Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : ABDIMAS KAUNIAH

PEMANFAATAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMIS TINGGI DI DESA BONTO BAHARI KEC. BONTOA KAB. MAROS Kasmawati, Kasmawati; Hasrun, Hasrun; Ernaningsih, Ernaningsih; Hamsiah, Hamsiah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i1.137

Abstract

Bonto Bahari Village, Maros Sul-Sel Regency is one of the milkfish producing areas The main problem faced by this village is that when harvest time comes, milkfish commodities are abundant so that their selling value decreases and even causes losses to pond farmers. Laskar Jaya Bahari farmer group together with the community partnership program team from the Indonesian Muslim University (UMI) are looking for solutions to the problems mentioned above, so the efforts made are the Utilization of Milkfish (Chanos Chanos) into High Economic Value Products. Community service activities were carried out on September 28, 2020 in sabanga hamlet, Bonto Bahari Village, Bontoa Regency, Maros Regency with group partner "Laskar Jaya Bahari.. Such efforts are expected to increase the income of partners, create new jobs which in turn improves the welfare of the community . The expected output target is an increase in the understanding, knowledge and skills of the farmer group "YH Laskar Jaya Bahari about 1. Techniques for pulling out thorns and packaging whitefish 2. Frying technique of whitefish crispy and 3. Knowing how to manage PIRT and Halal certification from MUI. Based on the results of the implementation of the community partnership program for members of the YH Laskar Jaya Bahari group, it is optimistic that it will increase income by increasing the selling value of milkfish by preparing milkfish products without thorns and crispy milkfish with packaging that already has PIRT and halal certification.
PKM PENGOLAHAN ABON TULANG IKAN BANDENG PADA KELOMPOK WANITA TAMBAK DI DESA TAMANGAPA KECAMATAN MA’RANG KABUPATEN PANGKEP Ernaningsih, Ernaningsih; Kasmawati, Kasmawati; Ilmiah, Ilmiah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i2.156

Abstract

Tamangapa Village, Pangkep Sul-Sel Regency, is the center of the milkfish producing area. Besides being sold in whole form, milkfish is also made by the community to make milkfish products without thorns or what is known as BATARI. The pond farmer group together with the community partnership program team from the Indonesian Muslim University (UMI) are looking for a solution to the problems mentioned above, so the efforts made are the Utilization of Milkfish bones (Chanos Chanos) into Shredded Products of High Economic Value. Service activities are intended to provide knowledge and skills of members of the Pond Women's Group through counseling or training and mentoring to be able to produce shredded to the packaging stage. Community service activities were carried out on November 18, 2022 in Tamangapa Village with group partners "Tani Tambak. The method used in the training is a participatory training method, which involves partners in discussion activities, is actively involved in milkfish bone shredding activities. The output of this activity partners can be able to process milkfish spines into shredded to packaging, understand strategies in marketing and promotion as well as the legality of pirt business and Halal Certificates
TEKNOLOGI PEMANFAATAN HASIL PERIKANAN UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA TAMANGAPA KEC. MA’RANG KAB. PANGKEP Ernaningsih, Ernaningsih; Ihsan, Ihsan; Tajuddin, Mustamin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.336

Abstract

Hasil perikanan merupakan salah satu bahan pangan yang cepat membusuk, olehnya itu perlu dilakukan upaya agar hasil perikanan ini bisa tiba di tangan konsumen dalam keadan berkualitas. Teknologi hasil perikanan juga memberi kontribusi yang besar dalam diversifikasi pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Desa Tamangapa Kec. Ma’rang Kabupaten Pangkep merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam usaha pemanfaatan sumberdaya perikanan sekaligus peningkatan pendapatan masyarakat nelayan dan ibu rumah tangga. Program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membentuk/mengembangkan kelompok usaha masyarakat nelayan/ibu rumah tangga yang mandiri secara ekonomi dan membantu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan keterampilan berpikir dan berkreasi dalam meenggunakan teknologi hasil perikanan dan pengolahan hasil perikanan. Pengetahuan tentang teknologi hasil perikanan mulai dari penanganan yang harus memperhatikan kesegaran ikan/produk hingga pengolahan produk diantaranya sehingga produk bisa di konsumsi dengan baik dan dapat di pasarkan dalam upaya peningkatan pendapatan nelayan/ibu rumah tangga. Akhir penelitian ini memberikan manfaat bagi nelayan/ibu rumah tangga dengan adanya ketrampilan dan kemampuan membuat produk hasil perikanan (nugget dan kaki naga) dengan bahan baku ikan bandeng untuk meningkatkan pendapatan.
LEGALITAS USAHA DAN PROSES PRODUK PERIKANAN HALAL DI UKM CAHAYA BANDENG Kasmawati, Kasmawati; Ernaningsih, Ernaningsih; Hadijah, Siti
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i2.346

