Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN BENTANG LEBAR PADA STASIUN TANJUNG PRIUK DAN THEATER JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI Choiriyani, Yustriana; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.615 KB)

Abstract

ABSTRAK. Setiap waktu bangunan selalu berkembang cukup pesat selain sebagai kebutuhan manusia juga sebagai unjuk kemewahan. Berlomba-lomba membuat bangunan terbaik, dengan teknologi modern bangunan apapun dapat didirikan. Bangunan dengan struktur bentang lebar adalah salah satu fenomena yang terjadi karena adanya kebutuhan ruang luas untuk sebuah kegiatan tertentu seperti olah raga, transportasi, dsb. Gaya arsitektur futuristik yang di ikuti berkembang dengan perkembangan teknologi memiliki karakteristik yang mendukung perkembangan kemajuan zaman. Namun tidak semua bangunan yang berdiri pada abad 20 bisa dikatakan bangunan futuristik. Maka Stasiun Tanjung Priuk da Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki sebagai bangunan bentanng lebar akan dikaji penerapan arsitektur futuristiknya. Metode pengkajian menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan data primer berupa dokumentasi langsung dan wawancara, serta data sekunder berupa literatur. Hasilnya, Stasiun Tanjung Priuk bukan arsitektur futuristik karena mennggunaka kosep garis vertikal da horizontal serta massanya maju mundur. Sedangkan Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan arsitektur futuristik baik dari kosep transpara, penggunaan material ekspos, bentuk persegi dan segitiga, dan material kaca dan bajaKata Kunci: Arsitektur Futuristik, Struktur Bentang Lebar, Tipologi Bangunan.ABSTRACT. Buildings always develop quite rapidly other than as human needs as well as a show of luxury. Competing to make the best building, with modern technology any building can be built. Building with a wide span structure is one phenomenon that occurs because of the need for large space for a particular activity such as sports, transportation, etc. The futuristic architectural style that is followed to develop with technological developments has characteristics that support the development of the times. Not all buildings that stood in the 20th century can be said to be futuristic buildings. Therefore Tanjung Priuk and Jakarta Theater Taman Taman Ismail Marzuki's building as a wide building will be studied in the application of its futuristic architecture. The assessment method uses descriptive qualitative based on primary data in the form of direct documentation and interviews, and secondary data in the form of literature. As a result, Tanjung Priuk Station is not a futuristic architecture because it uses vertical and horizontal line concepts and their mass back and forth. Sedagkan Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) is a futuristic architecture both from transparent concept, the use of exposed materials, square and triangle shapes, and glass and steel materialsKeywords: Futuristic Architecture, Wide Span Structure, Building Typology.
PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA DI CIREUNDEU DENGAN PENDEKATAN ANALOGI Ramadhan, Agam Didik; Purwantiasning, Ari Widyati; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2784.209 KB)

Abstract

ABSTRAK. Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta merupakan sebuah sarana yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku. Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta berfungsi untuk mewadahi berbagai kegiatan yang berhubungan dengan membaca dan mengakses data yang diperlukan oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewujudkan suatu Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan pendekatan analogi yang membuka wawasan terhadap perencanaan dan perancangan perpustakaan di Indonesia. Rumusan permasalahan perancangan pencarian pengetahuan, bagaimana Perpustakaan dapat menjadi menjadi landmark di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta, bagaimana menerapkan pendekatan analogi dalam desain Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta. Metode yang digunakan dalam laporan ini menggunakan metode pengumpulan data, analisa, dan penusunan konsep. Dengan hal tersebut, maka Perpustakaan Pusat Universitas Muhammadiyah Jakarta ini nantinya diharapkan menjadi Pepustakaan yang dapat mewadahi kebutuhan ruang dan menjadi landmark sehingga meningkatkan minat baca akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta di Cirendeu.Kata Kunci : Perpustakaan, Pusat, Universitas, Muhammadiyah, JakartaABSTRACT. Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta is a means provided for the maintenance and use of book collections. Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta Jakarta serves to accommodate various activities related to reading and accessing data required by all student of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta. The purpose of this project is to plan a Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta with an analogical approach as an insight into the knowledge of library planning in Indonesia. The formulation of the problem is knowledge research, how the Library can become a landmark in the Univrsitas Muhammadiyah Jakarta how to apply the analogical approach in the design of Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta. The methods in this report archived by data collection, analysis, and conceptualization methods. With that, the Central Library of Univrsitas Muhammadiyah Jakarta is later expected to become a library that can accommodate the needs of space and become a landmark that increases academic reading interest in reading academics Univrsitas Muhammadiyah Jakarta, Cirendeu.Keywords : Library, Central, University, Muhammadiyah, Jakarta
Kajian Konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Rehabilitasi Narkoba Fan Campus Bogor Dian Palupi; Finta Lissimia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.397 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15317

