Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis kausalitas kebijakan moneter dan kemiskinan di Indonesia periode 1992-2022 Usman, Deya Adeliya; Arham, Muhamad Amir; Payu, Boby Rantow
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v12i2.20036

Abstract

Kemiskinan adalah masalah penting di Indonesia. Untuk menanganinya, pemerintah telah menerapkan kebijakan moneter, biasanya melalui instrumen seperti suku bunga, jumlah uang beredar, nilai tukar, dan inflasi. Data yang digunakan dalam studi ini diambil dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini memanfaatkan Vector Error Correction Model (VECM) untuk mengidentifikasi hubungan kausal antara kebijakan moneter dan kemiskinan di Indonesia. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat hubungan kausal satu arah antara suku bunga dan kemiskinan. Tidak ditemukan hubungan kausal antara kemiskinan dan jumlah uang beredar. Selain itu, terdapat hubungan kausal satu arah dari kemiskinan ke inflasi.
Pengaruh Karakteristik Demografi Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Di Indonesia Nuraini Kabaderan; Syarwani Canon; Boby Rantow Payu
Journal of Economics and Regional Science Vol 4 No 2 (2024): Journal Of Economics and Regional Science
Publisher : STIE Jambatan Bulan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52421/jurnal-esensi.v4i2.525

Abstract

The research aims to find out how demograpich characteristics influence the level of social welfare in Indonesia. The research method used is a quantitative method with secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS). The data analysis technique used is multiple linier regression analysis technique. In this study, the test result found that (1) Total Fertility Rate/TFR did not have a significant effect on the level of social welfare in Indonesia because the value of Prob. 0,1394 > 0,05 (2) Population/KP density has a significant effect on the level of social welfare in Indonesia because the value of Prob. 0,0000 < 0,05 (3) Dependency Ratio/DR does not have a significant effect on the level of social welfare in Indonesia because the value of Prob. 0,0063 > 0,05 (4) Sex Ratio/SR does not have a significant on the level of social welfare in Indonesia because the value of Prob. 0,6761 > 0,05.
Pengaruh Program Permodalan Nasional Madani Mekaar Syariah Terhadap Kesejahteraan Pelaku Usaha Ultra Mikro Di Desa Molombulahe, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo Djafar, Resti; Hafid, Radia; Rantow Payu, Boby; Moonti, Usman; Maruwae, Abdulrahim
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.7637

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh program permodalan nasional madani (PNM) terhadap kesejahteraan pelaku usaha ultra mikro di Desa Molombulahe, Kab. Boalemo, Prov. Gorontalo. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Survey dengan pendekatan Kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pada masyarakat Desa Molombulahe, Kab Boalemo, Prov. Gorontalo terutama nasabah PNM. Penarikan Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sample random sampling dengan jumlah responden 39 Nasabah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh program permodalan nasional madani (PNM) terhadap kesejahteraan pelaku usaha ultra mikro Di Desa Molombulahe, Kab. Boalemo, Prov. Gorontalo. Hipotesis penelitian terbukti H1 diterima dan H0 ditolak program (PNM) Mekaar berpengaruh terhadap kesejahteraan pelaku usaha ultra mikro (UMKM) Desa Molombulahe Boalemo. Besaran pengaruh program permodalan nasional madani (PNM) terhadap kesejahteraan pelaku usaha ultra mikro Di Desa Molombulahe, Kab. Boalemo, Prov. Gorontalo adalah 56,9%..
VALUASI EKONOMI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANAU PERINTIS KABUPATEN BONE BOLANGO Tabito, Ramlawati; Canon, Syarwani; Rantow Payu, Boby
JAE (JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI) Vol 9 No 2 (2024): JAE (Jurnal Akuntansi dan Ekonomi)
Publisher : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jae.v9i2.22829

