Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POLA INTERAKSI EDUKATIF GURU-MURID TERHADAP PENINGKATAN AKHLAKUL KARIMAH: ( Studi Multisitus di MIN Tolobali dan SDIT Insan Kamil Kota Bima) Dewi Masitha
eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Vol 1 No 2 (2017): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v1i2.149

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola interaksi guru- murid di MIN Tolobali dan SDIT Insan Kamil Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan rancangan penelitian studi multisitus. Informan terdiri dari yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan, guru-guru serta guru akidah akhlak dan beberapa siswa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dandokumentsi. Analisis dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi. Hasil penelitian di SDIT Insan Kamil dan MIN Tolobali Kota Bima adalah dimana kedua sekolah tersebut menggunakan pola interaksi yang sama, yakni pola interaksi antara guru dan murid, guru dengan obejek belajar, serta murid dengan objek belajar akan tetapi peran guru di kedua sekolah tersebut berbeda. di SDIT Insan Kamil guru berperan sebagai monitor, fasilitator, pembimbing dan evaluator dalam interaksi guru dengan peserta didik sedangkan di MIN Tolobali Kota Bima guru berperan sebagai; pengajar, pendidik dan melatih dalam interaksi guru dengan peserta didik. Pola interaksi dari kedua sekolah tersebut sama-sama berpengaruh terhadap pembentukan akhlak peserta didik, akan tetapi dengan cara yang berbeda pula. SDIT Insan Kamil pembentukan karakternya melalui perencanaan nilai-nilai karakter di sekolah (interaksi edukatif di dalam kelas melalui proses pembelajaran) sedangkan di MIN Tolobali Kota Bima dalam pembentukan karakternya
Implementasi Metode Qiro’ati Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca Al-Qur’an Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Di MIS Sambinae Kota Bima Abdussahid Abdussahid; dewi masitha; Umi Yati; Shokhibul Arifin
TADARUS Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v11i1.16660

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh Kurangnya minat dan motivasi siswa ini apabila ditelaah lebih lanjut melalui observasi awal ternyata disebabkan oleh beberapa faktor. Umumnya siswa mengatakan bahwa lemahnya kemampuan membaca Al-Qur’an terletak pada bahasa yang digunakan di dalam kitab suci Al-Qur’an adalah memahami makhorijul huruf  dan tajwid. Siswa menganggap materi membaca Al-Qur’an lebih sulit dibandingkan dengan materi yang lain sehingga banyak yang kurang termotivasi untuk membaca Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengunpulan data berupa metode observasi, metode interview/wawancara,  metode dokumentasi dan angket (kuesioner). Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Implementasi dan efektifitas metode Qiro’ati dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca Al-Qur’an pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas V MIS Sambinae Kota Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Qiro’ati dapat meningkatkan kemampuan literasi membaca Al-Qur’an pada peserta didik. Dalam kegiatan ini tampak peserta didik sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik  serta memahami kandungan dari Al-Qur’an. Pembelajaran Al-Qur’an Hadits berjalan dengan baik dan meningkatkan kemampuan literasi membaca Al-Qur’an siswa. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode Qiro’ati ini pada siklus II lebih baik daripada siklus I. Kekurangan pada siklus I telah diperbaiki pada siklus II, yaitu alokasi siwa dapat mengikakan belajar membaca Al-Qur’an dengan baik. Motode Qiro’ati ini sangat cocok dan efktiv sekali untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca Al-Qur’an bagi siswa kelas V di MIS Sambinae kota Bima.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS BAHASA PADA SISWA MAN 2 KOTA BIMA Anwar Sadat; Ayu Indriani; Dewi Masitha
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 5 No 2 (2022): Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v5i2.1011

