Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Conveyor Berbasis Otomasi Pada Proses Penggilingan Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Metode Rasional Di Pt. Perkebunan Nusantara Viii Rancabali Luqman Makarim; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses yang memiliki pengaruh besar dalam menentukan kualitas teh adalah proses penggilingan. Tidak terjaganya proses perpindahan antar mesin pada proses penggilingan menyebabkan terjadinya pemborosan waktu, tidak terjaganya ketebalan bubuk sehingga tidak maksimalnya proses pada mesin pengayakan. Untuk melakukan perpindahan material antar mesin pada workstation penggiling an rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 2 menit, waktu perpindahan ini merupakan sebuah pemborosan yang menyebabkan bertambahnya waktu produksi sehingga untuk menghilangkannya diperlukan adanya material handling berupa conveyor yang dapat membuat proses pemindahan menjadi kontinu sehingg dapat mengurangi waktu perpindahan serta membantu menjaga proses perpindahan material antar mesin pada proses penggilingan. Untuk merancang sebuah conveyor yang tepat untuk proses penggilingan dibutuhkan sebuah metode yang dapat memberikan hasil rancangan sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan proses perancangan produk rasional melalui beberapa tahapan yaitu clarifying objectives, setting requirements, determining characteristics, generating alternatives dan evaluating alternatives. Metode rasional dapat membantu peroses perancangan menjadi sistematis dan tepat sasaran sehingga hasilnya akan sesuai dengan kebutuhan user . Hasil dari perancangan ini berupa conveyor dengan panjang lintasan conveyor 21,5 meter, dengan tinggi akhir conveyor 9,75 meter dan tinggi awal (input) conveyor 3,75 m, lebar conveyor 50 cm , dan kemiringan conveyor yaitu 27o dengan sistem otomasi pada conveyor yang dibuat dengan menggunakan PLC siemens S7-1200 dan dilengkapi dengan Human Machine Interface yang dapat mempermudah proses monitoring dan controlling terhadap plant. Kata kunci : Conveyor, perancangan produk rasional, SCADA, Otomasi Industri, Teh Hitam Orthodoks.
Perancangan Otomatisasi Deteksi Cacat Pada Samak Kulit Berbasis Computer Vision Dengan Menggunakan Artificial Neural Network Di Pt.karyamitra Budisentosa Anasta Baye Adhi; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai otomatisasi inspeksi samak kulit pada PT. Karyamitra Budisentosa, suatu perusahaan manufaktur sepatu berbahan dasar kulit. Proses inspeksi samak kulit merupakan suatu kegiatan yang menjadi prosedur perusahaan untuk menjamin kualitas kulit mentah sebelum diolah lebih lanjut menjadi produk akhir berupa sepatu. Salah satu aktifitas yang dilakukan untuk menjamin kualitas kulit yang digunakan adalah dengan melakukan deteksi dan identifikasi cacat pada permukaan kulit secara visual dan dilakukan oleh manusia sebagai inspector kualitas kulit yang dimana memperbesar kemungkinan terjadinya kegagalan atau rendahnya akurasi deteksi dan identifikasi dikarenakan faktor human error yang tidak dapat dihindari. Dengan tingginya variasi dimensi pada cacat, penerapan ANN digunakan pada inpeksi pada objek kulit dikarenakan salah satu kelebihan ANN yang memiliki kemampuan untuk mempelajari objek yang menjadi masukan pada jaringannya. Otomatisasi pada deteksi dan identifikasi dapat mengurangi beban kerja beserta biaya tenaga kerja juga meningkatkan hasil dari proses inspeksi samak kulit. Pada penelitian ini, didapat tingkat akurasi pada sistem otomatisasi yang diusulkan sebesar 72.2% dengan waktu rata-rata 17 detik, lebih tinggi dibandingkan inspeksi manual yang dengan akurasi yang hanya mencapai 65% dengan waktu rata-rata 180 detik. Kata kunci: Cacat kulit, otomatisasi inspeksi visual, computer vision, artificial neural network
Perancangan User Requirement Specification (Urs) Sistem Otomasi Pada Stasiun Kerja Pelayuan Di Pt. Perkebunan Nusantara Viii Kebun Ciater Surya Prakosa; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu sistem otomasi yang diterapkan dengan baik akan memberikan sejumlah manfaat bagi pengguna. Manfaat dari penerapan otomasi tersebut dapat mengurangi pekerjaan manual yang bersifat repetitive atau pekerjaan yang membahayakan bagi pekerja. Manfaat lain yang bisa diperoleh dari penerapan otomasi adalah dapat memperbaiki kualitas produk. Dalam implementasi sebuah sistem otomasi dibutuhkan suatu perancangan yang matang untuk mengurangi resiko perancangan ulang desain. User Requirement Specification (URS) merupakan langkah awal dalam penerapan sistem otomasi. User Requirement Specification berfungsi untuk menjelaskan fungsionalitas yang diperlukan dalam sistem kontrol. Tujuan dibuatnya URS ini adalah untuk memberikan petunjuk dan dasar yang jelas dalam perancangan sebuah sistem URS yang digunakan oleh sistem yaitu process decription, piping and instrument diagram, elctrical diagram, dan control philosophy. Kata kunci: User Requirement Specification, process description, piping and instrumentation digram, electric diagram, control philosophy
