Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS KINERJA REFUSE DERIVED FUEL (RDF) DARI SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK DENGAN PENDEKATAN SIMULASI SOFTWARE Eka Maulana; Agri Suwandi; Dwi Rahmalina; La Ode Mohammad Firman; Budhi M. Suyitno; Dhidik Mahandika
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.109-114

Abstract

Penumpukan sampah di Kabupaten Tegal terus meningkat setiap tahunnya sehingga TPA Panujah idak sanggup lagi menampung seluruh sampah di Kabupaten Tegal dan dari data Badan Pusat Statistik didapatkan produksi sampah Kabupaten Tegal sebesar 676,5 ton/hari hanya bisa terangkut 41% atau 282,75 ton/hari saja. Oleh karena itu diperlukan pengolahan sampah terpadu dengan memanfaatkan sampah perkotaan, salah satunya dengan teknologi pirolisis yang dapat mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Sampah di Kabupaten Tegal terdiri 17,6%; kayu 3%; kain 1,93%; karet/kulit 1,55%; plastik 30,25%; metal/logam 2,4%; gelas/kaca 1,06%; organik 38,46%; dan sampah lain-lain 2,75%. Sampah kain, kayu, karet/kulit, kertas dapat berpotensi menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang digunakan untuk bahan bakar alat pirolisis. Berdasarkan permasalah tersebut, maka dilakukan penelitian tentang RDF. Tulisan ini membahas tentang analisis kinerja RDF dari sampah organik dan non organik menggunakan metode pendekatan simulasi software. Hasil simulasi yang dilakukan bahwa, bahan baku RDF dengan kayu, kain, karet/kulit, dan kertas menghasilkan nilai kalor yang lebih tinggi, laju aliran panas yang lebih cepat serta distribusi temperatur yang lebih merata dari RDF dengan nilai kalor perhitungan teroritis.
ANALISIS POTENSI REFUSE DERIVED FUEL (RDF) DARI SAMPAH PADA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) DI KABUPATEN TEGAL SEBAGAI BAHAN BAKAR INCINERATOR PIROLISIS Mutiara Fadila Rania; I Gede Eka Lesmana; Eka Maulana
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 13, No 1 (2019): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.13.1.51-59

Abstract

The garbage dumping in Tegal Regency has reached 989.8 m3/day and increasing every year. The percentage of waste in Murareja landfill is dominated by plastic waste which is 40.15%. The plastic waste will be processed by pyrolysis by utilizing Refuse Derived Fuel (RDF) as its fuel. The percentage of garbage in Murareja TPA that can be used as RDF is quite high, which is 28.7%, consisting of 15.35% paper waste, 2.35% rubber / leather waste, 2% garbage cloth, 1% wood waste, and 8% plastic waste. The waste is considered potentially to be produced into RDF. The production of RDF aims to convert the combustible waste fraction from 4K1P waste (Paper, Wood, Fabrics, Rubber / Leather and Plastics) to be fueled. Therefore it is important to know how much potential of 4K1P waste to be processed into RDF, and how optimal calorific value of RDF is to be used as fuel of pyrolysis incinerator on Waste Power Generation at Murareja TPA, Tegal regency. Based on the result of the research that has been done, the theoretical value of the theoretical value of 4K1P RDF briquette is 3677.0945 - 5507.114 [kcal / kg]. From the actual data obtained with laboratory testing the value of RDF beverage caloric waste 4K1P RDF amounted to 3973.45 [kCal / kg]. The optimal calorific value of RDF required as a pyrolysis incinerator fuel is 3248.809 [kcal / kg]. Based on the results of laboratory tests, the percentage of moisture content, ash content, volatile content and carbon content are 4.68%, 11.64%, 7.81% and 75.87% respectively.
PERANCANGAN KONSEP MESIN FILLING PRESS PADA BUDIDAYA JAMUR TIRAM Agri Suwandi; Ilham Risman Fadli; Eka Maulana
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 1, April 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.1265

