Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementing Information Technology, Information System And Its Application In Making The Blue Print for The One Stop Permission Services Sri Agustina Rumapea; Humuntal Rumapea
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2012: 1st ICETD 2012
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.721 KB)

Abstract

A complexity growing enterprise make the management in a bigger demanding to the IS function. They need access to the data anytime and anywhere easily, accurately and consistently in all departments. IS is encouraged to get the changes of business condition faster, and can act the data sharing within every department.The problem in using the support from IT, the investment for the IT and Information System (IS) are often in a wrong direction and decreasing of the strategy in IT and IS are often different from the enterprise business strategy. It is happened because the development of the IS, done without making the enterprise blue print first as the foundation for the development of the IS. So with the complexity of the enterprise development forces the enterprise to make continue customization to the building IS which of course need much financial support. IS duplication, no IS integration among them, and the difference platform among every IS; also become the failure factor an enterprise to get the optimal benefit from the using of IT and IS. Because of that, a blue print from the enterprise becomes something very important to be built as a foundation of the using IT and IS. The development architecture can be done in the beginning enterprise was shaped or even in the time where the enterprise is being run. Enterprise Architecture Planning (EAP) is a modern approach to do the planning for the data quality to achieve the IS mission. EAP is also a process of definition of some architecture such as data architecture, application architecture in using the information to support the business. The blue print, resulted together with EAP then can be used as the foundation in the IS development, by this we hope the IS which has been build can be adjusted with business strategy from the office of PPTSP so that the mission can be achieved from this publik services. 
Perencanaan Arsitektur Enterprise Penyelengaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Usulan: Dinas Perijinan) Sri Agustina Rumapea; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan sistem informasi di Indonesia saaat ini tidak hanya dimanfaatkan olehdunia industri tetapi juga dimanfaatkan oleh pemerintah dalam melakukan perannya menjalankanpemerintahan. Tetapi sayang fenomena yang terjadi adalah investasi yang besar di bidang TI dan SI seringkalitidak dibarengi dengan manfaat yang diperoleh oleh pemerintah (enterprise). Salah satu penyebabnya adalahpembangunan sistem informasi dilakukan tanpa membuat cetak biru enterprise terlebih dahulu sebagailandasan bagi pengembangan sistem informasi. Sehingga dengan perkembangan enterprise yang semakinkomplek mengharuskan enterprise tersebut melakukan kustomisasi terus-menerus terhadap sistem informasiyang telah dibangun yang tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Duplikasi sistem informasi, tidakadanya integrasi sistem informasi yang satu dengan yang lain, plaftform yang berbeda antar tiap sisteminformasi juga menjadi faktor penyebab kegagalan suatu enterprise mendapatkan manfaat yang optimal daripengunaan TI dan SI.Suatu enterprise yang tumbuh dan menjadi lebih kompleks membuat management melakukan permintaanyang semakin besar terhadap fungsi sistem informasi. Mereka membutuhkan untuk dapat melakukan aksesterhadap data kapanpun dan dimanapun dengan mudah, akurat dan konsisten di seluruh departemen, sisteminformasi yang cepat mengikuti perubahan kondisi bisnis, dan dapat melakukan sharing data antar tiapdepartemen. Karena itu suatu cetak biru dari enterprise menjadi hal yang sangat penting untuk dibangunsebagai landasan dalam memanfaatkan IT dan SI yang digunakan untuk mencapai tujuan bisnis enterprisedengan menghasilkan informasi yang berkualitas. Kualitas ini harus direncanakan.Perencanaan Arsitektur Enterprise merupakan pendekatan yang modern untuk melakukan perencanaanterhadap kualitas data dan mencapai misi SI dan merupakan proses dalam mendefinisikan sejumlah arsitekturuntuk mengunakan informasi dalam mendukung bisnis dan rencana untuk mengimplementasikan arsitekturtersebut. Dari definisi diatas ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam Perencanaan ArsitekturEnterprise adalah, yang pertama adalah sejumlah arsitektur yang ditetapkan adalah arsitektur data, arsitekturaplikasi dan arsitektur teknologi. Arsitektur dalam kontesks ini adalah sebuah cetak biru, gambaran ataupunmodel.Enterprise dalam penelitian ini adalah penyelengara pelayanan perijinan satu pintu. PenyelenggaraanPelayanan Terpadu Satu Pintu adalah kegiatan penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang prosespengelolaannya mulai dari tahap permohonan sarnpai ke tahap terbitnya dokumen dilakukan dalam satutempat. Perubahan sistem penyelengaraan membutuhkan proses penyesuaian diantaranya adalah pembentukanorganisasi, proses bisnis, perumusan peraturan daerah, perancangan infrastruktur dan teknologi informasi,perancangan sistem informasi, dan pembentukan unit dan fasilitas organisasi. Pengembangan sistem informasidiharapkan dapat menjadi alat yang dapat membantu percepatan pencapaian tujuan Penyelengaraan PTSP.Cetak biru yang dihasilkan dengan Perencanaan Arsitektur Enterprise selanjutnya dapat digunakansebagai landasan dalam pengembangan Sistem Informasi sehingga diharapkan Sistem Informasi yang dibangundapat align, support dan fit dengan enterprise yang dalam hal ini adalah Dinas Perijinan sebagaipenyelenggara PTSP.Kata kunci: Perencanaan Arsitektur Enterprise, Arsitetur Data, Asitektur Aplikasi, Arsitektur Teknologi, CetakBiru, Sistem Informasi
