Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kesiapan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan dalam Memberikan Pelayanan Imunisasi pada Bayi Selama Pandemi Covid-19 Retno Setyo Iswati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v13i2.2325

Abstract

Background: The Covid-19 Pandemic was determined by the government as a National Disaster requiring the readiness of facilities and health personnel as first responders to disasters in the emergency response phase. Meanwhile, in implementing health personnel, it is not optimal in implementing it. Purpose: Knowing the readiness of facilities and health workers in providing immunization services to infants during the Covid-19 pandemic.Methods: the study was conducted with a survey method with descriptive explanation level, using a questionnaire with the google form application. The sampling technique used was the purposive sampling method, namely midwives who worked in health services. The distribution of questionnaires was carried out online via WhatsApp broadcast, from 07 July - 17 July 2020. Data were analyzed using descriptive analysis. Results: The results showed that all 46 respondents stated that the facilities where they work have a high level of readiness, the highest index is available facilities for washing hands using soap and running water or hand sanitizer and the lowest index is in the room/place where immunization services are only for serving healthy babies or children. . At the level of readiness, all health workers have a high level of readiness, there are 2 statements with the highest index, namely implementing the mandatory rules for wearing masks and ensuring that all vaccines, logistics, and anaphylactic kits are available in good and clean condition, while the lowest index is using gloves, replaced. every single target immunized. Conclusion: Health facilities and personnel are highly prepared to provide immunization services to infants during the Covid-19 pandemic.Latar Belakang: Pandemi Covid-19 ditetapkan pemerintah sebagai Bencana Nasional memerlukan kesiapan fasilitas dan  tenaga kesehatan sebagai first responder bencana dalam fase tanggap darurat. Sementara, dalam pelaksanaan tenaga kesehatan tidak maksimal dalam melakukan implementasi. Tujuan: Mengetahui kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan imunisasi pada bayi selama pandemi Covid-19.Metode: penelitian dilakukan dengan metode survei dengan tingkat eksplanasi deskriptif, menggunakan angket dengan aplikasi google form. Teknik pengambilan sampling dengan metode purposive sampling, yaitu bidan yang bekerja di layanan kesehatan Penyebaran angket dilakukan secara online melalui broadcast whatsapp, sejak tanggal 07 Juli – 17 Juli 2020. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 46 responden semuanya menyatakan bahwa fasilitas tempatnya bekerja memiliki tingkat kesiapan yang tinggi, indeks tertinggi pada tersedia fasilitas mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau handsanitizer dan indeks terendah pada ruang/tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani bayi atau anak sehat. Pada tingkat kesiapan tenaga  kesehatan semua memiliki tingkat kesiapan yang tinggi, terdapat 2 pernyataan dengan indeks tertinggi, yaitu menerapkan peraturan wajib memakai masker dan memastikan semua vaksin, logistik dan kit anafilaktik tersedia dalam keadaan baik dan bersih,  sedangkan indeks terendah pada  menggunakan sarung tangan, diganti setiap satu sasaran yang diimunisasi. Simpulan: Fasilitas dan tenaga kesehatan memiliki kesiapan tinggi dalam memberikan pelayanan imunisasi pada bayi selama pandemi Covid-19.
Perbedaan Antara Pemberian Skin Wrap Dan Pemberian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Kejadian Hipotermia Pada Bayi Baru Lahir Annah Hubaedah; Susmiati Ningsih; Retno Setyo Iswati
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.865

Abstract

Latar Belakang: Bayi baru lahir mengalami kehilangan panas sekitar empat kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Dalam 30 menit pertama setelah lahir, suhu tubuh bayi dapat menurun sebesar 3–4°C. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas Skin Wrap dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan two-group pretest–posttest yang terbagi kelompok Skin Wrap (n = 18) dan kelompok Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (n = 18). Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital, sedangkan data observasi dikumpulkan menggunakan lembar observasi terstandar. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, dan analisis perbedaan antar kelompok dilakukan menggunakan Independent Samples t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Result : Skin Wrap rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,64°C menjadi 36,91°C. IMD rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,66°C menjadi 36,68°C. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan berbedaan statistik dengan nilai intervensi (p = 0,021), yang menunjukkan bahwa Skin Wrap lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi baru lahir dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kesimpulan:. Skin Wrap secara signifikan lebih efektif dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, Skin Wrap dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi perawatan termal yang efektif untuk mengurangi risiko hipotermia neonatal.
Pengaruh Pemberian Gel Serai Merah (Cymbopogon Nardus) terhadap Intensitas Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III Diah Kumala Sari; Retno Setyo Iswati; Tetty Rihardini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1413

Abstract

Nyeri punggung bawah sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan Postur, peningkatan berat badan, dan pembesaran uterus. Studi pendahuluan di Klinik Afiyah Gedangan Sidoarjo menunjukkan 32 dari 60 ibu hamil trimester III (53%) mengalami nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Pemberian Gel Serai Merah (Cymbopogon Nardus) dan edukasi posisi tidur terhadap intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan Pretest-Posttest control group design terhadap 32 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 16 responden. Kelompok intervensi diberikan gel serai merah dan edukasi posisi tidur, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan edukasi posisi tidur. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, sedangkan setelah intervensi sebagian besar mengalami nyeri ringan dan tidak ditemukan nyeri berat. Uji Mann-Whitney menunjukkan P-value 0,008 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa Pemberian Gel Serai Merah (Cymbopogon Nardus) dan edukasi posisi tidur berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III.