Abstract

Jamur merupakan salah satu konsumsi dalam negeri yang dapat dibuat makanan bercitarasa tinggi. Ini dikarenakan mudahnya mendapatkan bahan-bahan untuk membudidayakan jamur dan hasil dari budidaya jamur yang menjanjikan. Proses budidaya jamur diawali dengan penyedian media tanam jamur tiram yang berbahan dasar serbuk kayu dan bekatul yang telah disterilisasi, tepung jagung, kompos, kapur dan air dicampur kemudian yang telah dimasukan ke dalam plastik berukuran satu kilogram dan diberi bibit jamur F3 penumbuh jamur tiram agar jamur dapat rumbuh pada sebuk kayu dan setelah itu serbuk kayu, yang ada dalam plastik dipress agar sebuk kayu menjadi padat dan disebutlah sebagai baglog. Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, permintaan akan jamur siap panen pun meningkat. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan suatu pengembangan mesin filling press untuk menjadikan  proses produksi yang efektif dan efisien, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya jamur tiram. Dengan menggunakan metode perancangan Stuart Pugh dan analisis Failure Mode and Effect Analysis, pengembangan mesin filling press pada budidaya jamur tiram menjadi lebih optimal. Dengan menggunakan metode perancangan tersebut, maka dihasilkan Varian 1 sebagai konsep desain  terpilih memiliki dengan nilai 75,12195.
PERANCANGAN SEPEDA STATIS PENGHASIL ENERGI LISTRIK YANG ERGONOMIS Agri Suwandi; Eka Maulana; Febrian Dio Rhapsody
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.456 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.2750

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia saat ini sebesar 55.000 MW, sementara energi listrik yang mampu disuplai oleh pemerintah sebesar 32.000 MW dan sisanya disuplai oleh perusahaan swasta. Pemenuhan kebutuhan energi listrik oleh pemerintah tersebut masih banyak mengalami kendala, maka dibutuhkan sumber energi listrik baru yang ramah lingkungan. Proses perancangan sepeda statis penghasil energi listrik yang ergonomis menggunakan kombinasi metode perancangan, yaitu: Quality Function Deployment (QFD) dan Pahl and Beitz. Hal terpenting dari metode QFD adalah matriks House of Quality (HoQ) yang merupakan konversi dari kebutuhan pelanggan secara langsung terhadap spesifikasi teknis produk yang akan dihasilkan. Sepeda statis penghasil energi listrik merupakan salah satu cara dalam menghasilkan sumber energi listrik baru yang ramah lingkungan. Energi listrik yang dihasilkan oleh sepeda statis ini disimpan ke dalam aki kering yang dimanfaatkan kemudian sebagai energi listrik untuk penerangan rumah. Berdasarkan hasil HoQ dan seleksi konsep diperoleh dimensi rancangan sepeda dengan panjang 1632,6 mm, lebar 569,5 mm dan tinggi 1315 mm. Sedangkan hasil perhitungan energi yang dilakukan, bahwa energi listrik yang tersimpan dalam aki kering dengan kapasitas 120 Ah digunakan untuk penerangan rumah selama ±10 jam dengan syarat penggunaan tiga buah lampu LED 7 Watt dan dua buah lampu LED 5 Watt.
Perancangan Produk dan Proses Manufaktur Biodigester Tipe Fixed Dome untuk Rumah Mandiri Energi Agri Suwandi; Nicko Deva H.; Rizki Nuryadin; Eka Maulana; Budhi M. Suyitno
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 2: December 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i2.2021.285-296

