Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Ember Cat Bekas Cat Menjadi Meja Estetik Di SMA Negeri 10 Pekanbaru Suryanti Suryanti; Tengku Ritawati; Sepita Ferazona; Sukarni; M. Reza Emami; Farid Agung
Community Education Engagement Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v5i1.14585

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih siswa dan siswi Sekolah SMA Negeri 10 Pekanbaru, Kelurahan Tangkerang Timur Kecamatan Tenayan Raya dalam membuat dan menghias ember plastik bekas cat sebagai meja estetik sehingga menjadi hiasan interior. Dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat meja estetik, disiapkan bahan dan alat untuk mengerjaknnya, dalam kelompok dibawah pengawasan guru wali kelas yang sudah kita sepakati untuk proses pembuatan sampai hasil. Kemudian dari kegiatan ini diharapkan siswa dan siswi memahami dengan baik bahwa barang bekas juga bisa dimanfaafkan jika tahu caranya, sehingga menanamkan rasa tanggung jawab yang baik dan sadar perlu menjaga lingkungan agar tetap seimbang dan mengurangi cemaran dari dari bahan plstik bekas dalam bentuk apapun. Selama Pelaksanaan pengambdian kepada masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan ember cat bekas menjadi meja estetik terlaksana dengan baik dan lancer, diharapkan dapat menambah wawasan pada siswa dan siswi tentang bahan plastik bekas dalam bentuk apa saja bisa dimanfaatkan dengan variasi kreasi yang baik dan benar.
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SENAM KAKI DIABETES MELITUS Putri Wulandini; Avtika Elsia Witri; Sukarni Sukarni
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5202

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit degeneratif dan salah satu penyakit ini tidak menular dan penyakit ini merupakan kelompok gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar gula darah salah satunya berolahraga dari diabetes melitus yaitu senam kaki diabetes, senam kaki diabetes juga digunakan sebagai latihan kaki . Tujuannya untuk mengetahui seberapa tingkat pengetahuan tentang senam kaki diabetes melitus di Desa Air Panas di Rokan Hulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian menggunakan teknik sampling. Populasi penelitian yaitu 70 responden. Instrument untuk pengambilan data adalah dalam bentuk kuesioner. Hasil penelitian dari 70 responden bahwa tingkat pengetahuan yang baik tentang senam kaki diabetes melitus terdapat 7 responden (10%)  dan tingkat pengetahuan yang cukup tentang senam kaki diabetes melitus terdapat 33 responden (47,2%)  dan tingkat pengetahuan yang kurang tentang senam kaki diabetes melitus terdapat 30 responden (42,8%). Simpulan Jadi sebagian responden di Desa Air Panas memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik tentang senam kaki diabetes melitus. Maka dari itu diharapkan responden dapat lebih aktif dalam mengikuti penyuluhan-penyuluhan tentang senam kaki diabetes melitus.
Analisis Kesulitan Guru SMA Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Berdasarkan Kurikulum 2013 di Propinsi Riau Sukarni Sukarni
Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ekuitas.v7i2.21180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dimensi apa yang paling menyulitkan guru dalam pembelajaran ekonomi berdasarkan Kurikulum 2013  di propinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah  guru-guru Ekonomi Akuntansi di propinsi Riau yang tergabung dalam MGMP  di masing-masing Kabupaten /Kota yaitu berjumlah 690 orang, dan sample     diambil   berpedoman pada table Krejcie dan Morgan (1970), diperoleh jumlah sampel   248. orang. Tekhnik sampling  digunakan adalah Stratified Random Sampling . Teknik pengumpulan data adalah angket. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment dari Pearson dan uji reliabilitas menggunakan model Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data  adalah analisis statistik-deskriptif yang kemudian diinterprestasikan kedalam bentuk presentase.  Hasil penelitian ini yaitu umumnya di provinsi Riau guru ekonomi akuntansi  berada  pada kategori “sulit”. Sedangkan untuk dimensi perencanaan 9 dari 11 kabupaten/kota berada pada  kategori “sulit”,  sedang satu berada pada kategori “sulit sekali” yaitu kabapaten Indragiri Hulu” dan satu kabupaten/kota berada pada kategori “cukup sulit” yaitu Pekanbaru dan yang berada pada kategori “tidak sulit” adalah “rokan hilir”. Dimensi perencanaan, pembuatan RPP berdasarkan silabus  merupakan hal yang sangat sulit bagi guru  ekonomi akuntansi . Dimensi pelaksanaan  yang masuk dalam kategori  “sulit” yaitu (1) Penerapan 5M dalam proses pembelajaran, (2) Merancang media untuk pembelajara 5M, (3) Mencari dan Penerapan model pembelajaran, (4) Penggunaan media belajar cetak/elektronik dan (5) Mengajak siswa untuk berfikir tingkat tinggi. Dimensi penilaian   berada pada kategori “sangat sulit” yaitu (1)  penilaian afektif dan (2) mengukur kemampuan berdasarkan HOTS sedang  6 lainya berada pada kategori “sulit” Kata Kunci: Kesulitan Guru, Pembelajaran Ekonomi, Kurikulum 2013
FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERILAKU SWAMEDIKASI TANPA RESEP DOKTER OLEH MASYARAKAT DI KELURAHAN X PEKANBARU TAHUN 2024 Putri Wulandini; Debi Panjaitan; Sukarni Sukarni
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5803

Abstract

Latar belakang : Masyarakat sangat sering melakukan swamedikasi tanpa resep dokter karena ada beberapa faktor yang membuat masyarakat melakukannya. Untuk itu swamedikasi sangat penting diperhatikan karena dapat mempengaruhi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor pendorong perilaku swamedikasi tanpa resep dokter oleh masyarakat di Kelurahan X Pekanbaru. Metode: kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan X Pekanbaru. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kelurahan X Pekanbaru yang berjumlah 2.500 kepala keluarga. Sampel penelitian berjumlah 250 responden. Hasil: penelitian didapatkan mayoritas responden faktor sosial-ekonomi 241 orang (96,4%) ekonomi rendah, mayoritas responden faktor gaya hidup 157 orang (62,8%) tidak merokok dan diet, mayoritas faktor kemudahan memperoleh produk obat 234 orang (93,6%) mudah mendapatkan obat, mayoritas responden faktor kesehatan lingkungan 207 orang (82,8%) tinggal di lingkungan sehat dan mayoritas responden faktor ketersedian produk obat baru 224 orang (89,6%) tidak tertarik membeli obat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor tersebut mempengaruhi terjadinya perilaku swamedikasi. Saran dapat melakukan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat tidak membeli obat tanpa resep dokter dikarenakan perilaku swamedikasi tanpa resep dokter dapat berdampak menurunkan kesehatan masyarakat karena ketidaksesuai pemakaian obat.
Peningkatan Literasi Digital Guru Dalam Pembelajaran Blended Learning Fitriani Fitriani; Putri Ade Rahma Yulis; Nurhuda Nurhuda; Sukarni Sukarni; Affriyani Gunita; Siti Cholijah
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i1.6536

Abstract

This service activity aims to increase teacher digital literacy in blended learning. The method used in service activities was the assistance carried out by observation, preparation, implementation, and evaluation. The dedication partner was Rumbio Jaya State Senior High School 4. The instrument for evaluating this activity used a questionnaire which was analyzed descriptively. The results of the community service that had been carried out and evaluated showed an increase in teacher digital literacy. This increase was shown by the teacher's understanding before the activity, from an average score of 3.11 to an average of 3.30 after the activity was carried out. However, even though there has been an increase, teachers still need to maximize their ability to use technology to support the implementation of blended learning better.