Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Evaluasi Kapasitas Tali-Tali Air di Jalan Pulo Nangka Jakarta Timur (Study Kasus Jalan Pulo Nangka Jakarta Timur) Mohammad Imamuddin; Eko Setiadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JalanPulo Nangka ini terletak di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Administrasi Jakarta Timur. Jalan tersebut merupakan jalan lokal namun sebagai penghubung antara wilayah Kayu Putih dengan Pulomas, dimana warga biasa melintas melalui jalan tersebut untuk menuju pusat kota. Jalan ini mempunyai saluran pada masing-masing sisinya, namun hanya satu sisi yang memiliki trotoar. Pada sebelah kiri, terdapat trotoar dengan saluran u-ditch di bawahnya,sedangkan pada sebelah kanan, tidak terdapat trotoar melainkan langsung terdapat saluran dengan lebar kurang lebih hingga 5 meter. Aliran air yang ada pada jalan ini, harus melewati mulut air pada kanstin dahulu, kemudian di salurkan ke saluran uditch, barulah di salurkan lagi ke saluran yang lebih besar melalui box culvert. Jarak antar mulut air yang terbilang berjauhan, menyebabkan surutnya genangan air menjadi lambat. Jarak antar mulut air eksisting yaitu 6 meter. Hasil analisa dihasilkan dengan menggunakan metode distribusi gumbel dihasilkan intensitas curah hujan yaitu 119,33 mm/jam dan diperlukan jarak antar tali-tali air tiap 2 m dengan ukuran tali-tali air 15 cm x 7.5 cm. dengan waktu surut air lebih cepat 50% dari tali-tali air dengan jarak eksisting 6 m.
Analisis Kapasitas Drainase Jalan Panjang Sampai Dengan Rumah Pompa Kedoya Utara Mohammad Imamuddin; Hufron Antoni
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kedoya Utara termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Barat, merupakan salah satu wilayah rawan banjir. Tahun 2002 sampai saat ini Kelurahan Kedoya Utara yang masih diliputi banjir yaitu Perumahan Green Garden yang arah alirannya mengarah ke Rumah Pompa Kedoya Utara melalui crossing Jalan Panjang. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu terjadinya penyempitan saluran di crossing Jalan Panjang dan penyempitan beberapa titik saluran sebelum Rumah Pompa Kedoya Utara. Tahun 2016 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kedoya Utara yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi perumahan tersebut sehingga banjir yang melanda perumahan tersebut dapat diminimalkan walau saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran dengan menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode gumbell dihasilkan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 127,58 mm/jam dengan debit sebesar 6,84 m³/detik, sementara tampungan drainase eksisting sebesar5,95 m³/detik dengan penampang eksisting 2 x 2 m. Hasil analisa kapasitas yang diperlukan agar tidak terjadi banjir yaitu dengan menormalisasikan saluran dari ukuran penampang 2 x 2 m² menjadi 2 x 2,5 m² dengan Q yang dihasilkan sebesar 7,27 m³/detik.
Analisis Kapasitas Saluran Jalan Kapuk Raya Jakarta Barat Mohammad Imamuddin; Ahmad Khanavi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kapuk berada di kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, provinsi DKI Jakarta. Pada kelurahan ini, terdapat suatu daerah yang sering terjadi genangan pada saat turun hujan. Berdasarkan informasi dari warga sekitar saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama tiga jam, permukaan air dari saluran sudah menggenangi pemukiman hingga 20 cm yang akan surut dua jam kemudian. Bahkan pada saat tidak terjadi hujan pada daerah tersebut terdapat suatu titik yang memiliki muka air diatas saluran drainase yang telah disediakan. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu tidak sesuainya penampang saluran yang telah ada untuk mengalirkan air. Pada tahun 2012 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kapuk 1 B yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi daerah tersebut dengan tujuan banjir dapat diminimalkan. Namun saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode Gumbel dihasilkan intensitas curah hujan 2 tahun sebesar 25,85 mm/jam dengan debit puncak sebesar 4,03 m3/detik, sementara penampang terkecil saluran eksisting memiliki kapasitas 1,07 m3/detik pada penampang eksisting 1,6 m x 0,9 m. Hasil analisa kapasitas yang diperlukan agar tidak terjadi banjir yaitu dengan menormalisasikan saluran dari ukuran penampang 1,6 m x 0,9 m menjadi 2 m x2 m sehingga debit yang dihasilkan sebesar 4,03 m3/detik.
