Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING (STUDI KASUS: KLINIK GIGI DRG. TETRA ASMIRA TELUK KUANTAN) Walhidayat Walhidayat; Rizki Nanda
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 5, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.166 KB) | DOI: 10.33330/jurteksi.v5i2.344

Abstract

Abstract: The scientific field of computer information systems along with the times has its own role to provide alternative solutions for humans to help solve problems for various health complaints. Various methods - methods are designed to help patients with dental disease problems, in this case the researcher uses the forward chaining method to see the rules based on valuable information from experts (Drg. Tetra Asmira). A rule that is made to complete the forward chaining method with the appearance of a web-based application. The need for the application of the scientific field of computer information systems to help various fields of humanity here has the opportunity to continue to be developed using various available methods.Keywords: dental expert system, forward chaining, expert system application Abstrak: Bidang keilmuan sistem informasi komputer seiring dengan perkembangan jaman telah memiliki peran tersendiri untuk memberikan alternatif solusi bagi manusia untuk membantu menyelesaikan permasalahan untuk berbagai keluhan kesehatan. Berbagai metode – metode dirancang untuk membantu pasien dengan masalah penyakit gigi, dalam hal ini peneliti menggunakan metode forward chaining untuk melihat rule yang didasarkan dari informasi yang bernilai dari pakarnya (Drg. Tetra Asmira). Rule yang di buat menyelesaikan untuk metode forward chaining dengan tampilan aplikasi berbasis web. Perlunya penerapan bidang keilmuan sistem informasi komputer untuk membantu berbagai bidang kemanusiaan disini memiliki peluang untuk terus dikembangkan dengan menggunakan berbagai metode yang tersedia. Kata kunci: sistem pakar gigi, forward chaining, aplikasi sistem pakar
Struktur Komunitas dan Sebaran Inventebrata pada Perairan Pantai Taman Tepi Laut, Lhkonga Aceh Besar Al Hayati, Iyonnas; Zultira Harina Roza; Rizki Nanda; Umruul Azkia
MIYANG Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Miyang Edisi April 2025
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/j.miy.v5i1.1702

Abstract

Indonesia sebagai negera kepulauan terbesar di dunia memiliki keanekaragaman ekosistem pesisir yang kaya, salah satunya di Pantai Taman Tepi Laut, Desa Mon Ikeun, Lhoknga, Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman dan pola penyebaran invertebrata laut di kawasan tersebut, yang berbatasan dengan aktivitas industri PT. Semen Andalas. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 menggunakan metode transek garis dan kuadrat di zona intertidal, serta identifikasi spesimen hingga tingkat spesies di Laboratorium UIN Ar Raniry, Banda Aceh. Parameter fisika-kimia air yang diukur meliputi pH, suhu, salinitas, dan kecerahan. Hasil penelitian menemukan 27 spesies invertebrata laut dari total 314 individu, yang tergolong dalam 17 spesies Gastropoda (12 famili), 5 spesies Bivalvia (3 famili), 3 spesies Echinodermata (3 famili), dan 1 spesies Arthropoda (subfamilli Paguroidae). Nilai indeks keanekaragaman (H’) mencapai 3,195, indeks keseragaman (E) sebesar 0,969, dan indeks dominansi (D) sebesar 0,044 indeks ini tergolong tinggi, menandakan komunitas yang stabil dan ekosistem yang mendukung. Kurva rarefaksi dan ekstrapolasi menunjukkan bahwa komunitas yang sudah teridentifikasi dengan cukup baik dan stabil pada jumlah individu sekitar 27. Sebanyak 19 spesies memiliki pola penyebaran mengelompok, 7 spesies berpola seragam, dan hanya 1 spesies berpola acak. Pola ini menunjukkan dinamika komunitas yang dipengaruhi oleh faktor habitat lokal, ketersediaan makanan, dan interaksi antarspesies. Kondisi perairan mendukung stabilitas ini, dengan pH rata-rata 7,4, suhu 26,8C, kecerahan 90%, dan salinitas 38 ppt. Penelitian ini memberikan dasar penting untuk upaya konservasi, pemantauan ekosistem, serta pengelolaan biodiversitas pesisir di kawasan Aceh.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN JOBSHEET MATA KULIAH PENGEPASAN BERBASIS PROJECT BASED LEARNING Rizki Nanda; Rudi Hermawan; Farhan Yadi; Harlin; Wadirin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33716