Perancangan Supervisory Control And Acquisition (Scada) Dilengkapi Data Grid Untuk Sistem Otomasi Pada Stasiun Kerja Pelayuan Di Pt. Perkebunan Nusantara VII Mochamad Akbar; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi otomasi dalam perindustrian berkembang sangat pesat. Saat ini perkembangan teknologi otomasi sudah pada tahap pengawasan dan pengendalian plant secara wireless. Pada saat ini banyak industri yang memakai teknologi otomasi dalam proses produksinya, industri minuman teh adalah salah satunya. Di Indonesia teh menjadi salah satu industri minuman yang memegang peranan penting bagi sumber devisa Negara, contohnya PTPN VIII kebun ciater yang 90% hasil produksinya diekspor. Pabrik pengolahan teh PTPN VIII Ciater memiliki kapasitas produksi teh sebesar 2100/bulan,. Dalam pengolahan teh hitam terdapat beberapa proses salah satunya yaitu proses pelayuan. Proses pelayuan merupakan proses yang berperan penting dalam penentuan kualitas dari produk teh yang dihasilkan. Pada proses ini terdapat standarisasi teh yang harus dicapai agar teh yang dihasilkan mempunyai kualitas baik. Karena sebagian teh yang dihasilkan itu akan di ekspor keluar negeri. Maka dari itu perusahaan dituntut harus mampu memenuhi permintaan dan kepuasan pelanggan dengan menyajikan produknya yang berkualitas baik. Dengan begitu perusahaan perlu mearasa merubah teknologinya yang sudah ada menjadi teknologi otomasi. Dengan adanya sebuah teknologi otomasi maka dibutuhkan sebuah sistem untuk mengontrol, memonitoring plant jarak jauh dan memberikan data reporting produksi agar dapat menlakukan analisis terhadap proses produksi dan dapat melakukan improvement, sistem tersebut adalah supervisory control and data acquisition (SCADA). Penulis melakukan penelitian terhadap permasalahan yang terdapat di PTPN VIII terutama masalah inefisiensi pada proses pelayuan. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis melakukan penelitian tentang perancangan sistem pemantauan dan pengendalian jarak jauh yang dilengkapi pelaporan data secara otomatis sebagai pendukung dari sistem otomasi dengan menggunakan Human Machine Interface (HMI). Mengacu pada hasil perancangan dan analisis yang dibuat, maka dapat diambil kesimpulan bahwa rancangan HMI dan proses pelaporan data pada proses pelayuan berhasil dirancang. Dengan sistem otomasi yang didukung oleh sistem SCADA, workstation pelayuan pada PTPN VIII dapat dikendalikan secara otomatis ataupun manual dengan jarak jauh yang dilengkapi dengan pelaporan data produksi maupun data user secara realtime dan otomatis. Kata kunci : Otomatisasi, SCADA, HMI, pelaporan
Automation System Design Of Ceramic Tile Rectangularity Identification Process Using Digital Image Processing With Harris Corner Detection Method In Balai Besar Keramik (bbk) Muhammad Luthfil; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efficiency time in quality inspection process is very important.especially for rectangularity identification process. Manual inspection which is done manually by human operator use amount of time. In existing condition, it consume time until 104 seconds for one ceramic tile sample It will make operator more difficult if the sample size has a big number. This difficulties can be decreased by using digital image processing which is based automation system to do inspection process, especially for rectangularity identification process as an improvement. Digital image procesing will calculate the rectangularity deviation with Harris Corner Detection Method that integrated with PLC and HMI (Human Machine Interface) to make the process more faster. Harris corner detection method will identify the whole corners on ceramic tile sample image and calculate the deviation. The work priciple of improvement start from put the the ceramic tile on a conveyor with a palette,then the sample will trigger sensors and a webcam camera will capture the sample image and process it with MATLAB and the whole process is controlled by PLC (Programmable Logic Controller) and visualize it on HMI (Human Machine Interface). The whole process of improvement system consume about 38 seconds and make an efficiency in time about 62,68%. Keywords : Keywords : Automation , Harris Corner, Digital Image Processing, Ceramic tile rectangullarity
