Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KARANG GUNUNG SEBAGAI AGREGAT ALTERNATIF PADA CAMPURAN ASPAL PANAS Jansen, Freddy; Elisabeth, Lintong; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 1 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan di Kabupaten Talaud daerah Melonguane agak sulit terlaksana, karena agregat kasar yang menjadi salah satu bagian terpenting pada pembangunan agak sulit didapatkan. Untuk itu penggunaan karang gunung yang banyak terdapat didaerah tersebut menjadi pilihan sebagai agregat alternatif pada campuran aspal panas.Untuk mengetahui tingkat kelayakan material karang gunung tersebut sebagai agregat campuran aspal panas jenis HRS-Base, maka perlu dilakukan pemeriksaan awal material sampai pada pengujian Marshall di laboratorium.Dalam penelitian ini dibuat tiga gradasi gabungan yang menggunakan karang gunung. Dari pemeriksaan material karang gunung didapat abrasi 30,57 % (syarat maks. 40%), B.J apparent 2,605 (syarat min. 2,5), penyerapan 2,348% (syarat maks. 3,0%). Pada pengujian Marshallmemberikan nilai Stabilitas Marshall > 800 kg dan MQ > 250 kg/mm, nilai kelelehan (flow), VIM, VMA dan VFB memenuhi spesifikasi criteria Marshall.Kata Kunci : karang gunung, HRS-Base, pengujian Marshall
ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN PADA RUAS JALAN WOLTER MONGINSIDI KOTA MANADO Palin, Ardi; Rumajar, Audie L. E.; Elisabeth, Lintong
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat kondisi kota Manado saat ini, jika ditinjau dari segi sarana dan prasarana transportasi sudah mulai berbanding terbalik. Dimana kebutuhan akan jalan tidak sebanding dengan banyaknya jumlah kendaraan yang ada. Sehingga hal ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap pergerakan lalu-lintas, misalnya terjadi peningkatan volume lalu-lintas pada ruas-ruas jalan tertentu yang mengakibatkan terjadinya kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk. Akibatnya, jarak yang sebenarnya singkat akan ditempuh dalam waktu yang cukup lama.Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset yang dilakukan pada ruas jalan Wolter Monginsidi kota Manado dengan tujuan untuk menghitung kapasitas dan tingkat pelayanan, yaitu dengan cara melakukan survey selama 4 hari (dimulai dari jam 7.00 pagi sampai dengan jam 19.00 malam) yang mana dari survey ini didapatkan data volume lalu-lintas, kecepatan kendaraan serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dimana derajat kejenuhan (DS) sebagai indikator perilaku lalu-lintas pada ruas jalan Wolter Monginsidi Kota Manado.Dari hasil pengolahan data survey didapatkan nilai kapasitas pada ruas jalan ini yaitu sebesar 2934.36 smp/jam dan tingkat pelayan pada LOS E yang artinya bahwa volume lalu-lintas pada ruas jalan Wolter Monginsidi Kota Manado saat ini mendekati/berada pada kapasitas arus tidak stabil, kecepatan kendaraan terkadang terhenti. Kata kunci : analisa kapasitas, kecepatan, tingkat pelayanan
BATU BARA SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI BAHAN BAKAR MINYAK PADA CAMPURAN ASPAL PANAS Elisabeth, Lintong; Kaseke, Oscar H.; Waani, Joice E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 1, No 2 (2011): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkaan BBM untuk proses produksi campuran aspal panas membuat para produsen memakai material batu bara sebagai penggantinya. Studi ini meneliti tentang kinerja campuran aspal panas HRS-Base denganagregat dari cold bin yang proses pengeringan menggunakan BBM dan campuran aspal panas HRS-Base dengan agregat dari hot bin yang proses pengeringan menggunakan batu bara serta meneliti tentang perbedaan biaya kedua campuran tersebut.Pengujian dilakukan di laboratorium transportasi dengan material agregat pecah, pasir alam ex Kinilow, batu bara serta aspal penetrasi 60/70. Spesifikasi yang digunakan sebagai acuan adalah Spesifikasi KhususCampuran Beraspal Panas HRS-Base Dirjen Bina Marga tahun 2007, dan pengujian dilakukan dengan uji Marshall, untuk mendapatkan karakteristik campuran aspal panas yang proses pengeringannya menggunakan BBM dan menggunakan batu bara.Hasil pengujian menunjukkan bahwa HRS-Base proses pengeringan dengan BBM, memenuhi spesifikasi kriteria Marshall pada kadar aspal 5,15 % - 6,75 %, sedangkan HRS-Base proses pengeringan dengan batubara, mempunyai rentang kadar aspal yang lebih pendek yaitu memenuhi spesifikasi kriteria Marshall pada kadar aspal 5,85 % - 6,5 %.Untuk memproduksi 1 ton campuran aspal panas, memerlukan biaya BBM sebesar Rp. 50.292,- bahan bakar/ton, sedangkan jika menggunakan batu bara hanya memerlukan Rp. 45.000,-bahan bakar/ton.Kata kunci: Kriteria Marshall, BBM, Batu Bara.
