Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edukasi Digital Wellbeing sebagai Intervensi Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Penggunaan Gadget Sehat Ika Devi Perwitasari; Jodi Hendrawan; Yanti Yusman; Eriyan Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.184

Abstract

Penggunaan gadget yang semakin intensif di kalangan remaja memberikan berbagai manfaat dalam mendukung proses pembelajaran dan komunikasi, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak disertai dengan pengelolaan yang bijaksana. Rendahnya kesadaran mengenai digital wellbeing dapat meningkatkan risiko kecanduan gadget, gangguan kesehatan fisik dan mental, serta paparan terhadap berbagai ancaman di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan mendorong perilaku penggunaan gadget yang sehat melalui program edukasi Digital Wellbeing bagi siswa SMAN 5 Binjai. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, persiapan, seminar edukasi, workshop praktik penggunaan fitur Digital Wellbeing, simulasi kasus digital, pembuatan poster kampanye "Gadget Sehat", serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengelola screen time, memanfaatkan fitur Digital Wellbeing, menjaga keamanan data pribadi, serta menerapkan etika bermedia digital. Partisipasi aktif peserta selama seminar, workshop, dan simulasi menunjukkan tingginya antusiasme terhadap materi yang diberikan. Selain itu, peserta mampu menerapkan pengaturan penggunaan gadget secara lebih sehat dan menghasilkan poster edukasi sebagai media kampanye literasi digital di lingkungan sekolah. Program ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis sekolah melalui edukasi Digital Wellbeing merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital sekaligus membentuk budaya penggunaan teknologi yang lebih sehat dan bertanggung jawab di kalangan remaja.
Cerdas Bermedia, Aman Berinternet: Edukasi Literasi Keamanan Data bagi Pelajar SMAN 5 Binjai Jodi Hendrawan; Ika Devi Perwitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.192

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan internet di kalangan pelajar, namun belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai keamanan data dan privasi online. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penyalahgunaan data pribadi, serangan phishing, pencurian identitas, serta berbagai ancaman siber lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keamanan data dan privasi online bagi pelajar SMAN 5 Binjai melalui program edukasi bertajuk "Cerdas Bermedia, Aman Berinternet." Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan 80 siswa melalui seminar interaktif, workshop praktik, diskusi, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar keamanan data, perlindungan data pribadi, ancaman siber, pengelolaan kata sandi yang aman, penerapan two-factor authentication, pengaturan privasi media sosial, serta pengenalan teknik phishing dan social engineering. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 45% pada pre-test menjadi 82% pada post-test. Selain itu, lebih dari 90% peserta mampu menerapkan praktik keamanan digital, seperti membuat kata sandi yang kuat, mengaktifkan two-factor authentication, mengatur privasi akun media sosial, dan mengenali karakteristik pesan phishing. Kegiatan ini juga memperoleh respons positif dari guru pendamping yang menilai program relevan dengan kebutuhan literasi digital di sekolah. Program pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif yang dipadukan dengan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pelajar terhadap keamanan data dan privasi online. Keberlanjutan program melalui integrasi materi ke dalam kegiatan literasi digital sekolah diharapkan mampu membentuk budaya penggunaan teknologi yang lebih aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Perancangan dan Implementasi Monitoring Jaringan Lokal Menggunakan Sistem Kerja Backdoor M Ihsan; Jodi Hendrawan; Rahayu Mayang Sari
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i2.1433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perancangan aplikasi monitoring komputer dalam jaringan lokal menggunakan sistem kerja backdoor serta mengimplementasikan rancangan tersebut dengan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Monitoring jaringan lokal menjadi langkah penting untuk mengendalikan arus data dan aktivitas pada jaringan agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode eksperimental dan observasi langsung untuk menguji performa, konektivitas, serta utilitas sistem yang dikembangkan. Lokasi penelitian berada di Warnet Cyber Stream, Jl. Platina VII No.18A&B, Titi Papan, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara 20245. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan satu komputer server dan sepuluh komputer client. Pengujian difokuskan pada koneksi antara server dan client serta kemampuan aplikasi dalam memonitor aktivitas jaringan secara real time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) aplikasi monitoring berhasil dibangun dan dapat digunakan untuk manajemen jaringan lokal guna mencegah penyalahgunaan komputer client; (b) implementasi sistem backdoor memungkinkan aplikasi berjalan secara tersembunyi tanpa terdeteksi pada Add/Remove Programs maupun Task Manager, sehingga mendukung proses monitoring yang tidak ingin diketahui oleh pengguna client; dan (c) aplikasi masih terdeteksi sebagai perangkat lunak berbahaya (malicious software) oleh antivirus sehingga memerlukan penyesuaian lebih lanjut.
Inclusive Design dalam Sistem Informasi: Analisis Bibliometrik terhadap Tren, Teknologi Baru, dan Agenda Penelitian Masa Depan Jodi Hendrawan; Ika Devi Perwitasari
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknik Informatika Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/juikti.v2i2.190

Abstract

Perkembangan transformasi digital telah meningkatkan perhatian terhadap Inclusive Design sebagai pendekatan untuk mengembangkan sistem informasi yang dapat diakses dan digunakan oleh beragam kelompok pengguna. Seiring meningkatnya jumlah penelitian pada bidang ini, diperlukan pemetaan yang komprehensif untuk memahami perkembangan penelitian, struktur pengetahuan, serta arah penelitian di masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lanskap penelitian Inclusive Design dalam Sistem Informasi melalui pendekatan bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan Inclusive Design, Accessibility, dan Information Systems, dengan kriteria publikasi berbahasa Inggris pada bidang Computer Science selama periode 2020–2026. Sebanyak 2.808 publikasi dianalisis menggunakan Bibliometrix/Biblioshiny dan VOSviewer untuk mengevaluasi tren publikasi, jaringan kolaborasi penulis, struktur pengetahuan, serta perkembangan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi meningkat secara signifikan, dengan puncak publikasi terjadi pada tahun 2025. Analisis co-authorship mengidentifikasi beberapa penulis yang berperan penting dalam membangun kolaborasi penelitian, sedangkan analisis keyword co-occurrence menunjukkan bahwa accessibility, inclusive design, user experience, web accessibility, dan digital accessibility merupakan tema utama yang membentuk struktur pengetahuan bidang ini. Selain itu, analisis overlay visualization mengungkap bahwa Artificial Intelligence, Machine Learning, Virtual Reality, Adaptive Learning Systems, dan Digital Accessibility merupakan teknologi yang berkembang pesat dan diproyeksikan menjadi fokus penelitian di masa mendatang. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan komprehensif mengenai perkembangan penelitian Inclusive Design dalam Sistem Informasi serta mengidentifikasi peluang penelitian masa depan yang mendukung pengembangan sistem digital yang lebih inklusif, adaptif, dan berpusat pada pengguna.