Analisa Kapasitas Tampungan Waduk Wijaya Kusuma, Jakarta Barat Mohammad Imamuddin; Feri Setiawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Wijaya Kusuma terletak di Jalan Wijaya Kusuma II Kota Administrasi Jakarta Barat. Kondisi saat ini waduk tersebut mempunyai tampungan sekitar 16.102 m³ terdiri dari luas lahan 9472 m² x kedalaman 1,7 m ditambah pompa sebesar 2250 liter/detik yang dialirkan ke Kali Angke. Fungsi utama dari waduk tersebut saat ini adalah sebagai parkir air dari buangan air masyarakat sekitar dengan batasan cachmant area 2,35 km² dan konstruksi saat ini masih menggunakan batu kali serta terdapat 3 titil inflow yang yang masuk ke waduk untuk dilakukan pemindahan air melalui pompanisasi ke Kali Angke. Kondisi saat ini waduk mengalami penurunan fungsi akibat terjadinya sedimentasi dan sampah yang terdapat di dalam waduk sehingga kapasitas waduk tidak optimal. Dengan menggunakan analisa kebutuhan tampungan secara optimal didapatkan volume tampungan optimum sebesar 234420 m³ sementara tampungan waduk eksisting sebesar 16.102 m³. Kekurangan kapasitas waduk dilakukan dengan cara peningkatan kapasitas pompa eksisting dari 2,25 m³/detik menjadi 3,75 m³/detik yang dialirkan ke Kali Angke agar genangan di kawasan Waduk dapat diatasi
ANALISA KAPASITAS TAMPUNGAN SETU CILONGKRANG KABUPATEN KUNINGAN Mohammad Imamuddin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setu Cilongkrang Terletak di Desa  Sukajaya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat, saat ini dengan menggunakan tadah hujan, kondisi fisik setu sudah hampir memprihatinkan dan dalam kondisi rusak ringan, terdapat retakan pada puncak bendungan baik secara vertikal maupun horisontal, akibat tidak adanya bangunan penahan seperti pasangan batu pada dinding lereng, banyak tumpukan sampah/puing serta endapan sedimentasi pada kedua bangunan pelimpah terletak pada bagian struktur, lantai saluran dan tembok sayap bangunan serta pintu intake yang beberapa item nya rusak atau hilang. Hasil analisa yang dilakukan, Setu Cilongkrang dapat menampung 42.369 m3 dengan luas  genangan 7.380 ha dan luas areal 1,52 ha dengan curah hujan 100 tahun.
Analisis Kapasitas Drainase Sisi Timur Jalan Kampung Gusti Sampai Dengan Rumah Pompa Kampung Gusti Mohammad Imamuddin; Gatot Supriyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kampung Gusti termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Barat, yang merupakan wilayah yang salah satu rawan banjir. Tahun 2004 sampai saat ini Kelurahan Kampung Gusti yang masih diliputi banjir yaitu Kelurahan Kampung Gusti yang arah alirannya mengarah ke Rumah Pompa Kampung Gusti melalui crossing Jalan Kampung Gusti. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu terjadinya penyempitan saluran di crossing Jalan Kampung Gusti dan penyempitan beberapa titik saluran sebelum Rumah Pompa Kampung Gusti. Tahun 2014 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kampung Gusti yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi Kelurahan tersebut sehingga banjir yang melanda Kelurahan tersebut dapat diminimalkan walau saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran dengan menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode gumbell dihasilkan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 215.93 mm/jam dengan debit dihasilkan sebesar 1.196 m3/detik, sementara tampungan drainase eksisting sebesar 1.692 m3/detik dengan penampang eksisting 1 x 1 m. Hasil analisa kapasitas saluran yang ada sudah cukup mengatasi genangan di jalan kampung gusti disisi timur di tambah dengan keberadaan pompa 0.5 m3/detik.
Analisa Genangan Air Di Kawasan Jalan Petamburan 2 Jakarta Pusat Mohammad Imamuddin; Indri Wibowo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Pompa Jati Pinggir 2 terletak di Jalan Pertamburan Raya RT.09 / RW.03 Tanah Abang Jakarta Pusat. Daerah tersebut sudah jarang terjadi banjir atau genangan air di pemukiman warga walaupun sering diguyur hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Hal ini dikarenakan rumah pompa jati pinggir 2 berfungsi dengan baik, permasalahan yang terjadi saat ini adalah genangan air di saluransaluran warga yang belum dapat dialirkan ke sungai Banjir Kanal Barat terutama di Jalan Petamburan 2 depan Kantor Lurah Petamburan, yang terdapat penyempitan dan crossing saluran dan juga sampah serta sedimentasi diareal tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya genangan di kawasan tersebut. Dengan menggunakan metode gumbell dan Curah Hujan BMKG Kemayoran mulai tahun 2006 sampai dengan 2017, dihasilkan Intensitas Curah Hujan 223.784 mm/jam dengan debit 6,8097 m3/detik, sehingga diperlukan normalisasi saluran 1.0 x 1.0 m2 dengan debit 8,9517 m3/detik mulai jalan KS. Tubun sampai dengan Rumah Pompa Jati Pinggir 2 melalui Jalan Petamburan 2 Jakarta Pusat.
