Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

LINGKUNGA BAHASA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB (Ikhtiar membangun Pembelajaran Yang Efektif dan Produktif) Anwar Sadat
AL-AF'IDAH: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol 1 No 1 (2017): Maret
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v1i1.53

Abstract

سوف تعليم اللغة وخاصة العربية تعمل بشكل جيد إذا كانت مدعومة من قبل بيئة جيدة. البيئة بمثابة وسيلة التعلم لغرض تحقيق التعلم. وفي سياق تطوير البيئة التي يستخدمها المعلمون كوسائل تعليمية مثل "معهد الجمي" (المؤسسات التعليمية)، جمة اللوغه (يوم الجمعة يتحدث العربية)، يستفيد المتعلمون أيضا من بيئة اللغة. وتوجد أنواع مختلفة من البيئات في العديد من المدارس أو الكليات. مع بيئة اللغة يمكن رفع مستوى الوعي للمتعلمين للتعبير عن أفكارهم الخاصة وغاغاسانيا ضد ينظر إليها، سمعت وقراءةوبالتالي، فإن اللغة العربية وبيئة الوعي لها علاقة إيجابية مع اللغة العربية للطلاب أو الطلاب. يمكن تقسيم البيئة العربية إلى بيئة رسمية وبيئة لغوية غير رسمية. البيئة اللغوية غير الرسمية هي البيئة التي تم إنشاؤها لدعم إتقان الطلاب العرب مثل الشجرة العربية، والجدار العربي وغيرها تعلق على شجرة أو جدار. في حين أن البيئة العربية الرسمية هي بيئة عربية مبرمجة باستمرار من خلال الأنشطة في أيام معينة بتوجيه من معلم أو أستا مثل اللغة العربية، ماسكانول لوغا (كامبا) وغيرها. وينبغي أن تراعي البيئة المصممة مبادئ الكفاءة، واحتياجات المتعلمين، أو تطوير اللغة للمتعلمين، فضلا عن تطوير العلم والتكنولوجيا. وستكون لغة اللغة، وخاصة اللغة العربية، لغة يمكن استخدامها من قبل الطلاب أو الطلاب إذا كانت اللغة التي تدرس أو البيئة التي تم إنشاؤها لها قيمة مناسبة ومناسبة مع تطور العالم.
PERKEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB MADRASAH DI INDONESIA ANWAR SADAT
AL-AF'IDAH: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2017): September
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v2i2.586

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik setelah penulis membaca perkembangan kurikulum bahasa Arab Madrasah di Indonesia baik pada aspek materi, struktur kurikulum, pendekatan, metode, teknik, dan tujuan pembelajaran bahasa Arab. Menurut penulis perubahan kurikulum nasional pembelajaran bahasa Arab kurang menunjukkan adanya perbaikan dan peningkatan kualitas siswa dalam kemahiran berbahasa. Kondisi ini ditandai dengan masih adanya kesenjangan antara kompetensi dan performansi (al-kifâyah wa al-adâ/competence and performance)1dalam pembelajaran bahasa Arab. Siswa hanya mampu menghafal kaidah-kaidah bahasa tanpa bisa mempraktekkan atau kurang sepenuhnya memahami tentang kaidah-kaidah bahasa yang mereka hafal. Di tambah lagi dengan bentuk pengajaran bahasa Arab yang mengalami “bentuk yang tidak menentu”. Ketidakmenentuan ini bisa dilihat dari beberapa segi. Pertama; dari segi tujuan, terdapat kesenjangan antara mempelajari bahasa Arab sebagai tujuan kemahiran berbahasa dan sebagai alat untuk menguasai pengetahuan lain yang menggunakan sarana bahasa Arab. Kedua; dari segi pendekatan, terdapat ketidak menentuan, antara mempertahankan pendekatan lama (struktural) atau dengan pendekatan baru (komunikatif). Ketiga; dari segi metode, terdapat ketidak menentuan antara mempertahankan metode yang tradisional (gramatika-terjemah) dengan menggunakan metode modern. Untuk menjawab problem ini, di Indonesia perbaikan kurikulum terus dilakukan pada hakekatnya perubahan tersebut untuk menjawab permasalahan pendidikan khususnya kurikulum bahasa Arab. Kurikulum sebagai salah satu komponen dalam pendidikan dikembangkan oleh pemerintah masih berjalan di tempat begitu juga dengan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran masih menggunakan pendekatan yang kurang sesuai dengan konteks sekarang. Semestinya perubahan kurikulum nasional, mampu memberikan solusi atas ketidak menentuan pengajaran bahasa Arab di tanah air. Dari berbagai problem tersebut di atas, tulisan ini menelaah perkembangan kurikulum bahasa Arab berdasarkan analisis sejarah baik dari segi tujuan, pendekatan, materi, metode, teknik, dan model evaluasi yang digunakan dalam kurikulum bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah. Hal ini dianggap penting mengingat komponen-komponen kurikulum ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengajaran.
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH IBTIDAIYAHBERBASIS KURIKULUM 2013 Anwar Sadat
eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Vol 1 No 2 (2017): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v1i2.148