Perancangan Sistem Conveyor Antar Mesin Di Stasiun Kerja Sortasi Teh Hitam Orthodoks Menggunakan Metode Perancangan Produk Rasional Dan Scada Di Ptpn Viii Rancabali Muhammad Zamzam Anshori; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada stasiun sortasi perpindahan bubuk teh antar mesin dan memasukan bubuk teh ke mesin masih dilakukan oleh operator. Aliran material menjadi tidak kontinu dan berdampak pada lamanya waktu pemrosesan di setiap mesin. Dibutuhkan material handling yang dapat memindahkan bubuk teh berdasarkan aliran proses untuk setiap mutu, material handling yang cocok adalah conveyor. Pemilihan conveyor sebagai material handling didasarkan pada ketepatan pada aliran produksi, aliran material menjadi kontinu, serta perpindahan bubuk teh dapat berjalan dengan otomatis. Conveyor dirancang dengan menggunakan tahapan perancangan konsep produk rasional Nigel Cross. Permasalahan lainnya adalah tidak ada sistem controlling dan monitoring yang realtime sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih lama atau aliran informasi dari plant ke level manager lebih lambat. Hasil akhir dari penelitian ini adalah konsep conveyorisasi antar mesin dengan Spesifikasi panjang lintasan conveyor 2.65 meter, dengan tinggi akhir conveyor adalah 1.5 meter dan tinggi awal conveyor adalah 0.5 m, lebar conveyor adalah 0.5 m, dan kemiringan conveyor yaitu 27o dan perancangan sistem SCADA yang dilengkapi oleh sistem reporting sehingga semua informasi tersimpan dalam database secara otomatis. Kata kunci : Conveyor, Nigel Cross, perancangan produk rasional, SCADA, Generic Data Grid, Database, Teh Hitam Orthodoks.
Perancangan Supervisory Control And Data Acquisition (Scada) Untuk Proses Otomatisasi Stasiun Kerja Packaging Di Pt. Perkebunan Nusantara Viii Rancabali Hilmy Fathoni; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini teknologi di dunia industri semakin berkembang pesat. Banyak perusahaan yang ingin meningkatkan keuntungan dengan menerapkan sistem yang efektif dan efisien untuk mengoptimalkan produktivitas. Teknologi otomasi merupakan salah satu teknologi yang banyak digunakan saat ini. Penggunaan otomasi sangat diminati karena dapat menjamin kualitas produk yang dihasilkan, meminimasi waktu produksi dan mengurangi biaya untuk tenaga kerja manusia. PTPN VIII adalah salah satu produsen teh di Indonesia yang merupakan perusahaan milik negara. Perkebunan yang bertempat di Rancabali, Ciwidey merupakan cabang dari PTPN VIII yang memproduksi teh hitam. Proses pengepakan teh hitam ini sebagian besar masih dilakukan secara manual yang menyebabkan kualitas produk tidak konsisten dan risiko terjadi human error cukup besar. Salah satu permasalahan yang ada antara lain proses pemantauan ketersediaan teh pada peti miring masih dilakukan secara manual yaitu operator naik ke atas peti miring lalu menghitung jumlah kilogram teh yang masuk ke peti miring untuk setiap jenis teh sebelum proses pengepakan dilakukan sehingga data yang didapat tidak akurat. Atas dasar permasalahan tersebut, dibutuhkan suatu sistem untuk melakukan pemantauan serta pengendalian terhadap proses yang terjadi. Pada penelitian ini, hal yang akan dilakukan yaitu menerapkan sistem Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA). Dari penelitian ini dihasilkan sebuah sistem SCADA yang berfungsi untuk melakukan proses pengawasan serta pengendalian pada stasiun kerja pengepakan. Dalam sistem SCADA ini dilengkapi oleh sistem reporting menggunakan Generic Data Grid sehingga informasi mengenai aktivitas yang terjadi pada sistem akan tersimpan ke dalam database. Selain itu data dapat langsung ditampilkan pada HMI serta user akan lebih mudah untuk membuat pelaporan data dari proses yang terjadi. Kata kunci: Otomasi, SCADA, HMI, Generic Data Grid, Database, Pengepakan
Perancangan Program Sistem Pengendali Untuk Otomatisasi Proses Pengepakan Teh Menggunakan Plc Omron Cp1E Di Pt.Pn Viii Unit Sinumbra Achmad Nurhidayat Kurniadi; Haris Rachmat; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi didalam industri merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas dan menekan biaya produksi. Teknologi yang digunakan saat ini adalah teknologi otomasi. Teknologi otomasi banyak digunakan oleh industri hal ini disebabkan karena teknologi otomasi ini terbukti dapat meningkatkan produktifitas, menekan biaya produksi. Otomasi merupakan suatu teknik yang digunakan dalam proses produksi untuk mengurangi biaya produksi, memperbaiki kualitas produk dan meningkatkan volume produksi. Penggunaan teknologi otomasi ini bisa diterapkan pada berbagai macam industri salah satunya industri perkebunan. PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) merupakan salah satu dari produsen teh di Indonesia. Didalam produksi teh tersebut ada proses yang harus dilakukan seperti