ANALISIS PROSES BISNIS PADA DISTRIBUTOR XYZ MENGGUNAKAN TOOLS PEMODELAN IDEF0 Sri Agustina Rumapea
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Pemodelan proses bisnis merupakan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk membantu memahamiproses yang sedang berlangsung. Pemahaman ini digunakan untuk menilai apakah kinerja dari proses-prosestersebut berlangsung dengan baik untuk dipertahankan atau kurang baik untuk diperbaiki.       PT. (XYZ) adalah salah satu anak perusahaan yang berfungsi mendistribusikan obat-obatan kepelanggan (apotek dan instansi). Proses pendistribusian obat ke pelanggan merupakan fungsi yang sangatpenting bagi sebuah perusahaan distributor seperti PT XYZ. Karena itu perlu dilakukuan analisis terhadapkinerja setiap proses yang ada di dalam proses bisnis tersebut.        Kakas yang digunakan untuk memodelkan proses bisnis distribusi obat dipilih IDEF O yang merupakanmetode pemodelan yang berbasis SADT. Selain itu IDEF0 dapat digunakan untuk memodelkan berbagai jenissistem baik yang otomatis maupun non-otomatis.       Setelah dilakukan analisa terhadap pemodelan yang dilakukan maka dapat diberikan saran sbb:menyederhanakan atau menghilangkan sebagian aktivitas-aktivitas yang tidak memiliki added value, merupakanawal untuk meningkatkan performansi perusahaan. Bisa juga dengan membangun sistem informasi yang lebihbaik untuk menangani aktivitas-aktivitas ini, misalnya dengan sistem yang saling terhubung antara berbagaipihak yang terlibat; dalam database yang terintegrasi sehingga proses dan arus informasi untuk melakukanpengadaan barang bisa lebih efektif dan efisien dibanding yang sudah ada selama ini yang sebagian besarmasih merupakan kegiatan manual (lewat telefon, fax, nota perintah, email.Kata kunci : Pemodelan Proses Bisnis, IDEF0
PEMODELAN BISNIS PENYELENGARAAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU SATU PINTU SEBAGAI DASAR BAGI PEMBUATAN ENTERPRISE ARSITEKTUR PLANNING (EAP) Sri Agustina Rumapea; Humuntal Rumapea
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan bisnis dibuat untuk menyediakan suatu dasar pengetahuan yang lengkap, menyeluruh, dankonsisten yang dapat digunakan untuk menetapkan rencana arsitektur dan implementasinya. Pemodelan bisnisakan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap yaitu persiapan pembuatan model bisnis dan pembuatan model bisnisyang lengkap. Pada tahap persiapan pembuatan model bisnis dilakukan identifikasi terhadap fungsi-fungsiyang ada, membuat suatu deskripsi ringkas dari masing-masing fungsi dan mengidentifikasikan unit organisasiyang melaksanakan fungsi tersebut. Suatu model bisnis akan menentukan fungsi bisnis dari suatu organisasi.Model bisnis akan menjawab pertanyaan mengenai apa yang dilakukan oleh enterprise. Suatu fungsidinyatakan sebagai suatu kesatuan aksi yang dilakukan untuk memproduksi suatu hasil dalam mendukungtujuan-tujuan bisnis. Model bisnis yang telah ditetapkan akan terus dievaluasi selama enterprise berjalan.Model bisnis akan tetap sama walaupun terjadi perubahan selama enterprise berjalan, perubahan yang terjadiselama enterprise berjalan adalah perubahan terhadap fungsi bisnis yang detail tetapi secara kesuluruhanstruktur model bisnis secara esensial akan tetap sama. Informasi dari model bisnis adalah dasar bagi faseberikutnya dalam pembuatan EAP.
Analisis Sentimen Dompet Elektronik Pada Twitter Menggunakan Metode K-Means Purba, Nova Ferawati; Rumapea, Sri Agustina; Silalahi, Arina Prima
JITTER : Jurnal Ilmiah Teknologi dan Komputer Vol 5 No 1 (2024): JITTER, Vol.5, No.1, April 2024
Publisher : Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini penggunaan dompet elektronik untuk transaksi non-tunai semakin berkembang pesat. Hal ini dikarenakan kemudahan dan kepraktisan transaksi yang ditawarkan oleh penyedia layanan dompet elektronik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dilakukan analisis tentang sentimen masyarakat terhadap dompet elektronik untuk mendapatkan tolak ukur seberapa jauh masyarakat mengetahui dompet elektronik. K-Means merupakan metode pengklasteran secara partitioning yang memisahkan data ke dalam kelompok yang berbeda. Dengan partitioning secara iteratif, K-Means mampu meminimalkan rata-rata jarak setiap data ke klasternya. Metode K-Means digunakan sebagai pendekatan analisis untuk mengelompokkan dan mengevaluasi pola sentimen yang muncul dalam percakapan online. Davies bouldin index (DBI) adalah matriks untuk mengevaluasi atau mempertimbangkan hasil algoritma clustering. DBI suatu cluster akan dianggap memiliki skema clustering yang optimal adalah yang memiliki DBI minimal. Hasil dari penelitian ini berupa jumlah sentimen positif 203 data, jumlah sentimen negatif 50 data dan jumlah sentimen netral 224 data kemudian metode K-means menghasilkan sentimen positif dompet elektronik Gopay sebanyak 63.801%, Ovo 56.951% dan untuk Dana sebanyak 27.907%. Penggunaan DBI untuk mengukur sejauh mana pengelompokan data yang dihasilkan oleh algoritma clustering tertentu adalah pengelompokan yang baik atau valid. Semakin kecil nilai DBI, semakin baik kualitas pengelompokan yang diperoleh. Kata kunci: Twitter, Sentimen, K-Means, Dompet digital.
PENYULUHAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI SISWA-SISWI PADA SMA GKPI PADANG BULAN MEDAN Larosa, Fati Gratianus Nafiri; Rumapea, Humuntal; Manalu, Darwis Robinson; Maslan, Jhoni; Rumapea, Sri Agustina; Sarkis, Indra M.; Hasibuan, Doli; Rumapea, Yolanda Y. P.; Rajagukguk, Edward; Gea, Asaziduhu; Silalahi, Arina Prima; Samosir, Nettina; Aritonang, Mendarissan; Lumbanraja, Posma; Purba, Mufria J.
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol3No1.pp66-70

