Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Perbandingan Kapasitas Vital Paksa Perokok Elektronik dan Perokok Tembakau Siwu, Imanuel L.; Engka, Joice N. A.; Marunduh, Sylvia R.
e-CliniC Vol. 13 No. 1 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i1.60617

Abstract

Abstract: Smoking can cause reduced lung function such as decreased forced vital capacity (FVC), heart diseases, and cancer. An electronic cigarette or vape is an electrically powerful device that heats an e-liquid aerosol containing propylene, glycerin, glycol, nicotine, and various additives to produce aerosols that can be breathed. Electronic cigarettes are popular because they are considered as safer and healthier device than conventional cigarettes since they do not contain tobacco that is hazardous to health. This study aimed to find out the comparison of forced vital capacity of electronic smokers with tobacco smokers among students of Universitas Sam Ratulangi. This was an observational and analytical study with a cross-sectional study design. Samples consisted of 51 students obtained by using the purposive sampling method and met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that highest percentages were found in respondents aged 20 years (39.2%), tobacco smokers (58.8%), and low FVC (76.5%). The independent sample t-test used to compare the FVC of electronic smokers with tobacco smokers obtained a p-value of 0.719 indicating there was no significant difference between the two groups. In conclusion, there is no significant comparison between the forced vital capacity values of electronic smokers and tobacco smokers among students of Universitas Sam Ratulangi. Keywords: FVC, electronic smokers; tobacco smokers    Abstrak: Merokok dapat menyebabkan penurunan fungsi paru antara lain penurunan kapasitas vital paksa (KVP), penyakit jantung dan kanker. Rokok elektronik atau vape adalah sebuah perangkat berdaya listrik yang memanaskan aerosol e-liquid yang mengandung propilena, gliserin, glikol, nikotin dan berbagai perasa yang aditif untuk menghasilkan aerosol yang bisa di hirup. Rokok elektronik atau vape populer karena dianggap sebagai perangkat yang lebih aman dan sehat daripada rokok konvensional karena tidak memiliki kandungan tembakau yang berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan KVP perokok elektronik dan perokok tembakau pada mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 51 mahasiswa yang diperoleh dengan metode purposive sampling serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan persentase tertinggi pada responden berusia 20 tahun (39,2%), perokok tembakau (58,8%), dan hasil pengukuran KVP dengan nilai low (76,5%). Hasil uji independent sample t-test terhadap KVP perokok tembakau dan elektronik memperoleh nilai p=0,719, yang membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai KVP perokok elektronik dan perokok tembakau. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat perbandingan bermakna antara nilai kapasitas vital paksa perokok elektronik dan perokok tembakau pada mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: kapasitas vital paksa; perokok elektronik; perokok tembakau
Perbandingan Rasio FEV1/FVC pada Perokok Elektronik dan Perokok Tembakau Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Marasi, Trinita E.; Sapulete, Ivonny M.; Engka, Joice N. A.
e-CliniC Vol. 13 No. 2 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i2.61016

Abstract

Abstract: Smoking can accelerate decrease of lung function due to the abundant harmful substances in cigarettes. Decreased lung function is characterized by a decrease in the values of forced expiratory volume 1 (FEV1), forced vital capacity (FVC), and FEV1/FVC ratio. This study aimed to compare the FEV1/FVC ratio in electronic smokers and tobacco smokers among students of Universitas Sam Ratulangi. This was a quantitative study using analytical and observational method with a cross-sectional design. Samples were students of the Faculty of Engineering Class 2021, Department of Electrical Engineering, Universitas Sam Ratulangi, obtained by using the purposive sampling method. There were 51 male students as respondents. The Mann-Whitney test on  the FEV1/FVC ratio obtained a p-value of 0.022 (2-tailed) (<0.05). In conclusion, there is a significant difference in the FEV1/FVC ratio between electronic smokers and tobacco smokers. Keywords: ratio of FEV1/FVC; electronic smoker; tobacco smoker;    Abstrak: Merokok dapat mempercepat penurunan fungsi paru akibat mengandung banyak zat berbahaya. Penurunan fungsi paru ditandai dengan penurunan nilai forced expiratory volume 1 (FEV1), forced vital capacity (FVC), dan penurunan rasio FEV1/FVC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rasio FEV1/FVC pada perokok elektronik dan perokok tembakau mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif yang menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah mahasiswa Fakultas Teknik Angkatan 2021 Jurusan Teknik Elektro Universitas Sam Ratulangi, diperoleh dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian mendapatkan 51 mahasiswa laki-laki sebagai responden penelitian. Hasil uji Mann-Whitney terhadap FEV1/FVC pada perokok tembakau dan perokok elektronik mendapatkan nilai p=0,22 (2-tailed) (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan bermakna pada rasio FEV1/FVC antara  perokok elektronik dan perokok tembakau. Kata kunci: rasio FEV1/FVC; perokok elektronik; perokok tembakau