Rizki Nurislaminingsih
Departemen Komunikasi Dan Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Layanan Pengetahuan tentang COVID-19 di Lembaga Informasi Rizki Nurislaminingsih
Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v4i1.1468

Abstract

Corona virus is causing anxiety for the community. Continuous reporting, rumors and the emergence of thousands of writings about corona on the internet add to the concern about the truth of the information content. Valid data and real information are needed to be a trusted source of knowledge. Information institutions becomes a bridge between the need for knowledge and the uncountable distribution of information. This paper aims to analyze the community's knowledge needs about COVID-19 and provide recommendations for activities that information agencies can undertake to meet needs. Patients with certain diseases, old age, and pregnant women need health knowledge according to the conditions of those who are considered to have a lower immune. Office workers, field workers, entrepreneurs, and students need knowledge of increased immunity, preventive measures and ways of treatment that are suitable for daily activities. Recommended activities that can be carried out by information institutions include: the data center can act as a valid data bank relating to the corona, the information center provides reliable information and the documentation center becomes document making agency. The library through the reference service provides reference knowledge about corona while the circulation service provides a collection of COVID-19.
KPK Corner as Library Service in Supporting Anti-Corruption Education in Telkom University Open Library Neneng Komariah; Encang Saepudin; Rizki Nurislaminingsih
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 9 No 1 (2021): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/v9i1a1

Abstract

Anti-corruption education is an attempt to prevent corruption. One of the targets of anti-corruption education is students. The university library can contribute to supporting anti-corruption education through the provision of relevant information sources. For this requirement, KPK as an institution responsible for combating corruption gives the KPK Corner as a grant to the selected university library. This study aims to determine the process of obtaining KPK Corner grants, and the development of KPK Corner in Open Library Telkom University. The research method used is qualitative methods with descriptive analysis. Data collection techniques using interviews, observations, and library studies. The results showed that the process of obtaining KPK Corner grants was conducted by submitting proposals as an initiative of the Open Library. Furthermore, approaches to the associated KPK staff. After almost two years of waiting, finally Open Library get KPK Corner.  The KPK Corner grants are also an award for Telkom University who cares deeply about anti-corruption education and conducting various anti-corruption campaigns. Furthermore, for the management, services and promotions of KPK Corner are the responsibility of the Open Library. The presence of KPK Corner is proof of the spirit of Open Library staff to conduct library development through cooperation. It is an aspect assessed in the library accreditation process. Therefore, the Open Library can inspire other libraries.
Pengetahuan Lokal dan Perpustakaan: Analisis Tematik di Google Scholar Rizki Nurislaminingsih; Sukaesih Sukaesih; Neneng Komariah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.16 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.4.543-554

Abstract

Konsep pengetahuan lokal umumnya merupakan kajian antropologi atau ilmu budaya. Pengetahuan lokal masih terbilang asing bila disandingkan dengan kata perpustakaan. Kejelasan kaitan pengetahuan lokal dan perpustakaan tersirat dalam Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan yang memposisikan perpustakaan sebagai agen pelestari budaya bangsa. Dengan demikian, pembahasan mengenai kaitan pengetahuan lokal dengan perpustakaan merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan analisis artikel yang membahas tentang kedua konsep tersebut. Berdasarkan pengalaman peneliti, jumlah tulisan ilmiah dengan tema pengetahuan lokal dan perpustakaan masih sulit untuk diperoleh secara gratis. Namun demikian, free access artikel dapat dilakukan pada google scholar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaitan pengetahuan lokal dengan perpustakaan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik berbantukan VosViewer digunakan untuk mengetahui keterkaitan konsep pengetahuan lokal dengan perpustakaan. Peneliti mengetikkan kata kunci “pengetahuan lokal perpustakaan” pada google scholar. Penggunaan Bahasa Indonesia pada kata kunci bertujuan untuk memetakan hasil penelitian dari penulis dalam negeri yang berbahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal dan perpustakaan berkaitan dengan tugas tugas pokok perpustakaan sebagai institusi informasi dan pengetahuan. Pustakawan harus berperan aktif dalam menyebarkan pengetahuan lokal bahkan hingga ke mancanegara. Hal ini dapat terwujud dengan penggunaan website. Kesimpulan penelitian ini adalah perpustakaan memiliki tanggung-jawab dalam diseminasi pengetahuan lokal. Pustakawan dapat memanfaat produk teknologi agar pengetahuan lokal dapat dibagikan dengan lebih cepat dan diakses oleh masyarakat dengan lebih mudah. 
Manajemen Pengetahuan dan Perpustakaan: Analisis Tematik di Google Scholar Rizki Nurislaminingsih; Sukaesih Sukaesih; Yunus Winoto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.318 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.1.63-74

