Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Ekstrak Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Sebagai Ovisida Nyamuk Aedes aegypti L. Aben Puspita; Ovi Prasetya Winandari; Agus Jatmiko; Nurhaida Widiani
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan insektisida kimia dalam pencegahan DBD dapat mencemari lingkungan, keracunan pada manusia dan resistensi vektor. Untuk itu perlunya solusi menggunaka insektisida nabati. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) memiliki kandungan seperti Flavonoid, Terpenoid dan Saponin yang dapat menghambat daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) sebagai ovisida nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengap (RAL) dengan lima perlakuan (konsentrasi 0%, 0,125%, 0,25%, 0,5%, dan 1%) dan lima kali pengulangan/. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) berpengaruh sebagai ovisida terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi yang paling berpengaruh yaitu pada konsentrasi 1%.
ANALISIS IN SILICO SENYAWA HIBISCETIN KOMBUCHA ROSELLA SEBAGAI IMUNOMODULATOR SEL IMUNOKOMPETEN PADA PENYAKIT MALARIA Nurhaida Widiani; Ovi Prasetya Winandari; Marlina Kamelia; Puji Nurrohmah
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2021): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2021
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v12i2.4452

Abstract

Etnomedisin pada Pengobatan Tradisional Masyarakat Suku Jawa di Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan Dwijowati Asih Saputri; Aulia Ul millah; Ovi Prasetya Winandari; Suci Wulan Pawhestri; Febta Dwi Baika
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i1.6020

Abstract

ABSTRAK: Etnomedisin pada Pengobatan Tradisional Masyarakat Suku Jawa di Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan. Masyarakat Kecamatan Buay Madang Timur merupakan masyarakat Transmigran yang masih melestarikan pengobatan tradisional, terutama Suku Jawa yang tinggal desa Madang Timur. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, bertujuan untuk mengetahui tumbuhan yang dipakai dalam pengobatan tradisional dan pemanfaatan bagian tumbuhan sebagai bahan pengobatan tradisional oleh Suku Jawa di Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan di desa Raman Agung Kecamata Buay Madang, pada bulan Desember 2020 hingga Februari 2021.  Data dikumpulkan melalui wawancara terstuktur kepada responden terpilih. Jumlah Responden ditentukan melalui metode purposive sampling dan snowballing sampling.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45 jenis tumbuhan yang tergolong dalam 27 Famili digunakan oleh masyarakat suku jawa di Buay Madang Timur untuk pengobatan tradisional.  Famili tumbuhan yang jenisnya paling banyak digunakan adalah Zingiberaceae dengan jumlah 7 Jenis. Bagian tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan meliputi seluruh bagian tumbuhan, daun, batang, akar, rimpang, bunga, buah, dan biji. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daunnya Kata Kunci : Etnomedisin, Kecamatan Byai Madang Timur, pengobatan tradisional
PEMANFAATAN ORGAN TUMBUHAN SEBAGAI OBAT YANG DIOLAH SECARA TRADISIONAL DI KECAMATAN KEBUN TEBU KABUPATEN LAMPUNG BARAT Maulidiah Maulidiah; Ovi Prasetya Winandari; Dwijowati Asih Saputri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.184 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i2.2720

