Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MELANI (MEDIA LAYANAN KONSELING KEKINIAN) BAGI GURU BK BERBASIS TEKNOLOGI Yosi Nur Kholisho; Marfuatun Marfuatun; Kholida Ismatulloh
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.14853

Abstract

Pelaksanaan layanan bimbingan konseling baik layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok atau konseling individu tentunya akan lebih menarik jika pelaksanaan layanan dipadu dengan penggunaan teknologi sebagi media layanan. Salah satu platform yang dapat digunakan untuk melakukan desain yaitu canva. Canva merupakan sebuah aplikasi desain grafis, selain canva saat ini banyak media dengan mengguanakan augmented reality (AR), salah satu platform yang dapat digunakan untuk merancang AR adalah Assemblr EDU. Namun kenyataannya tidak semua guru BK menguasai cara membuat media layanan. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pelatihan pembuatan media layanan bagi guru BK. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pelatihan dan pendampingan bagi guru bimbingan konseling guna menguatkan kemampuan dalam pembuatan media layanan yang menarik. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring berbantu google meet. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa pada pernyataan materi yang disampaikan jelas, data tersebut menunjukkan bahwa adanya keberhasilan pelaksanaan pelatihan pembuatan media layanan bagi guru BK dengan singkatan MELANI” (Media Layanan Konseling Kekinian), walaupun dalam proses pembuatan media ditemukan beberapa kendala baik berkaitan dari materi maupun dari sinyal disebabkan pelatihan dilaksanakan dengan metode daring.
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH DALAM RANGKA PERSIAPAN MADRASAH YOUNG REASERCHES SUPERCAMP (MYRES) DI MTs.N 1 LOMBOK BARAT Khaerus Syahidi; Fartina Fartina; Kholida Ismatulloh; Laxmi Zahara; Syahrial A
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1796-1801

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra dengan lomba penulisan karya ilmiah tingkat madrasah dan siswa yang belum memiliki prestasi karya ilmiah, seperti tips menulis proposal penelitian, hasil penelitian ilmiah yang belum dipublikasikan, atau siswa belum melakukannya dengan baik di Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) dalam rangka Lomba Karya Tulis Ilmiah. Berikut ini adalah bagaimana pengabdian masyarakat dilakukan: 1) Teknik Pengajaran; 2) Metode Tanya Jawab; dan Metode Simulasi untuk menjelaskan kepada mahasiswa pentingnya kiat-kiat dalam menulis proposal penelitian dan karya ilmiah serta memotivasi mereka, maka dipilihlah metode ceramah. Baik saat menerima petunjuk cara melaksanakan karya ilmiah maupun saat praktik, format pertanyaan dan jawaban sangat penting bagi peserta pelatihan. Metode simulasi ini sangat penting bagi peserta pelatihan karena memberi mereka kesempatan untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Ini memungkinkan mereka melihat seberapa baik mereka dapat menerapkan kegiatan penulisan ilmiah teknis dan masalah apa yang perlu diperbaiki nanti. Penilaian latihan dilakukan pada saat interaksi dan menjelang akhir persiapan, pada bagian pencapaian target persiapan dan selanjutnya pada pelaksanaan persiapan. Penilaian siklus dan hasil (pencapaian penyusunan target) dilakukan dengan dokumentasi. Sementara itu, kuesioner digunakan untuk menilai berbagai aspek pelaksanaan pelatihan. Dua pendekatan yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pemberian bantuan penulisan karya ilmiah adalah: 1) Penilaian selama tindakan, dan (2) penilaian setelah tindakan selesai. Indikator penilaian rata-rata telah melampaui indikator keberhasilan pada pertemuan kedua, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan penulisan karya ilmiah dalam rangka persiapan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) berhasil ditetapkan sebesar 80%.
Pelatihan pembuatan video profil sekolah di SMA se-kabupaten Lombok Timur Kholida Ismatulloh; Jamaluddin Jamaluddin; Yosi Nur Kholisho; Baiq Desi Dwi Arianti; Rasyid Hardi Wirasasmita; Muhammad Zamroni Uska; Samsul Lutfi
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 4 No 1 (2023): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v4i1.18343