PENGERASAN JALAN DENGAN PROBASE Waani, Joice E.; Elisabeth, Lintong; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah untuk perkerasan adalah untuk memperbaiki satu atau beberapa sifat-sifat teknis tanah agar menjadi lebih baik untuk memikul dan menyebarkan beban lalu-lintas. Salah satu cara stabilisasi tanah adalah dengan menambahkan bahan kimia tertentu sebagai bahan stabilisasi untuk menaikkan daya dukung tanah. Probase TX-55 merupakan salah satu jenis bahan stabilisasi tanah yang dapat menaikkan daya dukung tanah yang ditunjukkan dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah. Dengan bahan stabilisasi tambahan Probase TX-55 akan diteliti apakah ada peningkatan nilai daya dukung tanah yang ditunjukan dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah apabila material tanah pondasi bawah dipadatkan tanpa menggunakan Probase TX-55 dan dengan menggunakan Probase TX-55, dan apakah ada peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR) jika kandungan mineral pada tanah tersebut ditambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Probase TX-55 sebesar 0,5 % memberikan nilai CBR maksimum jika digunakan sebagai bahan tambahan stabilisasi. Nilai ini menghasilkan CBR sebesar 6,82 % atau 39,38 % lebih tinggi dari nilai CBR tanah asli yakni 4,89 %. Dengan kandungan yang sama yakni sebesar 0,5 %, Probase TX-55 yang dicampur pada tanah asli mengandung bebatuan menghasilkan nilai CBR sebesar 22,89 % atau meningkat sebesar 235,85 % terhadap nilai CBR tanah asli mengandung 0,5 % Probase TX-55, dan meningkat sebesar 368,12 % terhadap nilai CBR tanah asli tanpa campuran Probase TX-55.Kata kunci : CBR, TX-55, perkerasan
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN DI KELURAHAN TELING BAWAH KOTA MANADO Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan transportasi, diperlukan perencanaan transportasi yangmatang dimana salah satu informasi yang dibutuhkan adalah bangkitan pergerakan transportasi penumpang danbarang pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bangkitanpergerakan berbasis rumah tangga di Kelurahan Teling Bawah Manado dan seberapa besar pengaruh bangkitanpergerakan terhadap aktivitas di pusat kota Manado serta mengetahui pola distribusi perjalanan masyarakat dikelurahan ini. Data-data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer dari penyebaran kuisioner denganmengambil sampel secara acak sebanyak 60% dari populasi di Kelurahan Teling Bawah Manado.Hasil analisis baik dengan menggunakan korelasi antara variabel maupun dengan kombinasi kemungkinanpersamaan regresi yang terbentuk, terdapat variabel-variabel yang mempunyai korelasi satu sama lain yaitu: variabelkomposisi keluarga, jumlah anggota keluarga yang berkerja, jumlah anggota keluarga yang sekolah, menjadi faktorpenentu dalam menghitung jumlah bangkitan pergerakan. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 0,350 –0,413X1 + 0,410X2 + 0,596X3 + 0,148X4 + 1,12E-008X5. Dengan koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0.944 atau94,4% oleh variabel jumlah anggota keluarga yang berkerja dan jumlah anggota keluarga yang sekolah.Distribusi perjalanan masyarakat dikelurahan Teling Bawah Manado yang paling dominan tersebar diKecamatan Wenang dengan persentase sebesar (75,65%), dan kedua di Kecamatan Wanea dengan persentase sebesar(8,55%). Kerena jarak Kelurahan Teling Bawah dengan pusat kota relative singkat ini berarti masyarakat dikawasanini mempunyai tingkat aktivitas yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan pergerakan yang cukup signifikan untuksetiap harinya.Kata kunci: Bangkitan Pergerakan, Korelasi, Distribusi Perjalanan
