Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR SUKSES PEMILIHAN LOKASI PEMBANGUNAN DRY PORT DI INDONESIA Femi Yulianti; Murni Dwi Astuti; Ayudita Oktafiani
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.452 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol6.iss1.2019.323

Abstract

Dry port merupakan salah satu simpul transportasi yang cukup penting dan dapat juga berupa ekstensi dari pelabuhan laut. Dry port menjadi salah satu fasilitas transportasi yang diberikan perhatian khusus oleh Pemerintah sebagaimana tercantum dalam Cetak Biru Sistem Logistik Nasional. Namun demikian, dry port yang ada di Indonesia berada dalam kondisi yang kurang produktif atau bahkan gagal. Sebagai contoh, Dry port Cikarang yang merupakan dry port yang cukup berkembang dibandingkan dry port lainnya di Indonesia, baru berkontribusi sebesar 18% terhadap throughput Pelabuhan Tanjung hingga tahun 2017. Kondisi ini masih jauh dari target awal pembangunan Dry port Cikarang yaitu dapat berkontribusi sebesar 62% dari throughput Pelabuhan Tanjung Priok. Di satu sisi keberadaan dry port sangat dibutuhkan sehingga terus dibangun dan dikembangkan namun di sisi lainnya keberadaan dry port belum optimal bahkan ada yang gagal. Dengan demikian dibutuhkan pengidentifikasian faktor-faktor yang menunjang kesuksesan pemilihan lokasi pembangunan dry port. Dengan menggunakan pendekatan analisis dan sintesis dalam melakukan kajian literatur didapatkan empat jenis kelompok kriteria dalam pemilihan lokasi pembangunan dryport yaitu pemerintah, penyedia jasa layanan dry port, pengguna layanan dry port, dan komunitas. Adapun keterbatasan dari penelitian ini adalah belum mempertimbangkan pembuatan model konseptual dan alat ukur berupa instrumen sehingga dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan.
Optimasi Multi-Objektif Proses Pemesinan Milling dengan Metode Taguchi Kolaborasi Grey Relational Analysis Nadila Attin Miftah; Denny Sukma Eka Atmaja; Ayudita Oktafiani
Jurnal Sistem Cerdas Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : APIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focus on multi-objective optimization to minimize surface roughness and maximize material removal rate (MRR) on aluminum alloy 6061 T6. The experiment was designed based on the L9 orthogonal array and was carried out by milling machining process. The input parameters selected from the milling machining conditions are spindle speed, feed rate, and depth of cut. The responses obtained from these experiments are surface roughness and material removal rate. To achieve these two objectives simultaneously, the Taguchi method collaboration with of gray relational analysis can be used. The effect of cutting parameters on surface roughness and MRR can be determined using ANOVA and interaction plots. The optimal parameters to achieve minimum surface roughness and maximum MRR are the combination of a spindle speed of 600 rpm, a feed rate of 50 mm/min, and a depth of cut of 0.7 mm.
Pelatihan Google Classroom pada Guru SDITQ Imam Malik Bandung untuk Mendukung Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 Ayudita Oktafiani; Murni Dwi Astuti; Denny Sukma Eka Atmaja
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2a (2022): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v5i2a.5109

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, pelaksanaan pembelajaran daring di SDITQ Imam Malik memanfaatkan aplikasi Whatsapp dan Google Form. Pemanfaatan teknologi tersebut belum mampu mengoptimalkan interaksi siswa dengan guru. Terdapat sebuah platform pembelajaran daring yang memberikan solusi untuk kondisi tersebut yaitu Google Classroom. Akan tetapi, pengetahuan dan pemahaman terkait platform pembelajaran tersebut belum merata pada seluruh guru di sekolah tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan platform Google Classroom kepada guru di SDITQ Imam Malik agar dapat mengembangkan metode pembelajaran daring yang lebih interaktif. Selain itu, guru dapat menyimpan konten pembelajaran digital pada platform tersebut serta adanya kemudahan bagi siswa dan guru dalam bertukar pesan, yang menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif.