EVALUASI KAPASITAS TAMPUNGAN SETU TARISI KABUPATEN MAJALENGKA Mohammad Imamuddin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setu Tarisi terletak di Desa Babajurang Kecamatan Jati Tujuh Kabupaten Majalengka, saat ini dengan menggunakan tadah hujan, kondisi fisik setu sudah memprihatinkan dan dalam kondisi rusak berat, terdapat retakan pada puncak bendungan baik secara vertikal maupun horisontal, akibat tidak adanya bangunan penahan seperti pasangan batu pada dinding lereng, banyak tumpukan sampah/puing serta endapan sedimentasi pada kedua bangunan pelimpah terletak pada bagian struktur, lantai saluran dan tembok sayap bangunan serta pintu intake yang beberapa item nya rusak atau hilang. Setu Tarisi yang dibangun pada tahun 1928, dapat menampung 270.534 m3 dari yang seharusnya 320.000 m3 air hujan ditahun 2015 dengan tingkat sedimentasi sebesar 0,51 cm/tahun atau volume sedimentasi sebesar 49.466 m3 untuk mengairi sawah sebesar 49 ha pada intensitas curah hujanuntuk 100 tahun.Kata kunci: Sedimentasi, rusak berat, tampungan
Studi Evaluasi Kapasitas Penampang Saluran, Studi Kasus di Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten dan di Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten Mohammad Imamuddin; Dian Preh Hadi
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v5i2.14502

Abstract

Curah hujan di Kabupaten Klaten sering menyebabkan banjir dan genangan air, mengakibatkan kerugian berupa terganggunya aktivitas masyarakat, gagal panen dan kerugian material lainnya. Kawasan permukiman di 2 desa ini memiliki luas ± 22,39 Ha. Terjadinya banjir yang disebabkan oleh kondisi saluran drainase eksisting saat ini tidak dapat menampung atau mengalirkan debit limpasan air hujan. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis kapasitas saluran eksisting sehingga nantinya diperoleh kesesuaian kapasitas saluran drainase dengan debit banjir rencana. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kapasitas saluran drainase eksisting sudah tidak mampu menampung atau mangalirkan debit banjir rencana. Berdasarkan debit aliran (Qs) drainase pada saluran 1 di Catchment 1 sebesar 0,948 m3/detik mempunyai dimensi saluran lebar 0,83 m tinggi 0,90 m, dimensi saluran tersebut tidak dapat menampung debit rencana (Qt) 2 tahunan sebesar 2,004 m3/detik sehingga memerlukan pelebaraan menjadi lebar 1,5 m  tinggi 0,9 m mempunyai debit (Qsr) sebesar 2,184 m3/detik sehingga mampu menampung debit rencana (Qt). Berdasarkan debit aliran (Qs) drainase pada saluran 2 di Catchment 2 sebesar 3,175 m3/detik mempunyai dimensi lebar 1,50 m tinggi 1,10 m, dimensi saluran tersebut dapat menampung debit rencana (Qt) 2 tahunan sebesar 1,003 m3/detik sehingga tidak memerlukan pelebaraan. Berdasarkan debit aliran (Qs) drainase pada saluran utama di Catchment 1,2 dan 4 sebesar 0,778 m3/detik mempunyai dimensi saluran lebar 0,87 m tinggi 0,66 m, dimensi saluran tersebut tidak dapat menampung debit rencana (Qt) 2 tahunan sebesar 2,104 m3/detik sehingga memerlukan pelebaraan menjadi lebar 2,50 m tinggi 0,66 m mempunyai debit (Qsr) sebesar 2,208 m3/detik sehingga mampu menampung debit rencana (Qt).
NORMALIZATION ANALYSIS OF BUARAN RIVER USING THE HEC-RAS APPLICATION (THE BUKIT KENCANA RESIDENTIAL AREA TO JAKARTA CIKAMPEK TOLL) Mohammad Imamuddin
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 2, No 2 (2022): IJCEI Volume 2 No. 2
Publisher : University Of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.227 KB) | DOI: 10.24853/ijcei. 2. 2. 66-75

Abstract

The channel in the Buaran River area has a channel length of 5.32 km located in the Bukit Kencana Housing Area as the upstream of the Buaran River with the smallest cross-sectional width of 0.9 m and a height of 1 m and the border of the Jakarta Cikampek Toll Road as a downstream with a width of 2.2 m and a height of 3.6 m. one of the areas of the Buaran River which experienced quite severe flooding. This was due to changes or conversion of land functions which were originally water catchment areas to settlements. The large number of buildings that stand on the body of the river makes the current section of the Buaran River unable to function optimally in accommodating flood discharges, besides that there is no public awareness in protecting the environment which can be seen from the many piles of garbage in the body of the river. The purpose of this research is to find out how big the capacity of the existing Buaran cross-section is (starting from the Bukit Kencana Residential Area to the Jakarta Cikampek Toll Road) by modeling the existing cross-section using the help of the Hec-Rass application as well as recording and mapping locations that have the potential to flood. . One of the efforts that have been made by the government in controlling floods is by normalizing the river but in practice, the normalization of the Buaran River cannot be said to be running optimally. Based on hydrological calculations, the planned Q25 flood discharge is 16,307 m3/s. By using the help of the Hec-Ras application we can find out which river profiles need to be treated so that the handling of river normalization as an alternative to flood control can run optimally