Abstract

Fatwa halal yang ditulis oleh Majelis Ulama Indonesia, sertifikasi halal merupakan pengakuan atas kehalalan suatu produk yang diterbitkan oleh BPJPH berdasarkan peraturan Jaminan Produk Halal (JPH) pasca terbitnya UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dan PP No. 39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang JPH. Pelaksanaan sertifikasi halal di Indonesia dituntut lebih cepat dari sebelumnya. Menurut UU JPH, paling lambat 1 Oktober 2024, semua produk yang masuk, diedarkan, dan diperdagangkan di Indonesia harus bersertifikat halal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana Proses Produk Halal (PPH) dan legalitas usaha di kelompok UKM Cahaya Bandeng. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 September 2023 di UKM Cahaya Bandeng di Dusun Bira-Bira, Desa Kurrusumunge, Kecamatan. Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi, yang dihadiri oleh 15 orang. Metode pendekatannya adalah penyuluhan dan pendampingan cara pengolahan produk halal (PPH) dan pendampingan pengelolaan legalitas usaha. Proses Produk Halal (PPH) adalah proses yang dimulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan produk, penyimpanan, pengemasan hingga pemasaran, serta legalitas usaha, yaitu pengurusan NIB (Nomor Induk Beruhaha), Industri Makanan Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal.
PKM PEMBUATAN PAKAN ORGANIK SUPLEMEN BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) UNTUK PENCEGAHAN VIBRIOSIS DI DESA KABBA KECAMATAN MINASATENE KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Harlina, Harlina; Ernaningsih, Ernaningsih; Khalid, Hasbuddin; Auliyah, Andi Nur; Izzulhaq, Muh Sulfan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i2.382

Abstract

Masalah utama yang dihadapi kelompok Pembudidaya Ikan di Desa Kabba Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep adalah tingginya harga pakan sehingga tidak terjangkau oleh petani pembudidaya udang dimana 60-70% dari biaya produksi digunakan untuk pakan. Selain itu fenomena tingginya kematian udang yang disebabkan oleh serangan penyakit bakterial. Untuk mengatasi tingginya angka kematian udang akibat serangan penyakit maka diperlukan suatu upaya pembuatan pakan Organik Suplemen Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) yang mengandung bahan alami daun kopasanda untuk Pencegahan Vibriosis pada budidaya udang. Untuk itu kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani pembudidaya udang melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan agar mampu membuat pakan Organik Suplemen Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Untuk Pencegahan Vibriosis berbasis bahan baku lokal menuju pakan mandiri.Metode yang digunakan dalam pelatihan/pendampingan ini adalah metode pelatihan partisipatif, yaitu melibatkan sebanyak mungkin peran serta mitra dalam kegiatan ceramah, diskusi, dan praktek pembuatan pakan organic suplemen budidaya udang. Target khusus yang akan dicapai pada kegiatan program kemitraan masyarakat adalah terjadinya peningkatan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok tani pembudidaya udang windu dalam penerapan teknologi pembuatan Pembuatan Pakan Organik Suplemen Budidaya Udang Windu (P. monodon), untuk pencegahan penyakit vibriosis pada udang yang dibudidayakan di tambak. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi memperlihatkan terjadinya peningkatan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan anggota mitra kelompok tani pembudidaya tentang teknologi pembuatan pakan Organik Suplemen Budidaya Udang Windu.