen Collaborative Learning skor 68 dan pada kelas kontrol skor nilai minimum 61. Hasil analisis keofisien variasi, pada kelas eksperimen Collaborative Learning lebih kecil dari pada kelas kontrol yaitu sebesar 13,86 % dan pada kelas kontrol sebesar 22,56 %. Hasil belajar mahasiswa pada kelas eksperimen memiliki penyebaran yang lebih merata dibandingkan dengan kelas kontrol. Abstract. . The need for a new orientation in education is felt so strong and real in various aspects and fields of study. Lesson study is essentially a significant effort to improve the quality and professionalism of lecturers in facilitating the learning process which is designed as an important part of internal quality assurance of pedagogical competence and professionalism of lecturers. The Agricultural Ecology course contains integration between environmental conditions and plant characteristics with the aim of producing optimal production. Character development in lectures must be carried out by instilling basic ethical values (core ethical values) as the basis for good character in the lecture process. One effort to realize the above is the application of collaborative learning in the Plant Ecology course, because in collaborative learning students are required to be active through learning by doing so that students learn based on intrinsic motivation to work together when they find material, theory or lecture practicum that is somewhat difficult to understand. The purpose of implementing collaborative learning is 1). to find out the description of the learning outcomes of the Plant Ecology Course which is taught using the collaborative learning method and 2). describes the activities of students in the Plant Ecology course who are taught using the collaborative learning method. Learning outcomes with the Collaborative Learning method can improve collaboration, achievement and student interest in learning. In terms of quantity, there is a real difference in the results of the Collaborative Learning learning method when compared to the Control. The results of the learning value of the experimental class Collaborative Learning learning method achieved a maximum score of 96 and in the control class the maximum value of 88. The minimum score in the Collaborative Learning experimental class was a score of 68 and in the control class the minimum score was 61. The results of the analysis of the efficiency of variation, in the Collaborative Learning experimental class were more smaller than the control class that is equal to 13.86% and in the control class amounted to 22.56%. Student learning outcomes in the experimental class have a more even spread compared to the control class.
The Effect of Organic Insecticide and Various Cultivars on Attack Intensity of Spodoptera exigua and Results Shallots (Allium Ascalonicum L.) Vivi Erfhia Rachmawati; M. Syamsul Maarif; Maharani Maharani; Deden Deden; Dukat Dukat; Uum Umiyati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 3 No. 7 (2023): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v3i7.867

Abstract

The use of chemical insecticides to control Spodoptera exigua is currently the main choice for farmers. The continuous use of chemical insecticides will cause many problems including resistance, food safety and environmental damage. alternative use of organic insecticides needs to be applied for the control system of Spodoptera exigua on shallot plants. The experiment was carried out in Playangan Village, Gebang District, Cirebon Regency, in April-June 2019. The research method used a randomized block design with 3 replications, consisting of 9 treatment combinations of three cultivars: Bima, Ilokos, Sumenep, organic insecticides: neem seed extract, Bauveria bassiana, Bacillus thuringiensis. The results of the experiment showed that the combination of treatment of 3 cultivars of shallots and organic insecticides had a significant effect on the components of the intensity of the attack of Spodptera exigua pests (plants aged 43, 50 and 57 DAP). The best treatment was obtained, namely the treatment of Ilokos cultivar and neem seed extract insecticide with tuber yields of 6.60 kg / plot or equivalent to 28.57 tonnes / ha.
PREFERENSI DAN INTENSITAS SERANGAN Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) PADA BERBAGAI VARIETAS TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) Deden Deden; Uum Umiyati; Dukat Dukat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.5067

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, ketersediaanya semakin diperhtiungkan, terlebih ketersediaan jagung manis. Jagung manis memiliki rasa yang manis dan aromanya harum sangat disukai konsumen, aroma dan rasa jagung manis ini menarik selera makan serangga hama, khususnya S. frugiperda. Penggunaan varietas unggul tahan hama, khususnya hama penggerek seperti S. frugiperda adalah salah satu langkah tepat untuk pengendalian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui preferensi pada berbagai varietas tanaman jagung manis dan jenis varietas tanaman jagung manis yang resisten terhadap intensitas serangan S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Faklutas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati pada bulan Februari sampai dengan Juni 2021, menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari 12 varietas tanaman jagung, diantaranya yaitu Super Sweet, Sweet Boy, Sweet Lady, Bonanza F1, Bicolour Sweet, Jamboree, Lorenza F1, Asian Honey, Glory, Talenta, Baruna dan Exotic pertiwi. Pengamatan dilakukan terhadap preferensi, intesitas serangan dan kerusakan tanaman. Hasil penelitian menujukan bahwa jenis varietas mempengaruhi preferensi peletakan kelompok telur, intensitas kerusakan dan instensitas serangan S. frugiperda pada tanaman jagung manis. Varietas jagung Lorenza, Glory, Exotic Pertiwi, Bicolour Sweet, dan Sweet Boy memiliki nilai preferensi tinggi sebagai tempat peletakan telur S. frugiperda, namun yang paling tinggi prefernsinya adalah varietas Sweet Boy. Varietas Glory dan Sweet Boy memilki intensitas kerusakan yang lebih tinggi daripada vaietas lainya akibat serangan S. frugiperda. Kerusakan tertinggi pada varietas Sweat Boy mencapai 3%. Intensitas serangan S. frugiperda pada varietas Super sweet, Sweet lady dan Sweet Boy lebih tinggi bila dibandingkan varietas lainya dalam perlakuan. Intensitas serangan pada varietas Sweet Boy 9,14%, Sweet Lady 8,19% dan Super Sweet 7,34%.