Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN IPA SECARA KAFAH Syahrial A; M. Sarjan; Joni Rokhmat; Kurniawan Arizona; Ramdhani Sucilestari; Khaerus Syahidi; Syamsuddin Syamsuddin; I Gde Mertha
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.973 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v8i1.8573

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menemukan model pembelajaran IPA secara kafah sebagai pemecahan permasalahan multidimesional yang dihadapi peserta didik saat ini dan dimasa yang akan datang. Model yang didapat merupakan hasil pemikiran, analisa dan penelahaan buku, artikel, tulisan ilmiah dan diskusi dengan pakar pendidikan serta pengalaman dalam memberikan pelatihan peningkatan kualitas pembelajaran IPA di SEQIP. Model mempunyai 3 tahapan pokok yaitu pembuka pelajaran, kegiatan inti dan kegiatan pemantapan. Tahapan utama yang berisi kebermaknaan konsep yang ditemukan terdapat pada tahapan setelah kesimpulan dan kegiatan pemantapan yaitu menyampaikan kebermaknaan konsep yang didapatkan dengan mengintegrasikan pada religi, moral, sikap dan akhlak dan penerapan konsep yang ditemukan terhadap sains, teknologi, rekayasa dan matematika.  Kata kunci: model pembelajaran; IPA; kafah. ABSTRACTThis study aims to find a comprehensive science learning model as a solution to multidimensional problems faced by students today and in the future. The model obtained is the result of thinking, analyzing and reviewing books, articles, scientific writings and discussions with education experts as well as experience in providing training to improve the quality of science learning at SEQIP. The model has 3 main stages, namely opening lessons, core activities and strengthening activities. The main stages that contain the meaningfulness of the concepts found are found in the stages after the conclusion and consolidation activities, namely conveying the meaning of the concepts obtained by integrating them into religion, morals, attitudes and morals and applying the concepts found to science, technology, engineering and mathematics. Keywords: learning model; science; kafah
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Fisika Peserta Didik SMA Nopi Arpiawan; Syahrial A; Sutrio Sutrio
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.361

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing yang valid, reliabel dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis fisika peserta didik SMA pada materi getaran harmonis. Desain penelitian yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Produk yang dikembangkan berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Hasil analisis validitas untuk masing-massing perangkat, yaitu silabus 3,41, RPP 3,35, lkpd 3,33, dan instrument tes sebesar 3,45. Hasil analisis validitas tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran masuk dalam kriteria valid. Selanjutnya untuk analisis reliabilitas diperoleh hasil untuk silabus 0,928, rpp 0,862, lkpd 0,862, dan instrument tes 0,899 sehingga dapat dikatakan reliabel. Dari hasil uji coba terbatas diperoleh nilai n-gain 0,47 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis validitas, reliabilitas, dan efektifitas maka perangkat pembelajaran secara keseluruhan dapat dikatakan layak diimplementasikan dalam pembelajaran.
Kebermaknaan Fisika Kuantum Sebagai Solusi Membangun Karakter Peserta Didik Syahrial A; M. Sarjan; Joni Rokhmat; Kurniawan Arizona; Ramdhani Sucilestari; Khaerus Syahidi; Syamsuddin Syamsuddin; I Gde Mertha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.555

Abstract

Fisika kuantum adalah ilmu tentang perilaku/karakteristik/sifat materi dan energi pada molekul, atom, sub-atomik bahkan yang lebih kecil lagi dari sub atomik. Artikel ini bertujuan menemukan kebermaknaan fisika kuantum yang dapat menjadi salah satu solusi dalam membangun karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang berpedoman pada Al-Quran. Hasil kajian mendapatkan Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari proses multidimensional yang di mana setiap proses pendidikan dalam hal ini, pembelajaran akan lebih baik tetap mengandung unsur-unsur multidimensional. Unsur multidimensional yang ditekankan dalam artikel ini adalah Religion, Moral, Attitude and Character (RMAC). Membangun aspek-aspek multidimensional tersebut dapat dilakukan dengan menyisipkan pemaknaan konsep fisika kuantum di setiap proses pembelajaran sebagai contoh untuk menumbuhkan Religion, Moral, Attitude and Character (RMAC).  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika Materi Momentum dan Impuls Kelas X Suqia Hidayatin; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Susilawati Susilawati; Syahrial A
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.623

