Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MA’ÂYIR AL-ADAWÂT AL-TAQWÎMIYAH LI AL-KITÂB AL-MADRASÎ LI AL-LUGHAH AL-‘ARABIYAH LI AL-INDÛNÎSIYÎN : DIRÂSAH BINÂIYAH TAKÂMULIYAH Toni Pransiska; Sembodo Ardi Widodo
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban | Vol. 8 No. 1 June 2021
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.305 KB) | DOI: 10.15408/a.v8i1.15243

Abstract

There are several problems regarding textbooks in Indonesia, especially Arabic textbooks. First, the procurement stage, such as the process of writing, obtaining texts, evaluating, and publishing. Second, the distribution stage such as access to textbooks, and purchasing power of textbooks. Third, the stage of the use of books which covers the confusion of teachers in using textbooks and the period of use of school books. The aspects of the evaluation of textbooks will be important in the future. Therefore, this research aims to construct instrumental assessment of arabic teaching books from national and international perspectives. This is important to do as an effort to obtain quality Arabic textbooks with international insight. This research uses a Research and Development (R & D) approach and content analysis. The results of this study show that the Arabic textbook assessment instrument made by the National Education Standards Agency (BSNP) and the American Council on Teaching of Foreign Languages (ACTFL) is still lacking because it does not accommodate all the points and basic elements contained in a Arabic textbooks as a Foreign language. So, the construction of a comprehensive integrated integrative Arabic textbook assessment instrument is absolutely necessary in order to obtain good and quality Arabic textbooks.
IBN JINNIY WA JUHUDUH AL-LUGHAWIYYAH FĪ AL-KHAṢĀ’IS: DIRĀSAH WAṢFIYYAH TAḤLĪLIYYAH Toni Pransiska
Islam Futura Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v17i1.744

Abstract

Ibn Jinny (Mosul, 322-329 H) one of Arabic linguist was very multitalented and multidisciplinary master in Islamic scholarship. Through his masterpiece “Al- Khāshaish”, Ibnu Jinny tried to read discourse and discussion from the original Arabic linguistics that focused on the debate nahwu and fanaticism of his Mazhab into studies of a more generally and comprehensively. Language, according to Ibn Jinny, is not a purely rational entity but a social dimension, therefore, methods, theories and approaches were used also must necessarily incorporate both dimensions. If the linguistic theory of Modern West focused on object of studies to four important elements such as; Phonetics (‘Ilm al-Ashwāt), Morphology (Sharf), Syntax (Nahw) and Semantics (‘Ilm al-Dilālah), then the Arabic linguistic tradition - as Ibn Jinny’s study - has led Western Linguist studies. Even the sociological approach or another we can browse and look for the roots of the theories of Ibn Jinni and linguists generations thereafter.
Meneropong Wajah Studi Islam dalam Kacamata Filsafat: Sebuah Pendekatan Alternatif Toni Pransiska
Intizar Vol 23 No 1 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v23i1.1270

Abstract

Islam sebagai penebar kedamaian dan kasih sayang (rahmatan li al-‘ālamīn). Tentunya, memiliki beberapa konseptual, dogma, nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran yang komprehensif. Hal inilah yang menyelamatkan manusia dari kebinasaan dan kehancuran. Oleh sebab itu, nilai-nilai dan ajaran islam harus selaras dengan norma-norma hidup manusia dan akomodatif terhadap kemajuan zaman kontemporer saat ini (shālih li kulli zamān wa makān). Islam dituntut untuk dapat memberikan sumbangsih pemecahan permasalahan (problem solving). Salah satu upaya tersebut adalah mengkaji islam dengan pendekatan filsafat (philosophy approach). Pendekatan ini memandang problematika keagamaan dari perspektif filsafati dan mencoba memberikan tawaran solusi dan pemecehan masalah dengan metode analitis-kritis. Dengan begitu, Islam sebagai agama yang berisi dogma dan ajaran, dapat dipahami dan dikaji secara mendalam, komprehensif dan mengungkap hikmah dibalik ritual dan ajarannya.
(كتاب مقرر للغة العربية للمستوى المتوسط – نموذجا) Toni Pransiska
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:         Buku ajar (textbook) adalah elemen penting dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Buku ajar merupakan konten akademik sebuah kurikulum (academic content of curriculum). Oleh sebab itu, kuantitas dan kualitas buku ajar dianggap sebagai bagian krusial yang harus diperhatikan para penyusun dan pengembang buku ajar. Berdasarkan kriteria buku ajar yang ideal, bahwa buku ajar bahasa Arab yang diterbitkan Kementrian Agama dalam kurikulum 2013 belum bisa dikatakan sebagai buku ajar bahasa Arab yang baik dan ideal. Buku ajar yang ideal harus memenuhi beberapa kriteria seperti teknis penyusunan dan percetakan, materi kebahasaan (language content), materi kebudayaan (cultural content), latihan dan evaluasi (exercise and evaluation), pelengkap buku (book complement).
PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA DALAM MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBAHASA ARAB Toni Pransiska
At-Tafkir Vol 10 No 1 (2017): AT-TAFKIR: Jurnal Pendidikan, Hukum dan Sosial Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang peluang dan tantangan perpustakaan sebagai media dalam meningkatkan kemahiran berbahasa Arab (al-Mahārāt al-Lughawiyah). Perpustakaan sekolah (al-Maktabah al-Madrasiyah) dapat menjadi sumber dan media pengembangan dan peningkatan belajar bahasa Arab peserta didik. Di tengah kemajuan teknologi dan informasi, paradigma dan gaya belajar siswa telah banyak mengalami perubahan dan pergeseran saat ini, terutama dalam belajar bahasa Arab. Namun demikian, perpustakaan tetap menjadi sumber yang otentik, edukatif, dan otoritatif dalam menyediakan informasi-informasi dan data dokumentasi lainnya yang dapat menunjang dan mengimprovisasi kemahiran berbahasa Arab. Sehingga hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi para guru dan pengelola perpustakaan untuk mengadakan evaluasi dan peningkatan layanan dan bimbingan bagi pemustaka.
MENAKAR PENDEKATAN TEOLOGIS-NORMATIF DALAM MEMAHAMI AGAMA DI ERA PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA Toni Pransiska Pransiska
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.838 KB) | DOI: 10.15548/turast.v5i1.360

