Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penerapan Algoritma AHP untuk Prioritas Penanganan Bencana Banjir Mohammad Imamuddin; Trihono Kadri
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami kondisi topografi, penggunaan dan penataan lahan, curah hujan, dll., maka timbulnya masalah banjir di berbagai daerah di Indonesia sulit untuk dihindari. Untuk itu masyarakat harus dipersiapkan dapat hidup layak pada daerah bencana banjir dan diperlukan strategi dan manajemen yang tepat untuk mempersiapkan hal tersebut.Untuk penyusunan program kegiatan rehabilitasi daerah bencana banjir diperlukan (1) inventarisasi lokasi dan besaran bencana banjir, (2) inventarisasi dampak sosial, lingkungan dan ekonomi bencana banjir, (3) penyusunan kriteria dalam penanganan bencana banjir, (4) penyusunan prioritas penanganan bencana banjirTulisan ini membahas satu dari berbagai metoda yang ada untuk memprioritaskan daerah rawan banjir dengan skala tertentu dan implementasinya untuk pengambil kebijakan para pemimpin dalam menetukan prioritas penanganan banjir.Kata Kunci: AHP, Banjir, Prioritas penangganan
KAPASITAS SALURAN PHB BGR KELAPA GADING JAKARTA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HEC-RAS Mohammad Imamuddin; Rismala Mufti Farhanah
Konstruksia Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.347 KB) | DOI: 10.24853/jk.12.2.131-143

Abstract

Saluran PHB BGR Gading Kirana terletak di Jalan Raya Gading Kirana pada koordinat 6°08'37,9"- 6°10'14,2" Lintang Selatan, 106°54'09,6"- 106°53'16,2" Bujur Timur. Di daerah sekitar Saluran PHB BGR Gading Kirana masih sering terjadi banjir setiap kali musim hujan tiba karena jarak antar tali-tali air yang terbilang berjauhan, menyebabkan surutnya genangan air menjadi lambat serta terkadang saluran tali air mengalami penyumbatan, inilah yang menyebabkan banjir ketika air pada saluran di bawah trotoar tidak cukup mampu menampung volume air yang masuk. Dari kondisi diatas, maka perlu dilakukan analisis permasalahan banjir di daerah Saluran PHB BGR Gading Kirana untuk mengetahui apakah Saluran PHB BGR Gading Kirana masih dapat menampung debit air berdasarkan curah hujan 25 tahun terakhir dan apakah Saluran PHB BGR Gading Kirana perlu normalisasi. Berdasarkan hasil perhitungan manual dan aplikasi HEC-RAS, Saluran PHB BGR Gading Kirana tidak dapat menampung debit air berdasarkan curah hujan 25 tahun terakhir sebesar 46,95 m3/det. Pada titik 0 – titik 33 perlu dilakukan normalisasi dengan cara penambahan turap dari 4 m menjadi 5,5 m
RE-USE AIR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) GUNA MENGURANGI DAYA RUSAK AIR DI UPT PUSKESMAS RAWAT INAP AJIBATA SUMATERA UTARA Mohammad Imamuddin
Konstruksia Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 7 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.448 KB) | DOI: 10.24853/jk.7.2.%p

Abstract

PEMILIHAN FIXED HEAD ATAU FREE HEAD DALAM DESAIN FUNDASI TANGKI REAKTOR KAP. 2000 M3 PILOT PLANT BIOGAS POME SETARA 700 KW DI PTPN V RIAU Samdi Yarsono; Lan Marrakup TN; Ika Wulandari; Eva Nur Septinia; Giman Giman; Mohammad Imamuddin; Juda Suwandi; Basit Al Hanif
Konstruksia Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.818 KB) | DOI: 10.24853/jk.11.2.11-16

Abstract

Kebutuhan energi terbarukan di Indonesia sangatlah penting, saat ini sumber energi terbarukan porsinya relatif kecil. BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dalam kegiatannya melakukan pembangunan pilot plant Biogas Pome setara 700 kW berkerjasama dengan PTPN V (PT. Perkebunan Nusantara V) dengan sistim tangki berpengaduk secara kontinu yang mana hasil gas tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler pabrik PMKS di sei pagar. Metode pemilihan pondasi tangki reaktor dengan kapasitas 2000m3, kami melakukan perbandingan perhitungan antara menggunakan free head atau fix head dengan memakai diameter 50cm dan 60cm dengan melihat banyaknya jumlah, diameter pile dan ketebalan mat yang digunakan. Diameter rencana tangki reactor direncanakan berukuran 16.8m dengan ketinggian 9m, dengan beban tangki sekitar 2174.2ton dan berdasarkan data dari soil test didapat nilai N-SPT di kedalaman 10-15m, untuk itu kami merumuskan bahwa fundasi pile yang kita pilih. Perbandingan fix and free head pada pile ukuran 50cm dimana perbedaan fix and free head 44 berbanding 65, dengan ketebalan mat foundation 1.1m berbanding 0.6m sedangkan dengan mengunakan diameter 60cm jumlah pile 32 berbanding 50 dengan ketebalan mat 1.3m berbanding 0.6m. Dari analisa tersebut dengan memperhatikan kekuatan dan keekonomisan maka dipilih pile dengan diameter 50cm dengan mengunakan free head.