Abstract

Narkoba atau yang biasa disebut napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Para pecandu narkoba tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri sehingga mereka cenderung dapat melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan lingkungan masyarakat. Tempat rehabilitasi terhadap pecandu narkoba merupakan tempat untuk proses pengobatan atau pemulihan. Konsep arsitektur perilaku dapat dijadikan sebagai alat untuk mengetahui bahwa sebuah bangunan khususnya, bangunan rehabilitasi narkoba dapat mempengaruhi perilaku penggunanya. Salah satu bangunan yang menerapkan konsep arsitektur perilaku yaitu Fan Campus yang berada di Bogor. Pembangunan pusat rehabilitasi ini mempertimbangkan perilaku pengguna narkoba dapat dilihat melalui interaksi dari pengguna narkoba terhadap lingkungannya. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada bangunan Fan Campus Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penggunaan ruang di Fan Campus Bogor dibagi menjadi empat zona serta penataan perabotaan di ruangan dapat mempengaruhi psikologi dari perilaku pengguna narkoba. Begitupun dengan warna, suara, temperatur dan pencahayaan yang diterapkan pada bangunan Fan Campus sangat berpengaruh dalam meningkatkan mood penggunanya dan tidak menimbulkan kesan menakutkan sehingga dapat meningkatkan psikis dari pengguna narkoba. Aspek-aspek dari arsitektur perilaku pada bangunan Fan Campus Bogor telah menunjukkan bahwa bangunan ini dalam pembangunannya mempertimbangkan dari segi perilaku pengguna narkoba.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN REHABILITASI NARKOBA FAN CAMPUS BOGOR Dian Palupi; Finta Lissimia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.13350

Abstract

ABSTRAK Narkoba atau yang biasa disebut napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Para pecandu narkoba tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri sehingga mereka cenderung dapat melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan lingkungan masyarakat. Tempat rehabilitasi terhadap pecandu narkoba merupakan tempat untuk proses pengobatan atau pemulihan. Konsep arsitektur perilaku dapat dijadikan sebagai alat untuk mengetahui bahwa sebuah bangunan khususnya, bangunan rehabilitasi narkoba dapat mempengaruhi perilaku penggunanya. Salah satu bangunan yang menerapkan konsep arsitektur perilaku yaitu Fan Campus yang berada di Bogor. Pembangunan pusat rehabilitasi ini mempertimbangkan perilaku pengguna narkoba dapat dilihat melalui interaksi dari pengguna narkoba terhadap lingkungannya. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada bangunan Fan Campus Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penggunaan ruang di Fan Campus Bogor dibagi menjadi empat zona serta penataan perabotaan di ruangan dapat mempengaruhi psikologi dari perilaku pengguna narkoba. Begitupun dengan warna, suara, temperatur dan pencahayaan yang diterapkan pada bangunan Fan Campus sangat berpengaruh dalam meningkatkan mood penggunanya dan tidak menimbulkan kesan menakutkan sehingga dapat meningkatkan psikis dari pengguna narkoba. Aspek-aspek dari arsitektur perilaku pada bangunan Fan Campus Bogor telah menunjukkan bahwa bangunan ini dalam pembangunannya mempertimbangkan dari segi perilaku pengguna narkoba. KATA KUNCI: rehabilitasi narkoba, arsitektur perilaku, fan campus bogor 
COGNITIVE RESPONSE ON FAVORITE PLACE CASE STUDY OF INDONESIAN YOUNG ADULTS Finta Lissimia
International Journal on Livable Space Vol. 5 No. 1 (2020): QUALITY OF PLACE AND SPACE
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/livas.v5i1.6147