Abstract

Artikel ini mengulas tentang salah satu pendekatan atau metodologi dalam studi islam (approaches of islamicstudies) yaitu pendekatan teologis-normatif. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendekatan ini juga berkontribusidalam memahami agama yang bersifat doktrin, nash dan dogma. Namun, disisi lain, pendekatan ini jugamendapat kritikan dari berbagai pihak khusunya para pemikir muslim kontemporer. Pendekatan semacamini menimbulkan pola dan tata pikir deduktif tekstualistik-skriptualistik. Hingga akhirnya, berimplikasi padapola pemikiran dan pemahaman keagamaan islam yang bersifat absolutly absolute yang mudah terjebak padaproses sakralisasi pemikiran keagamaan (taqdīs al-afkār al-dīniyah). Nah, Pola pikir semacam ini (mode ofthought) akan berimplikasi pada perilaku dan praktik keberagamaan (mode of conduct) yang bersifat kaku,rigid, stagnan, ekslusif, dan jumud. Hingga pada tataran yang ekstrem, antar pemeluk agama saling kafirmengafirkan,terjadi ketegangan (tension), konflik dan kekerasan(violence). Olehkarenaitu, diperlukanpendekatanyang akomodatif, fleksibel dan memperhatikan aspek historisitas pemikirankeagamaan sertamampumerawatdan menjaga harmonisasidan kerukunanantar umat beragamadi tengah arusglobalisasidanerapluralitasagama di republikini.
KEJAYAAN ISLAM DAN KONTRIBUSI PARA MUSLIM DIFABEL: SEBUAH PENDEKATAN HISTORIS Toni Pransiska
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.314 KB) | DOI: 10.15548/turast.v5i2.366

Abstract

Tulisan ini mencoba mengungkap fakta historis terkait keterlibatan dan kontribusi ulama difabel dalamkejayaan dan peradaban Islam. Sebab, Sejarah belum pernah mencatat adanya pemikir besar Islam, baik dalambidang Akidah, Tasawuf, Filsafat, Fiqih, Tafsir, maupun Hadis yang berasal dari kalangan difabel. Implikasidari ketiadaan kajian apalagi perspektif difabel ini mudah ditebak, yaitu adanya generalisasi (ta’mīm) dalampenyediaan kebutuhan dan aksesibilitas terhadap fasilitas atau sarana bagi manusia tanpa memperhatikanpenyandang disabilitas. Penelitian ini dilakukan agar dapat memberikan deskripsi dan informasi mendalammengenai pandangan Islam terhadap disabilitas. Disamping itu, melalui penelitian dapat menemukan danmencatat kiprah dan kontribusi nyata yang diberikan oleh para ulama difabel dalam perjalanan sejarahIslam, baik dari kalangan sahabat, tabi’in dan ulama. Ternyata, banyak dari kalangan sahabat dan ulamadifabel yang menorehkan kiprah dan kontribusinya sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki sepertiAbdurrahman bin Auf, Abdullah bin Ummi Maktum, Imam Tirmidzi dan Taha Husein.
MA’ÂYIR AL-ADAWÂT AL-TAQWÎMIYAH LI AL-KITÂB AL-MADRASÎ LI AL-LUGHAH AL-‘ARABIYAH LI AL-INDÛNÎSIYÎN : DIRÂSAH BINÂIYAH TAKÂMULIYAH Toni Pransiska; Sembodo Ardi Widodo
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.305 KB) | DOI: 10.15408/a.v8i1.15243

