Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HASIL DESTILASI KERING DAN NILAI KALOR KAYU NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) Sri Komarayati; Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.864 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1994.12.2.84-88

Abstract

Rapid destructive of Jackfruit wood was carried out by using a retort equipped with electrical heating system. This retort was also connected to a condensor and two flask to catch and collect the distillate or condensed gas. The retort capacity was about 4 kg of wood. Treatment conditions given in these experiment were maximum heating temperature of 500◦ C and 5 hours distillation time.The results showed that charcoal yield of Jackfruit wood varied from 25.00 to 39.81%, tar from 6.23 to 9.42% and pyroligneous liquor from 67.64 to 102.05%. The calorific value of wood varied from 4392.00 to 4620.65 kcal/g and charcoal from 6691.81 to 7108.37 kcal/g.Based on these calorific values, wood and charcoal of Jackfruit wood are excellent material for fuel.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI SERBUK GERGAJIAN KAYU JATI Sri Komarayati; Gusmailina Gusmailina; Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.2.94-100

Abstract

Penelitian pembuatan arang akiif dari serbuk gergajian kayu jati disajikan pada laporan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan limbah serbuk gergajian menjadi produk yang lebih komersial, juga mempelajari sifat arang aktif dari serbuk gergajian.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rendemen arang aktif beragam antara 10,00 % -35,66 % ; kadar air 11 ,93 % - 20,60 % ; kadar abu 7,72 % - 48,84 % ; zat mudah menguap 7,83 % - 7,91 % ; karbon terikat 39,16 % - 73,35 % ; daya serap terhadap iodium 385,10 -994, 10 mg/g dan daya serap terhadap benzena 15,09 % - 40,71 %.Ada beberapa sifat arang aktif yang memenuhi Standar Indonesia dan Standar AWWA terutama untuk kadar air, zat mudah menguap, daya serap terhadap iodium dan benzena. Kualitas air sumur setelah diberi perlakuan arang aktif memperlihatkan kisaran untuk Fe 0,10 - 0,27 mg/l ; Ca 9,59 - 10,58 mg/I; Na 9,61 - 17,09 mg/I; Cl 22,18 - 23,71 mg/l; NH4 < 0,02 - 0,39 mg/I; Ni < 0,01 - < 0,02 mg/I dan Mn < 0,01 - 0,02 mg/I. Bila dibandingkan dengan standar, maka air sumur ini untuk semua kadar logam Lelah memenuhi syarat kualitas air minum.
ANALISIS KIMIA BEBERAPA KAYU KURANG DIKENAL DARI NUSA TENGGARA BARAT Gustan Pari; Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1991.9.7.294 - 298

Abstract

This paper  deals with chemical analysis of ten lesser known  wood species  from Nusa Tenggara  Bara   The analyisi  comprises  of determination of  holocellulose,  cellulose, lignin, pentosan, silica, ash,   moisture contents and solubility in cold water,  hot  water,  sodium  hydroxide  and  alcohol  benzene content.The result shows that holiocellulose  content  ranges  from 53,5 -  68. 8 percent, cellulose from 43. 0 -   62. 3 percent.  Low cellulose content  was formed in Duabanga  molucana.  Lignin content varie from 20.2- 24.7 percent, pentomn con-  tent from  8.0 ­  15.4 percent. Lignin and pentosan  content of all wood species  examined  were in moderate  and  low.   Moisture content  ranged  from  10.7 -  25.3  percent,   ash content from  0.2 -   2.1 percent, silica from Q. 1-1.0 percent.The solubility  in cold water ranged from  3.0  -   10.2 percent,  in hot  water  from 5.4 – 14.1 percent, in one  percent  of sodium hydroxide  solution from 9. 7 -   35.0 percent  and in alcohol benzene (1:2) from 1.5-7.0 percent. The   extractive contents of  Elaeocarpus sphserlcus,Eugenia lineata  Palaquium   javaneae  and Duabanga molucana    wood species are  having low component  cless.flcus microcarpus and Trema  orientalia   wood  sapecia  had moderate extractwe component  class  Ailanthus  malabarica,  Aathoaspelalus   cadamba  and   eugenia   polyantha   wood species  included in high extractiue component. class Based on chemical analysis  especially  the cellulose and pentosan  content  of  the  10 lasser known wood species from Nusa  Tenggara Barat are suitable as  raw material for  pulp and peper industry.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA SAWIT DAN SERBUK KAYU GERGAJIAN CAMPURAN Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.2.117-132