Abstract

ABSTRACT Environmental behavior studies discuss the relationship between environment and the behavior of its users, namely humans. The human response to the physical character of the environment is divided into invisible and visible aspects. Cognitive aspects are invisible response that rarely got attention. Meanwhile, place preference study may result in desirable physical setting. The embodiment of place preferences is a favorite place. Favorite place is a place with higher preference for each person. This article will discuss cognitive responses on favorite place so the result can complement the knowledge about response-based design. Finding cognitive response on favorite place can be achieved using quantitative methods. The data then analyzed using distribution, analysis of variance (ANOVA) and factor analysis. The respondents are Indonesian young adults aged 18-40 years old. The most favorite place of this age group are culinary place, urban commercial, and marine tourism objects. Meanwhile cognitive response that arise on favorite place are hospitality and togetherness. There are five latent variables of cognitive that is environmental experience, social affordance, ecological quality, personal interests, and urban quality Keywords: cognitive response; environmental behavior; favorite place
Kajian Konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Rehabilitasi Narkoba (Rumah Palma RSJ, Bandung) Dian Palupi; Finta Lissimia
Jurnal Linears Vol 4, No 1 (2021): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v4i1.5098

Abstract

ABSTRAK: Para pecandu narkoba merupakan salah satu makhluk berfikir yang mempunyai keputusan sendiri dalam berinteraksi di lingkungannya, pola perilaku para pecandu narkoba dapat diamati dan dipahami sesuai kebutuhan yang mereka perlukan. Konsep arsitektur perilaku dapat dijadikan sebagai alat untuk mengetahui bahwa sebuah bangunan khususnya, bangunan rehabilitasi narkoba dapat mempengaruhi perilaku penggunanya. Salah satu bangunan yang menerapkan konsep arsitektur perilaku yaitu Rumah Palma RSJ yang berada di Bandung. Bangunan rehabilitasi ini dibuat dengan mempertimbangkan perilaku pengguna narkoba dapat dilihat melalui interaksi dari pengguna narkoba terhadap lingkungannya. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada bangunan Rumah Palma RSJ. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pada ruang-ruang di Rumah Palma RSJ dalam penataan perabotan di dalam ruangan dapat mempengaruhi psikologi dari perilaku pengguna narkoba. Begitu pun dengan warna, suara, temperatur dan pencahayaan yang diterapkan pada bangunan Rumah Palma RSJ sangat berpengaruh bagi penggunanya karena tidak menimbulkan kesan menakutkan, sehingga dapat meningkatkan psikis dari pengguna narkoba.ABSTRACT: Drug addicts are one of the thinking creatures who have their own decisions in interacting in their environment, the behavior patterns of drug addicts can be observed and understood according to their needs. The concept of behavioral architecture can be used as a tool to find out that a building in particular, a drug rehabilitation building can influence the behavior of its users. One of the buildings that applies the concept of behavioral architecture is RSJ Palma Housing located in Bandung. This rehabilitation building is made by considering the behavior of drug users, which can be seen through the interaction of drug users with their environment. This study intends to describe and determine the application of the concept of Behavioral Architecture in the RSJ Palma Housing building. The method used is descriptive qualitative. In the spaces in the RSJ Palma Housing in the arrangement of furniture in the room can affect the psychology of drug user behavior. Likewise with the color, sound, temperature and lighting applied to the RSJ Palma House building is very influential for its users because it does not create a frightening impression, so that it can increase the psychology of drug users.
KONSEP TERITORIALITAS PADA KAFE SUPERBEE CAT'S Ervina Dinda Bestari; Finta Lissimia
Jurnal Linears Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v3i2.4059

Abstract

Di Ibukota Jakarta, komunitas pecinta hewan sangat berkembang pesat. Perkembangan komunitas tersebut memunculkan kebutuhan akan fasilitas yang memadai. Komunitas berharap agar tersedia rumah hewan yang layak dan memadai bagi hewan, dimana para hewan benar - benar dirawat dan diperlakukan selayaknya makhluk hidup bukan sekedar hewan. Sudah banyak kota-kota besar di dunia yang menyediakan rumah penampungan bagi hewan-hewan terlantar, seperti Korean Animal Rights Advocates (KARA). Jakarta sebagai Ibukota selayaknya mampu mengkonsepkan kebutuhan tersebut. Adanya pusat fasilitas pencinta hewan ini juga sebagai tempat perlindungan kucing-kucing liar dan bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman untuk kucing – kucing liar. Arsitektur Teritorialitas dirasa tepat untuk membuat konsep Fasilitas Pecinta Hewan. Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data, proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan melakukan studi literatur
Kajian Konsep Aksesibilitas Pada SLB Negeri Bekasi Jaya Ghafari yahya; Finta Lissimia
Jurnal Linears Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v3i2.4029

