Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Sikap Ibu Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Yuni Ramadhaniati; Getty Novianti; Waytherlis Apriani; Elza Wulandari
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jbmc.v4i2.2098

Abstract

Secara global hanya 52% wanita hamil yang melakukan kunjungan ANC sebanyak empat kali atau lebih. Data Kemenkes RI (2022), diketahui pada tahun 2021 angka K4 sebesar 88,8%, angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 84,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan sikap ibu dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pemeriksaan antenatal care (ANC) pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian secara deskriktif correlational dengan menggunakan desain cross-sectional. teknik pengambilan sampel total sampling sebanyak 37 respoden. Pengumpulan data penelitian jenis data yang peneliti gunakan adalah data primer. Data di diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 21 (56,8%), respoden yang mempunyai sikap unfavorabel, terdapat 23 (62,2%), respoden mempunyai dukungan keluarga yang kurang baik, terdapat 20 (54,1%), tidak patuh dalam melakukan kunjungan ANC. Ada hubungan sikap ibu dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim kategori hubungan sedang.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Putri Dalam Mengahadapi Premenstruasi Syndrome Di SMPN 2 Kota Bengkulu Waytherlis Apriani; Dewi Aprilia Ningsi; Metha Fahriani; Yuni Ramadhaniati; Suhita Tri Oklaini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2143

Abstract

Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang PMS membuat remaja putri tidak sadar akan pentingnya kesehatan reproduksinya bahkan tidak memperhatikan kesehatan diri. Kurangnya pengetahuan tentang PMS kebanyakan membuat remaja putri ini tidak melakukan penanganan terhadap PMS. Pengetahuan tentang PMS sangat penting agar dapat bersikap positif terhadap gejalanya. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek, sehingga sikap positif ditunjukkan dengan mampu melakukan penanganan dini dan pencegahan dini terhadap PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam menghadapi Premenstruasi syndrome di SMPN 2 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII dan Kelas VIII SMPN 2 Bengkulu tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 390 reponden teknik pengambilan sampel dengan cara Cluster Random Sampling sebanyak 80 orang. Data penelitian data primer dan sekunder,data dikaji dengan analisis univariat dan bivariate dengan uji Chi Square dan Contingency Coefficient. Hasil penelitian ini didapatkan pengetahuan 44 responden memiliki pengetahuan baik, 19 responden memiliki pengetahuan cukup, dan 17 responden memiliki pengetahuan kurang dan sikap 64 responden (80%) memiliki sikap positif, sedangkan 16 responden (20%) memiliki sikap negatif. Ada hubungan yang signifikan anatara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri dalam menghadapi Premenstruasi Syndrome. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri SMPN 2 Kota Bengkulu Dalam menghadapi Premenstruasi Syndrome
Penyuluhan Tentang Kadar Hb Pada Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMA Suhita Tri Oklaini; Waytherlis Apriani; Ruri Maiseptya; Hanifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2137

Abstract

Penurunan produksi dan konsentrasi hemoglobin dapat menyebabkan terjadinya anemia. Adapun batas nilai konsentrasi hemoglobin pada wanita yang tidak hamil adalah: tidak anemia (>/= 12 g/dl), anemia ringan (11,0-11,9 g/dl), anemia sedang (8,0-10,9 g/dl), dan anemia berat (<8 g/dl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pada remaja putri pada saat pre menstruasi dan post menstruasi di SMAN 1 Kota Mukomuko. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel Purposive Sampling. Dimana sampel didapatkan pada saat penelitian berdasarkan kriteria Inklusi penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMAN 1 Kota Mukomuko sebanyak 513 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Pre menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 11 orang, dan kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 23 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 8 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 13 orang, dan kadar hb (<8 g/dl) sebanyak 2 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Post menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 21 orang, kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 14 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 9 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 5 orang. Ada perbedaan yang signifikan antara kadar Hb pada saat pre menstruasi dan post menstruasi dengan nilai sig.(2 tailed) / α = 0,042 > 0,05. Harapan kedepan untuk SMAN 01 Kota Mukomuko nantinya dapat lebih peduli tentang kesehatan remaja putri khususnya dengan salah satu caranya yakni turut mendukung dan menjalankan program pencegahan anemia yang focus program ini ditujukan kepada remaja putri. Hal ini karena dari remaja putri inilah nantinya lahir putra putri calon penerus kemajuan suatu bangsa
Pengaruh Pemberian Ekstrak Ikan Gabus Terhadap Penyembuhan Luka Sectio Caesarea Pada Ibu Post Partum Di RSUD Kabupaten Kaur Tria Nopi Herdiani; Waytherlis Apriani; Esa Vidiah
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jbmc.v4i2.2132

Abstract

Infeksi merupakan salah satu penyebab kematian ibu keempat tertinggi di Indonesia, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ikan gabus terhadap penyembuhan luka Sectio Caesarea pada ibu post partum di RSUD Kabupaten Kaur. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-experiment dengan rancangan penelitian two grup pretest-posttest design. Populasi seluruh ibu post SC yang berkunjung ke Poli Kebidanan RSUD Kabupaten bulan Septemmber sampai November tahun 2023 sebanyak 32 orang. Sampel diambil secara 1:1 yaitu 16 orang sampel kasus diberikan 1000 ml ekstrak ikan gabus selama 6 hari berturut-turut dan 16 orang sampel kontrol adalah sampel yang tidak diberi perlakukan. Pengumpulan data yaitu menggunakan data skunder dan primer. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan Nilai rata-rata penyembuhan luka sectio caesarea pada kelompok yang tidak diberi ekstrak ikan gabus sebelum sebesar 8,62 dengan nilai minimum 6 dan maksimum 15 dan rata-rata setelah sebesar 4,06 dengan nilai minimum 0 dan maksimum 8; Nilai rata-rata penyembuhan luka sectio caesarea pada kelompok yang diberi ekstrak ikan gabus sebelum sebesar 7,75 dengan nilai minimum 0 dan maksimum 6 dan rata-rata setelah sebesar 0,38 dengan nilai minimum 0 dan maksimum 6. Terdapat pengaruh pemberian ekstrak ikan gabus terhadap penyembuhan luka Sectio Caesarea pada ibu post partum di RSUD Kabupaten Kaur. Diharapkan pada pihak RSUD agar dapat meningkatkan informasi pada ibu post partum tentang pentingnya mengkonsumsi ekstrak ikan gabus agar mempercepat proses penyembuhan luka Sectio Caesarea baik melalui penyebaran leaflet, penyuluhan, maupun penjelasan secara langsung kepada ibu pos partum