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa sawit dan serbuk kayu gergajian campuran dengan cara aktivasi uap.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari alternative pemanfaatan limbah dari pabrik minyak kelapa sawit dan serbuk kayu gergajian menjadi arang aktif yang dapat memberikan nilai tambah.  Proses pembuatan arang aktif dilakukan dengan menggunakan retort dari baja tahan karat yang dilengkapi dengan elemen listrik pada suhu 650, 750 dan 850OC.   Sebagai bahan pengaktif digunakan larutan H3PO4 dengan konsentrasi masing- masing 7,5, 10,0 dan 12,5%. Kondisi optimum untuk membuat arang aktif dengan kualitas terbaik dihasilkan dari arang aktif yang dibuat dari bahan baku serbuk kayu gergajian campuran pada suhu 850OC dengan konsentrasi H3PO4 12,5% menghasilkan rendemen arang aktif sebesar 63,3%, kadar air 7,90%, kadar abu 8,04%, kadar zat mudah menguap 11,50%, kadar karbon terikat 79,86%, daya serap benzena 28,43% dan daya serap terhadap yodium sebesar 1.107,43 mg/g.  Sedangkan arang aktif yang dibuat dari bahan baku tempurung kelapa sawit pada suhu 6500C dengan konsentrasi H3PO4 7,5% menghasilkan rendemen arang aktif sebesar 80%, kadar air 5,30%, kadar abu 5,44%, kadar zat mudah menguap 11,30%, kadar karbon terikat 83,74%, daya serap terhadap benzena 26,23% dan daya serap terhadap yodium sebesar1.045,27 mg/g. Angka daya serap benzena dan yodium ini memenuhi Standar Indonesia dan Jepang.
PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN ARANG AKTIF SEBAGAI REDUKTOR EMISI FORMALDEHIDA KAYU LAPIS Gustan Pari; Adi Santoso; Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.5.425-436

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan arang aktif  dari serbuk gergajian kayu Acacia mangium Willd. Arang aktif yang dihasilkan digunakan sebagai reduktor emisi formaldehida pada perekat kayu lapis. Tujuan  penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah serbuk gergajian kayu mangium untuk dibuat arang aktif  dan digunakan sebagai reduktor emisi formaldehida dalam perekat kayu lapis. Sebelum dibuat arang aktif, serbuk gergajian diarangkan dalam pada suhu 500OC. Arang yang dihasilkan diaktivasi secara kimia, fisika dan kombinasinya di dalam tungku baja tahan karat yang dilengkapi dengan pemanas listrik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif  yang terbaik diperoleh dari serbuk gergajian kayu mangium yang diaktivasi dengan cara kombinasi oksidasi gas dan kimia dengan rendemen sebesar 53%, kadar air 4,33%, kadar abu 8,17%, kadar zat terbang 5,88%, kadar karbon terikat 83,77%, daya serap terhadap yodium sebesar 960,2 mg/g, metilien biru 135,0 mg/g, benzene 14,59%, kloroform 28,96% dan daya serap terhadap formaldehida sebesar 26,21%.Pencampuran arang aktif pada perekat kayu lapis mampu menurunkan emisi formaldehida pada perekat kayu lapis. Terbukti dari hasil uji emisi kayu lapis tanpa penambahan arang aktif menunjukkan emisi formaldehida sebesar 16,48 ppm, sedang emisi yang dihasilkan dengan penambahan arang aktif sebanyak 5% menurun menjadi 15,36 ppm, tanpa mempengaruhi ketegutan rekat kayu lapis.
EFISIENSI BEBERAPA MODEL TUNGKU Djeni Hendra; Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.1.1 - 6

Abstract

The result of investigation of cook stove designs from Palembang, Yogyakarta and Bogor is reported in this paper. Fuel wood used were : Acacia mangium, Acacia auriculiformis and Leucaena glauca.The result shows that the dry wood consumption for high power phase ranges from 0,31 - 0,43 kg, dry wood consumption for low power phase ranges from 0,01 - 0,42 kg, high power phase from 6,12 - 13,23 KW, low power phase from 0,17- 2,98 KW, wood standard consumption from 0,20 - 0,25 kg wood/kg water, flexibility from 2.51 - 21,86 and efficiency ranges from 12,42 - 24,79 %.
BEBERAPA SIFAT FISIS DAN KIMIA BRIKET ARANG DARI LIMBAH ARANG AKTIF Gustan Pari; Djeni Hendra; Hartoyo Hartoyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1990.7.2.61 - 67

Abstract

The result of  a study on briqueting charcoal from activated charcoal residue,  prepared  by using the hydraulic  press process is presented  in this paper. The residue :  was subjected to two different treatments, namely unwashed  and  washed with  water.  Following   the  treatment, each residue  material  was mixed  with  starch adhesive, using four different concentrations:  0 percent, 1 percent, 2 percent  and 3 percent,  consecutively.The  respons  evaluated from the  briquetted charcoal are the  moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon, density, crushing strength and calorific value. The result shows  that  moisture  content ranges from  3,36 - 5,56 percent, ash content  from  8,06  - 12,78 percent, volatile matter from  23,56 - 41,28 percent, fixed carbon from  45,9 - 68,38  percent, density from 0,6471-0,7985 gr/cm, crushing strength from 0,79 - 6,33 kg/cm and  the  calorific values ranged from 5243,25  -  6378,84  cal/gr.
PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJIAN KAYU DENGAN PENAMBAHAN TEMPURUNG KELAPA Djeni Hendra; Saptadi Darmawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2000.18.1.1-9

