Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EFISIENSI BEBERAPA MODEL TUNGKU Djeni Hendra; Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5249.712 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.1.1 - 6

Abstract

The result of investigation of cook stove designs from Palembang, Yogyakarta and Bogor is reported in this paper. Fuel wood used were : Acacia mangium, Acacia auriculiformis and Leucaena glauca.The result shows that the dry wood consumption for high power phase ranges from 0,31 - 0,43 kg, dry wood consumption for low power phase ranges from 0,01 - 0,42 kg, high power phase from 6,12 - 13,23 KW, low power phase from 0,17- 2,98 KW, wood standard consumption from 0,20 - 0,25 kg wood/kg water, flexibility from 2.51 - 21,86 and efficiency ranges from 12,42 - 24,79 %.
BEBERAPA SIFAT FISIS DAN KIMIA BRIKET ARANG DARI LIMBAH ARANG AKTIF Gustan Pari; Djeni Hendra; Hartoyo Hartoyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5645.25 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1990.7.2.61 - 67

Abstract

The result of  a study on briqueting charcoal from activated charcoal residue,  prepared  by using the hydraulic  press process is presented  in this paper. The residue :  was subjected to two different treatments, namely unwashed  and  washed with  water.  Following   the  treatment, each residue  material  was mixed  with  starch adhesive, using four different concentrations:  0 percent, 1 percent, 2 percent  and 3 percent,  consecutively.The  respons  evaluated from the  briquetted charcoal are the  moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon, density, crushing strength and calorific value. The result shows  that  moisture  content ranges from  3,36 - 5,56 percent, ash content  from  8,06  - 12,78 percent, volatile matter from  23,56 - 41,28 percent, fixed carbon from  45,9 - 68,38  percent, density from 0,6471-0,7985 gr/cm, crushing strength from 0,79 - 6,33 kg/cm and  the  calorific values ranged from 5243,25  -  6378,84  cal/gr.
PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJIAN KAYU DENGAN PENAMBAHAN TEMPURUNG KELAPA Djeni Hendra; Saptadi Darmawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2760.46 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2000.18.1.1-9

Abstract

Limbah serbuk gergajian kayu mempunyai potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan briket arang.  Guna lebih meningkatkan sifat fisis dan kimia briket arang serbuk gergajian kayu maka dilakukan penelitian dengan menambahkan arang tempurung kelapa sebagai bahan baku briket.  Dalam percobaan ini arang tempurung kelapa yang ditambahkan sebesar 10%, 15% dan 20% dari berat briket. Pengarangan serbuk  gergaji  dan  tempurung kelapa  dilakukan  secara  terpisah  dengan menggunakan kiln drum selama 5-7 jam dan selanjutnya dibuat briket sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan. Pada pembuatan briket digunakan perekat kanji sebanyak 2,5% yang dikempa dingin pada tekanan 3,125 ton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan  briket dari 100%  arang  serbuk gergaji,  temyata penambahan  arang tempurung  kelapa mampu meningkatkan  kerapatan,  kekuatan  tekan dan nilai kalor.Secara  keseluruhan nilai  kerapatan briket  arang  berkisar  antara  0,45-0,59  g/cm3, kekuatan  tekan 4,67-6,72 kg/cm2,  kadar air 3,51-4.75%, kadar zat menguap 22.18-25,77,. kadar abu 3,56-4.23%, kadar karbon terikat 70,28-73,82% dan nilai kalor berkisar antara 6.198,99-6.522,84 kal/g. Briket arang dengan komposisi 90% arang serbuk gergaji dan 10% arang tempurung kelapa memberikan hasil yang terbaik untuk kadar air (3,51%), kadar zat menguap (22,18%), kadar karbon terikat (73,82%) dan nilai kalor (6.522.84 kal/g).
PENGARUH PEMBERIAN AMELIORAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TIGA JENIS ANAKAN Novitri Hastuti; Djeni Hendra; R Esa Pangersa Gusti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.016 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.171-180