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning fisika yang layak untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika materi Momentum dan Impuls kelas X. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja peserta didik (LKPD), Bahan ajar, Media Pembelajaran dan instrumen tes penguasaan konsep. Kelayakan ditinjau dari hasil validasi oleh 6 validator yang terdiri dari 3 validator ahli dan 3 validator praktisi. Instrumen penelitian terdiri atas Silabus, RPP, LKPD, Bahan ajar, Media pembelajaran, Instrumen tes penguasaan konsep dan lembar validasi. Teknik analisis data terdiri atas analisis validitas dan analaisis reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran: 1) Layak (persentase validitas mencapai 84,7% dengan kriteria valid, dan reliabilitas mencapai >75% dengan kriteria reliabel). Kesimpulannya yaitu telah dikembangkan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning yang layak untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika materi momentum dan impuls kelas X dengan cara mengintegrasikan sintak pendekatan saintifik terhadap sintak pembelajaran berbasis Problem Based Learning.
Pengaruh Penggunaan Modul Fisika Berbasis Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Heni Agustina; Syahrial A; Susilawati Susilawati; I Wayan Gunada
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.742

Abstract

Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai titik tolak pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul fisika berbasis problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal-soal uraian dan instrumen nontes berupa angket respon peserta didik. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X MAN 1 Bima Tahun Ajaran 2021/2022. Pengambilan sampel penelitian menggunakan tehnik purposive sampling, sehingga terpilih peserta didik kelas X MIPA 2 sebanyak 20 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 1 sebanyak 22 orang sebagai kelas kontrol. Keputusan untuk pengambilan hipotesis berdasarkan pada kriteria pengujian, yaitu nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,004 lebih kecil dari taraf signifikansi (α) 0,05, sehingga () ditolak dan () diterima. Selain itu, penggunaan modul fisika berbasis problem based learning terbukti lebih unggul dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Berdasarkan hasil uji N-gain kelas eksperimen memperoleh nilai tes awal dengan skor maksimal 80 sehingga besar N-gainnya adalah 81%. Sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai tes dengan skor maksimal 75 mempunyai besar N-gainnya adalah 63%. Selisis besar N-gainnya adalah 18%. Selanjutnya hasil analisis angket respon peserta didik meningkat setelah modul fisika berbasis problem based learning diimplementasikan dengan persentase sebesar 72%. Berdasarkan analisis data maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan modul fisika berbasis problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal tersebut didasarkan pada hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Fisika Peserta Didik SMA Nopi Arpiawan; Syahrial A; Sutrio Sutrio
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.361

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing yang valid, reliabel dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis fisika peserta didik SMA pada materi getaran harmonis. Desain penelitian yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Produk yang dikembangkan berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Hasil analisis validitas untuk masing-massing perangkat, yaitu silabus 3,41, RPP 3,35, lkpd 3,33, dan instrument tes sebesar 3,45. Hasil analisis validitas tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran masuk dalam kriteria valid. Selanjutnya untuk analisis reliabilitas diperoleh hasil untuk silabus 0,928, rpp 0,862, lkpd 0,862, dan instrument tes 0,899 sehingga dapat dikatakan reliabel. Dari hasil uji coba terbatas diperoleh nilai n-gain 0,47 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis validitas, reliabilitas, dan efektifitas maka perangkat pembelajaran secara keseluruhan dapat dikatakan layak diimplementasikan dalam pembelajaran.
Kebermaknaan Fisika Kuantum Sebagai Solusi Membangun Karakter Peserta Didik Syahrial A; M. Sarjan; Joni Rokhmat; Kurniawan Arizona; Ramdhani Sucilestari; Khaerus Syahidi; Syamsuddin Syamsuddin; I Gde Mertha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.555

Abstract

Fisika kuantum adalah ilmu tentang perilaku/karakteristik/sifat materi dan energi pada molekul, atom, sub-atomik bahkan yang lebih kecil lagi dari sub atomik. Artikel ini bertujuan menemukan kebermaknaan fisika kuantum yang dapat menjadi salah satu solusi dalam membangun karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang berpedoman pada Al-Quran. Hasil kajian mendapatkan Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari proses multidimensional yang di mana setiap proses pendidikan dalam hal ini, pembelajaran akan lebih baik tetap mengandung unsur-unsur multidimensional. Unsur multidimensional yang ditekankan dalam artikel ini adalah Religion, Moral, Attitude and Character (RMAC). Membangun aspek-aspek multidimensional tersebut dapat dilakukan dengan menyisipkan pemaknaan konsep fisika kuantum di setiap proses pembelajaran sebagai contoh untuk menumbuhkan Religion, Moral, Attitude and Character (RMAC).  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika Materi Momentum dan Impuls Kelas X Suqia Hidayatin; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Susilawati Susilawati; Syahrial A
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.623