Abstract

Biodigester adalah sistem alami yang memanfaatkan pencernaan anaerobe bakteri yang sudah hidup di dalam kotoran untuk mengubahnya menjadi biogas yang menghasikan gas metana (CH4) dan karbon dioksida. Tujuan dari penelitian yang dilakukan untuk menghasilkan produk biodigester tipe fixed dome yang tepat dan optimal melalui pengembangan rancangan produk dan rancangan proses manufaktur produk. Perancangan produk dan proses manufaktur biodigester tipe fixed dome untuk rumah mandiri energi dilakukan dengan metode Pahl & Beitz dan metode Design for Manufacturing and Assembly yang dimana dalam metode ini dibagi menjadi dua bagian yaitu Design for Manufacturing dan Design for Assembly. Setiap proses pengerjaan alat mengacu pada standard operation procedure yang sudah ditentukan dan proses perakitan dikerjakan secara berurutan sesuai dengan operation process chart. Dimana terdapat empat fase dalam prosedur perancangannya yaitu, perencanaan dan penjelasan tugas, perancangan konsep produk, perancangan bentuk produk, dan perancangan detail. Berdasarkan hasil perhitungan pembobotan, biodigester tipe fixed dome yang dipilih adalah konsep varian 1 dengan nilai bobot 3,28, sedangkan estimasi waktu proses manufaktur satu unit biodigester adalah 5 jam 15 menit.
ANALISIS PERHITUNGAN PERANCANGAN MESIN PENGERING BIJI KAKAO Rovida C. Hartantrie; Saiful Bachri; Eka Maulana; Eddy Djatmiko; A. Suwandi
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.286 KB) | DOI: 10.35814/asiimetrik.v1i1.212

Abstract

Biji kakao merupakan salah satu bahan dasar untuk membuat coklat. Sebelum diolah, biji kakao harus mengalami proses fermentasi dan pengeringan terlebih dahulu. Kendala yang dihadapi oleh petani biji kakao di Indonesia adalah harga mesin pengering biji kakao yang mahal dan perawatan yang tidak mudah. Untuk itu, perlu adanya alat pengering biji kakao yang disesuaikan dengan kebutuhan petani di Indonesia. Metode yang digunakan dalam desain alat pengering biji kakao adalah Quality Function Deployment (QFD). Tahap pertama yang dilakukan adalah melakukan interview kepada petani dan pemilik perkebunan biji kakao, kemudian mengumpulkan data sebagai dasar membuat beberapa varian desain alat pengering biji kakao. Mesin pengering biji kakao paling sesuai ditentukan dengan membuat rating pada setiap variasi mesin. Setelah didapatkan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Dari hasil perhitungan didapatkan mesin pengering biji kakao dengan panjang x lebar x tinggi sebesar 1100 mm x 750 mm x 1350 mm. Poros bahan S45 C-D, pasak S 55 C, V-belt tipe A dan diameter puli 95 mm.
Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin dengan Turbin Angin Savonius Tipe-U untuk Kapasitas 100 W Eka Maulana; Eddy Djatmiko; Dhidik Mahandika; Roni Cahya Putra
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v3i2.2164

Abstract

The current need for energy is many tools that use electrical energy as a source of energy from these tools, followed by the need for electrical energy in Indonesia, increasing every year. Currently, Indonesia is targeting to increase the role of new and renewable energy to maintain energy security and independence with a target of at least 23% in 2025 and 31% in 2050. The utilisation of wind energy converted into electrical energy by converting energy mechanical energy from the wind into kinetic energy in turbine blades to turn a generator that can produce electricity. This paper discusses the design of a wind power plant with a u-type Savonius turbine for a capacity of 100 W using the Pahl & Beitz method. The Savonius wind turbine designed has 3668 mm × 920 mm with galvanised steel plate material and shaft dimensions of 4310 mm × 20 mm using carbon steel material S-45 C. The average wind speed is around 4 m/s with a humidity of 30°C; if the turbine is arranged on the rotor with a suitable mechanism, it can produce a turbine rotational speed of 199.9889 rpm, a Savonius type U wind power plant designed for a capacity of 100 Watt.
Perancangan Burner untuk Reaktor Pirolisis Kapasitas 15 kg dengan Bahan Bakar Refuse Derived Fuel (RDF) dan Gas Muhammad Jamaluddin; Eka Maulana; Eddy Djatmiko
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 4 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v4i1.2346