Analisa Uji Baku Mutu Mata Air Ngantap dan Dukuh Silangak Mohammad Imamuddin; Rian Maulana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata Air Ngantap adalah sumber air bersih utama bagi warga di Dukuh Silangak, kecamatan Kalirejo Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah Lokasi mata air Ngantap letaknya yang cukup jauh yakni dua kilometer dari Dukuh Silangak. Kondisi saat ini air yang bersumber mata air bila tiba di pemukiman warga terjadi perubahan rasa dan warna, maka diperlukan uji kelayakan air bersih untuk mengetahui kualitas air sesuai baku mutu yang sudah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia. Uji lab ini bertujuan untuk mengetahui apakah air yang sampai di Dukuh Silangak masih semurni Air yang keluar di Mata Air Ngantap. Metode yang digunakan adalah pengambilan sample di dua titik yaitu di Mata Air Ngantap dan di bak penampungan air yang ada di rumah warga, selanjutnya dilakukan uji lab di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan dan menganalisa dari hasil yang didapat. Hasil dari uji lab ini air yang ada di Mata Air Ngantap memiliki kadar air yang sesuai dengan baku mutu air bersih, sementara air yang ada di rumah warga mengandung kadar timbal sebesar 0.07mg/L lebih tinggi dibanding kadar mutu air bersih yang diijinkan sebesar 0.05mg/L. Oleh karena itu diperlukan perbaikan pada system distribusi air seperti jaringan perpipaan, bak penampungan air serta perawatan rutin pada system distribusi yang digunakan.
PENGGUNAAN METODE FALLING HEAD DALAM MENENTUKAN DAYA SERAP AIR UNTUK MEREDUKSI GENANGAN DI KAMPUS FT-UMJ Mohammad Imamuddin; Basit Al Hanif
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFaculty of Engineering University of Muhammadiyah Jakarta (FT-UMJ) as the oldest university in DKI Jakarta. In the period of 2002 to 2017, FT-UMJ did not escape from the puddle in the rain. Therefore, water absorption test in FT-UMJ page becomes very important in reducing the inundation. The ability of water to penetrate the soil as a medium is denoted as the permeability coefficient (k), the testing technique using the falling head method. From the results of the test that has been done by using the falling head method obtained coefficient value from the first test point of 5.5 m / day and the second test point 12.302 m / day. From this value, it is known that the soil type is silt clay which has low water drainage level.ABSTRAKFakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FT-UMJ) sebagai perguruan tinggi tertua di DKI Jakarta. Dalam kurun waktu tahun 2002 hingga 2017, FT-UMJ tidak luput dari genangan pada saat hujan yang terjadi. Oleh karena itu uji daya resap air di halaman FT-UMJ menjadi sangat penting dalam mereduksi genangan yang terjadi. Kemampuan air untuk menembus tanah sebagai  media dilambangkan sebagai koefisien permeabilitas (k), Teknik pengujian menggunakan metode  falling head. Dari hasil uji yang telah dilakukan dengan menggunakan metode falling head didapat nilai koefisien dari titik percobaan pertama sebesar 5.5 m/hari dan titik percobaan kedua 12.302 m/hari. Dari nilai tersebut diketahui jenis tanah adalah lempung berlanau yang mempunyai tingkat pengaliran air kategori rendah. Kata kunci : Daya Serap Air, Infiltrasi, falling head. ABSTRAKFaculty of Engineering University of Muhammadiyah Jakarta (FT-UMJ) as the oldest university in DKI Jakarta. In the period of 2002 to 2017, FT-UMJ did not escape from the puddle in the rain. Therefore, water absorption test in FT-UMJ page becomes very important in reducing the inundation. The ability of water to penetrate the soil as a medium is denoted as the permeability coefficient (k), the testing technique using the falling head method. From the results of the test that has been done by using the falling head method obtained coefficient value from the first test point of 5.5 m / day and the second test point 12.302 m / day. From this value, it is known that the soil type is silt clay which has low water drainage level.