Abstract

Danau Perintis sebagai objek wisata merupakan wujud jasa lingkungan yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui valuasi ekonomi Danau Perintis sebagai objek wisata di Kabupaten Bone Bolango dan menentukan strategi pengembangan yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan potensi objek wisata Danau Perintis. Data yang digunakan berasal dari Dinas Pariwisata dan kuesioner kepada wisatawan dan pihak terkait. Metode yang digunakan untuk analisis valuasi ekonomi menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) dan untuk analisis strategi menggunakan SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan total valuasi keekonomian Danau Perintis berdasarkan CVM mencapai Rp. 4.061.114.000,00/tahun. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang diterapkan pada kawasan objek wisata Danau Perintis adalah dengan mempertahankan karakteristik objek wisata agar dapat menarik wisatawan, meningkatkan kemitraan dengan pelaku ekonomi lokal untuk menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan memaksimalkan potensi ekonomi yang ada pada objek wisata, mengoptimalkan dan menyediakan sarana pemancingan, mengadakan kegiatan yang meningkatkan daya tarik tempat wisata, meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk lebih mendukung pengembangan tempat wisata, memanfaatkan media sosial untuk promosi tempat wisata Danau Perintis dan memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan dan wisata. pengalaman.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN TRANSPORTASI BENTOR ONLINE DAN BENTOR KONVENSIONAL DI KOTA GORONTALO Lutfia, Anis; Saleh, Sri Endang; Payu, Boby Rantow
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol 6 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v6i1.7134

Abstract

Peran transportasi sangatlah signifikan dalam mengembangkan perekonomian. Dalam konteks kemajuan teknilogi transportasi, telah muncul layanan bentor online yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam akses transportasi. Terdapat indikasi bahwa hal ini telah mengubah preferensi masyaralat dalam menggunakan transportasi, dengan lebih banyak orang memilih bentor online dibandingkan bentor konvensional. Hal ini berpotensi mempengaruhi pendapatan pengemudi, baik yang terlibat dalam layanan bentor online maupun konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara pengemudi bentor online dan pengemudi bentor konvensional, profil pendapatan dari kedua jenis pengemudi tersebut, dan faktor pendorong pengemudi bentor konvensional ikut bergabung atau tidak ikut bergabung menjadi pengemudi bentor online di Kota Gorontalo. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder yang diperoleh melalui sumber data, kuesioner, dan wawancara langsung dengan pengemudi bentor online dan konvensional di Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan analisis Independent Sample t-Test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdepat perbedaan, dimana pendapatan rata-rata pengemudi bentor online lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan rata-rata pengemudi bentor konvensional di Kota Gorontalo. Profil pendapatan dari kedua jenis pengemudi ini dikontribusi oleh pengantaran penumpang. Faktor pendorong pengemudi bentor konvensional ikut bergabung menjadi pengemudi bentor online antara lain kemudahan mendapatkan penumpang, potensi pendapatan yang lebih tinggi, serta fleksibilitas dan ketersediaan penumpang yang lebih besar. Faktor pendorong pengemudi bentor konvensional tidak ikut bergabung menjadi pengemudi bentor online antara lain keberadaan pelanggan tetap, kebebasan menentukan tarif, ketidaksesuaian tarif aplikasi dengan jarak tempuh, serta kendala teknologi dan para pengemudi bentor konvensional ingin melestarikan bisnis komunitas.
ANALISIS POTENSI EKONOMI PUSAT KULINER KALIMADU DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Gumohung, Sri Rahma; Saleh, Sri Endang; Payu, Boby Rantow
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2024): Elastisitas, September 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v6i021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi pusat kuliner Kalimadu dengan mengestimasi nilai ekonomi kawasan dan untuk mengetahui pengaruh pembangunan pusat kuliner Kalimadu terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya. Metode penelitian menggunakan valuasi ekonomi dengan metode Contingent Valuation Method (CVM). Uji paired sample t-test digunakan untuk menganalisis perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah pembangunan. Data diperoleh dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara dan bantuan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai potensi ekonomi kawasan pusat kuliner Kalimadu berdasarkan metode CVM mencapai Rp. 50.307.692/bulan. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembangunan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 dimana nilai lebih kecil dari 0,05, artinya seluruh variabel menunjukkan hasil signifikan bahwa pembangunan pusat kuliner Kalimadu memberikan dampak terhadap kondisi sosial ekonomi.
Analisis rantai distribusi kopra dan strategi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kopra di Kabupaten Gorontalo Supardi; Sri Endang Saleh; Boby Rantow Payu
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 13 (2025): Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v1i13.21866

