Rizki Nurislaminingsih
Departemen Komunikasi Dan Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Adaptasi pelayanan di Perpustakaan Universitas Padjadjaran dalam menghadapi pandemi covid-19 Indira Adiadwi Putri; Dian Sinaga; Rizki Nurislaminingsih
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 5 (2022): Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i5.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi pelayanan di Perpustakaan Universitas Padjadjaran dalam menghadapi pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah layanan Perpustakaan Universitas Padjadjaran dalam menghadapi pandemi covid-19 sedangkan subjek penelitian terdiri dari empat orang narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses adaptasi, layanan fisik yang ada di Perpustakaan Universitas Padjadjaran sempat mengalami kemunduran selama perpustakaan di tutup total pada awal pandemi karena proses digitalisasi yang berjalan cukup lambat dan terhambat. Layanan perpustakaan kemudian dialihkan menjadi layanan daring melalui repositori, e-journal, dan koleksi karya ilmiah lainnya sebagai alternatif bagi mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan informasi. Selama perpustakaan di tutup, pustakawan berupaya untuk mengoptimalkan baik layanan daring maupun layanan fisik agar dapat kembali melayani dengan prima selama masa pandemi.
SUNDANESE INDIGENOUS KNOWLEDGE IN SINDANG BARANG CULTURAL VILLAGE – BOGOR Rizki Nurislaminingsih; Arido Laksono; Eka Purna Yudha
International Journal of Humanity Studies (IJHS) Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijhs.v6i1.4758

Abstract

The Sindang Barang Cultural Village was formed by the descendants of customary holders who live in Bogor to revitalize Sundanese culture. This is useful for preserving customs so that people can continue to live the Sundanese way (using indigenous knowledge and sticking to local wisdom) even though they live in the modern era. This study aims to identify the Sundanese indigenous knowledge possessed by them. This study uses a qualitative thematic analysis approach to identify it. The results of this study indicate that the themes of indigenous knowledge owned by the society are village landscape, agriculture, natural signs, health, and batik. The village landscape has sub-themes landscape of land and building position. The sub-themes of agriculture are the type of paddy, fertilizer, planting time, magic guard, and granary. Natural signs have the sub-themes of changing days and signs of calamity and disaster. The sub-theme of health is herbs. Batik has a sub-theme of motifs and natural dyes. This study found that some of the indigenous knowledge about herbs and batik had been lost from the people's memory.
Kegiatan mendongeng oleh Kang Idon dalam menumbuhkan ketertarikan anak-anak pada cerita Gilang Yudha Kusuma; Agus Rusmana; Rizki Nurislaminingsih
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 10 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai kegiatan mendongeng oleh Kang Idon yang dilakukan di Perpustakaan Hayu Maca Kota Cimahi dalam menumbuhkan ketertarikan anak-anak pada cerita. Berbagai macam tipe, karakter dan gaya belajar anak dapat menimbulkan munculnya masalah dalam proses mendongeng. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai proses kegiatan mendongeng dan nilai-nilai yang ditanamkan serta mengidentifikasi kendala-kendala yang terjadi dalam proses kegiatan mendongeng di Perpustakaan Hayu Maca Kota Cimahi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam upaya menumbuhkan ketertarikan anak-anak pada cerita, proses kegiatan mendongeng yang dilakukan kurang berjalan lancar karena adanya berbagai kendala yang muncul yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman orang-orang tentang pentingya kegiatan mendongeng ini diadakan sehingga Perpustakaan perlu melakukan pendekatan atau sosialisasi dengan masyarakat sekitar.
Kolaborasi Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Perpustakaan di Telkom University Open Library Neneng Komariah; Encang Saepudin; Rizki Nurislaminingsih
Pustakaloka Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.819 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v13i2.3285

