Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM HARTA PERKAWINAN DALAM MENJAGA KEBERLANGSUNGAN KELUARGA (Penyuluhan Hukum bagi Para Wanita Pekerja (ASN) di Pemda Prov. Lampung) Fakih, Muhammad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i2.239

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat dengan metode penyuluhan hukum mengenai upaya perlindungan hukum harta perkawinan dalam menjaga keberlangsungan keluarga adalah materi teoritis dan praktis terkait hukum harta perkawinan, permasalahan hukum atas harta perkawinan yang telah diputus oleh lembaga peradilan yang berkekuatan hukum tetap dan pembaruan hukum perkawinan yang dapat dijadikan alternatif solusi dalam mengantisipasi permasalahan hukum dalam harta perkawinan dalam usaha menjaga keberlangsungan keluarga. Penyuluhan hukum disampaikan oleh para dosen di bagian Hukum Keperdataan sesuai dengan kompetensi keilmuaanya sehingga diharapkan tepat sasaran sehubungan kegiatan pengabdian ini dilakukan kepada para ASN (wanita) dinas/instansi di lingkungan Pemda Provinsi Lampung bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemda Provinsi Lampung dengan metode: ceramah, tanya jawab dan konsultasi hukum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran sebagimana tujuan kegiatan ini karena substansi materi yang sesuai dengan visi misi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung dan didukung tingginya apresiasi para peserta ASN (wanita) di lingkungan Pemda Provinsi Lampung untuk hadir ditengah batasan protokol kesehatan covid 19. Untuk itu, kegiatan ini dihadiri oleh 67 (enam puluh tujuh) peserta dibantu oleh Tim Dinas PPPA dan para mahasiswa Fakultas Hukum Unila sebagai bentuk pembelajaran. Kegiatan terlaksana dengan sangat baik karena didukung oleh tempat kegiatan yang cukup besar dan kondusif di tengah situasi wabah Covid 19 yang harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Kegiatan pengabdian ini membuka jalinan kerjasama antar Fakultas Hukum Unila dan Pemda Provinsi Lampung untuk dapat berperan serta menyampaikan hasil penelitian dan substansi hukum dalam upaya memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat. Dengan materi penyuluhan yang merupakan bagian dari kehidupan keluarga yang memiliki harta perkawinan sehingga pemahaman hukum harta perkawinan, upaya perlindungan hukum terhadap permasalahan hukum atas harta perkawinan dapat menambah pengetahuan hukum dan menjadi solusi awal penyelesaian permasalahan hukum yang disampaikan oleh para peserta.
TAFSIR DAN CYBERFEMINISM DI MEDIA SOSIAL fansuri, fuad; Fakih, Muhammad; Hayati, Afita Nur; Ramadhani, Misbahul; Husni, Rabi'atul
JURNAL DARUSSALAM: Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Darussalam: Pemikiran Hukum Ketatanegaraan dan Perbandingan Mazhab
Publisher : STIS Darussalam Bermi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59259/jd.v5i2.349

Abstract

This article attempts to examine how feminist issues are disseminated through interpretation practices on virtual social media, a domain that has long been monopolized by men. Men are considered the primary actors in efforts to interpret holy verses. Consequently, there is a proliferation of gender-biased religious narratives promoted on social media. These narratives are predominantly dominated by a textual paradigm without regard for the context of the referenced verses, resulting in a biased delivery of the verses' core messages. This study employs a discourse analysis approach utilizing documentation techniques and library research. The primary data used as a reference in this study consists of posts from the Mubadalah.id account categorized as cyberfeminism tafsir (cyberfeminist exegesis) spanning the last year since the commencement of this research. The categorization of cyberfeminism tafsir on the Mubadalah.id account is based on the inclusion of Qur'anic verse translations and exegetical literature within its posts. The results of this study indicate that the cyberfeminism tafsir on the Mubadalah.id Instagram account illustrates concepts regarding the relationship between technology and women's empowerment through interpretative activities on social media. The characteristics of cyberfeminism tafsir applied by Mubadalah.id on their Instagram account are grounded in three fundamental principles: first, the interpretation of the Qur'an must provide benefits to all parties; second, the interpretation of the Qur'an must not reinforce the objectification of a specific gender; and third, the interpretation of the Qur'an encourages an equitable division of roles between genders. Keyword : Tafsir, Cyberfeminism, Feminisme
SUBUH DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS MAKNA SUBUH DALAM KITAB TAFSIR AS-SA’DI KARYA ABDURRAHMAN AS-SA’DI Fakih, Muhammad; Mursalim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41261

Abstract

Subh time is the beginning phase of the day that holds an important position in Islamic teachings. The Qur’an describes this time through several terms such as as-subh, al-fajr, bukrah, and as-sahr, each of which carries its own linguistic meaning and distinct spiritual implications. This study aims to examine the meaning of subh in the Qur’an based on the interpretation of Abdurrahman As-Sa’di in Tafsir As-Sa’di. This research employs a library study method with a thematic (maudhu’i) approach, namely by collecting all verses related to subh time and analyzing their interpretations in As-Sa’di’s work. The results of the study show that the three main terms, as-subh, al-fajr, and bukrah, directly refer to the time of subh, while as-sahr describes the final part of the night before dawn. As-Sa’di’s interpretation emphasizes the dimensions of tranquility, blessing, and the beginning of acts of worship associated with the subh time. Subh is portrayed as a time filled with the first light, witnessed by angels, and serves as a moment for spiritual preparation for human beings. This study demonstrates that subh time carries profound meanings that are not only linguistic in nature, but also encompass important moral and spiritual dimensions in the life of a Muslim.