Abstract

Limbah serbuk gergajian kayu mempunyai potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan briket arang.  Guna lebih meningkatkan sifat fisis dan kimia briket arang serbuk gergajian kayu maka dilakukan penelitian dengan menambahkan arang tempurung kelapa sebagai bahan baku briket.  Dalam percobaan ini arang tempurung kelapa yang ditambahkan sebesar 10%, 15% dan 20% dari berat briket. Pengarangan serbuk  gergaji  dan  tempurung kelapa  dilakukan  secara  terpisah  dengan menggunakan kiln drum selama 5-7 jam dan selanjutnya dibuat briket sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan. Pada pembuatan briket digunakan perekat kanji sebanyak 2,5% yang dikempa dingin pada tekanan 3,125 ton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan  briket dari 100%  arang  serbuk gergaji,  temyata penambahan  arang tempurung  kelapa mampu meningkatkan  kerapatan,  kekuatan  tekan dan nilai kalor.Secara  keseluruhan nilai  kerapatan briket  arang  berkisar  antara  0,45-0,59  g/cm3, kekuatan  tekan 4,67-6,72 kg/cm2,  kadar air 3,51-4.75%, kadar zat menguap 22.18-25,77,. kadar abu 3,56-4.23%, kadar karbon terikat 70,28-73,82% dan nilai kalor berkisar antara 6.198,99-6.522,84 kal/g. Briket arang dengan komposisi 90% arang serbuk gergaji dan 10% arang tempurung kelapa memberikan hasil yang terbaik untuk kadar air (3,51%), kadar zat menguap (22,18%), kadar karbon terikat (73,82%) dan nilai kalor (6.522.84 kal/g).
PENGARUH PEMBERIAN AMELIORAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TIGA JENIS ANAKAN Novitri Hastuti; Djeni Hendra; R Esa Pangersa Gusti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.171-180

Abstract

Ketersediaan amelioran organik sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan anakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan amelioran organik pada pertumbuhan anakan jenis kemenyan (Styrax benzoin Dyrand), trembesi (Samanea saman Jack. (Merril.)) dan ki bawang (Melia excelsa Jack). Penambahan amelioran organik disusun dalam 11 macam perlakuan yaitu: (p) tanah saja (kontrol); (q) pupuk organik arang (POA) 10%; (r) POA 10% + arang serbuk gergaji (ASG) 5%; (s) POA 10% + ASG 10%; (t) tablet pupuk organik arang mikoriza (POAM); (u) tablet pupuk organik mikoriza (POM); (v) tablet POM + ASG 5%; (w) cuka kayu (CK) 1%; (x) CK 1% + ASG 5%; (y) CK 2%; (z) CK 2% + ASG 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan amelioran organik berupa pupuk organik arang (POA) 10% dan arang serbuk gergaji (ASG) 10% memberikan respon pertambahan diameter yang paling baik bagi pertumbuhan anakan kemenyan, trembesi dan ki bawang. Penambahan amelioran organik berupa POA 10% dan ASG 5% memberikan respon pertambahan tinggi yang paling baik bagi pertumbuhan anakan kemenyan, trembesi dan ki bawang. Hasil analisis menunjukkan penambahan amelioran organik memberikan pengaruh signifikan bagi pertumbuhan tinggi anakan tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter.
PEMBUATAN BRIKET DAUN DARI LIMBAH PENGOLAHAN MINYAK KAYU PUTIH Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.1.20 -23

Abstract

The  experimental   study   on  briqueting   from   leaf waste  of  cayeput  oil distillation prepared   by using  the hydraulic press proess  is presented   in  this paper.   The  tapioca  flour   is used  as adhesive  with  five different  consentrations   i.e. 1 per cent,  1.5 percent,   2  percent,    3 percent   and 5 percent.   The  responses  evaluated  are the  moisture  content,  ash  content,  volatile  matter,  density,  crushing  strength  and calorific  value.  The result  shows  that  moisture  content  ranges  from  12,21-  12,86 percent,  ash  content   from   8, 02  -  8,85  percent,    volatile  matter  from  68,  08  -  69, 45 percent,    density   from 0,251 -  0,325 gr/cm3.  crushing sfrength  from  9,60 - 19,82  kg/cm2   and the calorific  value from  4326,46 -  4473.05  cal /gr.