Abstract

Tanaman obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat sudah dilakukan sejak lama. Pengetahuan tentang tumbuhan obat, merupakan warisan bangsa yang berdasarkan pengalaman yang telah diwariskan secara turun temurun. Pewarisan pengetahuan mengenai obat tradisional secara turun temurun pada masyarakat menjadi penyebab punahnya pengetahuan tersebut. Pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tradisional di kampung jarang yang dituangkan dalam bentuk tertulis, kebanyakan hanya diketahui oleh mereka yang sudah tua. Sedangkan generasi muda, terutama yang sudah berintegrasi dengan kehidupan modern, jarang yang peduli dengan pengetahuan yang dimiliki masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengumpulkan informasi dari masyarakat mengenai pemanfaatan organ tumbuhan sebagai obat yang diolah secara tradisional di Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat dan Membuat arsip tentang pemanfaatan tumbuhan obat yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat. penelitian ini merupakan penelitian deskriftif menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditemukan 42 jenis tumbuhan obat yang terbagi ke dalam 25 famili yang dimanfaatkan masyarakat di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat sebagai bahan obat tradisional. Bagian dari tanaman obat yang dimanfaatkan yaitu akar, batang, daun, rimpang, umbi, bunga dan buah dengan cara pengolahan yang bervariasi seperti: direbus, diparut, mipis, ditumbuk, diremas, dimakan dan diminum langsung, digunakan langsung, diteteskan, diseduh dan dijus.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN CABAI MERAH (Capsicum annum L) DENGAN SAMBUNG PUCUK (GRAFTING) Dwijowati Asih Saputri; Aulia Ulmillah; Ovi Prasetya Winandari; Iin Martatin Nova
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 6, No 2 (2022): KLOROFIL : JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v6i2.12956

Abstract

Grafting with cayenne pepper rootstock (Capsicum frutescens L.) and red chili scion (Capsicum annum L) can be used to improve the quality of red chili plants. This study aims to determine the growth and development of red chili plants from shoot grafting. The study was carried out with 3 treatments, namely kontrol (without grafting) (Mo), treatment 1 (X1) fighting with scion from the main stem and treatment 2 (X2) grafting with scion from stem branches. Each treatment was repeated 5 times. The results showed that the highest number of leaves was obtained in the kontrol treatment, the highest number of flowers and fruits in the X2 treatment. It was concluded that shoot grafting in red chili with entries from the first branch resulted in plants with the best growth and development. From the results of this study shoot grafting can be used as a way of cultivating red chiliKeywords: Capsicum annum L.; Grafting, Growth and Development.  
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN CABAI MERAH (Capsicum annum L) DENGAN SAMBUNG PUCUK (GRAFTING) Dwijowati Asih Saputri; Aulia Ulmillah; Ovi Prasetya Winandari; Iin Martatin Nova
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 6, No 2 (2022): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v6i2.12956

Abstract

Grafting with cayenne pepper rootstock (Capsicum frutescens L.) and red chili scion (Capsicum annum L) can be used to improve the quality of red chili plants. This study aims to determine the growth and development of red chili plants from shoot grafting. The study was carried out with 3 treatments, namely kontrol (without grafting) (Mo), treatment 1 (X1) fighting with scion from the main stem and treatment 2 (X2) grafting with scion from stem branches. Each treatment was repeated 5 times. The results showed that the highest number of leaves was obtained in the kontrol treatment, the highest number of flowers and fruits in the X2 treatment. It was concluded that shoot grafting in red chili with entries from the first branch resulted in plants with the best growth and development. From the results of this study shoot grafting can be used as a way of cultivating red chiliKeywords: Capsicum annum L.; Grafting, Growth and Development.  
Daya Hambat Teh Kombucha terhadap Pertumbuhan Bakteri dan Jamur pada Bahan Pangan Hewani Ovi Prasetya Winandari; Winda Isti Utami; Marlina Kamelia; Nurhaida Widiani
Gunung Djati Conference Series Vol. 6 (2021): Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) 6 Tahun 2021
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.022 KB)

Abstract

The use of chemical preservatives in animal food products can cause health problems. So it needs natural preservatives that can be used as an alternative to prevent food product’s damage. Kombucha fermentation produces acetic acid which can inhibit microbial growth so it can used as natural preservatives of food product. The purpose of this study was to determine the ability of kombucha tea to inhibit the growth of bacteria and fungi in animal food products. This research is an experimental study using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments were P1 (kombucha fermentation for 6 days), P2 (kombucha fermentation for 12 days), P3 (kombucha fermentation for 18 days), and P4 (22 days kombucha fermentation). The research data were analyzed using One Way Annova and further tested using Least Significant Different (LSD). The results showed that fermented kombucha tea can inhibit the growth of bacteria and fungi in animal foods. The treatment that shows most strongly inhibited the growth of bacteria and fungi was kombucha tea which was fermented for 22 days.
EFEKTIVITAS PUPUK FORMULASI KALAM (KOMPOS, ABU, LINDI, ARANG, MIKROBA) TERHADAP PENINGKATAN HASIL PANEN CABAI RAWIT Rani Yosilia; Maya Arofa Rahmatuka; Ovi Prasetya Winandari; Aulia Ulmillah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 48, No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v48i3.11872

