Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Usulan Perbaikan Sistem Perencanaan Produksi dan Pengendalian Inventory untuk Memenuhi Permintaan Produk Mukena (Studi Kasus: CV. Asri Collection) Agusti Setia Ningsih; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6280

Abstract

Abstract. CV. Asri Collection is a company that produces mukenas. The resulting mukena products are grouped into 1 family and 3 items consisting of dop mukena, catalia mukena, and armany mukena. This company has a strategy to respond to the make to stock (MTS) market, namely a strategy to respond to the market carried out by the company by absorbing production first, then the product is made into stock by the company. The business relationship carried out by the company is business to business (B2B), namely business relations that sell products to distributors. The problem faced by the company is ordering raw materials that do not meet requirements which causes the quantity of products produced to often experience overproduction or backorders. This research focuses on production planning and inventory control with the aim of proposing an appropriate production planning and inventory control system in order to meet the demand for mukena products. The stages carried out in this research are forecasting, aggregate planning, disaggregation which results in a master production schedule to find out when production is carried out, conducting feasibility tests with Rough Cut Capacity Planning, controlling raw material inventory with Material Requirement Planning. The results of this study are that the company's production planning proposal must produce 4,300 units of mukena every month based on the main production schedule. And it is difficult to control inventory by ordering 7 times in 10 periods. Thus the company can save expenses on the purchase of raw materials of IDR 20,771,590 based on the difference in the total cost of drawing inventories of IDR 2,772,420,000 with the total cost of current inventories of IDR 2,793,191,590. Abstrak. CV. Asri Collection merupakan perusahaan yang memproduksi mukena. Produk mukena yang dihasilkan dikelompokan menjadi 1 familly dan 3 item yang terdiri dari mukena dop, mukena catalia, dan mukena armany. Perusahaan ini memiliki strategi merespon pasar make to stock (MTS), yaitu strategi merespon pasar yang dilakukan oleh perusahaan dengan mengedepankan produksi terlebih dahulu kemudian produk tersebut dijadikan stok produk oleh perusahaan. Hubungan bisnis yang dilakukan perusahaan yaitu business to business (B2B) yaitu hubungan bisnis yang menjual produk kepada distributor permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah pemesanan bahan baku yang tidak sesuai kebutuhan yang menyebabkan kuantitas produk yang dihasilkan sering mengalami overproduction atau backorder. Penelitian ini berfokus terhadap perencanaan produksi dan pengendalian inventoryyang memiliki tujuan mengusulkan sistem perencanaan produksi dan pengendalian inventory yang tepat agar dapat memenuhi permintaan produk mukena. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan peramalan, perencanaan agregat, disagregasi yang menghasilkan jadwal induk produksi untuk mengetahui kapan waktu produksi dilakukan, melakukan uji kelayakan dengan Rough Cut Capacity Planning, melakukan pengendalian persediaan bahan baku dengan Material Requirement Planning . Hasil dari penelitian ini yaitu usulan perencanaan produksi perusahaan harus menghasilkan 4.300 unit mukena setiap bulannya berdasarkan jadwal induk produksi. Dan usulan pengendalian inventory dengan melakukan pemesanan sebanyak 7 kali dalam 10 periode. Dengan demikian perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian bahan baku sebesar Rp20.771.590 berdasarkan selisih total inventory cost usulan sebesar Rp2.772.420.000 dengan total inventory cost saat ini sebesar Rp2.793.191.590.
Perencanaan Jadwal Produksi Induk dengan Pendekatan Time Fences di CV Qanita Fashion Dwinur Rahmah Meidy Putri; Nita Puspita Anugrah Hidayat; Chaznin R Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6372