Abstract

There are several problems regarding textbooks in Indonesia, especially Arabic textbooks. First, the procurement stage, such as the process of writing, obtaining texts, evaluating, and publishing. Second, the distribution stage such as access to textbooks, and purchasing power of textbooks. Third, the stage of the use of books which covers the confusion of teachers in using textbooks and the period of use of school books. The aspects of the evaluation of textbooks will be important in the future. Therefore, this research aims to construct instrumental assessment of arabic teaching books from national and international perspectives. This is important to do as an effort to obtain quality Arabic textbooks with international insight. This research uses a Research and Development (R & D) approach and content analysis. The results of this study show that the Arabic textbook assessment instrument made by the National Education Standards Agency (BSNP) and the American Council on Teaching of Foreign Languages (ACTFL) is still lacking because it does not accommodate all the points and basic elements contained in a Arabic textbooks as a Foreign language. So, the construction of a comprehensive integrated integrative Arabic textbook assessment instrument is absolutely necessary in order to obtain good and quality Arabic textbooks.
AL-KUTUB AL-MADRASIYAH AL-‘ARABIYAH FĪ INDŪNISIYĀ MIN MAẒŪRI WAṬANĪYIN WA ‘ĀLAMĪYIN Pransiska, Toni; Sugiyono, Sugeng; Widodo, Sembodo Ardi; Sayyid, Wael Aly Muhammad
Islam Futura Vol 24, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v24i2.14964

Abstract

The study of school textbooks is interesting to examine comprehensively and in-depth. The issues with textbooks can be mapped into three crucial problems: First, issues related to the preparation and assessment phase. Second, issues related to the distribution of books, including accessibility and the purchasing power of textbooks. Third, problems related to the usage of books. This research focuses on developing a comprehensive assessment instrument for Arabic language textbooks. The researcher conducted research and development using the ADDIE model, which was developed from the instruments of the National Education Standards Agency (BSNP), the American Council on the Teaching of Foreign Languages (ACTFL), and the Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), as well as expert opinions. The results of this research and development show: First, the development of a comprehensive assessment instrument for Arabic language textbooks, consisting of four components: appearance, content, language, and presentation or teaching. Each component has indicators and sub-assessment items, totaling 50 assessment items. Second, the instrument was tested on Arabic language textbooks published by the Ministry of Religious Affairs, with a resulting score of 77.48, indicating they are suitable with major revisions needed.
PENDEKATAN SISTEM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Toni Pransiska; Aly Aulia
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 16 No. 2 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v16i2.473

Abstract

AbstractThis research examined  the Arabic language development and learning at Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Yogyakarta. Research diagnosed the components or sub-systems in Arabic language learning, which involved students, teachers, learning goals, methods, and Arabic text books. It is intended to describe the learning process of Arabic language in perspective of system approach. This research is a mixed research of qualitative and quantitative methods. In general, the interaction of sub-systems, namely students, teacher conditions, goals, methods, and text books is collaborative and cooperative. Even though, some problems were still found in each sub-system. The interaction of sub-systems in the learning process that implemented the interdependent, cooperative and dynamic principals, worked well. In addition, it is necessary to perform educational efforts to improve teacher competencies and student quality with education and training, workshop, seminar, text-book writing, comparative study, and direct practice.  Therefore, the Arabic learning process may find an ideal format and solutive and educational steps in designing Arabic language learning that is active, conducive, creative, innovative, and fun.Abstrak Penelitian ini membahas tentang pengembangan dan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. enelitian ini mencoba mendiagnosa komponen atau sub-sub system dalam pembelajaran bahasa Arab yang meliputi siswa, guru, tujuan pembelajaran, metode, dan buku ajar bahasa Arab.Hal ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran bahasa Arab dalam perspektif pendekatan system. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kombinasi (mix research) antara kualitatif dan kuantitatif. Secara umum, interaksi antar sub system seperti siswa, kondisi guru, tujuan, metode, dan buku ajar saling kolaboratif dan sinergis. Meskipun masih banyak ditemukan beberapa masalah di masing-masing sub system tersebut. Interaksi antar sub system tersebut dapat berjalan dengan baik dalam proses pembelajaran dengan melaksanakan prinsipi interdependensi, sinergitas, dan dinamis. Disamping itu, perlu melakukan upaya-upaya edukatif untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas siswa dengan pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, penulisan buku ajar, studi banding (comparative study), dan praktek langsung (direct practice). Dengan begitu, proses pembelajaran bahasa arab dapat menemukan format ideal dan langkah-langkah solutif-edukatif dalam mendesain pembelajaran bahasa Arab yang aktif, kondusif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.