Abstract

Ketersediaan amelioran organik sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan anakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan amelioran organik pada pertumbuhan anakan jenis kemenyan (Styrax benzoin Dyrand), trembesi (Samanea saman Jack. (Merril.)) dan ki bawang (Melia excelsa Jack). Penambahan amelioran organik disusun dalam 11 macam perlakuan yaitu: (p) tanah saja (kontrol); (q) pupuk organik arang (POA) 10%; (r) POA 10% + arang serbuk gergaji (ASG) 5%; (s) POA 10% + ASG 10%; (t) tablet pupuk organik arang mikoriza (POAM); (u) tablet pupuk organik mikoriza (POM); (v) tablet POM + ASG 5%; (w) cuka kayu (CK) 1%; (x) CK 1% + ASG 5%; (y) CK 2%; (z) CK 2% + ASG 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan amelioran organik berupa pupuk organik arang (POA) 10% dan arang serbuk gergaji (ASG) 10% memberikan respon pertambahan diameter yang paling baik bagi pertumbuhan anakan kemenyan, trembesi dan ki bawang. Penambahan amelioran organik berupa POA 10% dan ASG 5% memberikan respon pertambahan tinggi yang paling baik bagi pertumbuhan anakan kemenyan, trembesi dan ki bawang. Hasil analisis menunjukkan penambahan amelioran organik memberikan pengaruh signifikan bagi pertumbuhan tinggi anakan tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter.
PEMBUATAN BRIKET DAUN DARI LIMBAH PENGOLAHAN MINYAK KAYU PUTIH Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.1.20 -23

Abstract

The  experimental   study   on  briqueting   from   leaf waste  of  cayeput  oil distillation prepared   by using  the hydraulic press proess  is presented   in  this paper.   The  tapioca  flour   is used  as adhesive  with  five different  consentrations   i.e. 1 per cent,  1.5 percent,   2  percent,    3 percent   and 5 percent.   The  responses  evaluated  are the  moisture  content,  ash  content,  volatile  matter,  density,  crushing  strength  and calorific  value.  The result  shows  that  moisture  content  ranges  from  12,21-  12,86 percent,  ash  content   from   8, 02  -  8,85  percent,    volatile  matter  from  68,  08  -  69, 45 percent,    density   from 0,251 -  0,325 gr/cm3.  crushing sfrength  from  9,60 - 19,82  kg/cm2   and the calorific  value from  4326,46 -  4473.05  cal /gr.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Djeni Hendra; Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2065.033 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1999.17.2.113-122

Abstract

Dalam tulisan ini dikemukakan hasil penelitian pembuatan  arang aktif dari tandan kosong kelapa sawit yang  berasal dari pabrik minyak kelapa sawit Malingping, Banten.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh  suhu aktivasi dan konsentrasi bahan pengaktif yang optimal. Proses pembuatan arang aktif dilakukan dengan menggunakan retort pada suhu aktivasi 7500C, 8000C, 8500C dan  9000C. Sebagai  bahan pengaktif digunakan  larutan NH4HC03dengan  konsentrasi 0,10 %, 0,25%, 0,50 % dan tanpa bahan pengaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas arang aktif yang terbaik untuk dipakai dalam pemurnian larutan yang terkontaminasi adalah arang aktif  yang dibuat dengan perlakuan suhu aktivasi 800°C dan konsentrasi bahan pengaktif  0,50 % dengan hasil daya serap terhadap iodium 770, 75 mg/g dan memenuhi Standar Nasional Indonesia. Untuk penyerapan gas, kualitas arang aktif terbaik adalah yang dibuat dengan  perlakuan suhu aktivasi 8500C dan konsentrasi bahan pengaktif 0,50 %, di mana hasil daya serap terhadap benzena sebesar 37,83% dan lebih besar dari daya serap terhadap benzena yang dipersyaratkan oleh Standar Jepang.
ANALISIS KIMIA 8 JENIS KAYU DARI INDONESIA BAGIAN TIMUR (Chemical analysis of 8 wood species from East Indonesia) Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3485.175 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.7.282-285

Abstract

This paper deals with chemical analysis of eight wood species from East Indonesia i. e : Podocarpus imbricatus BL, Pouteria firma Baohani, Phylocladus hypopyllus Hoof.f, Agthis philipinensis Warb, Dacrydium beccarii Parl, Tristania maingayi Duthie, Castanopsis javanica A.DC and Shorea sp. The analysis comprised of the determinations of cellulose, lignin, pentosan, moisture, ash.silica and the solubility in cold water, hot water, sodium hydroxide (1 %), alcohol benzene (I :2).The result shows that cellulose content ranges from 47,58, to 59, 74 percent. The highest cellulose content was obtained from Agathis philippinensis Hooff and low cellulose content from Tristania maingayi Duthie. Lignin content ranges from 25,22 to 29, 84 percent where the highest was obtained from Shorea sp and the lowest from Pouteria firma Baohni and Phylocladus hypophyllus Hoof.f pentosan from 10,84 to 19,66 percent. Moisture content ranges from 10,09 to 13, 70 percent, ash content from 0,13 to 0, 78 percent, silica content from 0,12 to 0,40 percent. Solubility in cold water ranges from 2,11 to 12,97 percent.solubility in hot water from 3,09 to 14,76 percent, solubility in sodium hydroxide (1 %) from 10,65 to 27,68 percent and solubility in alcohol benzene (1:2) from 1,84 to 8,89 percent.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI KAYU ACACIA MANGIUM DENGAN GASIFIKASI "FLUIDIZED BED" Djeni Hendra; Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.442 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1995.13.6.252-257