Abstract

Harga kopra di tingkat Internasional maupun tingkat Nasional menunjukkan kecenderungan peningkatan, namun di tingkat lokal harga kopra fluktuatif dan tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai distribusi kopra dan strategi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kopra di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani, pengepul/tengkulak, dan pengumpul besar memainkan peran penting dalam distribusi kopra. Petani yang bermitra langsung dengan pengumpul besar cenderung memperoleh keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak bermitra. Strategi peningkatan pendapatan termasuk mengoptimalkan produksi, mengurangi biaya, dan memperluas pasar dengan dukungan komunitas serta informasi pasar yang lebih baik.
PENDAMPINGAN DIGITAL UNTUK UMKM WISATA PANTAI DI DESA BOLIHUTUO KABUPATEN BOALEMO Irawaty Abdul; Andi Yusniar Mendo; Boby Rantow Payu; Selvi Selvi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4247

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di desa-desa pesisir menjadi salah satu upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Desa Bolihutuo, dengan potensi wisata pantainya yang menarik, memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, UMKM wisata di desa ini masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan bisnis, terutama dalam hal pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendampingi UMKM wisata pantai di Desa Bolihutuo dalam meningkatkan kapasitas digital mereka sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pendampingan ini adalah peningkatan pendapatan UMKM, perluasan jangkauan pasar, serta peningkatan kualitas layanan wisata. Kebaharuan dari pengabdian ini terletak pada penerapan pendekatan yang terintegrasi antara pelatihan digital, pendampingan teknis, dan pengembangan produk wisata berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah melalui serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan yang meliputi pertama, melakukan identifikasi terhadap UMKM wisata. Kedua pelatihan digital marketing. Ketiga pendampingan pembuatan konten media sosial. Keempat pengembangan website atau aplikasi sederhana desa. Kegiatan pendampingan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan aktif para pelaku UMKM.Hasil yang diperoleh dari perogram pengabdian di desa Bolihutuo Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo adalah menunjukkan bahwa melalui pelatihan dan pendampingan teknologi digital, UMKM wisata pantai di Desa Bolihutuo mengalami peningkatan dalam hal pengetahuan dan keterampilan digital, peningkatan jumlah pelanggan, serta peningkatan pendapatan. Selain itu, kegiatan pendampingan juga berhasil membangun jejaring kerjasama antara UMKM dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah desa, pelaku wisata lainnya, dan perguruan tinggi.
Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Bube Baru Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo Windrawati Mamui; Meyko Panigoro; Boby Rantow Payu; Roy Hasiru; Agil Bahsoan
Journal Innovation In Education Vol. 3 No. 2 (2025): Journal Innovation in Education (INOVED)
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/inoved.v3i2.2875

Abstract

This study aimed to determine the influence of education level on community welfare in Bube Baru Village, Suwawa Sub-District. This quantitative research used primary data obtained from the distribution of questionnaires to 56 people in Bube Baru Village. The data in this study were analyzed using simple linear regression. Based on the analysis, education level influenced the community’s welfare in Bube Baru Village, Suwawa Sub-District. Partially, the level of education significantly influenced the community’s welfare in Bube Baru Village, Suwawa Sub-District. The influence (partial) of the education level variable on the community’s welfare was 63,1%, and unexamined variables influenced 36,9%.
Efektivitas Revitalisasi Pasar Sentral dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Pedagang di Kota Gorontalo Sune, Ramadhita Pratiwi; Canon, Syarwani; Payu, Boby Rantow
JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : PPJP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jiep.v7i2.592

Abstract

This study aims to determine: the level of effectiveness of the market revitalization program seen from the aspects of input, process, and output; the level of customer satisfaction after the implementation of the market revitalization program; differences in market management before and after the revitalization program; changes in market environmental conditions before and after the revitalization program; and differences in income before and after the market revitalization program. his research was conducted in Gorontalo City Central Market with 87 traders and 51 buyers as respondents. This research used descriptive analysis technique and Wilcoxon test. The results showed that the effectiveness of the market revitalization program on input, process, output, and customer satisfaction variables was considered quite effective. The input variable reached an average value of 70.6%, the process variable reached 71.2%, the output variable reached 79.8%, and the customer satisfaction variable reached 72.4%. In addition, there are differences in the income level of traders after the revitalization program. The results of this study also show that there is a difference in the income level of traders after the revitalization program.