pelayuan, penggilingan, pengeringan, sortasi dan pengepakan (packaging). Packaging merupakan proses yang penting untuk dilakukan karena berfungsi untuk menghindarkan terjadinya kerusakan atau pencemaran. Teknologi otomasi ini dapat membantu proses packaging karena terdapat faktor penting yang dipertimbangkan didalam packaging adalah kebersihan, kekurangan tenaga kerja, dan biaya. Industri pemrograman otomasi dan desain masih didasarkan pada PLC (programmable logic controller). Sudah empat puluh tahun sejak kemunculan PLC akan tetapi PLC merupakan yang paling umum digunakan untuk sistem otomatisasi di banyak industri. PLC diminati di dunia industri karena sistem kendali PLC lebih mudah dibandingkan dengan sistem kendali lain. Kemudahan tersebut dapat dilihat dari cara memprogram yang relatif mudah (user friendly), implementasi yang lebih mudah, koreksi kesalahan yang mudah, mudah dirawat, dan handal dalam kondisi panas, lembab, dan frekuensi tinggi.Kata kunci : Otomasi, PLC, pemrograman, packaging 
Perancangan Sistem Otomasi Proses Identifikasi Kesikuan Keramik Menggunakan Pengolahan Citra Metode Shi-tomasi Di Balai Besar Keramik Priyangga Arya Sadewa; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai Besar Keramik is a agencyof research and industrial development which has the task of conducting the research, development, cooperation, standardization, testing, certification, calibration and competence development of ceramic industry. One of the tests performed in the Balai Besar Keramik is test ceramics’s rectangularity. Rectangularity calibration in the Balai Besar Keramik still use manual performed by humans. In one day be able to test as much as 60-90 ceramics. With the manual method has the disadvantage of fatigue and long time process can reach 104 seconds /ceramics. Operators will experience fatigue in testing at the time of the test to 35. So as to overcome the problems of fatigue by using automation, the fatigue can be eliminated because of automation tireless, high accuracy and consistent quality. This research will develop a visual sistem automation using sensors, PLC and Human Machine Interface (HMI) based digital Image Processing with Shi-Tomasi method that can be used to determine the level rectangularity based ceramics tile corner point. In this study focused on reducing set-up time and operator error rate and design automation sistem. Time efficiency which obtained in the proposed system compared to the existing is 62.68%. By using shi-tomasi method for the ceramics rectangularituy measurement, it obtained 43% of error level. Keywords: Automation, Shi-Tomasi, Balai Besar Keramik, Digital Image Processing, and Ceramics’s RectangularityKeywords: Automation, Shi-Tomasi, Balai Besar Keramik, Digital Image Processing, and Ceramics’s Rectangularity
Perancangan Sistem Otomatisasi Klasifikasi Kualitas Kulit Berbasis Citra Menggunakan Algoritma Fuzzy Logic Terintegrasi Dengan Plc S7-1200 Di Pt. Karyamitra Budisentosa Dodik Pradana; Rino Andias Anugraha; Denny Sukma Eka Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit samak merupakan bahan utama dalam memproduksi sepatu di PT. Karyamitra Budisentosa. Hal yang harus diperhatikan dalam memproduksi sepatu kulit salah satunya adalah kualitas bahan material utama yaitu kulit samak. Proses inspeksi klasifikasi kualitas kulit yang masih manual menyebabkan ketidakakuratan hasil klasifikasi, proses produksi tidak maksimal dan menghasilkan produk cacat serta pelaporan data yang belum terorganisir dengan baik. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengklasifikasian kualitas kulit samak yang tepat untuk memperoleh tingkat keakurasian yang baik dan pelaporan data yang otomatis. Model fuzzy merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan klasifikasi kualitas kulit samak. Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan model fuzzy dalam sistem otomatisasi klasifikasi tingkat kualitas kulit samak dan mendeskripsikan tingkat keakuratannya serta pelaporan data yang otomatis dan memberikan tampilan interface manusia dengan mesin. Proses yang dilakukan yaitu ekstraksi ciri untuk mendapatkan nilai variance, standard deviation, entropy, serta proses morfologi deteksi tepi sobel untuk mendapatkan luas cacat. Informasi tersebut digunakan sebagai input untuk pengolahan data menggunakan model fuzzy dalam klasifikasi tingkat kualitas kulit samak. Model fuzzy yang telah dibangun akan dilakukan pengujian model dengan cara menentukan tingkat keakuratan dan error dari model tersebut. Tingkat keakuratan untuk data training 93.3% dengan error 6.7% sedangkan tingkat keakuratan untuk data testing 90% dengan error 10%. Kata Kunci: Model fuzzy, Ekstraksi Ciri, Deteksi tepi, Sistem Otomasi