Abstract

Experimental study on activated charcoal from Acacia mangium by using "fluidized bed" gasification is presented in this paper. Tire result shows that yield ranges from 14. 79 to 25. 03 %, moisture content from 9.17 to 14.42 %, ash content from 2.36 to 2.94, volatile matter from 7.44 to 9. 79 %, fixed carbon from 73.28 to 80. 71 %. adsorptive capacity of benzene from 1.38 to 18.56 % and adsorptive iodine from 511.37 to 961.87 %.Based on adsorptive capacity of iodine, the maximum activation reaction time is 45 minutes. At this time the adsorptive of iodine is 961.87 which meet American and Indonesian standard.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI BIOMASSA HUTAN Sri Komarayati; Djeni Hendra; Gusmailina Gusmailina
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1998.16.2.61-68

Abstract

Penelitian pemanfaatan biomassa hutan untuk pembuatan arang aktif skala laboratorium dilaporkan dalam tulisan ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan informasi sifat-sifat arang (suatu produk yang diperoleh sebelum proses aktivasi) dan mutu arang aktif.Bahan baku yang digunakan adalah kayu manii (Maesopsis eminii), bambu mayan(Gigantochloa robusta) dan tempurung biji kemiri (Aleuritas moluccana). Masing-masing dari                                                                                                                                                                                61bahan baku tersebut mula-mula dikarbonisasi menjadi arang, selanjutnya direndam dalam larutan K2CO3 yang terdiri dari tiga macam konsentrasi (5 %. 10 %, 20 %). dan dalam larutanH3PO4 yang berkonsentrasi 20 %. Arang tersebut diaktivasi dalam retort baja tahan karat Menggunakan uap panas bersuhu maksimum 750°< •. 800°< •. 900°('. Selama 60 menit, 90 menit dan 120 menitHasil penelitian menunjukkan bahwa hanya arang aktif dari kayu manii,dengan semua perlakuan yang diterapkan (bahan kimia perendaman dengan berbagai konsentrasi dan suhu aktivasi di relort) memiliki kemampuan menyerap iodium lebih dari 750 mg g. yang ternyata memenuhi persyaratan standar Industri Indonesia ( SII)Untuk arang aktif bamboo mayan asal Darmaga yang diberi perlakuan dalam larutan K2CO3 dengan konsenstrasi 5 %,10 % dan 20 % menggunakan sulut aktivasi 750 o C selama 120 menit menunjukkan bahwa semua hasil tidak memenuhi persyaratan SII.Sementara itu.arang aktif bambu mayan asal pasir awi menunjukkan bahwa semua perlakuan menghasilkan kemampuan menyerap iodium yang memenuhi persyaratan SII.Selanjutnya arang aktif dari tempurung biji kemiri yang direndam dalam larutan K2CO3 10 % pada suhu 750 mg/g sedangkan arang aktif dari kayu manii yang direndam dalam larutan H3PO4 20 % memiliki kemampuan menyerap iodium lebih besar dari 1000 mg g                Rendemen arang aktif tertinggi berturut-turut adalah 66,33 % dari tempurung biji kemiri , 64,00 % dari bambu mayan asal Pasir Awi,58,00 % dari bambu mayan asal Darmaga dan 49,66 % dari kayu manii.Atas dasar hasil perkalian nilai rendemen karang aktif dan daya serap iodium,arang aktif dari bambu mayan asal Darmaga yang direndam dalam larutan 113PO4 20 % pada suhu aktivasi 800 o C selama 90 menit menghasilkan daya serap iodium tertinggi. 
HASIL DESTILASI KERING DAN NILAI KALOR KAYU NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) srii komarayat; Djeni Hendra
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.4.39 – 41

Abstract

Rapid destructive of Jackfruit wood was carried out by using a retort equipped with electrical heating syslem. This retort was also connected to a condenser and two flask to catch and  collect  the distillate or condensed gas.  The retort capacity was about  4 kg of wood.  Treatment conditions given in these experiment  were maximum heating temperature of500ᵒ C and 5 hours  distillation time.The results showed that charcoal yield of Jackfruit  wood varied from  25.00  to 39.81%, tar from  6.23 to 9.42%  and pyroligneous liquor from  67.64 to 102.05%  The calonfic  value of wood varied from  4392.00  to 4620. 65  kcal/g and charcoal from 6691.81 to 7108.37.kcal/g.Based on  these calorific values, wood and charcoal of Jackfruit wood are excellent material for fuel.