MODEL DERAJAT KEJENUHAN DAN KECEPATAN KENDARAAN PADA RUAS JALAN PERKOTAAN PADA RUAS JALAN PIERE TENDEAN Sendow, Theo Kurniawan; Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 11, No 59 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lalu lintas seperti tundaan, antrian bahkan kemacetan sudah sering terjadi pada ruas jalan Piere Tendean yang merupakan kawasan komersil di kota Manado. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan suatu langkah-langkah yang sifatnya komprehensif, terpadu dan terencana dengan terlebih dahulu mengkaji karakteristik jalan tersebut seperti kecepatan kendaraan, volume lalu lintas, dan kapasitas, yakni dengan melakukan studi pada ruas jalan tersebut.Studi dilakukan dalam penelitian ini bersifat riset yang dilakukan diruas jalan Piere Tendean selama tujuh hari survey.Studi ini bertujuan untuk menganalisa hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan.Derajat kejenuhan adalah perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan, secara teoritis besarnya tidak boleh lebih dari 1, yang artinya jika nilai tersebut mendekati 1 maka kondisi jalan tersebut sudah mendekati jenuh.Serta untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan tersebut dengan menggunakan pendekatan secara linier dan memilih koefisien determinasi (R2) yang tertinggi selama tujuh hari survey.Pada Ruas Jalan Piere Tendean, hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan untuk arah Malalayang ke Pasar 45 selama seminggu dari hasil analisa dan perhitungan didapat nilai koefisien determinasi (R2) terendah yakni 25,50% dan nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu 86,53% dengan model persamaan Y = 1,146244 – 0,023009.x dan perbandingan antara thitung = 19,466357 dan ttabel = 2,00105. Untuk arah Pasar 45 ke Malalayang, hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan selama seminggu dari hasil analisa dan perhitungan didapat nilai koefisien determinasi (R2) terendah yakni 17,33% dan nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu 72,62% dengan model persamaan Y = 0,712415 – 0,012575.x dan perbandingan antara thitung = 12,508237 dan ttabel = 2,00105.Kata kunci : Model, Derajat Kejenuhan dan Kecepatan.
Pengaruh Kandungan Material Plastis Terhadap Nilai CBR Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S Pokaton, Indria E.; Kaseke, Oscar H.; Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Spesifikasi Teknik Bina Marga 2010, untuk perkerasan lentur dikenal 3 jenis lapis pondasi yaitu Lapis Pondasi Agregat Kelas‒A, Lapis Pondasi Agregat Kelas‒B, dan Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S. Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S berfungsi sebagai lapis perkerasan untuk bahu jalan dan disyaratkan harus memiliki nilai plastisitas yang berkisar antara 4% sampai 15% dan nilai California Bearing Ratio (CBR) minimal 50%. Dalam penelitian ini akan diteliti pengaruh dari variasi kandungan material plastis terhadap nilai CBR Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S. Penelitian dilakukan terhadap salah satu jenis sample material yang terpilih dan sudah sering digunakan dari lokasi sumber Lolan serta campuran sample tanah yang mengandung plastisitas. Penelitian diawali dengan memeriksa sifat-sifat bahan yang digunakan dengan mengacu pada persyaratan Spesifikasi Teknik Bina Marga 2010. Selanjutnya dibuat benda uji terhadap agregat dengan variasi campuran tanah yang dicampur sedemikian rupa sehingga