Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN MANAGEMENT DISASTER GEMPA BUMI UNTUK MAHASISWA SIAGA BENCANA (PERWAGANA) BENGKULU Ida Rahmawati; Vike Pebri Giena; Dwi Putri Sulistyaningsih; Rina Aprianti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.128 KB) | DOI: 10.47859/wuj.v2i2.180

Abstract

Latar belakang : Provinsi Bengkulu merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang berisiko terkena gempa bumi dan tsunami karena terletak di pesisir Samudera Hindia.Lokasi tersebut merupakan pertemuan dua lempeng besar dan berada dekat zona subduksi tektonik Sunda yang sewaktu-waktu dapat bertabrakan. Dalam upaya mencegah terjadinya bencana, diperlukan kesiapsiagaan dari setiap sektor termasuk perguruan tinggi untuk mengurangi risiko bencana. Tujuan: meningkatkan pengetahuan mahasiwa Perhimpunan Mahasiswa Siaga Bencana (PERWAGANA) mengenai manajemen bencana gempa bumi. Metode: terdiri dari empat sesi yaitu: pre test, ceramah, praktek, dan post test. Penyerahan materi dilakukan dengan cara ceramah dan melakukan keterampilan penanggulangan bencana gempa bumi. Hasil: pengetahuan  mahasiswa meningkat setelah diberikan pelatihan mngemen disaster gempa bumi.Kesimpulan: Penanggulangan bencana gempa merupakan salah satu upaya pencegahan dan tindakan preventif yang dilakukan oleh dosen STIKES Tri Mandiri Sakti melalui kegiatan edukasi kesehatan dan simulasi dengan sasaran mahasiswa agar siap turun ke lapangan.
KEJADIAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PENGEMUDI BUS DITINJAU DARI MASA KERJA Rina Aprianti; Sanisahhuri Sanisahhuri; Pira Puspita
Jurnal Sains Kesehatan Vol 29, No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.29.3.20-25

Abstract

Profesi mengemudi merupakan jenis pekerjaan sektor informal yang mempunyai risiko gangguan kesehatan yaitu salah satunya low back pain (nyeri punggung bawah), nyeri punggung bawah itu sendiri merupakan rasa nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah dan sekitarnya yang ditandai gejala perasaan tidak enak. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari hubungan masa kerja dengan keluhan low back pain pada pengemudi bus di PT SAN Putra Sejahtera Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pengemudi bus di PT SAN Putra Sejahtera Kota Bengkulu yaitu sebanyak 114 dan pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling sebanyak 53 pengemudi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (c2). Hasil penelitian diketahui dari 53 pengemudi terdapat 35 (66,0%) pengemudi yang masa kerja 5 tahun, 31 (58,5%) pengemudi mengalami keluhan low back pain. Ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan low back pain pada pengemudi bus di PT. SAN Putra Sejahtera Kota Bengkulu dengan kategori hubungan keeratan sedang, Diharapkan untuk perusahaan dapat memberikan pelatihan serta pemahaman kepada pengemudi mengenai bahaya di tempat kerja khususnya risiko keluhan low back pain, sehingga para pengemudi secara mandiri dapat melakukan upaya-upaya perlindungan terhadap kesehatan kerja dan dapat terhindar dari penyakit akibat kerja.Katakunci: low back pain, masa kerja, pengemudi
Penyuluhan tentang Gempa Bumi dengan Media Leaflet pada Masyarakat di Kelurahan Malabero Kota Bengkulu Dwi Putri Sulistiya Ningsih; Ida Rahmawati; Rina Aprianti; Susilo wulan; Vike Pebri Giena; Yulita Elvira
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 4 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v4i2.232

Abstract

Background: An earthquake is a natural calamity that cannot be avoided, occurs unexpectedly, and cannot be correctly estimated at its epicenter. Earthquakes can be predicted in the range of times that allow them to occur, but not their exact moment of occurrence or strength. Counseling is carried out to prepare the community to be able to deal with earthquake disasters when they occur. Purpose: To improve community preparation in the event of an earthquake disaster. Methods: Community service activities include employing leaflet media to provide earthquake catastrophe advice. People residing in earthquake-prone areas, such as Malabero Village and Bengkulu City, were targeted for the exercise. Results: Before and after receiving earthquake disaster preparedness counseling, there is an improvement in community understanding. Conclusion: By delivering health education using leaflets as a medium for health promotion, the public's understanding of readiness in coping with seismic disasters can be increased.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA BAJAK 1 KECAMATAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Santoso Ujang Effendi; Kisa Apriani; Dini Syavani; Nurul Khairani; Rina Aprianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.1.16-25

Abstract

Di Indonesia bencana tanah longsor berada diurutan ke 3 dengan total 1.321 kejadian. Tanah longsor akan menimbulkan dampak dalam kehidupan manusia dan lingkungan, menimbulkan korban jiwa, serta berdampak kepada sosial ekonomi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Bajak 1 Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Jenis penelitian ini menggunakan Survei Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh Kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Bajak 1 berjumlah 30 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara berdasarkan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 18 KK (60,0%) berpengetahuan kurang, 16 KK (53,3%) bersikap unfavorable, dan 17 KK (56,7%) dengan kesiapsiagaan sedang. Ada pengaruh signifikan pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor dengan kategori hubungan kuat. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara sikap dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor. Diharapkan kepada pihak Desa dan Kecamatan agar dapat melakukan edukasi tentang bencana tanah longsor kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.Kata Kunci: kesiapsiagaan pengetahuan, sikap, tanah longsor  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KETERATURAN ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL Nurul Khairani; Vonni Rianti; Dwi Putri Sulistiya Ningsih; Santoso Ujang Effendi; Rina Aprianti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.1.40-49