PERBANDINGAN BIAYA ANTARA DESAIN STRUKTUR SIPIL BERBASIS PENUTUP LAGOON DAN SISTIM TANGKI PLT BIOGAS POME 700 KW DI PTPN V RIAU Samdi Yarsono; Lan Marrakup TN; Ika Wulandari; Eva Nur Septinia; Giman Giman; Mohammad Imamuddin; Juda Suwandi; Basit Al Hanif; Andika Setiawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi terbarukan di Indonesia sangatlah penting, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) merupakan pembangkit listrik energi terbarukan. Pengembangan energi terbarukan untuk pembangkit listrik ini mendukung program pemerintah dalam meningkatkan peran energi terbarukan dalam terbauran mix-energy nasional, dimana saat ini sumber energi terbarukan porsinya relatif kecil. BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dalam kegiatannya melakukan pembangunan pilot plant 700 kW berkerjasama dengan PTPN V (PT. Perkebunan Nusantara V) dengan sistim penutup lagoon dimana area yang dibutuhkan 225x83m. RistekDikti melalui programnya Insinas Flagship nya memberikan anggaran penelitian selama 3 tahun untuk melakukan kegiatan pembuatan pilot plant 700 kW dengan sistim tangki yang dikerjakan oleh peneliti BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), dimana area yang dibutuhkan sekitar 60x34m lebih kecil dari sistim penutup lagoon. Optimal dalam desain struktur sipil menjadi fokus dalam makalah ini. Desain struktur sipil PLT Biogas dengan sistem Tangki adalah solusi untuk mengurangi kebutuhan lahan, dimana kebanyakan reaktor yang dipakai dalam sistim lagoon adalah menggunakan kolam yang relatif sangat banyak membutuhkan lahan yang luas dan pekerjaan juga sangat relatif lama karena terpengaruh terhadap kondisi cuaca dan tanah. Desain struktur sipil PLT Biogas sangat penting untuk direncanakan, dimana terdiri dari desain struktur bawah dan desain struktur atas. Perbandingan biaya struktur sipil antara sistim berbasis penutup lagoon dengan sistim berbasis tangki dari segi biaya nya tidaklah berbeda jauh karena nilai atas tanah tidak di perhitungkan, dimana sistim penutup lagoon Rp. 2,987,106,111 sedangkan sistim tangki 2,976,380,000.