Abstract

Sekolah merupakan sebuah jenjang pendidikan yang mampu menghantarkan manusia kepada kualitas kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Jenjang pendidikan yang telah diwajikan dalam penempuhannya menurut pemerintah hingga sekarang ini ialah 12 tahun wajib belajar. Dimulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan atau sederajat. Kebijakan wajib belajar 12 tahun ini. Arsitektur berperan sebagai ruang aktivitas manusia yang menciptakan hubungan antara ruang dalam dan ruang luar. Ruang dalam arsitektur dapat terbentuk karena persepsi dan imajinasi manusia sebagai pengguna. Konsep aksesibilitas merupakan tingkat kemudahan yang dicapai oleh seseorang terhadap suatu objek di lingkungannya untuk menghasilkan gambaran konsep aksesibilitas pada SLB Negeri Bekasi Jaya. 
Transformasi Fisik dan Teritori Hunian Sekitar Kawasan Industri Pulogadung Finta Lissimia; Ratna Dewi Nur’aini
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan kawasan industri Pulogadung melatarbelakangi perubahan karakter kawasan hunian di sekitarnya. Perubahan karakter kawasan dapat dilihat berdasarkan perubahan dari unit-unit hunian yang menyusunnya. Transfromasi merupakan sebuah proses yang terjadi pada aspek fisik maupun non fisik bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mencaritahu transformasi fisik dan teritori pada hunian di sekitar kawasan industri Pulogadung. Data fisik dan teritori hunian didapat melalui observasi dan wasancara. Kemudian data tersbut dianalisis menggunakan narasi deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa hunian di sekitar kawasan industri mengalami perubahan fisik yaitu penambahan ruangan yang memfasilitasi fungsi komersial dan perluasan bangunan. Transformasi hunian berkaitan erat dengan transformasi fisik. Transformasi teritori hunian sekitar kawasan industri Pulogadung terwujud dalam perubahan luas teritori, jumlah ruangan penyusun teritori, dan jenis teritori dari masing-masing ruang.
PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR MASJID BERSEJARAH ALMUKARROMAH KAMPUNG BANDAN DI JAKARTA Ashadi Ashadi; Anisa Anisa; Finta Lissimia
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas dan bentuk merupakan dua aspek penting dalam arsitektur. Aktivitas diwadahi dalam suatu bentuk (ruang) arsitektur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis perubahan bentuk arsitektur dengan mengambil obyek masjid bersejarah yang ada di Jakarta serta mencari faktor penyebab perubahan tersebut. Masjid bersejarah yang dijadikan kasus studi adalah masjid Jami’ Al Mukarromah Kampung Bandan yang sering dikenal dengan sebutan Masjid Keramat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif interpretatif. Pendataan lapangan dilakukan dengan cara: mengamati perubahan bentuk arsitektur Masjid Jami’ Al Mukarromah yang dilengkapi dengan wawancara nara sumber utama yang merupakan keturunan langsung Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syatiri yang bernama Habib Alwi bin Ali As-Syatiri. Hasil dari penelitian ini adalah: terdapat perubahan bentuk arsitektur pada masjid Jami’ Al Mukarromah Kampung Bandan namun tidak merubah bentuk asli. Bentuk asli adalah pilar Sembilan yang berada tepat di samping makam Habib Mohammad bin Umar Al-Qudsi, Habib Ali bin Abdurrahman Ba’ Alwi, dan Habib Abdurahman bin Alwi Asy-Syathiri. Perubahan bentuk disebabkan oleh tiga hal, pertama karena kebutuhan tempat sholat dan tempat ziarah yang sudah tidak mencukupi. Kedua, kondisi lokasi yang terkena banjir Rob, sehingga merubah bentuk masjid dengan meninggikan lantai. Ketiga, karena kebutuhan untuk memisahkan antara ruang untuk sholat dan ruang ziarah, dimana dua aktivitas tersebut adalah aktivitas sakral yang dilakukan di masjid Jami’ AlMukarromah Kampung Bandan.