Abstract

Manajemen pengetahuan merupakan aktivitas mengelola pengetahuan yang ada di diri individu dan institusi. Manajemen pengetahuan berguna untuk meningkatkan kinerja pegawai yang akan berdampak pada peningkatan performa lembaga. Kegiatan ini merupakan hal penting yang harus ada di suatu instansi, termasuk perpustakaan. Konsep ini juga harus dikuasai oleh peneliti yang notabene merupakan produsen tulisan ilmiah. Berdasarkan pengalaman peneliti, jumlah tulisan ilmiah dengan tema tersebut masih sulit untuk ditemui. Sebagian besar tulisan dengan tema ini terdapat pada jurnal internasional yang berbayar. Namun demikian, free access artikel dapat dilakukan pada google scholar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaitan manajemen pengetahuan dan perpustakaan dan siapa saja peneliti yang telah menulis artikel dengan tema ini. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik dengan aplikasi VosViewer digunakan untuk mengetahui keterkaitan konsep manajemen pengetahuan dengan perpustakaan. Peneliti mengetikkan kata kunci “manajemen pengetahuan perpustakaan” pada google scholar. Penggunaan Bahasa Indonesia pada kata kunci bertujuan untuk memetakan hasil penelitian dari penulis dalam negeri yang berbahasa Indonesia. Batasan pada penelitian ini terletak pada pemilihan artikel dari sumber jurnal dengan waktu terbit 2011-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan di perpustakaan berkaitan dengan layanan. Penelitian tentang manajemen pengetahuan di perpustakaan pada rentang 10 tahun terakhir dimulai sejak tahun 2016 oleh Prabowo hingga tahun 2020 oleh Nurislaminingsih (dengan co-author Purnamayanti) dan Adelia. Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan manajemen pengetahuan berguna untuk meningkatkan layanan di perpustakaan dan produktivitas kinerja pustakawan saat memberikan layanan. Peneliti yang mengkaji tema ini sejak 2016 - 2020 sebanyak 15 orang.
Pustakawan Referensi Sebagai Knowledge Worker Rizki Nurislaminingsih; Tine Silvana Rachmawati; Yunus Winoto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.509 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.2.169-182

