Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Developing Early Childhood’s Fine Motor Skills through Various Learning Activities: A Study Case at Ummul Habibah Pre-School, Klambir V Kebun Village Rita Nofianti; Abdi Syahrial Harahap; Nursaida Yanti
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 2 No. 1 (2024): Compass: Journal of Education and Counselling, Juni 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v2i1.603

Abstract

Fine motor is a movement that only involves certain parts of the body and is carried out by small muscles such as skills using fingers and precise wrist movements. Motor development in early childhood can be done by developing children's creativity. Childhood has the potential to master various skills in conquering the surrounding environment so that in developing their skills, children always do various fun activities that are carried out repeatedly, therefore, children are very happy in doing activities in developing motor skills. This research was done in describing kinds and benefits of activities which can be done to develop earl childhood’s fine motor skills. Through library research, this study employed a descriptive qualitative methodology and the literature study method. It was found that the better the child's fine motor movements, the more creative the child can be, such as cutting paper and weaving paper, but not all children have the maturity to master the skills at the same stage. In performing fine motor movements, children also need the support of physical skills and mental challenges. Early childhood fine motor skills can be improved through various activities using various media that have been provided by the teacher concerned. Through collage activities with various materials, folding origami paper, and also painting with fingers has been proven to be able to improve fine motor skills in early childhood.
Penerapan Permainan Tradisional Sebagai Media Stimulasi untuk Mengembangkat Teori Burner (Classroom Action Research di PAUD Ummul Habibah Kelambir V Medan) Rita Nofianti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3989

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasari dengan rendahnya kemampuan kogitif anak usia dini yang ada di PAUD Ummul Habibah Kelambir V Medan. Factor penyebab nya ialah kurang menariknya media pembelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga anak bosan dan jenuh setiap kali diadakan proses pembelajaran, yang akibatnya perkembangan kognitif anak usia dini yang ada di PAUD Ummul Habibah Kelambir V Medan sangat rendah. Teori bruner adalah salah satu teori belajar yang lebih menekankan pada perkembangan kognitif anak, perkembangan kognitif anak merupakan kemampuan yang salah satunya ialah mengelompokkan benda yang mempunyai persamaan warna, bentuk dan ukuran, mencocokkan lingkaran, segitiga, dan segi empat serta mengenal dan menghitung angka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perkembang kognitif melalui permainan tradisional sebagai salah satu media untuk menstimulisi perkembangan anak, khususnya anak usia dini yang ada di PAUD Ummul Habibah Kelambir V Medan. Metodelogi dalam penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas {Classroom Action Research }yang menggunakan dua siklus, yakni siklus satu dan siklus dua. Masing-masing dari siklus melakukan dua kali pertemuan kepada anak dengan menggunakan media permainan tradisional. Begitu juga dengan siklus dua terdapat dua kali pertemuan dengan menggunakan media permainan tradisional yang sudah disiapkan oleh tim peneliti. Dengan hasil persentase meningkatan diketahui dari sebelum tindakan Pada indikator Penilaian Belum Berkembang 80%, Peningkatan naik Pada tindakan siklus 1 Pertemuan 1 indikator penilaian Pada BB {belum berkembang} sudah menurun menjadi 15%, Pada indikator Penilaian MB {mulai berkembang} 15%, BSH {berkembang sesuai harapan} naik menjadi 35% dan ada indikator Penilaian Perkembangan BSB {berkembang sangat baik} naik menjadi 35%. Pertemuan 2 masih Pada siklus 1 Pada indikator penilaian BB {belum berkembang} 10%, Pada indikator Penilaian MB {mulai berkembang} 10%, BSH {berkembang sesuai harapan} naik menjadi 40% dan pada indikator penilaian perkembangan BSB {berkembang sangat baik} naik menjadi 40%.Kata Kunci: Permainan Tradisional, teori Bruner