Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KAJIAN KONSEP KAMPUNG VERTIKAL PADA KAMPUNG ADMIRALTY SINGAPURA Alfan Sutantio; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Singapura merupakan negara yang maju dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Banyaknya pendatang baru ke Singapura dengan beragam etnis membuat lahan untuk mencari tempat hunian tinggal semakin sedikit dan padat. Hunian vertikal seperti rusun menjadi solusi untuk mengatasi kepadatan penduduk tersebut dengan biaya murah. Tetapi sebuah hunian vertikal belum mampu mengatasi persoalan mengenai sebuah kultur budaya “kampung” yang dibawa oleh pendatang yang memang berasal dari sebuah kampung. Kampung vertikal ada untuk mencoba mengatasi permasalahan mengenai sebuah kepadatan penduduk sekaligus mewadahi kultur kampung yang kental dengan kebersamaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji kesesuaian bangunan Kampung Admiralty dengan konsep kampung vertikal. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif deduktif untuk menjelaskan berbagai hal tentang kampung vertikal dengan kajian teoritis sebagai pengarahnya. Hasil penelitian yang didapat berupa penjelasan kesesuaian bangunan Kampung Admiralty dengan konsep kampung vertikal. Kata Kunci: Budaya Sosial, Hunian, Kampung, Kampung Vertikal.  ABSTRACT. Singapore is a developed country with a high population density. The large number of new arrivals to Singapore with various ethnicities has made the land to find a place to live less and denser. Vertical housing such as flat is a solution to overcome this population density at a low cost. However, a vertical residence has not been able to solve the problem of a "village" culture brought by migrants who do come from a village. The vertical village exists to try to solve the problem of a population density as well as to accommodate the village culture that is thick with its togetherness. The purpose of this study was to assess the suitability of the Admiralty Village building with the vertical village concept. The research method uses descriptive qualitative deductive research methods to explain various things about the vertical village with theoretical studies as a guide. The results obtained are in the form of an explanation of the suitability of the Admiralty Village building with the concept of a vertical village. Keywords: Social Culture, Residential, Village, Vertical Village.
PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA SEBAGAI KONSEP PADA PABRIK DAN GALERI ES KRIM DI SENTUL Ilfaya Ilham Burhanudin; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1995.633 KB)

Abstract

Es krim merupakan menu makanan favorit di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Indonesia juga merupakan pasar besar bagi penjualan es kirm sehingga produkasi masa es krim akan efektif untuk mensuplai kebutuhan konsumen di Indonesia. Dalam perencanaan dan perancangan ini metode untuk penyusunan diawali dengan mengumpulkan data, kompilasi data, dan analisis data tentang es krim, pabrik, galeri, dan arsitektur metafora. Kemudian penyusunan konsep desain perencanaan dan perancangan Pabrik dan Galeri Es Krim, bertujuan untuk menerapakan metafora kombinasi dari elemen-elemen es krim. Tema Industrial, Creative, dan Education diharap dapat membuat citra pabrik berubah menjadi lebih baik dan bermakna.
TINJAUAN KONSEP KEBERLANJUTAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN DALAM ASPEK SOSIAL Ahmad Yusuf; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Konsep keberlanjutan diperlukan dalam suatu perencanaan kawasan yang bertujuan menjadikan kawasan tersebut dapat berfungsi jangka panjang. Keberlanjutan sendiri mempunyai pengertian dapat memenuhi pembangunan masa kini tanpa mengorbankan hak-hak masa depan. Keberlanjutan mempunyai tiga prinsip yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Pada kawasan permukiman aspek yang berperan besar dalam keberlanjutan adalah aspek sosial. Penelitian ini mengkaji konsep keberlanjutan aspek sosial pada kawasan permukiman Summarecon Bekasi di Jawa Barat, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana diperlukan narasi untuk menjelaskan penelitian ini sesuai dengan fakta dan data yang ada dengan cara sistematis. Hasilnya menunjukkan bahwa aspek sosial di Summarecon Bekasi berjalan secara baik pada urban design, neighborhood design, dan building design. Kata Kunci: keberlanjutan, sosial, kawasan permukiman, Summarecon Bekasi ABSTRACT. The concept of sustainability is needed in an area planning that aims to make the area function in the long term. Sustainability itself means that it can fulfill current development without sacrificing future rights. Sustainability has three principles, namely economic, social and environmental. In residential areas, the aspect that plays a major role in sustainability is the social aspect. This study examines the concept of social sustainability in the Summarecon Bekasi residential area in West Java, Indonesia. The research method used in this study uses descriptive qualitative methods where a narrative is needed to explain this research in accordance with the facts and data in a systematic way. The results show that the social aspects at Summarecon Bekasi run well in urban design, neighborhood design and building design. Keywords: sustainability, social, residential area, Summarecon Bekasi
Penerapan Konsep Bangunan Pintar Pada New Media Tower Universitas Multimedia Nusantara Arianto Dwi Putro; Lutfi Prayogi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 2 No 2 (2021): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v2i2.4969