Abstract

Information technology plays a very important role in the world of education, especially when blended learning is carried out, where there is a combination of face-to-face and virtual meetings. In addition, Blended Learning is a part or element of social interaction that grows and develops among students. Face-to-face meetings prioritize direct interaction both gestures or body language, voice intonation and eye gaze. There is strong information technology support that bridges interpersonal interactions, so this also influences the interactions between teachers/educators and students. Practical, eye-catching and easy to carry around, making Laptops or Smartphones a very popular Information and Communication Technology product, Blended Learning is no exception. The applications used are also very easy to install and some are even free, for example Kahoot!, Quizizz, Padlet and Canva.
PENRAPAN FUZZY TIME SERIES UNTUK PREDIKSI PRODUKSI IKAN TAMBAK DI SUMATERA UTARA Samuel Bakkara; Sri Agustina Rumapea; Edward Rajagukguk
METHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol. 11 No. 1 (2025): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish is one of the most potential animal food products in Indonesia. Over the years, the majority of animal food consumption in Indonesia has been contributed by fish products. The increasing growth rate in North Sumatra is balanced by the food potential that can support the region's food security. Based on data from the fisheries sector potential in North Sumatra, pond fish farming in the province of North Sumatra covers an area of 20,000 hectares, spread across various districts/cities. The pond fish cultivated include catfish, catfish, tilapia, carp, snapper, milkfish, grouper. Given the potential of the pond aquaculture sector and the increasing awareness of the population in North Sumatra to consume fish as a source of nutrition, this research aims to predict pond fish production in North Sumatra. The prediction of pond fish production in North Sumatra is conducted to address the challenges of fluctuating pond fish production, uncertainty in supply and demand using the fuzzy time series method. The results of the study using the Fuzzy Time Series method in forecasting pond fish production in North Sumatra obtained forecast accuracy for catfish of 11.702%, for catfish of 10.359%, for tilapia of 21.636%, for carp of 15.788%, for snapper of 11.487%, for milkfish of 12.87%, for grouper of 12.263%, and for shrimp of 14.814%.).
Implementation of YOLOv8 in Object Recognition Systems for Public Area Security in Kebun Raya Bogor Prihandoko, Prihandoko; Rumapea, Sri Agustina; Fawwaz, Muhamad Faishal
ULTIMATICS Vol 17 No 1 (2025): Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika
Publisher : Faculty of Engineering and Informatics, Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ti.v17i1.4133