Analisa Kapasitas Tali-Tali Air di Jalan P. Jayakarta Jakarta Pusat Mohammad Imamuddin; Santoni Widodo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan P. Jayakarta termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Pusat yang merupakan wilayah yang salah satu rawan banjir. Tahun 2012 telah dibangun rumah pompa untuk menanggulangi banjir di Kawasan Jalan P. Jayakarta yaitu Rumah Pompa P. Jayakarta sebesar 500 lps x 2 unit dan Rumah Pompa Mangga Besar 13 sebesar 150 lps x 2 unit. Tahun 2019 ini di seputar kawasan Jalan P. Jayakarta masih diliputi genangan terutama di akses Jalan P. Jayakarta. Kondisi Eksisting di Jalan P. Jayakarta terdapat saluran yang cukup besar di sisi utara Jalan P. Jakarta yaitu 2 x 2 m2 dan sisi selatan Jalan P. Jayakarta yaitu ukuran 1 x 1 m2 mulai dari sisi rel kereta api hingga ke rumah pompa P. Jayakarta. Selain eksisting saluran juga terdapat eksisting tali-tali air dengan jarak 8 m dengan ukuran tali-tali air yaitu 20 cm x 10 cm. Salah satu permasalahan terjadinya genangan yaitu terjadinya penyempitan di tali-tali air akibat terjadinya sedimentasi dan jarak tali-tali air yang terlalu jauh yaitu berjarak 8 m. Dengan melakukan analisa tali-tali air menggunakan metode distribusi gumbell dengan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 128,33 mm/jam dihasilkan debit curah hujan (Q) = 2,062 m3/detik diperlukan tali-tali air sebesar 20 cm x 10 cm dengan tiap jarak 5 m untuk dapat mengatasi genangan di kawasan Jalan P.Jayakarta.
ANALISIS DEWATERING PADA BASEMENT (STUDY KASUS PROYEK GEDUNG JAKARTA GARDEN CITY JAKARTA TIMUR) Mohammad Imamuddin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewatering adalah pekerjaan sipil yang bertujuan untuk mengendalikan air (air tanah/permukaan) dengan menggunakan pompa agar tidak mengganggu/menghambat proses pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi, terutama untuk pelaksanaan bagian struktur yang berada dalam tanah dan di bawah muka air tanah. Penentuan banyaknya jumlah pompa dan volume air yang dikeringkan mengacu kepada data spesifikasi rencana bangunan, luas galian, kedalaman galian, soil test, dan kondisi lahan disekitar proyek. Pada proyek Jakarta Garden City dengan areal 3847,12 m2 diperlukan lima sumur dewatering, lima sumur recharging, dan lima piezometer (sumur pantau), masing-masing sumur dibor sampai kedalaman minus 12 meter dengan diameter 60 cm casing PVC 12” untuk sumur dewatering; dan diameter 60 cm casing PVC 2” untuk piezometer; dan diameter 60 cm casing PVC 12” untuk recharging. Selain itu diperlukan pompa submersible berkapasitas 60 liter/menit sebanyak lima buah, data permeability k = 5 x 10-5 m/det dengan jumlah air yang dibuang sebesar 133 m3/hari.
Analisis Kebutuhan Air Bersih dan Air Kotor ( Study Kasus Kompleks Perumahan Taman Sari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ) Mohammad Imamuddin; Panglima Suryadi Mochammad
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan air jernih dan sehat (tidak kotor) yang dapat dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan sehari-hari, sedangkan air kotor merupakan air limbah dari sisa produksi aktifitas manusia yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dan tidak dapat dikonsumsi manusia, untuk itu perlu adanya pengadaan dan penyaluran air bersih dan air kotor guna kepentingan penghuninya. Pada analisis kebutuhan air bersih dan air kotor kompleks perumahan Taman Sari persada dilakukan dengan metode survey dan melihat siteplan yang ada. Terdapat 1552 unit rumah yang terbagi menjadi 3 kavling dengan luas lahan sedang (93 m²), besar (150 m²) dan sangat besar (203 m²)dan terbagi lagi menjadi 3 tipe luas bangunan dan jumlah rumah yaitu sedang (80 m²) 932 unit rumah, besar (245 m²) 465 unit rumah dan sangat besar (100 m²) 155 unit rumah dengan jumlah keseluruhan 7760 orang (jumlah penghuni rumah rata-rata 5 jiwa). Selain itu standar kebutuhan air tiap orang 150 liter/hari dan banyaknya limbah/air kotor yang dihasilkan per orang/hari 80% dari jumlah pemakaian air bersih per hari. Maka kebutuhan air bersih kompleks perumahan taman sari persada yaitu 1340,928m³/hari dan limbah/air kotor sebanyak 693,96 m³/hari.