Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Pemeliharaan Instalasi Listrik di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat I Made Ari Nrartha; Sultan Sultan; I Made Ginarsa; Agung Budi Muljono; Sudi Mariyanto Al. Sasongko; Made Sutha Yadnya
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 1 (2021): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1449.705 KB)

Abstract

Secara geografis desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat berada 115,460–116,200 Bujur Timur dan 8,250-80 Lintang Selatan. Penduduk desa terkonsentrasi di beberapa titik dengan kepadatan yang cukup tinggi. Instalasi listrik pada hunian warga mempunyai umur yang bervariasi, instalasi listrik baru sampai sudah sangat tua. Instalasi listrik yang sudah tua berpotensi membahayakan bagi keselamatan manusia dan lingkungan. Tim PKM memberikan pengetahuan pemeliharaan instalasi listrik yaitu potensi bahaya listrik pada instalasi listrik, pemeriksaan berkala, instrumen uji, program pemeriksaan dan pengujian. Evaluasi kegiatan dalam bentuk kuisoner didapatkan hasil, 41,67%  responden dari peserta penyuluhan mempunyai tingkat pendidikan dibawah SMA (SD dan SMP). Penyerapan materi selama penyuluhan cukup baik, 66,67% responden memberikan jawab dengan nilai lebih besar/sama dengan 66.67 untuk rentang penilaian 0 sampai 100.
Penyuluhan Penggunaan Energi Listrik yang Efisien di Desa Banyumulek, Kediri, Lombok Barat I Made Ari Nrartha; Sultan Sultan; I Made Ginarsa; Sudi Mariyanto Al Sasongko; Agung Budi Muljono
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 2 (2021): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.103 KB)

Abstract

Banyumulek village, Kediri sub-district is the center of the pottery industry in West Lombok Regency, NTB. Pottery is produced using traditional equipment and additional equipment that uses a power source for the production process. An understanding of how to use electrical equipment to reduce production costs and efficiency in consumption of electrical energy needs to be given to the public. The community service team of the Department of Electrical Engineering, University of Mataram provided counseling about this. The counseling was held at the Banyumulek village office which was attended by the village community and the Satria Rinjani youth group. The results of the evaluation based on the questionnaire analysis obtained that the majority were of productive age, i.e. 91.67% with an education level of 58.33% were high school and above, but all of them had never received counseling on the use of efficient electrical energy. The behavior of saving electricity is good, as much as 83.33%, even though they don't know how to use electricity efficiently.
Sosialisasi Pemanfaatan Jaringan Listrik untuk Komunikasi Data kWh-meter di SMKN 1 Lingsar I Made Ari Nrartha; Sudi Mariyanto Al Sasongko; Sultan Sultan; Agung Budi Muljono; I Made Ginarsa
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 1 (2020): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1491.238 KB)

Abstract

SMKN 1 Lingsar mempunyai kompetensi bidang keahlian Teknik Energi Terbarukan (TET) dan Teknik Komputer, Jaringan, dan Informatika (TKJI). Kompetensi tersebut didukung oleh lokasi sekolah yang dekat sumber energi terbarukan dan pusat kota Mataram. SMKN 1 Lingsar mempunyai pembangkit mikrohidro dengan kapasitas 3000 VA sebagai laboratorium lapangan. Produksi listrik pembangkit tersebut tidak pernah tercatat karena ketidaktersediaan kWh-meter dan petugas yang bertanggung-jawab untuk itu. Inovasi pemanfaatan jaringan listrik sebagai media untuk komunikasi antara kWh-meter ke server, perlu disosialisasikan untuk mensinergikan kompetensi TET dan TKJI. Sosialisasi mengenai teknik pemanfaaatan jaringan listrik untuk komunikasi data dan desain kWh-meter untuk kebutuhan tersebut. Hasil sosialisasi menunjukkan, peserta sangat antusias mengikuti acara sosialisasi, dan adanya tambahan pengetahuan baru bagi peserta tentang komunikasi data dan desain kWh-meter. Hasil evaluasi, pihak sekolah mendukung untuk diadakan kegiatan lanjutan berupa pelatihan dengan memberikan tim PKM surat kesediaan kerjasama untuk usulan proposal PKM tahun pendanaan 2020.
PELATIHAN PERENCANAAN DAN PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK YANG AMAN BERDASARKAN PUIL 2011 (SNI 0225:2011) UNTUK BANGUNAN BAGI MASYARAKAT DESA JELANTIK, KECAMATAN JONGGAT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sultan Sultan; Sudi Mariyanto Al Sasongko; I Made Ari Nrartha; Bulkis Kanata; I Made Ginarsa; Agung Budi Mulyono
Jurnal Bakti Nusa Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v4i1.90

Abstract

Desa Jelantik merupakan salah satu desa dari 13 desa yang ada dikecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah  berpenduduk 10.393 Jiwa. Masyarakat desa Jelantik  berpendidikan masih rendah yaitu sebagian besar hanya tamat SD, SMP dan SMA, dan mereka tidak memiliki keterampilan untuk mendapatkan pebekerjaan, sehingga desa Jelantik dijadikan mitra untuk dilaksanakan pelatihan.  Perekonomian masyarakat Desa Jelantik masih tergolong rendah, dengan mata pencaharian mereka adalah sebagai petani dan buruh tani. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Akademisi dari Univesitas Mataram memberikan pelatihan bidang kelistrikan kepada masyarakat Desa Jelantik khususnya pemuda  putus sekolah, sehingga dengan bekal keterampilan yang diperoleh dari pelatihan tersebut mereka memperoleh kesempatan atau peluang untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan terutama untuk diri sendiri. Kegiatan pelatihan perencanaan dan pemasangan instalasi listrik untuk bangunan yang telah  dilaksanakan di Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, hampir 100%  peserta  merasakan manfaat dan menginginkan pelatihan kembali yang dilaksanakan secara periodik. Demikian pula setelah mengikuti pelatihan, sebanyak 77% peserta menyatakan instalasi rumah mereka tidak aman (tidak memenuhi standar menurut SNI-PUIL 2011).