Abstract

This research has several problem formulations, namely how the design stages and what are the main parameters of the burner design for pyrolysis reactors with Refuse Derived Fuel (RDF) and gas fuel. Therefore, the purpose of this research is to produce a burner design for a pyrolysis reactor with Refuse Derived Fuel (RDF) and gas fuel. Burner is a tool that is used to react properly between the fuel and the oxidizing agent, so that the combustion process can occur. The use of a burner can also save fuel used during the combustion process. In this study, the design method used is the Pahl & Beitz method. There are 3 design variants where variant 1 gets a weighting result (2.9), variant 2 (3.7), and variant 3 (3.06). Based on the results of the weighting of the three variants, variant 3 becomes the chosen design which will then be carried out with detailed design and design analysis. From the analysis of the strength of the frame, the safety factor value is while the calorific value needed to burn Low Density Polyethylene (LDPE) plastic in the pyrolysis reactor is 9.3138 kJ/s.
PERANCANGAN SISTEM TERMAL PADA ORC KAPASITAS 10 KW Janet S. Telaumbanua; Eka Maulana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.468 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v5i2.7358

Abstract

Tujuan perancangan sistem ini adalah untuk mengetahui penggabungan sistem dalam memanfaatkan energi panas yang terbuang dari teknologi pirolisis dan siklus organik rankine menggunakan metode perancangan Pahl & Beitz. Pada proses sistem kerja siklus organik rankine menggunakan fluida kerja R-134a dengan mempertimbangkan ODP, GWP, Life Time Atmosphere serta komponen yang digunakan pada sistem ini adalah jenis turbin uap impuls, kondensor berkependinginan air, pompa sentrifugal, alat penukar kalor Shell and Tube. Efisiensi penggabungan pirolisis dengan sistem siklus organik rankine bernilai 16% dengan kadar uap masuk turbin 96% dan hasil kerja turbin 38,7 kJ/kg, kerja kondensor 194,51 kJ/kg, kerja pompa 1 kJ/kg dan evaporator 234,2 kJ/kg. Hasil perhitungan dengan laju aliran massa 2kg/s, Temperatur masuk turbin 40 oC dan tekanan 1,6 MPa adalah 77,37 MW. Dari hasil perhitungan dan perkiraan perancangan daya yang dihasilkan turbin memiliki nilai beda yang besar disebabkan oleh entalpi dan entropi pada tabel properties fluida kerja memiliki nilai yang besar.
PERANCANGAN ALAT PENUKAR KALOR UNTUK PEMBANGKIT SISTEM ORC M. Zainu Azkiya; Eka Maulana
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.569 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v5i2.7364

Abstract

Konsumsi energi listrik nasional yang terus meningkat merupakan tantangan bagi warga negara Indonesia untuk dapat menemukan atau memberikan ide gagasan yang dapat dilakukannya penghematan sumber energi listrik. Dengan adanya energi biomassa, banyak variabel-variabel yang dapat dimanfaatkan munculnya sistem penghasil energi listrik salah satunya ialah sistem Organic Rankine Cycles (ORC). Tujuan dari penelitian ini untuk rancangan alat penukar kalor yang terdapat dalam sistem ORC menggunakan refrigerant, memanfaatkan gas buang dari proses pirolisis yang merupakan salah satu proses biomassa dan merencanakan kontruksi alat penukar kalor yang berada dalam siklus ORC dengan jenis Shell and Tube. Alat penukar kalor yang direncanakan berjenis evaporator. Perencanaan ini menghitung perpindahan kalor dan kontruksi alat penukar kalor tipe Shell and Tube.  Sistem ORC ini merupakan sebuah kesamaan pada sistem siklus rankine, yang membedakannya ialah jika siklus rankine menggunakan fluida kerjanya adalah air, ORC menggunakan fluida kerja refrigerant. Refrigerant dipanaskan sehingga menjadi uap yang akan memutar turbin. Ukuran utama yang didapatkan dari hasil perhitungan alat penukar kalor yaitu diameter dalam Shell 488,95 mm (19,25 in), dan panjang 143657,6 mm"> . Fluida yang mengalir pada Shell adalah gas buang, dan fluida yang mengalir pada Tube adalah refrigerant jenis R-134a, material 304 Stainless Steel dengan jumlah 73 Tube, tebal Tube 18 BWG, diameter luar Tube 1431,75 mm"> . Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa system OCR dapat ditukar dengan jenis sheel dan tube dengan spesifikasi diameter dalam Shell 19,25 in , menggunakan jumlah 73 tube, dengan  tebal 18 BWG, berbahan 304 Stainless Steel, fluida yang mengalir adalah R 134a.