Abstract

Abstract. CV Qanita Fashion is a company engaged in the clothing industry by producing t-shirts, sweaters, shirts and jackets since 2014. The company's strategy in responding to the market is Make to Order (MTO). Based on the results of observations, it was found that problems occurred regarding delays in the form of delays in fulfilling orders beyond the due date agreed in the previous agreement. Therefore, this research was conducted in order to create a good production schedule using the Time Fences approach. The purpose of this calculation is to avoid delays in delivery to consumers continuously. The data needed to conduct research are order data, production cost data, working time data, standard time data. After collecting the data, the research phase was carried out using the Master Production Schedule (JPI), including aggregate planning, disaggregation, master production schedule, and Rough Cut Capacity Planning (RCCP), as well as applying the Time Fences approach. Production scheduling is preceded by identifying additional arrival orders with three Time Fence zones. From the results of the research that has been done, it can be concluded that companies often experience delays because they experience difficulties at work stations 2, the fifth process. Abstrak. CV Qanita Fashion adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri pakaian dengan memproduksi t-shirt, sweater, kemeja, dan jaket sejak tahun 2014. Strategi perusahaan dalam merespon pasar adala Make to Order (MTO). Penelitian ini dilakukan pada lantai produksi dari proses pembuatan keempat jenis produk, kegiatan produksi dilakukan untuk memenuhi pesanan aktual dan tambahan. Berdasarkan dari hasil observasi ditemukan permasalahan yang terjadi mengenai keterlambatan berupa keterlambatan pemenuhan pesanan diluar batas due date yang telah disepakati pada perjanjian sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan agar terciptanya jadwal produksi yang baik dengan menggunakan pendekatan Time Fences. Tujuan perhitungan tersebut yaitu agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman ke konsumen secara terus menerus. Data yang diperlukan untuk melakukan penelitian yaitu data pesanan, data ongkos produksi, data waktu kerja, data waktu baku. Setelah dilakukan pengumpulan data tersebut, melakukan tahapan penelitian menggunakan Jadwal Produksi Induk (JPI), meliputi perencanaan agregrat, disagregrasi, jadwal produksi induk, dan Rough Cut Capacity Planning (RCCP), serta menerapkan pendekatan Time Fences. Penjadwalan produksi diawali dengan mengidentifikasi kedatangan pesanan tambahan dengan tiga zona Time Fences. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahan sering mengalami keterlambatan karena terjadinya penumpukan pada stasiun kerja 2 proses kelima.
Upaya Mengurangi Biaya Persediaan Bahan Baku Pada Strategi Hybrid (Make to Stock dan Make to Order) di PT T Sarah Citrawati; Chaznin R Muhammad; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.7056

Abstract

Abstract. PT. T is a company in Bandung engaged in the food sector. PT. T produces bread, pastries, sauces, tarts, cakes, and processed meats. PT. T sells production in stores (MTS strategy) and accepts consumer orders (MTO strategy). PT. T orders the same number of raw materials for each order—meanwhile, the raw materials used by PT. T is food raw materials that have characteristics with a certain shelf life. Based on the problems in PT. T, a procedure is proposed to determine the number of raw materials that must be prepared to reduce the Total Inventory Cost by considering the expiration date of raw materials in companies implementing a hybrid strategy. The procedure is to determine the Decoupling Point, calculate forecasting, prepare a Master Production Schedule (MPS), and calculate Material Requirement Planning (MRP). After calculating the proposed procedure, the Total Inventory Cost for the EOQ method is IDR. 224.225.833, and the Total Inventory Cost on the EOQ method, which considers expiration is IDR. 213.412.375. This shows that by using the proposed EOQ procedure and considering the expiration date, the company can reduce the Total Inventory Cost by IDR. 95.724.293. Abstrak. PT T merupakan perusahaan di Bandung yang bergerak di bidang makanan. PT T memproduksi roti, kue kering, soes, tart, bolu, dan daging olahan. PT T menjual hasil produksi di toko (strategi MTS) dan menerima pesanan dari konsumen (strategi MTO). PT T memesan bahan baku dalam jumlah yang sama untuk setiap pemesanan. Sedangkan bahan baku yang digunakan oleh PT T adalah bahan baku makanan yang memiliki karakteristik dengan umur simpan tertentu.Berdasarkan permasalahan di PT T, diusulkan prosedur untuk menentukan jumlah bahan baku yang harus disiapkan untuk menekan Total Inventory Cost dengan memperhatikan tanggal kadaluwarsa bahan baku di perusahaan yang menerapkan strategi hybrid. Prosedurnya adalah menentukan Decoupling Point, menghitung forecasting, menyusun Master Production Schedule (MPS), dan menghitung Material Requirement Planning (MRP). , dan Total Inventory Cost pada metode EOQ yang mempertimbangkan kadaluarsa adalah Rp 213.412.375 Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan prosedur EOQ yang diusulkan dan mempertimbangkan tanggal kadaluwarsa, perusahaan dapat menurunkan Total Inventory Cost sebesar Rp. 95.724.293.
Upaya Mengurangi Biaya Persediaan Bahan Baku pada Strategi Hybriddi PT. T Sarah Citrawati; Chaznin R. Muhammad; Reni Amaranti
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1976

