Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KARAKTERISTIK HABITAT DAN POPULASI BADAK BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DI DESA PENYANGGA RESORT RAWA BUNDER TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS Fitri Auliya Rahmadini; Sugeng P. Harianto; Gunardi Djoko Winarno; Bainah Sari Dewi
Journal of People, Forest and Environment Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v3i1.7146

Abstract

Persepsi Masyarakat terhadap karakteristik habitat dan populasi badak sangat penting karena berkaitan dengan kepunahan satwa badak. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis kondisi habitat badak dan Mengetahui persepsi masyarakat terhadap populasi badak di TNWK oleh masyarakat Desa Raja Basa Lama 1. Penelitian dilaksanakan pada bulan November Desember tahun 2022 berlokasi di Desa Raja Basa Lama 1, Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Metode penelitian yaitu wawancara dengan panduan kuesioner terhadap 30 responden yang dipilih secara acak (random sampling). Analisis data secara deskriptif dan analisis skala Likert. Hasil penelitian dari persepsi masyarakat menunjukan kondisi habitat badak berdasarkan 8 komponen Habitat badak (air, suhu, ruang gerak, cover, ketersediaan pakan di hutan dan pakan diluar kawasan hutan, predator, kompetitor) mengalami penurunan dibandingkan pada masa lampau. Hutan sebagai habitat badak diduga semakin rusak dan berkurang luasnya. Habitat badak yang tidak sesuai dengan karakteristik badak tinggal sangat mempengaruhi keberlangsungan hidup badak. Populasi badak semakin jarang ditemui. Dugaan lainnya populasi badak semakin menurun dikarenakan adanya aktivitas perburuan liar.
KEANEKARAGAMAN MAMALIA BESAR DI RESORT RAWA BUNDER TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS PROVINSI LAMPUNG Bainah Sari Dewi; Aldi Alhamda Putra; Evi Damayanti; Dian Iswandaru
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.8991

Abstract

Mamalia berperan dalam menjaga dan mempertahankan kelangsungan proses-proses ekologis. keberadaan mamalia pada suatu kawasan hutan membantu memulihkan kondisi hutan melalui keberadaan predator alami dan penyebaran (pemencar biji), dan polinator . Mamalia banyak ditemui di Taman Nasional Way Kambas. Mamalia besar memiliki jenis yang berbeda–beda dan mamalia besar juga mengganggu pertumbuhan tanaman yang ada di Resot Rawa Bunder Taman Nasional Way Kambas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis mamalia besar yang ada di wilayah Resort Rawa Bunder TNWK yang menggangu pertumbuhan tanaman yang ada di Resort Rawa Bunder. Pengepulan data menggunakan metode transek jalur dan observasi lapangan. Pengambilan data dilakukan pada pagi hari pukul 05.30-09.00 WIB dan pada sore hari pukul 15.30-18.00 WIB dengan 3 kali kuantitas untuk setiap tipe habitat. Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Indeks Keanekaragaman jenis, Indeks Kekayaan jenis, dan Indeks kemerataan jenis. Hasil penelitian ini menunjukkan Keanekaragaman mamalia besar yang ditemukan di Resort Rawa Bunder, Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung terdapat 3 jenis mamalia besar yaitu, Babi hutan (Sus scrofa), Kucing kuwuk (Felis bengalensis) , dan Kijang muncak (Muntiacus muntjak). Selain itu, Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman jenis pada tipe habitat ketiga termasuk dalam kategori rendah, nilai indeks kekayaan jenis pada tipe habitat ketiga termasuk dalam kategori rendah, dan nilai indeks kemerataan pada tipe habitat ketiga termasuk dalam kategori rendah
KEANEKARAGAMAN DUNG BEETLE DI HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU UNIVERSITAS LAMPUNG PADA BLOK PERLINDUNGAN TAHURA WAR Bainah Sari Dewi; Fachrezy Yuliansjah
Journal of People, Forest and Environment Vol. 4 No. 2 (2024): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.10012

Abstract

Kumbang kotoran (Dung beetle) adalah penyebar benih tingkat kedua dan sebagai penyebar pupuk alami dan membantu aerasi tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman kumbang Kotoran menggunakan metode perangkap kotoran di mana perangkap ditanamkan di lubang tanah yang telah dibuat menggunakan cangkul, perangkap akan diamati setiap sore dan pagi pada bulan Juli hingga September pada tanggal 4, 5,6,18,19, dan 20. Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman sebagai Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Universitas Lampung seluas 1.143 ha yang berfungsi sebagai habitat berbagai tumbuhan dan satwa yang digunakan sebagai kawasan konservasi untuk pendidikan, penelitian, budidaya dan rekreasi. Terdapat beberapa blok di Taman Hutan Raya ini, salah satunya adalah blok pelindung yang digunakan untuk melindungi berbagai jenis tumbuhan dan satwa dari aktivitas spionase yang berlangsung di Taman Hutan Raya ini. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan indeks keragaman Shannon-Wienner, indeks kesetaraan, dan indeks dominasi. Hasil penelitian menemukan 37 kumbang Kotoran individu yang terdiri dari 4 spesies yang berbeda. Tingkat keragaman dan kesetaraan dalam setiap bulan adalah Juli H'= 1,34 (sedang) dan J = 0,89 (stabil), Agustus H'= 1,36 (sedang) dan J = 0,91 (stabil), dan September H '= 1,39 (sedang) dan J = 0,95 (stabil).
PERBANDINGAN OBJEK DAN DAYA TARIK SERTA FASILITAS DAN PELAYANAN PADA DESTINASI EKOWISATA MANGROVE PETENGORAN DAN MANGROVE CUKU NYI NYI Jamilatut Toriqoh; Gunardi Djoko Winarno; Trio Santoso; Bainah Sari Dewi
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 1 (2025): Mei
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v5i1.10388

Abstract

Ekowisata yang berbasis alam dan lingkungan banyak diminati wisatawan lokal dan mancanegara serta kerap menjadi isu nasional adalah ekowisata mangrove. Terdapat dua destinasi ekowisata Mangrove yang paling menarik di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung yaitu Mangrove Petengoran dan Mangrove Cuku Nyi Nyi. Tujuan Penelitian ini yaitu membandingkan Tingkat persepsi pengunjung pada kedua Lokasi tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner dan wawancara secara langsung kepada 30 responden dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skala pengukuran yaitu skala likert. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Lokasi Mangrove Cuku Nyi Nyi memiliki hasil yang baik pada indikator karakteristik alam dan objek wisata, serta fasilitas dan pelayanan yang disajikan.