Abstract

This study aims to determine the validity and practicality of Project Based Learning (PjBL)-based jobsheet learning media in the Packing Practice Course in the Mechanical Engineering Education Study Program. This research is a Research and Development (R&D) research using a 4-D development model. The subject of the study is a UNSRI Mechanical Engineering Education student who is taking a Packing Practice Course. The object of the research is a project-based learning jobsheet for the Fitting Practice Course. The results of the study were obtained that 1) Based on the results of the validation of material experts, an average assessment of 4.26 was obtained with a very valid category, and the results of the validation of media experts obtained an average assessment of 4.4 with a very valid category, thus it can be stated that the jobsheet is very valid in terms of material aspects and media aspects. 2) Based on field trials, it shows that the assessment with an average score of 4.28 indicates that the assessment is very practical. Thus, the project-based learning jobsheets, plates work courses developed in the category are very valid in terms of feasibility and very practical to use.
Karakteristik Substrat dan Morfologi Rumput Laut di Kawasan Pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Firman Rija Arhas; Saida Rasnovi; Dahlan Dahlan; Rizki Nanda
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.28213

Abstract

Studi sebelumnya tentang rumput laut di Aceh Selatan hanya meneliti distribusi dan ekologi, tanpa mengeksplorasi hubungan antara karakteristik substrat dan morfologi, sehingga data dasar mengenai preferensi substrat dan variasi morfologi masih terbatas. Penelitian ini mengkaji substrat dan morfologi rumput laut di Aceh Selatan guna mengidentifikasi komposisi spesies, tipe substrat, dan variasi morfologinya. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari hingga April 2021 menggunakan metode gabungan line transect dan quadrat transect di zona intertidal dan subtidal. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 32 spesies rumput laut yang termasuk dalam tiga kelas: Chlorophyceae (11 spesies), Phaeophyceae (11 spesies), dan Rhodophyceae (10 spesies). Preferensi substrat rumput laut yang paling banyak ditemukan adalah tipe substrat lithofitik (66%), dan rhizophitik (28 %). Sedangkan tipe subtrat lainnya dengan persentase yang sangat kecil, berupa: epifitik (4 %), dan drift macroalgae (2 %), dan epizoik tidak ditemukan. Adapun jenis substrat rumput laut yang ditemukan terdiri dari: karang hidup (live coral), karang mati (dead coral), pecahan karang (rubble), batu (rock), dan substrat campuran berupa sedimentasi laut yaitu: kerikil (gravel) dan pasir (sand).Variasi morfologi rumput laut terutama terlihat pada struktur holdfast, stipe, dan blade, yang menunjukkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan dan kesesuaian dengan tipe substrat. Alga coklat (Phaeophyceae) memiliki morfologi paling kompleks (holdfast kuat, stipe jelas, blade tebal), adaptif untuk perairan berarus kuat dan berombak. Alga hijau (Chlorophyceae) memiliki bentuk morfologi sederhana (holdfast filamen, blade tipis/lunak), adaptif di perairan tenang. Sedangkan Rhodophyceae(alga merah) memiliki variasi morfologi tinggi (holdfast fleksibel, blade berkapur/gelatin), dominan di zona berarus sedang. Temuan penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk konservasi dan pengembangan budidaya rumput laut berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian substratdan ketahanan morfologis spesies. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi data acuan (baseline) untuk pemetaan ekologi rumput laut serta mendukung upaya restorasi dan pengelolaan kawasan pesisir Aceh Selatan secara lebih efektif.