Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Respon Beberapa Varietas Jagung Manis terhadap Hasil Panen di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Sri Utami; Kiswah Nur Zikri; Widihastuty Widihastuty; Khayamuddin Panjaitan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10148

Abstract

Jagung manis merupakan komoditi yang banyak diminati dan dibudidayakan oleh masyarakat pada umumnya. Upaya untuk meningkatkan potensi hasil jagung manis dapat dilakukan dengan menerapkan sistem budidaya yang tepat, salah satu syarat budidaya tanaman yang dilakukan adalah dengan menggunakan varietas unggul. Terdapat banyak jenis varietas unggul namun belum diketahui keunggulannya bila ditanam di daerah Hamparan Perak karenanya perlu untuk dilakukan pengkajian beberapa varietas unggul jagung manis terhadap hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas jagung manis yang mampu beradaptasi di Kecamatan Hamparan Perak dan memberi hasil panen tertinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2017 di Desa Klumpang Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 3 ulangan, terdiri dari varietas: V1= Bonanza F1, V2= Secada F1, V3= Glory, V4= Kumala, V5= Purple Jean, V6= Sweet Lady, V7= MB-01 Sweet, V8= Sweet Boy, V9= Gulaku. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan varietas Sweet Lady memberikan hasil panen tertinggi pada bobot tongkol per plot, bobot tongkol per hektar dan kadar gula yaitu 13,61 % brix. Hasil panen jagung manis terendah terdapat pada varietas Purple Jean.
PEMANFAATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENJADI PESTISIDA NABATI DENGAN METODE PIROLISIS Widihastuty Widihastuty; Sri Utami; Sasmita Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11403

Abstract

Abstrak: Limbah tandan kosong kelapa sawit saat ini merupakan limbah perkebunan yang jumlahnya terus meningkat seiiring dengan peningkatan produksi tanaman kelapa sawit. Pengolahan limbah tandan kosong kelapa sawit melalui teknik pirolisis bisa menghasilkan asap cair (smoke liquid) yang bisa digunakan sebagai pestisida nabati dan padatan yang dihasilkannya menjadi arang hayati (biochar) yang dapat digunakan sebagai tambahan bahan organik untuk tanah pertanian. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan petani tentang pestisida nabati dan melatih petani mitra sehingga mereka trampil dalam membuat pestisida nabati dari limbah tandan kosong kelapa sawit dengan metode pirolisis. Mitra PKM dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 10 orang dan merupakan petani anggota Muhammadiyah dan Aisiyah Cabang Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi kepada para petani tentang manfaat penggunaan pestisida nabati kemudian melatih para petani membuat pestisida nabati dengan metode pirolisis. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang manfaat pestisida nabati sekitar 70%, dan 30% petani paham tentang metode pirolisis.Abstract: Oil palm empty fruit bunches are currently plantation waste, the amount of which continues to increase along with the increase in oil palm production. Processing of waste oil palm empty fruit bunches through pyrolysis techniques can produce liquid smoke (liquid smoke) which can be used as a vegetable pesticide and the resulting solid becomes biochar (biochar) which can be used as an addition to organic matter for agricultural soil. The purpose of this community service activity is to train partners in making vegetable pesticides from waste of oil palm empty fruit bunches using the pyrolysis method. There are about 10 PKM partners in this activity and are farmers who are members of Muhammadiyah and Aisiyah Perbaungan Branch, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra Province. The method used in this activity begins with socializing to farmers about the benefits of using botanical pesticides and then training farmers to make vegetable pesticides using the pyrolysis method. The results achieved in this activity are increasing knowledge and understanding of farmers about the benefits of botanical pesticides by around 70%, and 30% of farmers understanding the pyrolysis method.
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI HAMA LALAT BUAH PADA BUAH JAMBU BIJI (Psidium guajava), JAMBU AIR (Syzygium aqueum) DAN JERUK (Citrus sp.) Widihastuty Widihastuty; Rizky Amalia; Wizni Fadhillah; Sri Utami
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v3i2.812