Scheduling Splitable Jobs on Identical Parallel Machines to Minimize Makespan using Mixed Integer Linear Programming Ayudita Oktafiani; Muhammad Nashir Ardiansyah
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 7 No 01 (2023): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v7i01.190

Abstract

The scheduling of parallel machines with and without a job-splitting property, deterministic demand, and sequence-independent setup time with the goal of minimizing makespan is examined in this work. For simultaneous processing by multiple machines, single-stage splitable jobs are broken into random (job) sections. When a job starts to be processed on a machine, an operator has to setup the machine for an hour. By creating two Mixed Integer Linear Programming models, this work proposes a mathematical programming strategy (MILP). A MILP model takes the job-splitting property into account. Another model, however, does not include the job-splitting property. This study investigates the performance of the proposed models using Gurobi solver. These programs' numerical calculations are based on actual problems in the Indonesian city of Bandung's plastics industry. On four identical parallel injection molding machines, 318 jobs must be finished in 22 periods. The real scheduling method is contrasted with these two MILP models. The maximum workload imbalance, the maximum relative percentage of imbalance, and the makespan of these three scheduling systems are used to evaluate their effectiveness. Without the job-splitting property, MILP can handle the real issue of scheduling identical parallel machines on injection molding machines to reduce makespan, resulting in a 36% average decrease. The MILP model's job-splitting property can reduce makespan by an additional 2.40%. The order of relative ranking is MILP with job-splitting property, MILP without job-splitting property, and actual scheduling based on the makespan minimization, workload imbalance, and relative percentage of imbalance.
Penjadwalan Job Pada Mesin Injection Molding Untuk Meminimasi Makespan Dan Tardy Job Dengan Menggunakan Algoritma Greedy Lintong Tarnama Lumbantoruan; Pratya Poeri Suryadhini; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV Gradient merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis produk berbahan dasar plastik. Jumlah pesanan yang diterima dari customer rata-rata mencapai 5.000 – 7.000 pieces per hari. Dalam mendukung proses produksi perusahaan ini mengakomodasikan empat buah mesin Injection Molding. Keempat mesin Injection Molding tersebut diurutkan secara paralel dan memiliki fungsi yang sama sehingga dapat dikatekorikan sebagai sistem job scheduling identical parallel machine. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara ternyata CV Gradient sering mengalami keterlambatan produksi sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dari customer. Penyebab keterlambatan tersebut ternyata akibat dari pengaturan penjadwalan produksi CV Gradient yang belum optimal. Metode penjadwalan yang diterapkan saat ini adalah First Come First Serve (FCFS) artinya pesanan konsumen yang pertama kali datang yang pertama kali dilayani. Kelemahan dari penerapan metode First Come First Serve tidak mempertimbangkan waktu penyelesaian pekerjaan maksimum (Makespan) dan waiting time rata-rata. Berdasarkan permasalahan tersebut dapat dilakukan perancangan usulan penjadwalan produksi dengan menggunakan Algoritma Greedy agar penjadwalan keempat mesin tersebut menjadi seimbang. Tujuan penelitian ini adalah merancang penjadwalan produksi dari keempat mesin Injection Molding untuk meminimasi Makespan dan Tardy job. Berdasarkan hasil penelitian, penjadwalan Algoritma Greedy dapat menghasilkan solusi optimal yaitu dapat meminimasi Makespan dan Tardy job dibandingkan dengan penjadwalan metode First come first serve (FCFS). Kata Kunci: Identical Parallel Machine, First Come First Serve (FCFS), Greedy Algorithm, Makespan, Tardy Job Abstract CV Gradient is a manufacturing company that manufactures various types of plastic-based products. The number