Abstract

Trend dunia saat ini berada pada posisi era informasi dan pengetahuan. Kecenderungan tersebut juga berperanguh pada bidang pekerjaan yang lebih mengutamakan proses berfikir untuk menyelesaikan masalah daripada produksi barang selayaknya era industri. Peneliti memiliki argumentasi bahwa hal yang sama terjadi dalam lingkup pekerjaan di sebuah perpustakaan. Fokus utama perpustakaan kini ada pada layanan informasi dan pengetahuan atau yang lebih kita kenal dengan sebutan layanan referensi. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk memaparkan status pustakawan referensi sebagai knowledge worker dan kegiatan apa saja yang mereka lakukan. Metodologi literature review digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian sehingga didapat pemahaman yang komprehensif karena bersumber dari literatur yang sudah diterbitkan. Hasil literature review menunjukkan bahwa pustakawan referensi memiliki tugas utama menggali informasi yang ada dalam koleksi, menemukan isi intelektual kemudian mengubah menjadi pengetahuan yang berguna bagi pemustaka. Dari tugas inilah pustakawan bertindak sebagai pekerja pengetahuan. Proses mengidentifikasi isi koleksi hingga menjadi pengetahuan ini hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berpengetahuan. Selain itu, pustakawan referensi memiliki tanggung-jawab untuk mentransfer kemampuan tersebut kepada pemustaka sehingga pemustaka memiliki pengetahuan baru untuk memecahkan masalah. Bekerja di perpustakaan yang notabene organisasi profesi semakin menguatkan posisi pustakawan sebagai knowledge worker. Kewajiban pustakawan referensi untuk memberi layanan pengetahuan yang kontinyu kepada masyarakat menjadikan pustakawan memiliki ragam kegiatan yang berkaitan dengan pengetahuan, salah satunya dikenal dengan istilah knowledge engagement service. Secara garis besar knowledge engagement service terbagi dalam knowledge brokering, knowledge readiness dan knowledge promotion. Pada knowledge brokering pustakawan bekerja sebagai perantara kebutuhan pengetahuan pemustaka dengan sumber infromasi yang dapat dijadikan pengetahuan baru bagi pemustaka. Knowledge readiness merupakan aktivitas pustakawan membimbing pemustaka agar menguasai literasi informasi. Pustakawan referensi juga melaksanakan knowledge promotion dengan cara membuat berbagai acara edukatif terbuka bagi masyarakat yang berguna untuk menstimuli pengunjung agar dapat menemukan pengetahuan dalam setiap kegiatan.
The Needs of People in Tambak Lorok Semarang towards Knowledge Rizki Nurislaminingsih; Edwin Rizal
Journal of Maritime Studies and National Integration Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.883 KB) | DOI: 10.14710/jmsni.v3i2.6130

Abstract

This research has an argumentation that people in Tambak Lorok need additional knowledge to facilitate their work as fishermen. This need is also based on the need to find solutions to problems they often face, such as poverty and lack of it due to dropping out of school. A qualitative approach was used in this study to explore what their necessaries are for knowledge and the reasons behind it. The researchers then use a narrative strategy to describe the research findings. The results show that people in Tambak Lorok need knowledge about marine affairs, technology to catch fish, skills about processing marine products, marketing techniques and about the history of their area or their identity as sailors. They need teachers who are willing to provide training as often as possible with a variety of science themes. They also need additional educational facilities such as village libraries and volunteer teachers as a source of independent learning, especially for children.
Pilihan rasional alumni ilmu perpustakaan pada pekerjaan non-pustakawan Rizki Nurislaminingsih; Sukaesih Sukaesih; Yunus Winoto; Atiqa Nur Latifa Hanum
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 18 No 1 (2022): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v18i1.2323

Abstract

Introduction. The establishment of Library Science Schools is expected to prepare professionals in library fields. In fact, there are many graduates who choose non-librarian jobs, therefore, it is necessary to examine their rational choices of the jobs. Research methods. This study uses a qualitative narrative to explore the rational choices of seven informants. Data analysis. Data were analysed by summarizing the results of interviews and sorting them based on the topics and presented in a narrative way. Interviews were conducted from April 2019 to March 2020. Results and Discussion. The non-librarian jobs selected were lecturers, heads of academic division, book editors, finance staff, entrepreneurs, and the drafting and reporting staff. The decisions were made by considering opportunities to learn new things, public recognition, income, and job comfort. This study found that some of the knowledge gained from library sciences (management, communication, marketing, classification, and cataloging) can be applied to non-librarian jobs. Conclusion and suggestions. The choice of non-librarian jobs are selected based on considerations for further learning, social appreciation, salary, and environment. The consequence is to learn new knowledge and skills. The results of this study may be a reference for future research on job selection by using rational theory and motivation theory.
Role of academic library in creating students’ mental health literacy Neneng Komariah; Encang Saepudin; Rizki Nurislaminingsih
Record and Library Journal Vol. 8 No. 1 (2022): June
Publisher : D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V8-I1.2022.109-121