Abstract

Tanaman hortikultura khususnya tanaman buah-buahan rentan terhadap serangan hama lalat buah. Tingginya intensitas serangan hama lalat buah mengakibatkan petani menggunakan pestisida kimiawi dalam mengendalikan hama tersebut yang kedepannya dapat merusak lahan itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi hama lalat buah pada buah jambu biji (Psidium guajava), jambu air (Syzygium aqueum) dan jeruk (Citrus sp.) pada daerah Sumatera Utara. Data hasil penelitian di identifikasi menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa gejala serangan yang terlihat adanya bekas tusukan pada kulit buah dan diikuti dengan spot kecil berwarna cokelat kehitaman. Hasil inventarisasi lalat buah pada jambu biji (Guajava psidium) didapat hasil tertinggi pada Kecamatan Medan Johor, Kota Medan sedangkan hasil yang terendah yaitu pada Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dengan jenis lalat buah yang teridentifikasi yaitu Bactrocera dorsalis Kompleks dan Bactrocera carambolae. Hasil inventarisasi lalat buah pada jambu air (Syzygium aqueum) didapat hasil tertinggi pada Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai sedangkan hasil yang terendah yaitu pada Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai dengan jenis lalat buah yang teridentifikasi yaitu Bactrocera dorsalis Kompleks, Bactrocera albistrigata dan Bactrocera carambolae. Serta hasil inventarisasi lalat buah pada jeruk (Citrus sp.) didapat hasil tertinggi pada Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo sedangkan hasil yang terendah yaitu pada Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo dengan jenis lalat buah yang teridentifikasi yaitu Bactrocera dorsalis Kompleks
Adaptasi Morfologi dan Fisiologi Bibit Kopi di Dataran Rendah Rini Sulistiani; Wan Arfiani Barus; Sri Utami; Rony Alparizi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.16629

Abstract

Kemampuan daya adaptasi antara kopi Arabika dan Robusta akan mengalami perubahan dan cenderung menurun bila ditanam dataran rendah. Hal ini akan mempengaruhi produktivitas tanaman kopi, sehingga perlu penanganan dan pengelolaan budidaya tanaman secara tepat agar produksi biji kopi tetap stabil. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya adaptasi tanaman kopi dengan memberikan perlakuan untuk mendukung pertumbuhan bibit agar mampu menyesuaikan diri ketika ditanam dataran rendah. Penelitian menggunakan rancangan Split Split Plot Design dengan Petak Utamanya adalah varietas (Arabika Ateng Super dan Robusta Lampung). Faktor anak petaknya adalah POC limbah tahu (0, 100, 200, dan 300 ml/L). Faktor anak-anak petaknya NPK majemuk (0, 9, 18, dan 27 g/tanaman). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati, morfologi daun, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah tanaman, kandungan klorofil pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST). Hasil analisis data dengan Analisis of Variance, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test dan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan varietas, Nitrogen dan limbah tahu berpengaruh nyata pada parameter yang diamati. Secara umum Robusta dan Arabika mampu beradaptasi pada saat pembibitan di dataran rendah. Arabika dapat menjadi pilihan bibit yang dikembangkan karena memiliki kadar klorofil daun lebih banyak walaupun tanpa pemberian pemupukan NPK. Limbah tahu dengan konsentrasi 300 ml/L dapat meningkatkan jumlah dan luas daun serta kadar klorofil.
PEMANFATAN LAHAN SEMPIT BUDIDAYA SAYURAN SECARA VERTICAL CULTURE DI PANTI ASUHAN PUTERA MUHAMMADIYAH Sri Utami; Widihastuty Widihastuty; Sasmita Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22334

Abstract

Abstrak: Areal pertanian yang semakin terbatas di wilayah perkotaan membuat minat bertani bagi kalangan muda menjadi rendah. Pertanian vertikultur merupakan salah satu alternatif berbudidaya tanaman pada lahan yang terbatas dan dapat membangun semangat bertani pada anak-anak panti asuhan. Sistem budidaya vertikultur bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan yang sempit secara optimal dan dapat menghasilkan produk pertanian terutama sayuran organik yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari para mitra. Mitra PKPM dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 3 orang pengurus Panti dan 110 orang dan merupakan siswa di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa panti sebagai mitra sehingga mereka trampil dalam berbudidaya sayuran organik menggunakan sistem Vertical Culture. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi kepada para siswa tentang budidaya sayuran organik dan melatih para siswa untuk bercocok tanam menggunakan sistem Vertical Culture. Evaluasi dilakukan dengan wawancara langsung dengan adik-adik panti pada saat pemanenan sayuran dilakukan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang budidaya tanaman sayuran organik sekitar 70%, dan 30% siswa paham tentang sistemVertical Culture.Abstract: The increasingly limited agricultural area in urban areas has led to low interest in farming among young people. Verticulture farming is an alternative to cultivating plants on limited land and can build the spirit of farming in orphanage children. The verticulture cultivation system aims to optimally utilize narrow yards and can produce agricultural products, especially organic vegetables that can meet the daily needs of the partners. PKPM partners in this activity amounted to about 3 orphanage administrators and 10 people and were students at Putera Muhammadiyah Orphanage in Medan City, North Sumatra Province. The purpose of this community service activity is to increase the understanding and knowledge of orphanage students as partners so that they are skilled in cultivating organic vegetables using the Vertical Culture system. Evaluation was carried out by direct interview with the orphanage children at the time of harvesting vegetables. The method used in this activity begins with socialization to students about organic vegetable cultivation and training students to grow crops using the Vertical Culture system. The results achieved in this activity are the increase in knowledge and understanding of farmers about organic vegetable cultivation by about 70%, and 30% of students understand the Vertical Culture system.