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning fisika yang layak untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika materi Momentum dan Impuls kelas X. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja peserta didik (LKPD), Bahan ajar, Media Pembelajaran dan instrumen tes penguasaan konsep. Kelayakan ditinjau dari hasil validasi oleh 6 validator yang terdiri dari 3 validator ahli dan 3 validator praktisi. Instrumen penelitian terdiri atas Silabus, RPP, LKPD, Bahan ajar, Media pembelajaran, Instrumen tes penguasaan konsep dan lembar validasi. Teknik analisis data terdiri atas analisis validitas dan analaisis reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran: 1) Layak (persentase validitas mencapai 84,7% dengan kriteria valid, dan reliabilitas mencapai >75% dengan kriteria reliabel). Kesimpulannya yaitu telah dikembangkan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning yang layak untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika materi momentum dan impuls kelas X dengan cara mengintegrasikan sintak pendekatan saintifik terhadap sintak pembelajaran berbasis Problem Based Learning.
Pengaruh Penggunaan Modul Fisika Berbasis Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Heni Agustina; Syahrial A; Susilawati Susilawati; I Wayan Gunada
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.742

Abstract

Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai titik tolak pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul fisika berbasis problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal-soal uraian dan instrumen nontes berupa angket respon peserta didik. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X MAN 1 Bima Tahun Ajaran 2021/2022. Pengambilan sampel penelitian menggunakan tehnik purposive sampling, sehingga terpilih peserta didik kelas X MIPA 2 sebanyak 20 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 1 sebanyak 22 orang sebagai kelas kontrol. Keputusan untuk pengambilan hipotesis berdasarkan pada kriteria pengujian, yaitu nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,004 lebih kecil dari taraf signifikansi (α) 0,05, sehingga () ditolak dan () diterima. Selain itu, penggunaan modul fisika berbasis problem based learning terbukti lebih unggul dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Berdasarkan hasil uji N-gain kelas eksperimen memperoleh nilai tes awal dengan skor maksimal 80 sehingga besar N-gainnya adalah 81%. Sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai tes dengan skor maksimal 75 mempunyai besar N-gainnya adalah 63%. Selisis besar N-gainnya adalah 18%. Selanjutnya hasil analisis angket respon peserta didik meningkat setelah modul fisika berbasis problem based learning diimplementasikan dengan persentase sebesar 72%. Berdasarkan analisis data maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan modul fisika berbasis problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal tersebut didasarkan pada hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t.
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH DALAM RANGKA PERSIAPAN MADRASAH YOUNG REASERCHES SUPERCAMP (MYRES) DI MTs.N 1 LOMBOK BARAT Khaerus Syahidi; Fartina Fartina; Kholida Ismatulloh; Laxmi Zahara; Syahrial A
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1796-1801

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra dengan lomba penulisan karya ilmiah tingkat madrasah dan siswa yang belum memiliki prestasi karya ilmiah, seperti tips menulis proposal penelitian, hasil penelitian ilmiah yang belum dipublikasikan, atau siswa belum melakukannya dengan baik di Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) dalam rangka Lomba Karya Tulis Ilmiah. Berikut ini adalah bagaimana pengabdian masyarakat dilakukan: 1) Teknik Pengajaran; 2) Metode Tanya Jawab; dan Metode Simulasi untuk menjelaskan kepada mahasiswa pentingnya kiat-kiat dalam menulis proposal penelitian dan karya ilmiah serta memotivasi mereka, maka dipilihlah metode ceramah. Baik saat menerima petunjuk cara melaksanakan karya ilmiah maupun saat praktik, format pertanyaan dan jawaban sangat penting bagi peserta pelatihan. Metode simulasi ini sangat penting bagi peserta pelatihan karena memberi mereka kesempatan untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Ini memungkinkan mereka melihat seberapa baik mereka dapat menerapkan kegiatan penulisan ilmiah teknis dan masalah apa yang perlu diperbaiki nanti. Penilaian latihan dilakukan pada saat interaksi dan menjelang akhir persiapan, pada bagian pencapaian target persiapan dan selanjutnya pada pelaksanaan persiapan. Penilaian siklus dan hasil (pencapaian penyusunan target) dilakukan dengan dokumentasi. Sementara itu, kuesioner digunakan untuk menilai berbagai aspek pelaksanaan pelatihan. Dua pendekatan yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pemberian bantuan penulisan karya ilmiah adalah: 1) Penilaian selama tindakan, dan (2) penilaian setelah tindakan selesai. Indikator penilaian rata-rata telah melampaui indikator keberhasilan pada pertemuan kedua, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan penulisan karya ilmiah dalam rangka persiapan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) berhasil ditetapkan sebesar 80%.