Abstract

The rapid development of science and technology, along with the advent of the Fourth Industrial Revolution and Society 5.0, has significantly impacted all aspects of life, including education. In response to these developments, the Ministry of Education and Culture has strengthened the teaching of informatics in the latest curriculum, "Independent Learning." However, many schools are not adequately prepared to handle informatics subjects due to a lack of competent teachers. Therefore, the educational informatics program has the opportunity to engage in community engagement by providing training and assistance related to informatics subjects to students in vocational high schools (SMK). This engagement involves the participation of educational informatics lecturers and several students. The program consists of 3 to 4 sessions with students from grade XII at SMK Qurrota A’yun Joben. The training covers fundamental networking, resource sharing, connectivity, and communication aspects, followed by the creation of school profile videos. Participants are instructed in techniques for capturing footage, video editing, and multimedia design using various applications. The posttest results reveal a significant improvement in participants' skills in graphic design (85%), scenario creation (93%), video capturing techniques (86%), and video editing (96%). This engagement offers SMK Qurrota A’yun the opportunity to promote their school through captivating profile videos, thus enhancing the interest of potential students' parents and facing competition in the age of social media. The training and assistance in school profile video creation effectively enhance participants' multimedia management skills and facilitate school promotion in a more compelling manner. Video profiling proves to be an efficient and effective medium for conveying information and promotions, especially in the current era of social media. Leveraging multimedia technology has become essential in fostering school competitiveness and harnessing the full potential of the community in the Society 5.0 era.
Pelatihan pembuatan dan editing video bagi guru SD untuk menghadapi Era Industri 4.0 Yosi Nur Kholisho; Baiq Desi Dwi Arianti; Jamaluddin Jamaluddin; Rasyid Hardi Wirasasmita; Kholida Ismatulloh; Muhammad Zamroni Uska; Ahmad Fathoni
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 2 No 1 (2021): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v2i1.3586

Abstract

The Industrial 4.0 Era encourages educators to be able to apply information technology in the learning process. One application of technology in the learning process is the use of learning videos. Especially during the current Covid 19 pandemic that applies online learning, videos can be an alternative source for learning. However, in reality, many teachers in Indonesia cannot make learning videos. Online learning is currently mostly only in the form of providing material from textbooks, discussions via WA, visiting students' homes to give assignments, and so on, so it is not optimal. Therefore, this training activity aims to train teachers in making learning videos so that teachers have other alternatives as a source of student learning. This activity is in the form of training in making and editing videos using the Bandicam application, Microsoft PowerPoint 2013, and the Kinemaster application. The results of this activity are participants/teachers for the Bandicam application with a 100% success rate, Microsoft PowerPoint 2013 100% success rate, Kinemaster the first stage success rate 70%, then the second stage 100%.
Transformasi kompetensi guru sekolah dasar melalui pengembangan media pembelajaran augmented reality berbasis Assemblr Edu Muhammad Zamroni Uska; Rasyid Hardi Wirasasmita; Yosi Nur Kholisho; Baiq Desi Dwi Arianti; Kholida Ismatulloh; Jamaluddin Jamaluddin; Samsul Lutfi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36541

Abstract

Abstrak Penguasaan teknologi Augmented Reality (AR) menjadi kebutuhan mendesak bagi guru dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan selaras dengan Kurikulum Merdeka. Namun, keterbatasan pelatihan dan akses informasi menjadi kendala utama, khususnya bagi guru di daerah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MGMP Informatika Kabupaten Lombok Timur dalam mengembangkan bahan ajar berbasis AR. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap utama: (1) workshop dan pelatihan hands-on penggunaan platform Assemblr Edu dan Canva 3D, (2) pendampingan intensif, serta (3) evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan, di mana 12 dari 15 peserta (80%) berhasil mengembangkan media pembelajaran AR yang siap implementasi. Kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi teknologi digital peserta, tetapi juga mendorong terciptanya media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Disimpulkan bahwa pelatihan semacam ini efektif dalam mempercepat adopsi teknologi di kelas dan perlu diperluas cakupannya kepada guru mata pelajaran lainnya. Kata kunci: augmented reality; informatika; media pembelajaran interaktif; pelatihan guru. Abstract Mastery of Augmented Reality (AR) technology is an urgent need for teachers in creating innovative learning media that is in line with the Merdeka Curriculum. However, limited training and access to information are major obstacles, especially for teachers in rural areas. This community service activity aims to improve the competence of MGMP Informatics teachers in East Lombok Regency in developing AR-based teaching materials. The implementation method consists of three main stages: (1) workshops and hands-on training on the use of the Assemblr Edu and Canva 3D platforms, (2) intensive mentoring, and (3) evaluation through pre-tests and post-tests. The evaluation results showed a significant improvement in skills, with 12 out of 15 participants (80%) successfully developing AR learning media that was ready for implementation. This activity not only succeeded in improving the participants' digital technology literacy but also encouraged the creation of interactive learning media that could increase student engagement. It was concluded that this type of training was effective in accelerating the adoption of technology in the classroom and needed to be expanded to teachers of other subjects. Keywords: augmented reality; informatics; interactive learning media; teacher training.
Pendampingan pembuatan media pembelajaran IPA terintegrasi lingkungan bagi guru IPA di SMPN 1 Jerowaru Khaerus Syahidi; Kholida Ismatulloh; Yosi Nur Kholisho; Asrorul Azizi; Mulia Rasyidi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27707