Abstract

Dampak ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) adalah anemia, pendarahan, penyakit infeksi, persalinan prematur, dan pendarahan setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan keteraturan antenatal care (ANC) dengan kejadian KEK pada ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Betungan Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini adalah Survey Analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi  penelitian adalah ibu hamil yang tercatat di Puskesmas periode Januari-Desember 2021 yang berjumlah 226 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 70 ibu hamil. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariate. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (χ2). Hasil penelitian menunujukan sebanyak  33 ibu hamil (47,1%) berpengetahuan kurang, 57 ibu hamil (81,4%) tidak teratur melakukan kunjungan ANC, dan 10 ibu hamil (10%) mengalami kejadian KEK. Ada hubungan yang signitifikan antara pengetahuan dengan kejadian KEK dengan kategori sedang. Tidak ada hubungan yang signifikan antara keteraturan ANC dengan kejadian KEK. Hasil penelitian ini diharapkan kepada pihak Puskesmas Betungan untuk dapat melakukan penyuluhan pada ibu hamil tentang KEK agar kejadian KEK dapat dicegah. Kata Kunci: ANC, ibu hamil, KEK, pengetahuan
Perbedaan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Anak Sekolah Melalui Intervensi Video Animasi Arliza Fadela Putri; Rina Aprianti; Santoso Ujang Effendi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2233

Abstract

Pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi pada siswa sekolah dasar masih rendah, sehingga diperlukan media edukasi yang efektif. Kesiapsiagaan memegang peranan penting untuk menghadapi potensi bahaya gempa bumi dan mencakup berbagai upaya yang disusun guna melindungi keselamatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan gempa bumi melalui media video animasi di SDN 88 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre Experiment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V (62 orang) dengan teknik total sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sekunder dari pihak sekolah BMKG, dan BNPB. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan median pengetahuan sebelum intervensi sebesar 34,46 dan meningkat menjadi 76,39 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi video animasi. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi melalui video animasi efektif meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi pada siswa sekolah dasar. Siswa diharapkan lebih aktif mencari informasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sedangkan pihak sekolah disarankan memberikan edukasi video animasi secara berkelanjutan, terutama bagi siswa dengan pengetahuan rendah.
PENINGKATAN KUALITAS AIR KERUH BERPASIR MENGGUNAKAN SAND FILTER Susilo Wulan; Rina Aprianti; Dirhan Dirhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 3 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kualitas air bersih di Masjid Al-Fattah RT 35 Kelurahan Sidomulyo Kota Bengkulu, menjadi perhatian utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Air dari sumur bor masjid mengandung partikel pasir halus dan berwarna putih keruh, sehingga kurang layak digunakan untuk kebutuhan berwudhu dan aktivitas masjid lainnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air bersih melalui pemasangan sistem filtrasi SiFIBER serta memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kualitas air. Sistem filtrasi yang dipasang menggunakan media pasir silika, pasir aktif, zeolit, dan karbon aktif yang diharapkan mampu mengurangi zat padat terlarut dan meningkatkan kualitas air. Pengujian kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah pemasangan SiFIBER dengan alat TDS Meter. Hasil menunjukkan penurunan kadar Total Dissolved Solids (TDS) dari 331 ppm menjadi 279 ppm, serta penurunan nilai Electrical Conductivity (EC) dari 546 µS/cm menjadi 524 µS/cm, yang menunjukkan penurunan kontaminan potensial dan peningkatan kualitas air. Berdasarkan standar WHO, hasil ini menunjukkan bahwa air di masjid telah mendekati kualitas aman untuk digunakan. Dampak dari program ini meliputi peningkatan ketersediaan air bersih untuk keperluan ibadah di masjid dan peningkatan pemahaman masyarakat akan pentingnya sanitasi air yang layak. Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal ketersediaan air bersih (SDG 6) dan kesehatan yang baik (SDG 3). Pemantauan dan evaluasi secara berkala direkomendasikan untuk menjaga konsistensi kualitas air, serta potensi replikasi program di wilayah lain yang menghadapi masalah serupa.Kata Kunci: Air bersih, TDS, EC, Filtrasi, Kualitas Air, Sanitasi
Hubungan Jenis Kelamin dengan Kemandirian Lansia di BPPLU Bengkulu Sanisahhuri Sanisahhuri; Rina Aprianti; Kris Dwi Astian
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.110-118

Abstract

Peningkatan Angka Harapan Hidup memicu bertambahnya populasi lansia yang berisiko mengalami penurunan kapasitas fisiologis dan gangguan Activity of Daily Living (ADL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kemandirian lansia di Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia (BPPLU) Pagar Dewa Provinsi Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia di BPPLU Pagar Dewa Bengkulu sebanyak 80 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Indeks Barthel dan dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square serta Contingency Coefficient. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (60,0%) dan tingkat kemandirian terbanyak berada pada kategori ketergantungan ringan (47,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kemandirian lansia dengan tingkat keeratan hubungan kategori sedang. Ketergantungan pada lansia laki-laki cenderung lebih tinggi akibat konsentrasi komorbiditas disabilitas fisik berat seperti kelumpuhan dan gangguan penglihatan. BPPLU Pagar Dewa disarankan untuk menerapkan intervensi harian yang sensitif gender, seperti penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan fisioterapi bagi lansia laki-laki, serta pemeliharaan kebugaran rutin bagi lansia perempuan.Kata Kunci: activity of daily living (ADL), jenis kelamin, kemandirian lansia