Abstract

Background of the study: Mental health literacy is a very important skill because mental health is as important as physical health. University students must have mental health literacy because they face heavy pressure in the learning process and in social interactions. Academic libraries can play an active role in creating students' mental health literacy.Purpose: to identify and explain how the role of academic libraries in creating students' mental health literacy. Method:  It is a literature review, namely reviewing the books, journal articles, news, reports on mental health, mental health among students, the function and role of the academic library. Next, synergize the results of the study with the results of the researchers' thoughts. Findings:  Academic libraries can carry out various activities as an effort to create students’ mental health literacy, namely providing easy access to mental health information sources through library  collections development and providing mental health corners; promoting mental health collections in the library; organize mental health literacy campaigns through events such as seminars; providing health consultation facilities in collaboration with mental health professionals such as psychologists and psychiatrists. Conclusions: Academic libraries can play an active role in creating students' mental health literacy by utilizing their resources and by collaborating with professionals.
Pemetaan Pengetahuan Lokal Sunda di Kampung Naga-Tasikmalaya Rizki Nurislaminingsih; Neneng Komariah; Eka Purna Yudha
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3941.419 KB) | DOI: 10.14710/anuva.6.2.217-230

Abstract

Masyarakat yang menempati Kampung Naga-Tasikmalaya adalah contoh masyarakat yang masih menjaga adat istiadat Sunda. Mereka hidup dengan menerapkan pengetahuan lokal yang mereka warisi dari leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis-jenis pengetahuan lokal yang mereka miliki. Oleh sebab itu kami menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik untuk mendapatkan tema dari masing-masing pengetahuan lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kampung Naga memiliki pengetahuan lokal tentang desain, bahan, dan cara membuat rumah sehat dan rumah tahan gempa serta membuat talud tanah dengan tumpukan batu. Mereka juga ahli dalam pertanian tradisional, mulai dari penggemburan tanah, proses tanam, pengusiran hama, masa panen, pengelolaan jerami agar tidak menimbulkan polusi udara, hingga penyimpanan padi agar awet bertahun-tahun. Keahlian lain terlihat dari keterampilan mengubah bambu dan jerami menjadi souvenir. Mereka juga memiliki pengetahuan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat di Kampung Naga memiliki pengetahuan lokal tentang rumah sehat, rumah tahan gempa, cara membuat talud tanah tanpa semen, sistem pertanian tradisional, kebersihan udara, lumbung padi, kerajinan tangan, dan herbal. Penelitian ini mendapat temuan adanya ancaman kepunahan pengetahuan lokal tentang bahan alami untuk skincare dan obat tradisional.
Pengetahuan Lokal Jawa Pada Koleksi Museum Mangkunegaran Sukaesih Sukaesih; Rizki Nurislaminingsih; Roro Isyawati Permata Ganggi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.6.3.245-254

Abstract

Mangkuneragan merupakan salah satu kerajaan pewaris kerajaan yang pernah berjaya di tanah Jawa, yakni Mataram Islam. Dengan demikian dapat dipahami bahwa Mangkunegaran memiliki beragam produk budaya yang mencerminkan pengetahuan dari pembuatnya. Pengetahun ini didapat dari warisan masyarakat dari kerajaan sebelumnya selama ratusan tahun. Saat ini bukti warisan pengetahuan tersebut tersimpan di Museum Mangkunegaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lokal masyarakat Mangkunegaran berdasarkan koleksi museum. Peneliti melakukan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi museum untuk memetakan jenis pengetahuan lokal tersebut berdasarkan ragam koleksi museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka memiliki pengetahuan dalam mengubah logam menjadi perhiasan, pernak pernik, peralatan rumah tangga, dan senjata. Pengetahuan lain yang mereka miliki adalah pengolahan kayu (menjadi rumah dan mebeler) dan pengolahan bambu menjadi kerajinan tangan. Merekapun ahli dalam membuat gula pasir dan pengawetan hewan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan lokal masyarakat Mangkunegaran yang tersirat dalam koleksi Museum Mangkunegaran berupa pengolahan logam, kayu, dan bambu. Mereka memiliki pengetahuan dalam membuat gula tebu dan pengawetan hewan. Penelitian ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi penelitian dengan tema sejenis yakni pengetahuan lokal yang ada di balik koleksi museum atau cara berbagi pengetahuan yang dilakukan oleh para ahli sehingga kepiawaian mereka dalam membuat sesuai tetap lestari hingga saat ini.