Abstract

Pelajaran bahasa di sekolah sering kali menghadapi problem linguistik mapun nonlinguistic yang harus segera dituntaskan terutama bahasa arab. Problem bahasa seperti fonetik, struktur dan susunan, sedangkan problem non linguistic seperti motivasi belajar, sarana dan prasarana belajar, metode pengajaran dan lingkungan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Problematika Pembelajaran Maharah qira'ah Pada Siswa MAN 2 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil temuan penelitian bahwa problem pembelajaran Bahasa Arab di MAN 2 Kota Bima kelas XI IPA 4 ditemukan problem linguistik dan non linguistik; 1). Problem linguistiknya adalah (a) Siswa masih terbata-bata membaca teks Bahasa Arab. (b) Siswa sangat cepat bosan ketika dihadapkan dengan pembelajaran Bahasa Arab. (c) Siswa kesulitan dalam pengucapan Makrijul huruf sehingga membuat siswa kesulitan membaca mupun dalam pengucapan teks Bahasa Arab. 2) Sedangkan problem non linguistiknya yaitu: (a) Guru kurang kreatif dalam menggunakan media dan metode. (b) Guru kurang memberi motivasi kepada siswa sehingga minat siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab kurang. (c) Guru terlalu banyak memberi catatan kepada siswa sehingga siswa merasa jenuh. Cara mngatasi problem-problem terserbut pembelajaran bahasa: a) guru menerapkan metode langsung dan menyuruh siswanya untuk membaca ditempat duduknya masing-masing secara keras dan maju didepan kelas secara keras agar semua teman-temannya mndengarkan apa yang dibacanya agar guru dan teman-temannya tahu apakah yang dibacanya salah atau tidak. b) guru setelah siswa disuruh untuk membaca bersama-sama, guru menanyakan arti mufrodat atau kosakata yang terdapat pada teks khiwar tersebut. c) guru harus memotivasi belajar siswa dan perlu adanya pelajaran tambahan bahasa arab
Penerapan Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle untuk Meningkatkan Kreativitas dan Berfikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Kelas IV di MIS Sambinae Kota Bima Nurwahidah Nurwahidah; Ruslan Ruslan; Dewi Masitha; Nurhidayanti Nurhidayanti
TADARUS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v11i2.17950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi pembelajaran crossword puzzle untuk meningkatkan kreativitas dan berfikir kritis siswa pada pembelajaran IPA kelas IV MIS Sambinae Kota Bima. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus memuat perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tehnik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, pre test dan post test, angket dan dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan permasalahan rendahnya kreativitas dan berfikir kritis peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran crossword puzzle dapat meningkatkan kreativitas dan berfikir kritis siswa. Pada Prasiklus kemampuan kreativitas memperoleh presentase sebanyak 66,93% berada pada kategori sedang, sedangkan pada siklus I kreativitas memperoleh presentase sebanyak 79,73%  berada pada kategori sedang dan pada siklus II memperoleh presentase sebanyak 86,33% berada pada kategori tinggi. Kemampuan berfikir kritis siswa juga mengalami peningkatan secara signifikan dari beberapa siklus seperti pada prasiklus presentase yang diperoleh yaitu sebanyak 60,08 berada pada kategori rendah, sedangkan pada siklus I berfikir kritis memperoleh presentase sebanyak 77,75% berada pada kategori sedang dan  pada siklus II kemampuan berfikir kritis memperoleh presentase sebanyak 85,66% berada pada kategori tinggi. Hal ini menujukan bahwa penerapan strategi pembelajaran crossword puzzle selain dapat meningkatkan kreativitas dan berfikir kritis siswa, juga dapat meningkatkan hasil belajar/kemampuan kognitif siswa.
Meneguhkan gerakan islam muhammadiyah melalui ta'awun sosial di desa Tolowata kecamatan Ambalawi kabupaten Bima NTB Anwar Sadat; Alamsyah Alamsyah; Nuratika Nuratika; Miftahul Jannah; Cahaya Tuf Fajardini; Siti Mutiah; Muhammad Fadiel Rohmani; Faiz Khoir Auda; Aldin Aldin; Dewi Masitha; Sumiyati Sumiyati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23998

Abstract

Abstrak Pengabdian ini membahas peran Muhammadiyah dalam bidang sosial. Gerakan ini aktif dalam membangun lembaga amal seperti panti asuhan. Selain itu, Muhammadiyah juga memegang peran dalam perkembangan Islam di Indonesia dengan menerapkan konsep amal ma'ruf nahi munkar dan memperjuangkan Islam dan kebangsaan Indonesia. Ta'awun sosial Muhammadiyah (TSM) menjadi fokus penting dalam gerakan sosial Muhammadiyah, menekankan belas kasih, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Ini mencerminkan pandangan Muhammadiyah tentang Islam sebagai agama yang mendorong untuk berbuat baik kepada sesama. Kegiatan TSM dilakukan untuk memperkuat ikatan sosial, terutama bagi masyarakat yang rentan, dengan tujuan menciptakan lingkungan inklusif dan empatik. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang dilanda musibah kebakaran, menunjukkan komitmen Muhammadiyah terhadap solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Kata Kunci: gerakan islam; muhammadiyah; ta’awun sosial AbstractThis devotion discusses the role of Muhammadiyah in the social field. The movement is active in building charitable institutions such as orphanages. In addition, Muhammadiyah also holds a role in the development of Islam in Indonesia by applying the concept of amal ma'ruf nahi munkar and fighting for Islam and Indonesian nationality. Muhammadiyah's Ta'awun sosial (TSM) became an important focus in Muhammadiyah's social movement, emphasising compassion, justice, and social responsibility. This reflects Muhammadiyah's view of Islam as a religion that encourages doing good to others. TSM activities are carried out to strengthen social ties, especially for vulnerable communities, with the aim of creating an inclusive and empathic environment. This activity was carried out in Tolowata Village, Ambalawi Subdistrict, Bima Regency, West Nusa Tenggara, by providing assistance to communities affected by the fire disaster, showing Muhammadiyah's commitment to social solidarity and care for others. Keywords: islamic movement; muhammadiyah; social ta'awun