Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Deteksi Dini Stroke dengan Metode F.A.S.T di Kecamatan Tugu Dyah Restuning Prihati; Heny Prasetyorini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9764

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah penyakit yang menyerang sistem saraf manusia yang sangat mengancam jiwa. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang dapat kecacatan. Golden time pasien stroke terutama stroke iskemik adalah 3 jam setelah stroke. Salah satu upaya yang berperan penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengenalan gejala-gejala stroke dan penanganan stroke secara dini yang dimulai dari penanganan prahospital yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada kelompok kader kesehatan di wilayah kecamatan Tugu, diharapkan mereka mampu mengaplikasikan deteksi dini dan pencegahan stroke dengan metode F.A.S.T. Pengukuran tekanan darah, pemberian materi tentang deteksi dini Metode F.A.S.T dan pencegahan stroke, demonstrasi senam pencegahan stroke dan pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan kuisioner pengetahuan tentang deteksi dini dan pencegahan stroke. Terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 90% peserta setelah dilakukan edukasi tentang deteksi dini Metode F.A.S.T dan pencegahan stroke. Peserta kooperatif selama mengikuti kegiatan PKM. Pembuatan luaran meliputi publikasi jurnal, publikasi di media online dan HKI poster. Edukasi tentang deteksi dini dan pencegahan stroke dapat meningkatkan pengetahuan kader, agar menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan stroke. Kata Kunci: Deteksi Dini Metode FAST, Kader Kesehatan, Stroke  ABSTRACT Introduction: Stroke is a disease that attacks the human nervous system and is very life-threatening. This disease is a health problem that can be disabled. The golden time for stroke patients, especially ischemic stroke, is 3 hours after stroke. One of the efforts that play an important role in achieving this goal is the recognition of stroke symptoms and early treatment of stroke starting with prehospital treatment that is fast and appropriate. Purpose: Community service activities are given to groups of health cadres in the Tugu sub-district, it is hoped that they will be able to apply the early detection and prevention of stroke using the F.A.S.T method. Methods: Measuring blood pressure, providing material on early detection of the F.A.S.T Method and stroke prevention, demonstrating stroke prevention exercise and mentoring. Evaluation of activities is carried out by providing knowledge questionnaires about the early detection and prevention of stroke. Result: there was an increase in knowledge of 90% of participants after education about the F.A.S.T Method's early detection and stroke prevention. Cooperative participants during the PKM activities. Production of outputs includes publications in journals, publications in online media, and HKI posters. Conclusion: Education about early detection and prevention of stroke can increase the knowledge of cadres so that they can mobilize the community in stroke prevention efforts. Keywords: FAST Method Early Detection, Health Cadres, Stroke
Pemberian Self Education Kader dalam Upaya Pencegahan Kehamilan Beresiko Tinggi pada Ibu Hamil di Kecamatan Tugu Semarang Heny Prasetyorini; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10909

