Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Manajemen Hari Tanpa Hujan menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Jaringan Sensor Nirkabel di Stasiun Klimatologi Banjarbaru Raden Yani Gusriani; Munsyi M.T; Aulia Aziza
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2023): Technologia (Juli)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v14i3.12125

Abstract

Informasi yang diperoleh di Stasiun Klimatologi Banjarbaru meliputi ramalan musim, analisis curah hujan, analisis properti curah hujan, analisis hari hujan, dan pemantauan hari tanpa hujan di wilayah Kalimantan Selatan. Pemantauan Hari Tanpa Hujan merupakan bentuk data tentang hari-hari tanpa hujan yang terjadi secara berurutan di Kalimantan Selatan. Data ini dikirim oleh para pengamat ke kantor Stasiun Klimatologi Banjarbaru melalui SMS, Whatsapp, dan bahkan dengan menelepon staf Stasiun Klimatologi Banjarbaru sehingga para karyawan harus memeriksa setiap media baik SMS, Whatsapp, maupun telepon untuk mengetahui data yang dikirim oleh para pengamat. Terkait dengan masalah ini, dibuatlah aplikasi pemantauan hari tanpa hujan berbasis web. Dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (RnD), dibangunlah sistem manajemen berbasis Sistem Informasi Geografis yang menggunakan Google Maps API dan basis data MySql yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) berdasarkan Jaringan Sensor Nirkabel (WSN) untuk pengumpulan data secara waktu nyata. Sistem yang dibangun akan memberikan notifikasi dalam pengelolaan daerah yang terdampak oleh hari tanpa hujan guna mengatasi kekeringan.
Ekstraksi Opini Publik Terhadap Fenomena Jargon Politik Gemoy Menggunakan Teknik Analisis Sentimen Berbasis Web Data. Samsul Rani; Munsyi M.T; Raden Yani Gusriani
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17 No 3 (2026): Technologia (Juli)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jit.v17i3.24421

Abstract

 Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap komunikasi politik di Indonesia, salah satunya melalui pemanfaatan budaya populer siber sebagai strategi marketing politik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis karakteristik serta sebaran sentimen publik terhadap jargon politik "Gemoy" yang digunakan dalam dinamika Pilpres 2024 Indonesia lintas platform media digital. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan komputasional berupa web crawling/scraping untuk menguji validitas data korpus tekstual. Sebanyak 1.000 sampel data bersih dari media sosial (Twitter/X, TikTok, Instagram, Facebook) dan portal berita arus utama dianalisis menggunakan metode lexicon-based analysis berbantuan instrumen kamus leksikon bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi publik secara makro didominasi oleh respons positif sebesar 53,9%, diikuti sentimen netral sebesar 26,2%, dan sentimen negatif sebesar 19,9%. Melalui komparasi lintas saluran, TikTok dan Instagram teridentifikasi sebagai episentrum sentimen positif yang mengamplifikasi aspek afektif publics melalui konten visual, sedangkan Twitter (X) menunjukkan anomali berupa dominasi sentimen negatif yang mencerminkan diskursus kritis khalayak terhadap isu substansi kebijakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jargon politik digital bertindak sebagai pisau bermata dua yang efektif dalam membangun popularitas elektoral berbasis afeksi, namun memicu resistensi intelektual akibat risiko pendangkalan esensi demokrasi.