Abstract

Penurunan kesuburan tanah, produktivitas tanaman, dan pencemaran lingkungan semuanya dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus. Pupuk formulasi KALAM adalah kombinasi berbagai bahan organik yang digunakan untuk pengolahan limbah rumah tangga. Dengan berbagai bahan, pupuk ini dapat meningkatkan hasil panen tanaman dan mendukung pertanian berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pupuk formulasi mempengaruhi hasil panen cabai rawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5x5 dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan pupuk formulasi KALAM pada tanaman cabai rawit memberikan hasil terbaik pada perlakukan P1 (80 gram kompos + 3 mL air lindi + 80 gram arang kayu + 20 gram abu bakaran + 8 mL MOL bonggol pisang) dengan hasil rata-rata bobot perbuah adalah 3,3 gram. Formulasi pupuk yang digunakan juga mampu meningkatkan kandungan P total.
PEMBERDAYAAN SANTRI PONDOK PESANTREN DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK UNTUK PEMBUATAN EKOENZIM DI PONDOK PESANTREN Dwijowati Asih Saputri; Ovi Prasetya Winandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21600

Abstract

Abstrak: Keberadaan asrama di pondok pesantren menyebabkan penumpukan limbah padat dari berbagai aktifitas di pondok pesantren, mulai dari limbah organik dan limbah an-organik. Limbah organik bisa berasal dari limbah dapur asrama dan juga dari limbah lain, seperti sampah daun dari tanaman penghijauan yang dapat menimbulkan masalah pencemaran bila tidak ditangani dengan baik. Kegitan PKM ini bertujuan untuk memberdayakan santri pondok pesantren dalam pengolahan sampah organik menjadi produk berguna berupa ekoenzim. Keterampilan yang ingin ditingkatkan adalah keterampilan hardskill berupa kemampuan santri dalam mengelola limbah. Jumlah Mitra yang terlibat dalam pengabdian ini berjumlah 8 mitra pondok pesantren. Metode evaluasi dilakukan menggunakan 2 cara yaitu evaluasi secara langsung di pondok pesantren dan evaluasi secara online secara daring. Pengabdian dilakukan dengan metode ABCD (Asset Based Community Development), yang terdiri dari tiga tahapan, pertama, perencanaan dalam bentuk FGD, kedua, pelaksanaan dalam bentuk seminar dan workshop, ketiga monitoring dan evaluasi. Metode evaluasi dengan cara datang ke mitra-mitra pondok pesantren. Hasil pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa partisipasi pondok mitra PKM dalam pengolahan limbah menjadi ekoenzim meningkat secara bertahap hingga mencapai 100%.Abstract: The presence of an Islamic boarding school leads to the accumulation of solid waste from a variety of activities in the Islamic boarding school, ranging from organic waste to non-organic waste. Organic waste can come from Islamic boarding school kitchen waste as well as from other waste, such as leaf waste from greenhouses, that can cause pollution problems if not properly handled. The PKM is aimed at empowering the headquarters of the gymnasium in the processing of organic garbage into a useful product of ecoenzymes. The skills to be enhanced are hardskill skills that are central skills in waste management. The number of partners involved in this dedication amounts to eight partners of the hostel. The evaluation method is carried out using two methods, namely evaluation in person at the gym and evaluation online. The dedication is carried out using the ABCD (asset-based community development) method, which consists of three stages: firstly, planning in the form of FGD; secondly, implementation in the form of seminars and workshops; and thirdly, monitoring and evaluation. The results of the dedication that has been carried out show that the participation of the PKM partner cottages in the processing of waste into ecoenzymes is gradually increasing to reach 100%.