Abstract

Abstract. PT. T is a company in Bandung engaged in the food sector. PT. T produces bread, pastries, sauces, tarts, cakes, and processed meats. PT. T sells production in stores (MTS strategy) and accepts consumer orders (MTO strategy). PT. T orders the same number of raw materials for each order—meanwhile, the raw materials used by PT. T is food raw materials that have characteristics with a certain shelf life. Based on the problems in PT. T, a procedure is proposed to determine the number of raw materials that must be prepared to reduce the Total Inventory Cost by considering the expiration date of raw materials in companies implementing a hybrid strategy. The procedure is to determine the Decoupling Point, calculate forecasting, prepare a Master Production Schedule (MPS), and calculate Material Requirement Planning (MRP). After calculating the proposed procedure, the Total Inventory Cost for the EOQ method is IDR. 224.225.833, and the Total Inventory Cost on the EOQ method, which considers expiration is IDR. 213.412.375. This shows that by using the proposed EOQ procedure and considering the expiration date, the company can reduce the Total Inventory Cost by IDR. 95.724.293. Abstrak. PT T merupakan perusahaan di Bandung yang bergerak di bidang makanan. PT T memproduksi roti, kue kering, soes, tart, bolu, dan daging olahan. PT T menjual hasil produksi di toko (strategi MTS) dan menerima pesanan dari konsumen (strategi MTO). PT T memesan bahan baku dalam jumlah yang sama untuk setiap pemesanan. Sedangkan bahan baku yang digunakan oleh PT T adalah bahan baku makanan yang memiliki karakteristik dengan umur simpan tertentu.Berdasarkan permasalahan di PT T, diusulkan prosedur untuk menentukan jumlah bahan baku yang harus disiapkan untuk menekan Total Inventory Cost dengan memperhatikan tanggal kadaluwarsa bahan baku di perusahaan yang menerapkan strategi hybrid. Prosedurnya adalah menentukan Decoupling Point, menghitung forecasting, menyusun Master Production Schedule (MPS), dan menghitung Material Requirement Planning (MRP). , dan Total Inventory Cost pada metode EOQ yang mempertimbangkan kadaluarsa adalah Rp 213.412.375 Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan prosedur EOQ yang diusulkan dan mempertimbangkan tanggal kadaluwarsa, perusahaan dapat menurunkan Total Inventory Cost sebesar Rp. 95.724.293.
Peningkatan Throughput Garmen melalui Perbaikan Stasiun Kerja Bottleneck dengan Theory of Constraint Aji Saeful Rohman; Chaznin R. Muhammad
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v2i2.1138

Abstract

Abstract. PT. L is a company engaged in the garment sector. The obstacle encountered in this company is work in process at the Sewing Work Station and the Finishing Work Station and there are work stations are idle at the Embroidery Work Station. These constraints are caused by an unbalanced capacity occurs due to differences in the operating process time at each work station. Therefore, capacity must be increased so that demand can be met and the resulting throughput is maximized. This increase can be done by implementing the Theory of Constraint steps starting from the identification of constraints, exploitation of constraints, subordination of other sources and elevation of constraints.The final result of the application of the theory of constraint is the application of overtime at the constraint work station, namely Sewing 1, an additional overtime is added for one hour and for Finishing 1,2 3 and Packaging 1, two hours each. The increase that occurs is in the utility of work stations for Sewing 1 from 104.70% to 91.96% while for Finishing 1, 2, 3 and Packaging 1, respectively from 123.18%, 127.87%, 116.73% and 124.12% to 95.81%, 99.45%, 90.79% and 96.54%, respectively. With the increase in capacity, the Throughput obtained has increased from Rp. 1,033,868,000 to Rp 1,274,504,000. Abstrak. L merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang garmen. Gejala yang ditemui pada perusahaan ini yaitu terjadi penumpukkan barang setengah jadi pada Stasiun Kerja Sewing dan Stasiun Kerja Finishing serta terdapat stasiun kerja yang mengalami idle pada Stasiun Kerja Embroidery yang disebabkan oleh kapasitas yang tidak seimbang karena perbedaan waktu proses operasi pada setiap stasiun kerja. Oleh karena itu, kapasitas harus ditingkatkan agar permintaan dapat dipenuhi dan throughput yang dihasilkan menjadi maksimal. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan penerapan langkah – langkah Theory of Constraint mulai dari identifikasi constraint, eksploitasi constraint, subordinasi sumber lain serta elevasi constraint. Hasil akhir dari penerapan theory of constraint yaitu berupa penerapan overtime pada Stasiun Kerja constraint yaitu Stasiun Kerja Sewing 1 dilakukan penambahan waktu overtime sebanyak satu jam dan untuk Stasiun Kerja Finishing 1,2 3 dan Packaging 1 masing – masing sebanyak dua jam. Peningkatan yang terjadi yaitu terdapat pada utilitas stasiun kerja untuk Stasiun Kerja Sewing 1 dari 104,70% menjadi 91,96% sedangkan untuk stasiun kerja Finishing 1, 2, 3 dan Packaging 1 masing – masing dari 123,18%, 127,87%, 116,73% dan 124,12% menjadi 95,81%, 99,45%, 90,79% dan 96,54%. Adanya peningkatan kapasitas tersebut, maka throughput yang didapatkan mengalami peningkatan dari Rp. 1.033.868.000 menjadi Rp 1.274.504.000