Abstract

At this time the world has experienced extraordinary developments, one of which is in the technological aspect. The technology is currently very sophisticated, including in architecture. This is a competition in completing the complete building facilities. In order to achieve an energy-efficient and environmentally friendly building. Control systems and sensors in the form of technology can affect the building work system so that it can produce buildings that have advanced technology. The purpose of this research is to provide an insight into designing buildings with a smart building approach to produce buildings that are energy efficient, make it easier for building users, maintain building security, and are sustainable. The research method used is descriptive method. The object of this research was carried out in the building of educational facilities, namely Multimedia Nusantara University. Smart building is applied through several principles and consists of various aspects related to mechanical and electrical devices and security systems in buildings. All of these devices are controlled in a building automation system so that the building produces energy-efficient and environmentally friendly buildings. Smart buildings also have several architectural elements as elements that support the performance of the smart building system itself so that it can work optimally in realizing energy-efficient buildings.
Penerapan Konsep Arsitektur Pragmatik Pada Bangunan Bandar Udara Kertajati Kahfi Sayyidani Zen; Lutfi Prayogi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 1 No 2 (2020): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v1i2.759

Abstract

Bandar udara adalah area tertentu yang berada di daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian terutama untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat. Tingkat aktivitas pada setiap bagian bangunan tidak hanya melibatkan manusia maupun kendaraan umum (mobil dan bus) tetapi juga barang-barang yang dibawa oleh pengguna hingga ruang gerak pesawat pada landasan bandar udara. Karena beragam aktivitas rumit terjadi di dalamnya, maka bandara menjadi salah satu bangunan yang tingkat kompleksitasnya tinggi, sehingga harus lebih diprioritaskan pada aspek fungsional dalam desain bangunannya. Namun pada kenyataannya, di Indonesia aspek bentuk dan keindahan (estetika) menjadi suatu prioritas dalam mendesain suatu bangunan. Sehingga aspek fungsional yang menjadi faktor penting sering tidak diperhatikan terutama untuk bangunan bandar udara. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu penerapan arsitektur pragmatik sehingga aspek fungsional seperti keselamatan, keamanan, pelayanan dan kenyamanan pengguna dapat terpenuhi tanpa perlu mempertimbangkan estetika dari bentuk massa bangunan itu sendiri. Penelitan ini bertujuan untuk memahami penerapan konsep pragmatik pada arsitektur bandar udara dan penerapan elemen-elemen serta sirkulasi yang ada di dalamnya. Metode dalam penelitian ini menggunakan prinsip arsitektur pragmatik menurut Geoffrey Broadbent. Penerapan arsitektur pragmatik menghasilkan desain suatu bangunan yang sederhana dan fungsional terhadap seluruh aktivitas pengguna dari segi aspek pelayanan, kemudahan (kenyamanan), keamanan, keselamatan hingga sirkulasi pengguna di dalamnya.
Analisis Konsep Dinamis pada Elemen Arsitektur Bangunan Fungsi Campuran Priambudi Dwi Prasetyo; Lutfi Prayogi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 1 No 1 (2020): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v1i1.704

Abstract

Bangunan fungsi campuran adalah sebuah abngunan yang mampu mengakomodasi beragam kegiatan secara kolaboratif. Kini, bangunan fungsi campuran sudah menjadi sebuah alternatif disain yang menjadi pilihan guna kegiatan masyarakat kota. Unsur kolaboratif dari bangunan fungsi campuran dirasakan dapat berfungsi secara efisien. Konsep dinamis menjadi salah satu gagasan ideal yang mampu menggambarkan masyarakat kota yang terus berusaha berkembang mengikuti zaman. Konsep dinamis mulai dirasakan berkembangan sejak populernya art deco dimana penggunaan bentul-bentuk geometris sebagai sebuah gambaran pergerakan menjadi sebuah keharusan. Konsep dinamis seperti gagasan lainnya pasti memiliki keunikannya tersendiri, namun perlu kita cermati bahwa elemen apa saja yang mampu dimanfaatkan sebagai wadah dalam menerapkan konsep dinamis tersebut. Serta dengan cara seperti apa kita dapat menerapkannya secara baik.
Perspective of Virtual Exhibition during the COVID-19 pandemic Finta Lissimia; Lutfi Prayogi
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 6, No 1 (2022): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.6.1.45-54

