Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potency Study of N-Hexane Extracts of Black Plum (Syzygium cumini (L.) Skeels) Intheinhibitation of Growth Salmonella typhi and Candida sp. Saida Rasnovi; Risa Nursanty
Jurnal Natural Volume 15, Number 1, March 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.345 KB)

Abstract

N-hexane extracts of the bark from black plum(Syzygium cumini (L.) Skeels) showed activity againtSalmonella typhi. Meanwhile,  the result showed that N-hexane was not able to inhibit the  growth of Candida sp. The research was done at Microbiology laboratory, Biology Department Faculty of Mathemathics andScience,  Syiah Kuala University. The bark of black plum were collected from Aceh Besar District. The extraction method  for black plum used maceration with N-hexane and than concentrated in rotary evaporator. The disc diffusion method used to screen the antimicrobial activity with 20 %, 30 %, 40 % dan 50 % concentration.
Potency Study of N-Hexane Extracts of Black Plum (Syzygium cumini (L.) Skeels) in the Inhibitation Growth of Salmonella typhi and Candida sp. Saida Rasnovi; Risa Nursanty
Jurnal Natural Volume 14, Number 1, March 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.192 KB)

Abstract

N-hexane extracts of the bark from black plum (Syzygium cumini (L.) Skeels) showed activity against Salmonella typhi. Meanwhile, the result showed that N-hexane was not able to inhibit the growth of  Candida sp. The research was done at Microbiology laboratory, Biology Department Faculty of Mathematics and Science,  Syiah Kuala University. The barks of black plum were collected from Aceh Besar District. The extraction method for black plum used maceration with N-hexane and than concentrated in rotary evaporator. The disc diffusion method used to screen the antimicrobial activity with 20 %, 30 %, 40 % dan 50 % concentration.
Karakteristik Substrat dan Morfologi Rumput Laut di Kawasan Pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Firman Rija Arhas; Saida Rasnovi; Dahlan Dahlan; Rizki Nanda
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.28213

Abstract

Studi sebelumnya tentang rumput laut di Aceh Selatan hanya meneliti distribusi dan ekologi, tanpa mengeksplorasi hubungan antara karakteristik substrat dan morfologi, sehingga data dasar mengenai preferensi substrat dan variasi morfologi masih terbatas. Penelitian ini mengkaji substrat dan morfologi rumput laut di Aceh Selatan guna mengidentifikasi komposisi spesies, tipe substrat, dan variasi morfologinya. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari hingga April 2021 menggunakan metode gabungan line transect dan quadrat transect di zona intertidal dan subtidal. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 32 spesies rumput laut yang termasuk dalam tiga kelas: Chlorophyceae (11 spesies), Phaeophyceae (11 spesies), dan Rhodophyceae (10 spesies). Preferensi substrat rumput laut yang paling banyak ditemukan adalah tipe substrat lithofitik (66%), dan rhizophitik (28 %). Sedangkan tipe subtrat lainnya dengan persentase yang sangat kecil, berupa: epifitik (4 %), dan drift macroalgae (2 %), dan epizoik tidak ditemukan. Adapun jenis substrat rumput laut yang ditemukan terdiri dari: karang hidup (live coral), karang mati (dead coral), pecahan karang (rubble), batu (rock), dan substrat campuran berupa sedimentasi laut yaitu: kerikil (gravel) dan pasir (sand).Variasi morfologi rumput laut terutama terlihat pada struktur holdfast, stipe, dan blade, yang menunjukkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan dan kesesuaian dengan tipe substrat. Alga coklat (Phaeophyceae) memiliki morfologi paling kompleks (holdfast kuat, stipe jelas, blade tebal), adaptif untuk perairan berarus kuat dan berombak. Alga hijau (Chlorophyceae) memiliki bentuk morfologi sederhana (holdfast filamen, blade tipis/lunak), adaptif di perairan tenang. Sedangkan Rhodophyceae(alga merah) memiliki variasi morfologi tinggi (holdfast fleksibel, blade berkapur/gelatin), dominan di zona berarus sedang. Temuan penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk konservasi dan pengembangan budidaya rumput laut berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian substratdan ketahanan morfologis spesies. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi data acuan (baseline) untuk pemetaan ekologi rumput laut serta mendukung upaya restorasi dan pengelolaan kawasan pesisir Aceh Selatan secara lebih efektif.