Abstract

ABSTRAK Self Education merupakan  proses mendidik diri sendiri melalui studi informal. Dalam pengabdian masyarakat ini memberikan penyuluhan pada ibu hamil tentang pencegahan kehamilan resiko tinggi yang dilakukan oleh kader. Dengan pemberian penyuluhan ini diharapkan ibu hamil mampu melakukan Pendidikan untuk dirinya sendiri dalam menjaga kehamilanya sehingga terhindar dari bahaya resiko tinggi dalam kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada kelompok kader kesehatan di wilayah kecamatan Tugu Semarang dan kepada ibu hamil. Kegiatan yang dilakukan yaitu meliputi sosialisasi kepada kader tentang self education pencegahan kehamilan resiko tinggi, memberikan pelatihan kepada kader tata cara dalam melakukan penyuluhan kepada ibu hamil. Setelah diberikan pelatihan dilakukan evaluasi dengan mendampingi kader saat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil terkait dengan pencegahan kehamilan resiko tinggi.Terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan dari 0% menjadi 100 % setelah diberikan Self Education kehamilan resiko tinggi. Dan terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dari 83% menjadi 100%. Peserta kooperatif selama mengikuti kegiatan PKM. Pembuatan luaran meliputi publikasi jurnal, publikasi di media online dan HKI poster. Self Education kehamilan resiko tinggi membantu kader dan ibu hamil dalam Upaya peningkatan derajat Kesehatan serta mencegah terjadinya AKI dan AKS khususnya diwilayah Kecamatan Tugu Semarang. Kata Kunci: Self Education, Kehamilan Resiko Tinggi  ABSTRACT Self Education is a process of educating oneself through informal study. In this community service, providing counseling to pregnant women about preventing high-risk pregnancies is carried out by cadres. By providing this counseling, it is hoped that pregnant women will be able to carry out education for themselves in maintaining their pregnancy so as to avoid the dangers of high risk in pregnancy. Community service activities were given to groups of health cadres in the Tugu sub-district, Semarang and to pregnant women. Activities carried out include socializing to cadres about self-education for prevention of high-risk pregnancies, providing training to cadres on how to conduct counseling for pregnant women. After being given the training, an evaluation was carried out by accompanying the cadres when providing counseling to pregnant women regarding the prevention of high-risk pregnancies. There was an increase in the knowledge of health cadres from 0% to 100% after being given Self Education on high-risk pregnancies. And there is an increase in knowledge of pregnant women from 83% to 100%. Cooperative participants during the PKM activities. Production of outputs includes publication in journals, publications in online media and HKI posters. High-risk pregnancy self-education helps cadres and pregnant women in efforts to improve health status and prevent MMR and AKS, especially in the Tugu District, Semarang. Keywords: Self Education, High Risk Pregnancy
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS NGALIYAN SEMARANG Heny Prasetyorini; Menik Kustriyani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1533

Abstract

          Kanker payudara penyebab kematian utama.  Kanker payudara merupakan penyakit dengan persentase kasus tertinggi di dunia yaitu sebesar 43,3% dan persentase kematian akibat kanker payudara sebesar 12,9%. Kanker payudara dapat dideteksi secara dini. Deteksi dini yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan ini cara yang mudah dilakukan oleh wanita. Banyak wanita yang tidak pernah melakukan deteksi dini, atau melakukan pemeriksaan payudara sendiri, alasanya  wanita usia subur (WUS) kurang pengetahuan tentang kanker payudara dan deteksi dini dengan SADARI. Kurangnya pengetahuan WUS menimbulkan anggapan bahwa kegiatan SADARI menyita waktu dan  tidak perlu dilakukan pada orang yang sehat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video Terhadap Pengetahuan Tentang Pemeriksaan SADARI Pada WUS. Desain penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Analisa data yag digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat dengan uji Wilcoxon serta multivariat.  Kriteria inklusi adalah WUS yang periksa dipuskesmas dan bersedia untuk diteliti. Instrument yang digunakan adalah kuasioner tingkat pengetahuan WUS tentang SADARI sebelum dan setelah pemberian Pendidikan kesehatan. Hasil penelitian ini didaptkan adanya  tingkat pengetahuan baik sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan 27,5 dan setelah diberikan menjadi 36,2 untuk pengetahuan cukup sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan 8,95 dan setelah diberikan menjadi 6,7 pengetahuan kurang  sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan 6,55 dan setelah diberikan menjadi 0,1. Dari uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai Z -5,588 dan Asymp. Sig (2-tailed) 0,00 atau sama dengan p-value 0,05. Terdapat pengaruh yang signifikan pada variable status pernikahan, pendidikan dan pekerjaan value 0,05 .
Pengaruh Pelaksanaan Peer Grup Education terhadap Pencegahan Kehamilan Beresiko Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kecamatan Tugu Semarang Heny Prasetyorini; Dyah Restuning Prihati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.11694