Abstract

Virtual exhibitions are growing driven by physical restrictions during the COVID-19 pandemic. The exhibition of works that were previously more physical in nature, can be visited physically is slowly turning into an exhibition that is visited virtually. This change is uncomfortable for the community. For this reason, a study is needed on the impact of virtual exhibition visits on the community during the COVID-19 restrictions. This study aims to answer these problems and at the same time evaluate the progress of virtual exhibitions in the early days of the pandemic. Collecting data using an online questionnaire on 49 architecture students. The results of the questionnaire were analyzed using distribution and content analysis for open-ended questions. Exhibition content is the main focus. in a virtual exhibition. Other aspects to consider are virtual quality, exhibition perception, and execution. Restrictions cause boredom and stress. Virtual exhibitions can help overcome these feelings. Virtual exhibitions are not a substitute for physical exhibitions because people do not feel the need to refrain from visiting virtual exhibitions. Professionals feel motivated to visit any exhibition whether physical or virtual. So virtual exhibitions function like physical exhibitions, the only difference is the impression and experience that visitors get
Kajian Arsitektur Ekologi pada bangunan Bosco Verticale di milan M. risaldi risaldi; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendesain suatu bangunan terdapat beberapa aspek elemen yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan seperti aspek pengomptimalan penghawaan, pengoptimalan pencahayaan, pengoptimalan vegetasi, penggunaan penghalang radiasi matahari, dan penataan area hijau. Pada saat lima elemen ini disatukan ke dalam desain akan menciptakan kenyamanan dan dapat menghasilkan kesehatan fisik serta mental, tentunya itu adalah dampak positif penerapan terhadap bangunan. Dengan menyatukan elemen tersebut, bangunan juga dapat menghemat energi dan ramah terhadap lingkungan. Pada saat ini lahan menjadi semakin sedikit dan mahal ditemui di daerah perkotaan. Solusi dari masalah ini adalah membuat perumahan vertikal. Penelitian ini membahas penerapan elemen arsitektur ekologi terhadap hunian vertical. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan untuk dapat membangun bangunan dengan prinsip ekologi arsitektur sebagai acuan terutama kepada lima elemen ini.
Penerapan Konsep Arsitektur Neo Vernakular Pada Stasiun Malang Kota Baru Jajang Nurjaman; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Malang Kota Baru merupakan stasiun kereta api kelas A. Stasiun ini merupakan bangunan baru yang dibuat untuk memperluas stasiun lama. Pada Bangunan Stasiun Malang Kota Baru menerapkan unsur lokal yang dikombinasikan dengan unsur modern yang dinamakan konsep arsitektur neo vernakular. Arsitektur neo vernakular dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang dibangun oleh masyarakat setempat, dengan menggunakan material lokal, mempunyai unsur adat istiadat atau budaya dan disatu padukan dengan sentuhan modern yang mendukung nilai dari vernakular itu sendiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuasi kualitatif. Dengan pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan gambaran penerapan arsitektur neo vernakular pada Stasiun Malang Kota Baru.  Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk memahami konsep arsitektur neo vernakular dalam desain stasiun kereta. Selain itu untuk memahami bagaimana penerapan konsep arsitektur neo vernakular dalam bangunan stasiun kereta.
The Identification of Ethnic Architecture Application on the Beringharjo Market Building in Yogyakarta Aulia Widya Chandra; Dedi Hantono; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi; Yeptadian Sari; Sepli Yandri
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 8 No. 1 (2024): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v8i1.14322

Abstract

Indonesia is an archipelago country that consists of various ethnic groups which have different cultural traditions according to the region itself. This cultural tradition has existed for generations, and it should be maintained and preserved by the Indonesian. The development of times, it makes the local value ​​of traditional culture slowly disappear. In prevention, the application of this ethnic architecture concept can preserve the culture of a nation. One of building that has the ethnic architecture concept is the Beringharjo Market in Yogyakarta. This research uses a qualitative descriptive method using a case study approach that aims to know how the application of the Ethnic Architecture concept in the Beringharjo Market. The construction of this market reflects the Javanese ethnic culture that prioritizes harmony. The space planning of Beringharjo Market contains Javanese philosophy and the mixture of ethnicities, one of them is European ethnicity. We can see the mixture through the shape of building, this market adopts European style and traditional Javanese style. The acculturation process of two cultures that is Javanese and European cultures shows us that the mixture culture is not limited to the locality but also across continents since the olden days. We can apply the glory of the palace to this market building that has a lower degree, especially to some elements of this building using some adjustments.