of orders received from customers reaches an average of 5,000 - 7,000 pieces per day. In supporting the production process, the company accommodates four Injection Molding machines. The four Injection Molding machines are sorted in parallel and have the same function so that they can be labeled as a job system scheduling identical parallel machine. Based on observations and interviews, it turns out that CV Gradient often experiences production delays that are unable to meet the needs of the customer. The cause of the delay was apparently due to the optimal production scheduling arrangement of the CV Gradient. The scheduling method applied today is First Come First Serve (FCFS), which means that first-time customer orders are served. The weakness of applying the First Come First Serve method does not take into account the maximum completion time (Makespan) and average waiting time. Based on these problems, it can be done by designing a production scheduling proposal using the Greedy Algorithm so that the scheduling of the four machines is balanced. The purpose of this study is to design production scheduling of the four Injection Molding machines to minimize Makespan and Tardy Jobs. Based on the results of the study, scheduling Greedy Algorithm can produce optimal solutions that can minimize the Makespan and Tardy Jobs compared to scheduling the First come first serve (FCFS) method. Keywords: Identical Parallel Machine, First Come First Serve (FCFS), Greedy Algorithm, Makespan, Tardy Job
Sistem Pengontrolan Smart Home Menggunakan Raspberry Pi Berbasis Internet Of Things Sevhira Ivani Aswir; Haris Rachmat; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi sangat berkembang pesat pada era sekarang. Akibat perkembangan tersebut ada dampak yang akan ditimbulkan. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk pada tahun 2019 mencapai 267 juta jiwa. Seiring dengan bertambahnya populasi masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun serta perubahan gaya hidup masyarakat, maka akan meningkatkan permintaan konsumsi energi listrik. Selain sistem pengontrolan lampu pada rumah, peneliti juga mengontrol pada sistem keamanan pintu rumah dan garasi. Karena banyaknya kasus kemalingan atau pencurian yang marak terjadi di negara ini. Kesadaran masyarakat Indonesia masih minim dalam mengonsumsi energi listrik dan dalam menjaga keamanan, oleh karena itu peneliti membuat sebuah rancangan sistem pengontrolan Smart Home yang berfungsi sebagai pengendali lampu, pintu serta garasi pada rumah tangga berbasis Internet of Things yang dapat diakses oleh website dan dapat dikontrol dengan jarak jauh. Mikrokontroler yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Raspberry Pi. Raspberry Pi berfungsi sebagai server yang menghubungkan antara hardware dan software yang dikontrol melalui website. Sistem pada Smart Home ini menggunakan metode prototyping. Dengan demikian dapat memberikan solusi dalam mengontrol lampu, pintu rumah dan garasi sehingga dapat meningkatkan keamanan serta meminimalkan pemborosan konsumsi listrik ketika pengguna lupa mematikan lampu, menutup pintu atau garasi, saat pengguna berada diluar rumah atau dimanapun pengguna berada yang bermanfaat untuk meringankan kerja pengguna. Kata kunci: Smart Home, Internet of Things, Raspberry Pi, Website, Prototyping. Abstract Technological developments have developed rapidly in the present era. As a result of these developments there are impacts that will be caused. Indonesia is one of the developing countries that has a population in 2019 reaching 267 million. Along with the increasing population of Indonesia from year to year and changes in people's lifestyles, it will increase the demand for electricity consumption. In addition to the light control system at home, researchers also control the security systems of the home and garage doors. Because of the many cases of theft or theft that are rampant in this country. Indonesian public awareness is still minimal in consuming electrical energy and in maintaining security, therefore the researcher created a Smart Home