mendapatkan variasi kandungan plastisitas dengan nilai PI sebesar 0% ; 4,72% ; 5,33% ; 6,62% ; 7,86%. Terhadap benda uji tersebut dilakukan uji pemadatan untuk memperoleh kadar air optimum dan berat kering maksimum, selanjutnya dilakukan pengujian CBR. Hasil yang diperoleh sebagai berikut, PI 0% wopt 7,17% gd(max) 2,259 (gr/cm3) nilai CBR 99% ; PI 4,72% wopt 7,62% gd(max) 2,244 (gr/cm3) nilai CBR 90% ; PI 5,33% wopt 8,01% gd(max) 2,240 (gr/cm3) nilai CBR 74% ; PI 6,62% wopt 8,97% gd(max) 2,237 (gr/cm3) nilai CBR 60% ; PI 7,86% wopt 9,53% gd(max) 2,227 (gr/cm3) nilai CBR 47%. Dari hasil pemeriksaan terhadap material agregat dengan berlokasi sumber Lolan yang dicampur dengan tanah yang mengandung plastisitas ini menunjukkan bahwa kandungan material plastis memberikan pengaruh terhadap nilai CBR. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang memenuhi syarat pada sample yang diperiksa ini hanya kandungan material dengan nilai PI antara 4,72% sampai 6,62% yang memberikan nilai CBR ≥ 50% sedangkan untuk material yang tidak memiliki nilai PI memperoleh nilai CBR yang tinggi namun untuk persyaratan Indeks Plastisitas tidak memenuhi syarat untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas-S. Terlihat bahwa untuk kandungan material dengan nilai PI yang lebih besar, walaupun lebih kecil dari batas maksimum 15% tidak dapat digunakan karena nilai CBR < 50%. Hal ini menunjukkan adanya range kandungan PI tertentu yang memenuhi syarat dari segi kandungan plastisitas dan dari segi nilai CBR. Untuk material yang lain perlu juga diteliti dengan cara yang sama seperti ini. Kata kunci : Indeks Plastisitas, CBR, Lapis Pondasi Agregat, Kadar Air, Pemadatan
PERENCANAAN PENGEMBANGAN BANDAR UDARA WAMENA DI KABUPATEN JAYAWIJAYA PROVINSI PAPUA Kogoya, Tinus; Paransa, M. J.; Elisabeth, Lintong
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jayawijaya merupakan salah satu daerah yang strategis dalam kaitannya dengan pembangunan di pegunungan tengah Papua. Sehingga untuk memenuhu kebutuhan dimasa yang akan datang maka bandar udara Wamena perlu diadakan pengembangan. Penelitian yang dilakukan untuk penulisan ini menggunakan data sekunder, yaitu antara lain adalah data klimatologi, topografi, arus lalulintas udara, serta data penduduk yang dijadikan acuan sebagai dasar dari perencanaan pengembangan bandar udara Wamena. Dalam perencanaan pengembangan bandar udara Wamena, yang direncanakan yaitu Runway, taxiway, Apron dengan menggunakan pesawat standar Boeing 737-400 dan mengacu pada standar ICAO. Dan untuk perencanaan perkerasan mengacu pada standar FAA dan PCA, dengan data tanah diambil dari data tanah setempat. Perencanaan  terminal area yang meliputi terminal penumpang, gudang dan areal parkir kendaraan yang dianalisa menggunakan analisa regresi linier. Dari analisa akan didapat hasil pergerakan pesawat, penumpang, bagasi, dan kargo serta pergerakan pesawat dan penumpang pada jam sibuk untuk masa yang akan datang. Panjang runway yang dibutuhkan adalah 4.382m yang terbentang pada azimut 150-330, untuk perkerasan runway dan taxiway didapat tebal 68cm, luas apron 87m x174m, namun yang  dipakai untuk luas apron adalah 87m x 450m mengingat panjang apron yang lama masih memadai sedangkan lebarnya yang perlu dikembang 37m, tebal perkerasan rigid pada apron 34 cm (metode PCA) dan 30,5cm (metode FAA), luas gedung terminal 25.813m², luas gudang 56.200m² dan luas pelataran parkir  adalah 4.500m². Kata kunci : Bandar Udara Wamena, Perencanaan Pengembangan Bandar Udara, Runway, Taxiway, Apron, Terminal Penumpang.