Abstract

Kolaborasi perpustakaan merupakan keharusan karena dapat meningkatkan kinerja para individu yang ada di dalamnya. Telkom University Open Library merupakan perpustakaan perguruan tinggi yang menyelenggarakan berbagai acara sebagai hasil kolaborasi dengan berbagai institusi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang, strategi, jenis kegiatan, proses evaluasi, dan kendala dalam membangun kolaborasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Open Library melakukan kolaborasi dengan tujuan meningkatkan layanan perpustakaan dan sebagai upaya branding agar perpustakaan lebih diakui keberadaannya. Kolaborasi dibangun dengan mengacu pada strategi khusus. Penentuan mitra kolaborasi mengacu pada kesamaan misi dan nilai. Jenis kegiatan berbasis kolaborasi adalah menyelenggarakan berbagai event literasi untuk civitas dan masyarakat, dan peningkatan akses sumber informasi. Proses evaluasi dengan mengadakan pertemuan setelah selesai acara dan memberikan kuesioner pada peserta. Kendala yang dihadapai sering terjadinya kesalahpahaman, sehingga harus dibangun komunikasi dan hubungan baik dengan semua mitra. Open Library memiliki pustakawan public relations yang berperan aktif membangun kolaborasi. Kesimpulan perpustakaan harus membangun kolaborasi agar dapat meningkatkan layanan dan lebih dikenal. Keberhasilan kolaborasi dipengaruhi komitmen, dedikasi, keterampilan komunikasi dan membangun hubungan dari staf perpustakaan.  Disarankan perpustakaan memiliki staf sebagai public relations.
Peningkatan Daya Inovatif Pustakawan Melalui Repacking Information Isi Intelektual Koleksi RIZKI NURISLAMININGSIH
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 7, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3145

Abstract

ABSTRACTCreativity librarians as a conduit of information officers need to be increased in order to later be able to provide the best possible information to patrons. One of the activities that can be done is repackaging intellectual content collections. These activities are not only limited change the packaging of information from print to electronic form, but also summarize the information content of the collections become more easily understood information. Librarians can learn from the activities of repackaging information in the library of and then modified packaging adapted to fit the needs of information patrons.Keyword: repacking information, innovation, librarian ABSTRAKKreativitas pustakawan sebagai pihak yang bertugas memenuhi kebutuhan informasi perlu terus ditingkatkan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah kemas ulang informasi. Aktivitas tersebut tidak hanya sebatas pada mengalih media kertas ke elektronik, tetapi juga mencarikan isi intelektual koleksi agar lebih mudah dipahami pemustaka. Pustakawan dapat belajar kemas ulang informasi di perpustakaan LIPI dan kemudian dimodifikasi dan dibuat kedalam bentuk baru sesuai kebutuhan pemustaka.Kata Kunci: Repacking Information, Inovasi, Pustakawan
Indigenous literacy of local knowledge about the signs of natural disaster A case of Way Ela Natural Dam - Maluku Edwin Rizal; Rizki Nurislaminingsih
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 19 No 2 (2023): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v19i2.6830

Abstract

Introduction. Various natural disasters occurred in Maluku, with one of the impacts is changing the land surface. One example is a forest has changed into a hill or a river has changed into a natural dam. In Maluku, Way Ela natural dam was formed as a resultof the disaster in 2012 and was destroyed again by the disaster in 2013. This natural event that occurred in a relatively short period of time is still remembered by the community. This study aims to explore the types of local knowledge about dam disasters based on their memories. Data Collection Method. Data collection in this study was conducted by the interviews. Data Analysis. Data were analyzed by grouping the themes on natural signs of the formation and of the broken of the dam. Results and Discussion. The formation of dams begins with earthquakes, landslides, dry rivers, and strange animal behavior. Natural signs before a broken-down dam are earthquakes, heavy rain, cracked ground, strange behavior of animals, and changes in cooler air temperature. Conclusion. This study concludes that the community is aware of three types of disaster signs including the formation of a dam, before the dam breaks, and when the dam breaks.