Abstract

ABSTRACT Peer group education is an alternative in natural learning efforts with peers who have something in common so that they are able to strengthen each other and learn from each other and share experiences related to the knowledge possessed by the Government. with the efforts of pregnant women classes. From the strategic plan, several inhibiting factors were found in achieving success, including the uneven availability of health workers and health facilities, especially in remote, border and island areas, so that assistance is still needed through peer group education for pregnant women. To determine the effect before and after the implementation of peer group education on preventing risky pregnancies in pregnant women in the Tugu sub-district area of Semarang. This study used a pre-experimental research design with a one group pretest-posttest design. Peer group education in pregnant women was measured before and after to prevent risky pregnancies. The study population consisted of 39 people. The time of the study was March – August 2023. In this study, the researchers collected data using an instrument in the form of a questionnaire covering the characteristics of the respondents, knowledge about preventing risky pregnancies. The results of this study indicate that there is an increase in knowledge before and after being given peer group education to pregnant women in efforts to prevent high-risk pregnancies. And the results from the Wilcoxon test obtained a Z value of -5.588 and Asymp. Sig (2-tailed) 0.000 or equal to p-value 0.05, which means that there is an effect of peer group education on the level of knowledge of pregnant women. The results of the Pilla's Trace test for age, education, occupation and history of at-risk pregnancies affect the level of knowledge of pregnant women after being given peer group education interventions in efforts to prevent at-risk pregnancies. That age, education, occupation and history of risky pregnancies affect the level of knowledge of pregnant women after being given peer group education interventions in efforts to prevent at-risk pregnancies. Keywords: Peer Group Education, Prevention of Risky Pregnancy  ABSTRAK Peer grup  education menjadi sebuah alternatif dalam upaya pembelajaran secara alamiah bersama teman sebaya yang memiliki kesamaan sehingga mampu saling menguatkan dan saling belajar serta berbagi pengalaman terkait dengan pengetahuan yang dimiliki Pemerintah telah melakukan upaya dalam pencegahan kehamilan beresiko dengan membuat rencana strategi Kemenkes tahun 2020-2024 yaitu dengan adanya upaya kelas ibu hamil. Dari rencana strategi tersebut masih ditemukan beberapa factor penghambat dalam capaian keberhasilan diantara nya adalah ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang belum merata, terutama di daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan sehingga masih diperlukan pendampingan melalui peer grup education pada ibu hamil. Untuk mengetahui pengaruh sebelum dan setelah pelaksanaan peer group education terhadap pencegahan kehamilan beresiko pada ibu hamil di wilayah kecamatan Tugu Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Peer grup education pada ibu hamil diukur sebelum dan setelah untuk mencegah terjadinya kehamilan beresiko Populasi pada penelitian sebanyak 39 orang. Waktu penelitian bulan Maret – Agustus 2023. Pada penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner meliputi karakteristik responden, pengetahuan tentang pencegahan kehamilan beresiko. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah di berikan peer group education pada ibu hamil dalam Upaya pencegahan kehamilan beresiko. Dan  hasil dari uji Wilcoxon didapatkan nilai Z -5,588 dan Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 atau sama dengan p-value 0,05 yang artinya ada pengaruh peer group education terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil. Hasil dari uji Pilla’sTrace usia, Pendidikan, pekerjaan dan Riwayat kehamilan beresiko berpengaruh  terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil setelah diberikan intervensi peer group education dalam Upaya pencegahan kehamilan  beresiko. Bahwa usia, Pendidikan, pekerjaan dan Riwayat kehamilan beresiko berpengaruh  terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil setelah diberikan intervensi peer group education dalam Upaya pencegahan kehamilan  beresiko. Kata Kunci: Peer Group Education,Pencegahan Kehamilan Beresiko
The Relationship Between Family Support in Diabetes Management and Self-Acceptance among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Dyah Restuning Prihati; Heny Prasetyorini; Miya Susilawati
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.657

Abstract

Background: Patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) who have low self-acceptance often develop negative perceptions of their abilities, which can hinder effective diabetes self-management. T2DM is a chronic metabolic disorder characterized by insulin resistance and progressive β-cell dysfunction and long-term complications that negatively affect patients' quality of life (QoL). This study aims to determine the relationship between family support and self-acceptance in patients with T2DM. Methods: A cross-sectional study design was used, involving 221 respondents from Community Health Centers under the jurisdiction of the Ketapang District Health Office. Data were collected using the Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) and the Illness Acceptance Scale (AIS). Result: The results showed a significant value of p = 0.000 and a Spearman correlation coefficient of r = 0.546, indicating a moderate positive correlation. Conclusion: There is a significant relationship between family support in diabetes management and self-acceptance in patients with T2DM