Abstract

Pendekatan dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki peran penting dalam memandu jalannya proses pembelajaran khususnya bahasa Arab karena dari pendekatan semuanya harus dimulai, baik menentukan tujuan, materi, metode dan teknik pembelajaran harus terintegrasi dengan pendekatan yang digunakan. Berkaitan dengan hal tersebut, seiring dengan implementasi kurikulum 2013 di tingkat satuan pendidikan, proses pembelajaran bahasa Arab khususnya diMadrasah Ibtidaiyahjuga mengalami perubahan paradigma pembelajaran yang menekankanpendekatan saintifik (scientific approach) yakni mengandung lima elemen penting mencakup aktivitas mengamati, menanyakan, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan hasil pembelajaran.Kelima elemen ini harus digunakan secara integral-holistikdalamketrampilan membaca (mahârah qiraah), ketrampilan menulis (mahârah kitabah) kegiatanmenyimak (mahârahal-istima’), dan kegiataan berbicara (mahârah al-kalâm) sebagai fondasi dalam berbahasa. Sedangakan Pembelajaran qawâid (kaidah-kaidah) kebahasaan hanya diajarkan seperlunya yang berkaitan dengan cara menggunakan kata-kata ganti (dhamâir), kata-kata tanya (isim istifham), kata-kata tunjuk (isim isyarah) dan lain-lain.
KEBIJAKAN PENDIDIKAN DASAR DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN TEMATIK Anwar Sadat
eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v3i1.377

Abstract

Penulisan artikel ini menjelaskan Salah satu hal yang mendasardalam pengembangan kualitas pendidikan adalah adanyakebijakan dari pemerintah terkait dengan proses pelaksanaanpendidikan yang lebih baik. Adapun kebijakan yang dikeluarkanoleh pemerintah yakni perubahan kurikulum dari KTSP keKurikulum 2013. Kurikulum merupakan salah satu kompeneninti proses pendidikan. Kurikulum 2013 di SD/MI menggunakanpendekatan pembelajaran tematik dari kelas I sampai kelas VI.Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yangmengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai matapelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebutdilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan danpengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagaikonsep dasar yang berkaitan. Tema merajuk berbagai maknaberbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajarkonsep dasar secara parsial. Dengan demikian, pembelajaranmemberikan makna yang utuh kepada peserta didik sepertitercermin pada berbagai tema yang tersedia.
ANALISIS PERGERAKAN PENDIDIKAN PEREMPUAN SERTA KIPRAH SITI WALIDAH DI AISYIYAH Nurul Izati Mardiah; Luthfiyah Luthfiyah; Anwar Sadat; Ihlas Ihlas; Syahru Ramadhan; Yayuk Kusumawati
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 1 (2022): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i1.779