control system that functions as a light, door and garage controller for Internet of Things-based households that can be accessed by the website and can be controlled by long distance. The microcontroller used in this study is the Raspberry Pi. The Raspberry Pi functions as a server that connects hardware and software that is controlled through the website. The system on the Smart Home uses the prototyping method. Thus it can provide a solution in controlling lights, doors and garages so that it can improve security and minimize waste of electricity consumption when users forget to turn off lights, close doors or garages, when users are outside the home or wherever users are useful to ease the user's work. Keywords: Smart Home, Internet of Things, Raspberry Pi, Website, Prototyping
Penerapan Assembly Line Balancing Untuk Mengurangi Waste Waiting Pada Proses Perakitan Komponen Nose Fuselage Di Pt. Xyz Wening Ayomi Dhara Setyani; Dida Diah Damayanti; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan dunia industri yang semakin pesat menimbulkan persaingan dalam pemenuhan permintaan konsumen membuat perusahaan yang bergerak dalam bidang industri penerbangan terus melakukan perbaikan. PT. XYZ merupakan perusahaan industri manufaktur yang memproduksi pesawat terbang. Berdasarkan kondisi aktual, PT. XYZ memiliki permintaan sebanyak 6 unit per tahun, namun hasil produksi masih belum mencapai target. Pada proses perakitan komponen mengalami permasalahan karena terdapat waste waiting pada perakitan nose fuselage yang disebabkan adanya beban kerja tidak merata tiap stasiun kerja, seperti waktu siklus minimal sebesar 119,63 jam dan waktu siklus maksimal selama 326,14 jam. Agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut perlu dilakukan penyeimbangan lini perakitan dengan meminimasi jumlah stasiun kerja, dan meningkatkan efisiensi lini perakitan. Pada penelitian ini penyeimbangan lini perakitan dilakukan dengan metode Genetic Algorithm (GA). Hasil dari penyeimbangan lini perakitan dengan metode tersebut berupa minimasi dari stassiun kerja sebelumnya 6 stasiun kerja menjadi 4 stasiun kerja, peningkatan line efficiency aktual sebesar 54% menjadi 91%, dan menurunkan smoothness index sebesar 408,337 menjadi 89,78. Hasil usulan dari penyeimbangan lini perakitan nose fuselage menghasilkan lini perakitan yang lebih baik daripada sebelumnya. Kata kunci: Genetic Algorithm, penyeimbangan lini perakitan, waste waiting
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Produksi Partially Oriented Yarn (poy) Untuk Meminimasi Defect Break Menggunakan Metode Six Sigma Di Pt Indo-rama Synthetics Tbk Dania Qatrunnada; Wiyono Wiyono; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Indo-Rama Synthetics Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang tekstil yang memproduksi produk berbahan polyester. Salah satu yang diproduksi adalah benang tipe Partially Oriented Yarn (POY). Terdapat 3 jenis defect yang terjadi pada proses produksi benang POY. Dari data histori perusahaan, break merupakan jenis cacat yang paling banyak terjadi. Berdasarkan data histori perusahaan, menunjukkan terjadinya jumlah defect break melebihi batas toleransi pada tiap bulannya dengan rata-rata sebesar 0,69 break/ton untuk periode Januari – Mei 2020, sementara perusahaan menetapkan toleransi KPI sebesar 0,60 break/ton. Diketahui defect break terjadi pada proses oiling. Sehingga diberikan perancangan usulan perbaikan yang dapat mengurangi defect break. Analisis akar penyebab dilakukan dengan menggunakan diagram fishbone untuk mengetahui faktor-faktor penyebab defect break. Penentuan tindakan perbaikan dilakukan berdasarkan prioritas tertinggi menggunakan perhitungan FMEA. Didapat faktor potensial adalah faktor mesin dengan penyebab utama kondisi peralatan mesin yang kotor sehingga proses oiling tidak berjalan secara optimal. Dalam menangani permasalahan proses oiling untuk mengurangi defect break benang POY, adapun bentuk perancangan usulan perbaikan yaitu perancangan SOP dan Visual Display. Kata kunci : Benang POY, Cacat, FMEA, SOP, Visual Display.
Meminimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Kemeja Pria Di Cv. Xyz Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Jeremy Ray Cristian; Dida Diah Damayanti; Ayudita . Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. XYZ merupakan perusahaan manufacture yang bergerak di bidang industri tekstil. Pada CV. XYZ sering sekali terjadi keterlambatan dalam pengirimanan produksi terutama pada produk kemaja pria, adapun keterlambatan ini terjadi dikarenakan terjadinya waste pada proses produksi salah satunya ialah waste motion. Waste Motion adalah pergerakan atau aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan dapat memperlambat proses produksi sehingga lead time menjadi lebih lama. Waste Motion dapat disebabkan oleh tata letak workstation yang buruk, desain metode yang buruk, ukuran batch yang besar, reorientasi material, dan organisasi tempat kerja yang buruk. Pendekatan penyelesaian masalah yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah pendekatan Lean Manufacturing. Dalam mengumpulkan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung. Hasil tugas akhir menunjukkan terdapat selisih lead time sebelum dan sesudah adanya rancangan usulan perbaikan, yaitu sebesar 151,08 detik. Hasil tugas akhir merupakan usulan penerapkan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Kata kunci : Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, 5S
Rancangan Usulan Visualisasi Display Inspection Sheet Proses Untuk Meminimasi Defect Dansha Pada Unit Apv Di Departemen Welding Dengan Munggunakan Pendekatan Fmea Dan 5 Why’s Pt.suzuki Indomobil Motor Tb Ii Aulia Yogi Fachlivan; Sri Widaningrum; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu produk di PT. Suzuki Indomobil adalah APV. Selanjutnya pada penelitian ini apabila disebutkan APV memiliki nilai defect tertinggi yaitu sebesar 1053 defec dibandingkan dengan produk lain pada periode Mei 2020 hingga juli 2020, dimana dalam line produksi Welding yang memiliki nilai defect dansha yang dominan dibandingkan dengan workstation lainnya. Permasalahan pada welding antara lain adalah defect dansha sehingga memerlukan tindakan solutif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Merancang alat bantu/prosedur kerja yang dapat mengurangi defect dansha pada mengurangi defect dansha pada hasil welding part body dan Membuat usulan perbaikan yang dapat digunakan untuk meminimasi atau menghilangkan faktor penyebab terjadinya waste defect dansha pada Welding Part Body Mobil APV tersebut. Karena Kualitas adalah “Quality is a measure of product ability to live up to the average consumer expectations about it” dan mengetahui permasalahan dari penelitian tersebut maka dapat di lihat dengan mengunakan Diagram Pareto dimana diagram tersebut dapat menampilkan jumlah defect dansha yang terjadi dan berapa persentase yang di dapatkan dari defect dansa pada unit Apv untuk menentukan usulan penelitian ini mengunakan metode pendekatan FMEA pada tahapan pendahulu untuk menentukan akar permasalahan menggunakan data defect dansha dan beberapa faktor dari diagram SIPOC, masuk pada fishbone diagram setelah faktor-faktor penyebab sudah diketahui maka akan masuk ke dalam pendekatan FMEA dimana untuk mengetahui prioritas mana yang bermasalah dimulai dari nilai RPN dimana nilai yang tertinggi meruapakan ada dua faktor yaitu faktor method dan man. Sehingga masuk pada tahapan analayze di cari tahu akar permaslahan menggunakan 5 why’s dimana dapat diketahui apa penyebab akar permasalahan dari ke empat faktor tersebut. Sehingga didapat usulan berupa, memperbaiki prosedur kerja dari departemen welding dengan dilakukan perancangan inspection checksheet pada proses welding untuk faktor permasalahan methode sedangan usulan perbaikan dari faktor man itu dengan cara membuat poster peringatan secara visual display. Tahapan Selanjutnya adalah melakukan analisis dan pembahasan terhadap penelitian yang telah dilakukan. Lalu tahapan terakhir dengan kesimpulan yang di dapatkan rancangan usulan perbaikan mengatasi permasalahan pada proses welding penyebab terjadinya defect dansha terhadap faktor method dan man yaitu inspection checksheet pada part dalam proses pengelasan. Maka saran dari penelitian tersebut melakukan evaluasi terhadap penyebab terjadinya defect dansha dan mengimplementasikan usulan perbaikan secara berkala sehingga dapat memini masi defect dansha dengan efektif dan efisien. Kata kunci : DMAI, Dansha, CTQ, Fishbone, 5 Why’s, dan FMEA.