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil observasi di sekolah mitra yaitu SMPN 1 Jerowaru, terlihat bahwa keadaan laboratorium belum memadai dimana alat dan bahan praktikum masih sangat kurang. Guru-guru IPA tidak melakukan inovasi dan kreasi untuk mengatasi kekurangan tersebut. Selain itu, kegiatan praktikum jarang dilakukan termasuk dalam memanfaatkan lingkungan sekitar. Guru IPA cenderung melakukan pembelajaran dengan teori dan monoton hanya di dalam kelas. Oleh karena itu, pengusul bersama mitra bekerja sama dalam mengatasi masalah tersebut melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Program PkM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengembangkan media pembelajaran dengan bahan bekas yang berada di lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah penyelenggaraan inservice berupa pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilaksanakan adalah latihan teknik-teknik merancang media pembelajaran terintegrasi lingkungan (bahan bekas). Hasil media yang dikembangkan ada enam yaitu kincir air, jangka sorong, elektroskop sederhana, alat destilasi, dan sistem peredaran darah. Kata kunci: media pembelajaran; lingkungan; konsep IPA Abstract Based on the results of observations at the partner school, namely SMPN 1 Jerowaru, it can be seen that the condition of the laboratory is inadequate where the tools and materials for practicum are still very lacking. Science teachers do not innovate and create to overcome these shortcomings. In addition, practicum activities are rarely carried out including in utilizing the surrounding environment. Science teachers tend to carry out learning with theory and monotonously only in the classroom. Therefore, the proposer and partners work together to overcome this problem through the Community Service (PKM) program. This PkM program aims to improve teacher skills in designing and developing learning media with used materials in the surrounding environment. The method used in achieving these goals is the implementation of inservice in the form of training and mentoring. The training carried out is training in techniques for designing integrated learning media for the environment (used materials). The results of the media developed are six, namely water wheels, vernier calipers, simple electroscopes, distillation tools, and blood circulation systems. Keywords: learning media; environment; science concept
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH DALAM RANGKA PERSIAPAN MADRASAH YOUNG REASERCHES SUPERCAMP (MYRES) DI MTs.N 1 LOMBOK BARAT Khaerus Syahidi; Fartina Fartina; Kholida Ismatulloh; Laxmi Zahara; Syahrial A
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1796-1801

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra dengan lomba penulisan karya ilmiah tingkat madrasah dan siswa yang belum memiliki prestasi karya ilmiah, seperti tips menulis proposal penelitian, hasil penelitian ilmiah yang belum dipublikasikan, atau siswa belum melakukannya dengan baik di Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) dalam rangka Lomba Karya Tulis Ilmiah. Berikut ini adalah bagaimana pengabdian masyarakat dilakukan: 1) Teknik Pengajaran; 2) Metode Tanya Jawab; dan Metode Simulasi untuk menjelaskan kepada mahasiswa pentingnya kiat-kiat dalam menulis proposal penelitian dan karya ilmiah serta memotivasi mereka, maka dipilihlah metode ceramah. Baik saat menerima petunjuk cara melaksanakan karya ilmiah maupun saat praktik, format pertanyaan dan jawaban sangat penting bagi peserta pelatihan. Metode simulasi ini sangat penting bagi peserta pelatihan karena memberi mereka kesempatan untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Ini memungkinkan mereka melihat seberapa baik mereka dapat menerapkan kegiatan penulisan ilmiah teknis dan masalah apa yang perlu diperbaiki nanti. Penilaian latihan dilakukan pada saat interaksi dan menjelang akhir persiapan, pada bagian pencapaian target persiapan dan selanjutnya pada pelaksanaan persiapan. Penilaian siklus dan hasil (pencapaian penyusunan target) dilakukan dengan dokumentasi. Sementara itu, kuesioner digunakan untuk menilai berbagai aspek pelaksanaan pelatihan. Dua pendekatan yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pemberian bantuan penulisan karya ilmiah adalah: 1) Penilaian selama tindakan, dan (2) penilaian setelah tindakan selesai. Indikator penilaian rata-rata telah melampaui indikator keberhasilan pada pertemuan kedua, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan penulisan karya ilmiah dalam rangka persiapan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) berhasil ditetapkan sebesar 80%.