Abstract

Sebelum Aisyiyah berdiri, dikalangan perempuan muslim Muhammadiyah telah banyak kegiatan yang dilakukan. Yang dipelopori oleh Siti Walidah, istri pendiri Muhammadiyah, telah lama mencita-citakan agar perempuan muslim selain tahu tugasnya sebagai ibu rumah tangga, juga tahu dan paham akan tugas mereka dalam kehidupan bermasyarakat jadi ia juga meminta kepada suaminya. Agar Muhammadiyah menaruh perhatian kepada kaum perempuan dengan memberikan pendidikan dan bimbingan supaya mereka juga mengerti tentang organisasi. Menurut Siti Walidah kaum perempuan juga harus mendapat perhatian sebaik-baiknya karena ia yakin bahwa tanpa ada perempuan perjuangan tidak akan berhasil. Penelitian ini dapat memberikan nilai guna untuk berbagai pihak yaitu: 1. Mendeskripsikan kiprah Siti Walidah tentang pendidikan perempuan. 2. Mendeskripsikan kiprah Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan di Aisyiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Liberary Research), yaitu penelitian yang dalam pengumpulan datanya menggunakan kitab-kitab, buku-buku, jurnal, dokumen, kamus, majalah, ensiklopedia dan lain sebagainya yang mendukung penelitian ini. Studi naskah yang dilakukan oleh peneliti yaitu naskah pemikiran took dalam hal ini adalah pendidikan perempuan, sifat dari penelitian ini adalah deskripsi analitis, yang coba menyajikan data secara objektif tentang keadaan yang sesungguhnya dan sebenarnya dari objek penelitian untuk kemudian di interpretasikan. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa pergerakan yang dilakukan oleh Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan perempuan1. Mendirikan sebuah gerakan kelompok pengajian atau yang lebih dengan Sopo Tresno. 2. Mengajar kaum perempuan Kauman untuk membaca Al-Qur’an dalam Wadah Wal ‘Ashri. 3. Maghribi School adalah sebuah perkumpulan pengajian khusus untuk perempuan yang dilakukan pada waktu Magrib. Dan kiprah Siti Walidah dalam memperjuangkan pendidikan di Aisyiyah, 1. Menyelenggarakan asrama untuk putri-putri di berbagai daerah 2.Ikut aktif mempelopori pemberantasan buta huruf bagi orang-orang yang telah lanjut usia.3. Menyelenggarakan rumah rumah anak orang miskin dan anak yatim. 4. Menjadi pelopor berdirinya TK ABA di Indonesia.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS BAHASA PADA SISWA MAN 2 KOTA BIMA Anwar Sadat; Ayu Indriani; Dewi Masitha
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 5 No 2 (2022): Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v5i2.1011

Abstract

Pelajaran bahasa di sekolah sering kali menghadapi problem linguistik mapun nonlinguistic yang harus segera dituntaskan terutama bahasa arab. Problem bahasa seperti fonetik, struktur dan susunan, sedangkan problem non linguistic seperti motivasi belajar, sarana dan prasarana belajar, metode pengajaran dan lingkungan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Problematika Pembelajaran Maharah qira'ah Pada Siswa MAN 2 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil temuan penelitian bahwa problem pembelajaran Bahasa Arab di MAN 2 Kota Bima kelas XI IPA 4 ditemukan problem linguistik dan non linguistik; 1). Problem linguistiknya adalah (a) Siswa masih terbata-bata membaca teks Bahasa Arab. (b) Siswa sangat cepat bosan ketika dihadapkan dengan pembelajaran Bahasa Arab. (c) Siswa kesulitan dalam pengucapan Makrijul huruf sehingga membuat siswa kesulitan membaca mupun dalam pengucapan teks Bahasa Arab. 2) Sedangkan problem non linguistiknya yaitu: (a) Guru kurang kreatif dalam menggunakan media dan metode. (b) Guru kurang memberi motivasi kepada siswa sehingga minat siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab kurang. (c) Guru terlalu banyak memberi catatan kepada siswa sehingga siswa merasa jenuh. Cara mngatasi problem-problem terserbut pembelajaran bahasa: a) guru menerapkan metode langsung dan menyuruh siswanya untuk membaca ditempat duduknya masing-masing secara keras dan maju didepan kelas secara keras agar semua teman-temannya mndengarkan apa yang dibacanya agar guru dan teman-temannya tahu apakah yang dibacanya salah atau tidak. b) guru setelah siswa disuruh untuk membaca bersama-sama, guru menanyakan arti mufrodat atau kosakata yang terdapat pada teks khiwar tersebut. c) guru harus memotivasi belajar siswa dan perlu adanya pelajaran tambahan bahasa arab