Abstract

Pedestrian areas often serve as centers of high public activity, requiring intelligent monitoring systems to ensure the safety and comfort of their users. The application of computer vision technology, particularly object detection, offers a promising approach for identifying and estimating the number of individuals in open public spaces. This study implements the YOLOv8 algorithm to develop a human detection and crowd counting model within the pedestrian zones of the Bogor Botanical Garden. Data were collected in the form of images and videos from three strategic locations and annotated using Roboflow with a single object class labeled "person.” The model was trained on the Google Colab platform using a Region of Interest (ROI)-based approach and evaluated through confusion matrix, precision, recall, F1-score, and mean Average Precision (mAP). Results indicate a precision of 0.846, recall of 0.858, F1-score of 0.85, and mAP@50 of 0.951, although a performance drop was observed at mAP@50-95 with a score of 0.586. These findings suggest that YOLOv8 demonstrates strong real-time performance in pedestrian human detection, while challenges remain in enhancing precision under complex and varied conditions.
Integrasi Algoritma YOLOv8 dan Streamlit untuk Visualisasi Real-Time dan Akurat dalam Penghitungan Kerumunan di Kawasan Stasiun Bekasi Prihandoko, Prihandoko; Rumapea, Sri Agustina; Pratama, Abdul Hanif
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (2025): METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputersisasi Akuntansi
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/jmika.Vol9No1.pp179-187

Abstract

Crowd management in public transportation areas has become a critical challenge with the rise of urban populations. This study develops a real-time web-based people detection and counting system by integrating the YOLOv8 algorithm with the Streamlit framework. A case study was conducted at the entrance of Bekasi Station. The model was developed using the AI Project Life Cycle approach, and the system was built following the Waterfall methodology. Data were obtained from video recordings, which were extracted into images, annotated, and processed into training and testing datasets. The YOLOv8 model was trained for 50 epochs, yielding strong performance with an mAP@0.5 of 91.7%, a maximum precision of 93.6%, and an F1-score of 87%. Tests on 15 images showed an average accuracy of 80.37% and an error rate of 19.63%. The model's performance declined on out-of-dataset images due to variations in lighting and extreme crowd density. The system was tested using black-box testing and demonstrated that all main features—image upload, object detection, visualization, and result download—functioned correctly. The system has been successfully deployed on Streamlit Cloud. These results indicate that the system offers a practical, lightweight, and responsive solution to support crowd monitoring in public areas. In future development phases, the system can be extended to support real-time video stream processing and integrated with an object tracking and classification module to accurately identify and differentiate the ingress and egress flow of individuals within a defined surveillance area.
PENYULUHAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI SISWA-SISWI PADA SMA GKPI PADANG BULAN MEDAN Larosa, Fati Gratianus Nafiri; Rumapea, Humuntal; Manalu, Darwis Robinson; Maslan, Jhoni; Rumapea, Sri Agustina; Sarkis, Indra M.; Hasibuan, Doli; Rumapea, Yolanda Y. P.; Rajagukguk, Edward; Gea, Asaziduhu; Silalahi, Arina Prima; Samosir, Nettina; Aritonang, Mendarissan; Lumbanraja, Posma; Purba, Mufria J.
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol3No1.pp66-70

Abstract

Information technology plays a very important role in the world of education, especially when blended learning is carried out, where there is a combination of face-to-face and virtual meetings. In addition, Blended Learning is a part or element of social interaction that grows and develops among students. Face-to-face meetings prioritize direct interaction both gestures or body language, voice intonation and eye gaze. There is strong information technology support that bridges interpersonal interactions, so this also influences the interactions between teachers/educators and students. Practical, eye-catching and easy to carry around, making Laptops or Smartphones a very popular Information and Communication Technology product, Blended Learning is no exception. The applications used are also very easy to install and some are even free, for example Kahoot!, Quizizz, Padlet and Canva.